
...π΅ my heart π΅...
Di sini kau dan aku
Terbiasa bersama
Menjalani kasih sayang
Bahagia 'ku denganmu
Pernahkah kau menguntai
Hari paling indah?
Kuukir nama kita berdua
Di sini surga kita
Bila kita mencintai yang lain
Mungkinkah hati ini akan tegar?
Sebisa mungkin tak akan pernah
Sayangku akan hilang
If you love somebody could we be this strong
I will fight to win our love will conquer all
Wouldn't reach my love
Even just one night
Our love will stay in my heart
My heart
Pernahkah kau menguntai
Hari paling indah?
Kuukir nama kita berdua
Di sini surga kita
Bila kita mencintai yang lain
Mungkinkah hati ini akan tegar?
Sebisa mungkin tak akan pernah
Sayangku akan hilang
Bila kita mencintai yang lain
Mungkinkah hati ini akan tegar?
Sebisa mungkin tak akan pernah
Sayangku akan hilang
If you love somebody could we be this strong
I will fight to win our love will conquer all
Wouldn't reach my love
Even just one night
Our love will stay in my heart
My heart
ππππππππππππππππππ
~Episode tiga puluh//
Aku berasal dari keluarga kaya, mamah dan papah adalah pengusaha, walau terkadang jarang pulang namun mereka selalu menanyai kabar dan melindungi ku dari kejauhan, sungguh itu sudah membuat ku bahagia!
Aku dari kecil selalu dimanja oleh keluarga jauh maupun dekat, karna aku anak tunggal dan tentu saja tampan, tapi aku tak menduga akan datang satu masalah yang membuatku merasa tertekan.
"DASAR ISTRI BODOH, TIDAK BISA KAH KAU DIAM DIRUMAH DAN JAGA ANAK KITA DENGAN BENAR, LIHAT KARNA KAU DIA MENJADI MANJA DAN SOMBONG." bentak papah.
"JAGA OMONGAN KAMU MAS, DIA MENJADI MANJA KARNA KURANG KASIH SAYANG KITA, DAN KAMU SEBAGAI SEORANG AYAH HARUSNYA BISA MENJAGA DIA DAN MEMBERI DIA PENDIDIKAN DI DUNIA BISNIS." teriak mamah dengan amarah.
Aku tak tahan mendengar perdebatan mereka, dengan pikiran kacau aku pergi entah kemana, aku terus mengikuti ke arah mana kaki ku melangkah, hingga aku tak sengaja tersandung batu besar.
Sungguh perih! aku menangis tanpa henti karna tak pernah merasakan sakit seperti sekarang, tibaΒ² seorang gadis kecil menghampiri ku dan berjongkok memperhatikan Luka dibagian lutut.
"Camu enangis carna luca ini? bucan cah cau cowo? (kamu menangis karna luka ini? bukan kah kau cowo?)." tanya gadis itu sambil menatap ku dengan mata menyipit.
"Tati ku takit, teluyar dayah, (kaki ku sakit, keluar darah)." ucap ku sambil menunduk.
"Tata mamah dak oyeh enangis, nanti di gigit anjing." ucap gadis itu dengan wajah imut nya.
TibaΒ² satu gadis yang memiliki wajah sama dengan yang pertama datang dengan senyum diwajah nya.
"Wah kak, unya eman." ucap gadis 2 bahagia.
"Eh? ada dayah, cebentar aku ambil haspas biar dak dayah agi." ucap nya lagi dan berlalu pergi.
Selang beberapa menit gadis 2 datang dengan nafas ngos-ngosan.
"I...ini hosh...., hoshh...." ucapnya sambil berbaring ditempat.
Gadis 1 mengambil hansaplast dan menempelkan nya kebagian yang berdarah,
"Udah celesai." ucap gadis itu sambil tersenyum manis.
"Matatih." ucapku sambil menatap gadis 2 yang sedang memejamkan mata nya.
Setelah kembali mamah dan papah memutuskan untuk bercerai, aku terpaksa ikut dengan mamah karna mamah memilih tetap disini sedangkan papah pergi ke Jepang.
Hari demi hari berlalu kini aku hidup dengan tenang bersama mamah dan kedua sahabat kecil ku, tapi tak lama setelah itu aku tak sengaja mendengar kabar bahwa keluarga mereka baru saja tabrakan, dengan air mata mengalir aku pergi menuju rumah mereka, sepi! itulah yang aku liat.
Aku menangis ditempat pertama kali kami bertemu, aku sungguh berharap bisa bertemu dengan mereka.
"Evan..... t...toyong a...aku." teriak gadis 1.
Aku berbalik dan langsung menghampirinya, penuh darah! itulah yang sekarang dirasakan gadis1.
"Apa yang tejadi." tanya ku sambil mengeluarkan air mata tanpa henti.
"Evan A..aku, takut! adik ada dicana." pekik gadis1 sambil menunjuk kearah jalan raya.
Aku berpikir bahwa semua sudah pergi jauh menyisakan dia dan aku saja, aku cukup merasa kehilangan dan ternyata gadis yang tersisa juga harus dibawa pergi oleh paman nya, aku hampir ingin mengakhiri hidup ku karna kehilang orang yang ku sayang, tapi mamah menyakinkan aku bahwa suatu saat aku pasti akan ketemu dengan mereka kembali, entah itu dimana dan kapan tapi itu pasti akan terjadi.
***
Di sini lah aku sekarang, SMA yang baru, kehidupan yang baru, dan mungkin teman yang baru.
Tak ada yang menarik, namun cukup untuk melupakan semua masa lalu pahit, walau sulit tapi aku yakin itu pasti ada waktu nya.
Sampai saat ini aku sudah berada dikelas 2 SMA, aku juga dipilih menjadi ketua OSIS, tapi tak ada satu pun yang ingin berteman dengan ku ah, ralat maksud ku yang cocok untuk ku jadikan teman.
Saat sampai di ditengah lapangan tibaΒ² ponsel ku bergetar menandakan ada telpon.
"Siapa?" tanya ku datar.
"Hallo benar dengan tuan Devan? saya dari rumah sakit ΓΓΓ, ibu anda dalam keadaaan kritis dan akan segera melakukan operasi, jadi sebelum itu tolong lunasi administrasi terlebih dahulu." ucap petugas rumah sakit.
"Minta saja pada perusahan ibu saya, saya sedang sibuk!" ucap ku sambil menutup telpon.
Huh~ lelah kalo harus terus seperti ini, aku ingin bahagia, ya walau tak banyak tapi setidak nya pertemukan aku dengan gadis kecil ku dulu.
Saat asik melamun aku tak sengaja menabrak seseorang, dan membuat nya terjatuh,
cantik! itulah kesan pertama ku pada nya, dia meminta maaf? bukan kah aku yang salah?
Lalu aku berniat membantu nya, namun dia malah melamun, apa yang dipikirkan gadis ini? setelah beberapa detik dia langsung pergi setelah mengucapkan kata makasih.
Aku merasa dia mirip dengan seseorang namun masih agak asing, jadi aku berniat untuk mengejarnya dan menjadikan nya sebagai teman ah atau bukan, lebih dari seorang teman.
:
:
:
bersambung........