
...🎵 kala cinta menggoda 🎵...
Sejak jumpa kita pertama, ku langsung jatuh cinta
Walau ku tahu kau ada pemiliknya
Tapi ku tak dapat membohongi hati nurani
Ku tak dapat menghindari gejolak cinta ini
Maka izinkanlah aku mencintaimu
Atau bolehkanlah ku sekadar sayang padamu
Izinkanlah aku mencintaimu
Atau bolehkanlah ku sekadar sayang padamu
Memang serba salah rasanya tertusuk panah cinta
Apalagi ku juga ada pemiliknya
Tapi ku tak mampu membohongi hati nurani
Ku tak mampu menghindari gejolak cinta ini
Ow, hancur dan lara
Yang dibumbung asmara
Hilanglah selera
Hilanglah segala rasa
Oh, izinkanlah aku mencintaimu
Atau bolehkanlah ku sekadar sayang padamu
Maafkan jika ku mencintamu
Lalu biarkanku mengharap kau sayang padaku
Izinkanlah aku mencintaimu
Bolehkanlah ku sekadar sayang padamu
Mencintamu, hu-u-u
🐹🐹🐹🐹🐹🐹🐹🐹🐹🐹🐹🐹🐹🐹🐹🐹🐹🐹
~Episode sembilan belas//
"Ga usah kak, aku baik² aja kok. Liat aku masih bisa jalan." ucap Jasmine.
"Jas kenapa sih lo sebaik itu sama keluarga Lo? ada saatnya Lo harus lawan dia! kadang ku kesal sama sikap Lo yang terlalu polos. Sampai kapan pun Lo akan terus tersakiti!" bentak Devan kesal.
"Aku juga pengen ngelawan seperti apa yang kakak katakan, tapi.. semakin aku ngelawan justru masalah akan semakin besar! bukannya terbebasa dari hukuman aku justru akan merasakan sakit yang lebih dari ini! apa itu yang kakak inginkan? apa kakak ingin aku lebih menderita dari ini?" teriak Jasmine kesal.
"Kak, aku tau kakak peduli! tapi ada batas nya kak. dan akan ada saatnya mereka berubah, untuk saat ini aku hanya perlu bersabar dan bersabar." imbuh Jasmine.
"Sampai kapan? sampai lo benar² merasakan sakit! sampai lo benar² menderita? jas mikir dalam keadaan seperti ini saja mereka ga peduli! dan Lo masih berharap mereka akan berubah? (senyum sinis) gue salut sama Lo." ucap Devan.
Jasmine terdiam, perasaan nya kini bercampur, antar bingung dan marah. Ingin melawan ucapan Devan namun apa yang dikatakan Devan memang benar, tapi dia juga tak mungkin melawan.
"Aku ingin sendiri! dan untuk masalah ini kakak ga perlu ikut campur. Aku punya cara tersendiri untuk bangkit." ucap Jasmine
"Apa cara Lo? Lo hanya diam saat di sakiti! apa Lo pikir itu bisa mambuat mereka sadar dan berhenti menyakiti Lo?" tanya Devan.
"Kak, aku ga berniat untuk merubah mereka. Bisa bertahan dalam keadaan seperti ini saja sudah cukup bagi ku. Jadi berhenti peduli masalah ini! karna aku yakin aku bisa menyelesaikan nya tanpa bantuan orang lain" ucap Jasmine sambil berlalu pergi.
Devan terdiam menatap kepergian Jasmine, bukan tak berniat menghentikan. Bagi Devan Jasmine masih memerlukan waktu untuk berpikir dan menenangkan diri.
****
Jasmine duduk di bangku belakang sekolah, seperti biasa dia menangis sejadi jadi nya untuk meluapkan sakit yang dia rasakan.
"Maaf kak, tapi aku ga bisa melawan. Aku benar² takut untuk merasakan sakit lagi, andai bisa aku juga ingin melawan walau hanya sekali." gumam Jasmine.
"Yang dia katakan memang benar! tapi ga seharusnya dia memaksa buat kamu ngelawan. Akan ada saat nya kamu ngelawan tapi bukan sekarang." ucap Ari sambil duduk di samping Jasmine.
"Lo tenang oke, perlahan tapi pasti semua akan berakhir, Lo tau kan kalo roda berputar. Jadi semangat menjalani nya, asal Lo tau semua orang memiliki masalahan masing² tapi mereka pintar menutup nya dengan senyuman, hingga orang lain berpikir bahwa dia baik² saja." imbuh Ari.
"Tak apa, jangan di paksakan. Kalian butuh waktu untuk sendiri, hingga kalian bisa saling memaafkan." ucap Ari sambil mengelus rambut Jasmine.
Jasmine pun memutuskan untuk menjauh dari Devan, bukan apa² hanya ingin saling mengerti perasaan masing².
#Dua hari berlalu
Kini Jasmine benar² berusaha keras untuk menghindari Devan, walau terkadang dia lupa dan ingin menyapa namun semua ingatan tiba² keluar membuat nya membatalkan niatnya, bahkan setiap Jasmine melamunkan sesuatu dia pasti akan teringat kenangan bersama Devan, setiap mengingat kenangan itu Jasmine tak dapat menahan air matanya.
Jasmine benar² bingung apa yang terjadi pada dirinya, setiap melihat Devan mulut Jasmine seperti ingin terus menyapa dan berbicara, Jasmine terus menyangkal bahwa mungkin dia hanya kesepian namun semakin dia berbohong rasa sakit itu semakin menjadi jadi.
"Tak mungkin aku jatuh cinta sama kak Devan kan, ya walau aku pernah suka tapi hanya suka tidak lebih." gumam Jasmine, dia terus berusaha keras melupakan Devan namun sulit lebih sulit dari rumus MTK⊙.☉.
Bahkan beberapa hari ini Ari juga menghilang, pernah Jasmine mencarinya dikelas namun semua orang tak ada yang tau dia dimana kan kemana.
"Huh~ semau menghilang!" pikir Jasmine.
Jasmine berusaha menenangkan pikirannya dan berniat untuk pergi kekantin, namun saat diperjalanan hal tak terduga terjadi.
#Sisi Devan
Devan berjalan menuju kelas Jasmine, namun diperjalanan dia tak sengaja bertemu dengan Widya yang sedang berusah berdiri.
"Ngapain Lo disitu?" tanya Devan dingin.
"Eh,, Devan! ini kaki aku terkilir, aku pengen ke UKS tapi gak bisa berdiri." ucap Widya lirih.
"Emang Lo gak punya teman?" tanya Devan,
Jlep...
Widya terdiam mendengar perkataan Devan yang tajam,
"Sial mulut nya jahat banget!" pikir Widya.
"Itu teman aku pada gak peduli, mereka cuma datang pas perlu nya doang." ucap Widya seolah oleh dia sedang tersakiti.
"Ooh." Devan ingin melangkah namun langsung ditahan Widya.
"Em,, boleh gak minta tolong, anterin aku? masa iya kamu tega sama aku." ucap Widya lirih.
"Apa untung nya gue anteri Lo?" tanya Devan.
"Em,,, aku bakal kasi apapun yang kamu mau, aku beneran gak bisa berdiri masa iya aku ngesot ke uks." balas Widya lirih.
"Yaudah toh Lo juga punya ide, ngesot aja yang penting sampe kan?" ucap Devan santai.
Widya melongo,
"Ish bocah tega banget dah!" pikir Widya.
"Em,, tapi masa iya harus ngesot dulu, kan kaki aku sakit nanti bakal tambah sakit dong." ucap Widya dengan gaya centilnya.
"Ya gak masalah, toh nanti Lo bakal diobatin juga." ucap Devan.
"Dev? masa kamu tega sih, nanti kalo Jasmine tau dia pasti marah!" ucap Widya lirih.
Devan menatap Widya tajam,
"Huh~ kalo sudah nyinggung Jasmine aku gak mungkin nolak." pikir Devan.
"Yaudah, tapi sesuai perkataan Lo, gue bisa minta apa aja kan?" tanya Devan memastikan.
"Iya." jawab Widya antusias.
Dengan terpaksa Devan membantu Widya berdiri dan berusaha memapahnya, namun saat menatap kedepan Devan tak sengaja bertemu dengan Jasmine, namun belum lama Jasmine sudah berlari menjauh dan meninggalkan Devan dan widya.
"Jas! tungguin." teriak Devan.
Namun Jasmine tak menggubris nya sama sekali, dengan kasar Devan menghempaskan tubuh Widya kelantai dan berlari meninggalkannya sendiri.
"Apes banget gue, udah disakitin Ama kata² nya sekarang malah harus dihempas ke lantai, niat nyari untung malah buntung." gumam Widya.
:
:
:
Bersambung.......