
...πΆ Saat Bahagia πΆ...
Saat bahagiaku
Duduk berdua denganmu
Hanyalah bersamamu
Hmm ...
Mungkin aku terlanjur
Tak sanggup jauh dari dirimu
Kuingin engkau selalu
'Tuk jadi milikku
Kuingin engkau mampu
Kuingin engkau selalu bisa
Temani diriku
Sampai akhir hayatmu
Meskipun itu hanya terucap
Dari mulutmu
Dari dirimu yang terlanjur mampu
Bahagiakan aku
Hingga ujung waktuku
Selalu
Seribu jalan pun kunanti
Bila berdua dengan dirimu
Melangkah bersamamu
Kuyakin tak ada satu pun
Yang mampu merubah rasaku untukmu
Kuingin engkau selalu
'Tuk jadi milikku
Kuingin engkau mampu
Kuingin engkau selalu bisa
Temani diriku
Sampai akhir hayatmu
Meskipun itu hanya terucap
Dari mulutmu
Dari dirimu yang terlanjur mampu
Bahagiakan aku
Hingga ujung waktuku
Selalu
Mungkin aku terlanjur
Tak sanggup jauh dari dirimu
Kuingin engkau selalu
'Tuk jadi milikku
Kuingin engkau mampu
Kuingin engkau selalu bisa
Temani diriku
Sampai akhir hayatmu
Meskipun itu hanya terucap
Dari mulutmu
Dari dirimu yang terlanjur mampu
Bahagiakan aku
Hingga ujung waktuku
Selalu
ππππππππππππππππππ
~Episode empat puluh delapan//
Hari demi hari kini berlalu dengan cepat, Devan sudah bisa mengikhlaskan kepergian Rina, namun kini semangat Devan menurun, jika terkadang dia ceria namun berbeda dengan sekarang yang hanya memasang wajah datar, entah itu orang lain atau Jasmine sekalipun.
Namun bukan berarti kedekatan antar Devan dan Jasmine terganggu, itu justru membuat kedua saling dekat, seperti orang pacaran. Terutama perhatian Devan terhadap Jasmine.
****
Jasmine menatap langit senja dengan senyum diwajahnya, dia tak sendiri melainkan bersama dengan orang yang selalu mendukung nya, ya dia Devan.
Setalah pulang sekolah, Jasmine dan Devan tak langsung pulang mereka pergi ke taman untuk menikmati senja, tentu saja Devan menolaknya namun karna paksaan dari Jasmine, Devan akhirnya mengiyakan permintaan Jasmine.
"Gue heran, kenapa cewe suka banget sama senja! apa indahnya senja??" tanya Devan.
"Ga cuman cewe, cowo juga banyak yang suka. Biasanya sih senja ini yang paling cocok buat seseorang menyatakan cinta, jadi terkesan romantis gitu." ucap Jasmine semangat.
Devan menatap Jasmine dengan wajah penuh tanda tanya, apa romantis nya senja?? begitu pikir Devan.
"Hm, adaΒ² saja." gumam Devan.
Devan hanya diam, bukan tak mau dia hanya takut terjadi sesuatu kepada Jasmine, apalagi disaat itulah rasa cinta Devan di uji.
Jasmine mengerti apa yang sedang dipikirkan Devan, tak seharusnya dia bertanya seperti itu.
"Maaf." hanya kata itu yang keluar dari mulut Jasmine.
"Untuk apa?" tanya Devan heran, pasalnya Jasmine tak melakukan kesalahan apapun.
"Aku udah buat kak Devan kepikiran tentang sahabat kecil kakak, aku ga maksud gitu." ucap Jasmine lirih.
"Sudahlah, ga penting." jawab Devan datar, dia paling malas jika menyangkut masa lalu yang menurutnya tak perlu dibahas, kalaupun dia kembali itu tak ada hubungannya dengan Jasmine.
"Udah mau gelap, ayo pulang." ucap Devan tegas.
"Baiklah ayo, tapi bisakah kak Devan engga marah lagi?? aku takut." ucap Jasmine sambil menunduk.
"Maaf, bukan seperti itu. Gue hanya ga mau lo masuk kedalam masalah gue, cukup gue yang nanggung." ucap Devan sambil mengelus rambut Jasmine.
"Aku mengerti." ucap Jasmine dengan senyum manis yang melekat di wajah cantiknya.
Mereka pulang menaiki mobil milik Devan, di perjalanan tak ada percakapan hanya keheningan yang tercipta.
"Udah sampe, makasih kak. HatiΒ² dijalan." ucap Jasmine.
"Iya, masuk sana." usir Devan.
"Ngusir nih ceritanya?? padahal seharusnya aku loh ya ngusir." ucap Jasmine dengan wajah sebal.
"Yaudah sana masuk, ntar dimarahin loh." ucap Devan.
Jasmine masuk tanpa mengucapkan sepatah katapun, tanpa di sadari Devan tersenyum menatap Jasmine.
"Lucu." ucap Devan sebelum meninggalkan rumah Jasmine.
***
Setelah selesai membersihkan badan, Jasmine berbaring dengan buku di tangannya, berniat membaca nya.
namun dia urungkan saat satu panggilan masuk, terdapat nama Salsa disana.
Call onπ
"Hallo,"
"Ada apa sal, tumben banget." ucap Jasmine.
"Jas bisa ketemu ga malam ini?? gue butuh bantuan Lo." ucap Salsa dengan suara cempreng nya.
"Udah gila nih anak, ini udah malam keles." ucap Jasmine kesal.
"wkwk iya maaf, bisa ga??" tanya Salsa.
"Bisa aja sih, tapi yang dekat rumah aku aja ya?? aku takut di marahin kalo jauhΒ²." ucap Jasmine.
"Wokeh, gue langsung otw, Lo jangan lama." peringat salsa yang langsung mematikan telpon tanpa persetujuan dari Jasmine.
"Ga waras." umpat Jasmine dan berlalu pergi tanpa mengganti pakaian terlebih dahulu.
***
"Yuhuu Jasmine cantik, lama bener dah Lo." seru Salsa.
Jasmine hanya menatap Salsa datar, pasalnya yang menunggu adalah Jasmine bukan Salsa.
"Ada apa?? tumben ngajak bertemu." ucap Jasmine.
"Jadi gue mau bikin surprise gitu, buat emak. Tapi bingung mau ngasih kado apa." ucap Salsa.
"Emak kamu ulang tahun??" tanya Jasmine.
"Engga dia baru pulang dari toilet." ucap Salsa dengan wajah kesal.
"Aku serius kali." ucap Jasmine.
"Lagian Lo nanya ga berfaedah banget sih, ngapain juga gue ngasih surprise kalo ga hari spesial." ucap Salsa.
"Menurut aku, kamu kasih aja apa yang emak kamu ingin kan dari dulu, atau bisa jadi hal yang paling dia suka." ucap Jasmine mulai serius.
"Hal yang dia suka??" Salsa terlihat berpikir sebelum sebuah senyuman terukir di wajahnya.
"Emak cuma minta daster doang, katanya pengen yang bermerk terkenal." ucap Salsa, membuat Jasmine ingin membunuh nya sekarang juga.
"Kamu beliin itu ga perlu nunggu ulang tahun dia juga kali, maksud aku hal yang sangat dia impikan dan harapkan dari kamu." ucap Jasmine sambil menahan emosinya.
"Yang dia inginkan simpel, dia ingin aku bahagia." ucap Salsa berubah sendu.
"Aku rasa itu udah cukup, sekarang terbukti dia ga butuh apapun dari kamu, dia hanya ingin kamu bahagia itu udah cukup." ucap Jasmine.
"Gue pengen bikin dia bahagia Jas, tapi gue ga bisa. Bahkan buat beli barangΒ² bermerk aja gue susah, gue takut umur gue pendek dan ga bisa bahagiain dia." ucap Salsa dengan mata berkaca kaca.
"Sutt. ga boleh ngomong gitu, hal sederhana juga bisa jadi sesuatu yang spesial kalo Lo ngasih nya dengan ikhlas dan hasil jerih payah Lo sendiri." ucap Jasmine.
"Kasih sesuatu yang sederhana tapi bermakna, gue yakin itu akan jadi barang yang beliau simpan dan jaga." sambung Jasmine.
Salsa terdiam dan kemudian tersenyum.
"Besok ada waktu?? temenin gue beli barang ya??" mohon Salsa.
"Apapun itu aku pasti temenin, besok kita ketemuan disini lagi aja, udah malem banget aku harus pulang." ucap Jasmine.
"Oke hatiΒ² dijalan sayang, jangan lupa besok." teriak Salsa.
Jasmine hanya mengangguk dan berjalan menuju rumahnya.
"Gue bahagia bisa kenal Lo Jas, Lo teman pertama gua." gumam Salsa dan berjalan menuju taksi yang sempat dia pesan.
Bersambung....
:
:
:
Hai manteman, aku punya novel rekomendasi loh, yuk mampir ke cerita teman Kya. makasih βΊοΈ