My Prince From Hongkong

My Prince From Hongkong
"Arigatou"


Marina bay street circuit, Singapore.


"Uwiwww...wiiw..... " Mobil Pemadam kebakaran masih berjuang memadamkan kobaran api dari mobil Fuutie.


"Fuutie, katakanlah sesuatu! "Yue masih menopang Kepala Fuutie di dadanya. Namun Fuutie masih terkulai lemas dengan cucuran darah mengalir dari dahinya. Yue pun menutup luka di kepala Fuutie dengan merobek bajunya dan mengikatkannya di kepala Fuutie agar menghentikan aliran darahnya.


"Sial!! Apa aku terlambat menolongnya? "


Fuutie masih belum sadarkan diri.


Beberapa waktu lalu Fuutie mengalami kecelakaan akibat ulahnya sendiri, mobil yang ditumpangi nya hilang kendali, ditambah lagi dengan kondisi jalan yang licin akibat hujan, sehingga mobil itu mengalami kerusakan berat. Kebakaran yang terjadi juga diakibatkan adanya kendala pada sistem emisi-evaporasi yang ditemui dalam kondisi tidak sempurna dikarenakan hentakan demi hentakan saat mobil yang dikendarai oleh Fuutie tersebut menghantam separator jalan dengan keras. Lalu terjadi rembesan bensin melalui charcoal filter dan purge valves, sehingga uap bahan bakar yang berlebihan tersambar panasnya gas buang dan menyebabkan mobil Lamborghini itu terbakar hebat.


Untunglah Malaikat maut belum mendatangi nya karena sesaat sebelum mobil itu meledak, Yue dengan sigap segera menyelamatkannya. Kini Fuutie yang berada dalam kondisi terluka di bagian kepalanya tersebut mulai tersadar dan membuka matanya perlahan dan Yue pun menyadarinya,


"Syukurlah kau sudah sadar, Fuutie" Yue pun tersenyum samar dan terlihat lega.


"Ibu.. "


"Syao.. "


Namun setelah menyebut nama kedua orang yang paling dicintainya tersebut dia memejamkan matanya kembali.


"Wiiw... wiww. " Mobil ambulance pun datang.


Bersamaan dengan kedatangan para bodiugardnya.


"Tuan Yue.. Nona Fuutie...kalian baik-baik saja?"


Ajudan Yue dan Fuutie mendekat kepada para Boss nya. Mereka telah mengikuti para bos mereka di saat berlomba balap di Circuit ini, namun mereka juga tidak mengira bahwa akan terjadi kecelakan yang mengenaskan ini.


"Aku baik-baik saja, kalian cepat hubungi Keluarga Fuutie di Jepang dan beritahu para staff bahwa Nona Fuutie mengalami kecelakaan!"


Yue yang biasanya bersikap dingin itu, kini sedikit melunak, tidak lain karena melihat kondisi Fuutie yang saat ini mengalami pendarahan di bagian kepalanya. "Semoga kau selamat" Harapnya dalam hati.


Kemudian dua orang perawat datang menghampiri Fuutie lalu membawanya dengan tandu menuju mobil ambulance.


"Anda akan ikut dengan kami ke Rumah sakit Tuan? apakah anda keluarga pasien? " tanya salah seorang perawat.


"Bukan saya temannya, saya akan kesana menggunakan mobil sendiri saja " Tegas Yue.


"Baik tuan. " Lalu mobil Ambulance itu berlalu, disusul Yue dengan mobil Ferrari sewaannya tadi.


............


Resto Li's Food&Co.


"Zraash!".


"Aduh!" Pekik chef Terada saat sedang memotong-motong bumbu dengan Slicing knife secara tak sadar jari nya teriris.


"Chef! " Seorang asisten Chef tersentak kaget melihat tangan Terada sang Executive Chef bisa sampai terluka.


"Chef, apa yang terjadi?." Sahut pula Chef the parties.


Ditengah kesibukan mereka berjibaku dengan peralatan dapur dan bahan-bahan masakan untuk memenuhi pesanan-pesanan para tamu, komunikasi dan hubungan mereka tetap harus lancar dan terjaga. Terada pun dengan cekatan segera mengambil antiseptik dan memplester luka nya itu.


"Jika anda sedang kurang enak badan beristirahatlah chef! " Asisten Chef mengkhawatirkan kondisi atasannya kali ini.


"Tidak... aku harus professional, hanya tergores sedikit saja tidak masalah bagiku, ayo lanjutkan lagi" Terada pun menolak saran dari Asistennya untuk beristirahat dan kemudian melanjutkan tugas mereka masing-masing.


..."Apa yang terjadi dengan Fuutie, kenapa aku terus memikirkannya"...


..............


Mansion Fuutie Li,


"Sekarang minum obatnya ya."


"Syukurlah kau makan dengan lahap ya Syaoran, kau juga sudah meminum obat, kini saatnya aku untuk pamit dan bersiap-siap untuk pergi bekerja."


Sakura pun bangkit dari tempat tempat duduknya dan melepas apparon nya.


Kemudian bibi pelayan yang membantunya memasak tadi pun dengan cekatan membantu melepas apparon Sakura.


Syaoran pun sangat berterima kasih atas kedatangannya dan kesediaannya untuk merawatnya yang sedang sakit. dan karena memang hanya hal itulah yang dia harapkan, yakni berada di dekat Sakura kembali.


"Arigatou gozaimasu Sakura-chan... "


(Terima kasih banyak atas semuanya, Sakura).


Syaoran mengucapkan kata terima kasihnya yang sedalam-dalamnya atas semua yang telah di lakukan oleh Sakura dalam beberapa waktu yang telah terlewati bersamanya.


Kemudian Sakura melemparkan senyuman kepada pemuda itu, dan dia.membalas ucapan itu,


"Ki ni shinai de Syaoran-kun!"


(Jangan terlalu khawatir, Syaoran)


"Boneka teddy bear?".


Kedua nya dibuat kaget oleh kedatangan Wey dengan membawa boneka Teddy berwarna pink bersayap yang diserahkan oleh Wey untuk Syaoran.


" Wey? " Syaoran pun tersentak kaget dan bertanya pada Wey. Sang Butler hanya tersenyum dan memperlihatkan gesture mengangguk pelan ke arah majikan kecilnya itu.


Kemudian diraihnya boneka teddy lucu itu, dia tak kuasa ingin menyerahkan kembali boneka yang dia dapat dari mesin capit ketika berada di Stasiun Shinjuku bersama Sakura kala itu. Namun Sakura yang masih amat merasa bersalah pun menawarkan sesuatu kepadanya,


"Syaoran... bolehkah aku memiliki teddy bear itu lagi?."


Kemudian tanpa Isyarat apapun lagi tangan mereka berdua bersentuhan ketika Syaoran menyerahkan boneka Teddy bear berwarna Pink itu untuk Sakura sahabatnya. Wajah mereka pun kembali berbinar dan saling tersenyum malu-malu satu sama lain. Begitu manisnya!. "


................



...Bandara Internasional Tokyo (RJTT) — Biasa juga disebut Bandara Haneda Tokyo....


Petang ini Jet Pribadi Shiefa li dan para rombongan telah landing di Bandara Haneda. Bandara yang telah tersertifikasi sebagai Bandara bintang 5 untuk fasilitas bandara nya ini, mengedepankan kenyamanan dan kebersihannya. Di sini terdapat terminal 1 dan 2 , pusat perbelanjaan, pusat makanan & minuman, layanan staf, dan keamanan/imigrasi. Bandara ini juga memberikan standar fasilitas dan efisiensi layanan staf yang sangat tinggi di seluruh area lini depan, dan perusahaan bandara terus melakukan perubahan dan peningkatan. Bandara ini memiliki jaringan transportasi yang sangat baik ke pusat kota Tokyo. Dinobatkan sebagai salah satu Bandara Terbaik Dunia selain Changi Airport di Singapura.


Penampakan pesawat jet pribadi yang dinaiki oleh Shiefa Li ini, tidak terlalu besar kira-kira hanya cukup untuk maksimal 8 orang penumpang saja, namun kemewahannya tetap tak bisa dipungkiri, terlihat dari design interior-nya terdapat 8 buah seat besar, serta sebuah sofa panjang mewah yang cukup untuk berbaring di bagian belakang jika ingin merebahkan diri. Saat ini rombongan Shiefa hanya terdiri atas seorang pilot, seorang co pilot, 2 orang pramugari, Shiefa li dan seorang asistennya serta 3 orang ajudan. Mereka pun satu persatu keluar dari pesawat super class itu melalui pintu dan menuruni tangga. Tak lama Shiefa mengambil ponsel di dalam tas ber-merk nya, lalu dia menelepon seseorang,


"Wey-san aku sudah turun dari pesawat, kau menunggu dimana?."


Gadis bersurai coklat pendek berponi itu melenggang dengan anggun sembari menelepon Wey yang telah diberi mandat oleh Yelan Li untuk menjemput Shiefa di bandara. Kemudian diikuti oleh asisten dan para ajudan dibelakangnya.


.............


Gedung Fuutie Li,


"Drrttt" phone number tak dikenal menelepon Nakuru.


"Moshi-moshi Nakuru-desu".


"Pletak!." Gagang telepon kantor itu tiba-tiba di jatuhnya oleh Nakuru secara tak sengaja ketika dia mendengar kabar buruk tentang bos nya Fuutie.


"Astaga.. Nona Fuutie... semoga kau baik-baik saja.." Ucap gadis berponi itu dengan meletakkan sebelah tangannya di dada karena Shock.


..."Aku harus segera menghubungi Li-san dan Chef Terada!. "...


........................


Bersambung,