
Othor sampe bosen kasih info🤣 udah berapa x ya bilang novel ini belum tamat, tapi masih banyak yang ngira udah tamat. Kebiasaan kalo ada info suka di skip😁
..."Novel ini belum tamat"...
Celina dan Vano memutuskan untuk pulang setelah kondisi Celina membaik dan sehat.
Sudah 1 minggu mereka berada di Singapura. Meninggalkan Naura selama itu membuat keduanya tidak tenang meski ada Keyla dan pekerja rumah yang menjaga Naura.
Tapi tetap saja naluri orang tua tidak akan pernah tega meninggalkan anaknya lama-lama.
Sementara itu, kondisi Papa Adiguna juga sudah stabil. Sudah bisa diajak komunikasi meski suaranya masih terdengar lemah.
Itu juga yang membuat Celina berani meninggalkan Papa Adiguna lantaran kondisinya sudah membaik. Bahkan dalam waktu dekat sudah diperbolehkan untuk pulang.
"Celin pulang dulu Pah, Papa harus banyak makan dan istirahat biar cepat pulang. Naura dan Leo sudah kangen sama Opa dan Omanya." Tutur Celina.
Papa Adiguna mengulas senyum. Dia merasa bersyukur banyak orang yang menyayanginya di usianya yang semakin tua.
Memiliki banyak cucu dan keluarga baru, memberikan kebahagiaan yang tak ternilai.
Bahkan semua aset kekayaan yang dia miliki, tidak akan pernah sebanding dengan kebahagiaan yang diberikan oleh keluarganya.
"Iya, Papa juga ingin cepat-cepat melihat mereka lagi. Jangan khawatir, Mama kamu tidak pernah gagal mengurus Papa,,"
Papa Adiguna melirik istrinya dengan tatapan penuh cinta. Membuat Mama Alisha tersenyum malu mendapat pujian manis dari sang suami.
"Itu sudah pasti, Papa saja tidak bisa berpaling dari Mama yang terlampau sempurna." Kini giliran Celina yang ikut memberikan pujian. Wajah Mama Alisha semakin merona dibuatnya.
"Sudah,, kalian itu terlalu berlebihan." Sanggah Mama Alisha.
"Cepat ke bandara, jangan sampai terlambat."
Celina dan Vano pamit pergi. Langsung menuju bandara dan pulang ke Jakarta.
Keduanya sudah tidak sabar untuk bertemu Naura.
Gadis kecil mereka yang selalu menelpon setiap saat dan menanyakan kapan akan pulang.
...*****...
Keyla sudah selesai memakaikan baju pada Leo dan Naura. Mereka akan menjemput Celina dan Vano di bandara dengan di antar Dion.
Selesai bersiap, ketiganya menunggu Dion di halaman rumah.
Tak berselang lama, mobil Dion memasuki halaman rumah Celina.
Naura langsung antusias, tidak sabar untuk bertemu Mommy dan Daddynya.
"Ayo Aunty,, mobil Uncle sudah sampai,," Naura menarik tangan Keyla dan setengah berlari menuju mobil Dion.
"Pelan-pelan sayang, nanti jatuh." Tegur Keyla lembut.
"Iya Aunty."
Sementara itu, Leo menatap malas pada Naura yang terlihat menguasai Mamanya. Dia berjalan malas dibelakang mereka.
Dion keluar dari mobil untuk membukakan pintu belakang. Dia mempersilahkan Naura dan Leo untuk masuk.
"Kalian duduk di belakang ya,," Pinta Dion.
Naura langsung menurut dan masuk kedalam. Berbeda dengan Leo yang memilih duduk disamping kemudi.
Dion menghampiri Leo, mengusap lembut pundaknya.
"Leo,, temani adik kamu di belakang,,"
Leo menggelengkan kepala, enggan menuruti perintah Papanya.
"Leo lupa sama nasehat Papa.? Naura itu adik Leo, jadi Leo harus baik dan sayang sama Naura."
"Ayo ke belakang, ini tempat duduk Mama."
Perkataan Dion berhasil membuat Leo turun dari mobil pindah ke belakang bersama Naura.
Bersamaan dengan itu, Dion terlihat kesal melihat Keyla yang juga ikut duduk bersama mereka.
"Kenapa duduk dibelakang.? Memangnya aku supir." Protes Dion. Ekspresi datarnya penuh dengan rasa kesal.
"Cepat pindah ke depan." Ujarnya tegas.
"Hah.?" Keyla malah bengong. Tidak biasanya Dion meminta dirinya duduk didepan seorang diri. Biasanya selalu memangku Leo yang ingin duduk di depan.
Tapi karna tadi ada Naura, jadi Keyla memutuskan untuk menemani Naura dan berfikir kalau Leo yang akan duduk disamping Dion.
Dia sempat kaget saat Dion menyuruh Leo pindah kebelakang.
"Kenapa bengong.?! Cepat pindah ke depan." Titahnya tak mau dibantah. Setelah itu masuk kedalam mobil.
Keyla buru - buru pindah ke depan. Telihat canggung duduk disamping Dion setelah kejadian beberapa hari yang lalu saat pergi keluar kota bersama Dion untuk meninjau proyek.
Sudah 5 hari ini Keyla menjadi sekretaris pribadi Dion. Waktu singkat itu telah banyak merubah perilaku Dion menjadi aneh. Bahkan Keyla yang sudah bertahun-tahun mengenal Dion, tidak tau dengan perubahan sikap Dion yang semakin aneh dan sulit untuk dipikir secara logika.
Sepanjang perjalanan menuju bandara, Dion dan Keyla saling membisu. Hanya terdengar suara cerewet Naura yang terus mengajak Leo berbicara.
"Kak Leo, liat ada badut upin ipin,," Naura mengarahkan tangannya keluar jendela untuk menunjukkan pada Leo.
Ekspresi Leo hanya datar, tidak ada niatan untuk merespon.
"Liat Kak Leo,, itu,, itu,," Naura sampai mengguncang lengan Leo agar mau melihat dua badut yang dia tunjuk.
"Berisik, bisa diam tidak." Protes Leo kesal.
"Leo, jangan seperti itu nak." Tegur Keyla sembari menoleh kebelakang.
Selama 1 minggu ini, selalu ada nasehat yang harus Keyla berikan pada Leo agar Leo bisa bersikap baik pada Naura.
Bahkan Keyla sudah menyuruh Naura untuk memanggil Leo dengan sebutan Kakak.
Keyla berharap dengan begitu, perlahan Leo bisa menerima Naura sebagai adiknya jika Naura terus memanggilnya kakak.
Tapi nyata sangat sulit untuk membuat keduanya berhubungan baik layaknya adik dan kakak.
"Naura berisik Mah,," Keluh Leo.
"Kak Leo nakal, kak Leo jahat sama Naura.!" Ujar Naura dengan bibir yang mencebik.
Lagi - lagi Keyla harus menarik nafas dalam. Menghadapi Leo dan Naura selalu menguras kesabaran. Meski sudah dinasehati baik-baik, tapi tetap gagal membuat mereka akur.
...****...
"Mommy, Daddy,,,," Naura lepas dari gandengan Keyla dan berlari menghampiri mereka berdua.
Wajahnya langsung ceria begitu melihat Celina dan Vano.
"Sayang,," Celina langsung memeluk Naura dan menciumnya berulang kali.
Begitu lepas dari pelukan Celina, Naura langsung di gendong oleh Vano.
"Anak Daddy apa kabar.?" Tanya Vano sembari mendaratkan kecupan di kening Naura.
"Tidak nakal kan selama ditinggal Daddy dan Mommy.?"
"Tidak Daddy, Naura tidak nakal. Kak Leo yang nakal."
"Kenapa Daddy sama Mommy lama sekali pulangnya.?" Wajah Naura langsung cemberut.
1 minggu berpisah dengan Celina dan Vano membuat Naura rindu pada mereka.
"Maaf, Daddy sama Mommy jagain Opa yang masih sakit. Sekarang Opa sudah sehat, sebentar lagi akan pulang."
Penjelasan Vano membuat Naura tersenyum lebar
"Opa mau pulang.? Yeayyy,,,," Seru Naura antusias.
Sementara itu, Keyla menghampiri Celina dan memeluknya.
"Bagaimana kondisi kamu.? Aku ikut sedih dengar kamu sakit disana."
Keyla menatap lekat wajah Celina dengan tatapan sendu. Apa yang dialami Celina saat berada di Singapura, tentu saja menimbulkan kesedihan di hati Keyla. Meski baru beberapa bulan dekat, Keyla sudah menganggap Celina seperti adik kandungnya sendiri.
Pada dasarnya kebaikan hati Celina lah yang membuat orang-orang disekitarnya juga ikut bersikap baik padanya.
"Aku baik-baik saja, hanya kelelahan dan terlalu stres. Mungkin karna terlalu memikirkan kondisi Papa."
"Kak Keyla tidak usah khawatir." Celina mengulas senyum.
"Aku justru penasaran dengan kondisi kantor." Ucap Celina pelan. Dia menatap Keyla penuh arti dan senyum smirk.
Keyla langsung tersenyum kikuk. Dia terlihat sedang menahan malu.
"Tidak ada masalah, pekerjaan kantor lancar." Jawab Keyla.
Celina terlihat kecewa mendengar jawaban Keyla yang tidak sesuai dengan keinginannya.
"Maksudku, kondisi kantor saat harus bekerja dengan mantan suami." Celina menegaskan sembari berbisik.
"Ayo pulang,,,"
Ajakan Vano membuat obrolan Celina dan Keyla terputus. Mereka langsung menuju mobil Dion untuk kembali ke rumah.
...******...
..."GIVE AWAY ke 6"...
Hadiah untuk 5 orang pemenang, masing - masing mendapatkan pulsa 20K.
Wajib ikuti syarat & ketentuan di bawah👇
Syarat & Ketentuan :
Yang mau ikut wajib follow akun noveltoon "Clarissa Icha dan akun Ratna Wullandarrie" (Tidak follow otomatis diskualifikasi kalau keluar nomor undiannya.)
Komen di bab ini (komen apa aja terserah)
Cukup komen 1 kali
Tiap komentar akan diberi nomor urut untuk di undi nanti.
Hanya 200 komentar pertama yang akan mendapatkan nomor undian.
pengumuman akhir bulan.
Yang sudah dapat di give away sebelumnya, tidak bisa ikut lagi. (Biar yang lain kebagian) ☺
Jangan di nilai dari hadiahnya, ☺ buat seru - seruan aja.