My Prince From Hongkong

My Prince From Hongkong
"Moment manis di Bus"


"Wey, tolong antar aku ke Halte bus Shinjuku".


"Tidak langsung menuju Resto saja Tuan muda?" Tanya Wey pada majikan kecilnya itu.


"Aku ingin memastikan bahwa Sakura aman dalam perjalanan nya menuju AEON"Jawab Syaoran.


"Baik Tuan" Wey pun menuruti perintah tuan muda itu.


"Syaoran-sama adalah laki laki yang baik hati, dia sangat melindungi Nona Sakura" batin Wey.


"Otou-san.. Okaa-san.. aku berangkat interview dulu ya..." Sakura meminta izin pada Fujitaka dan Nadeshiko orang tuanya.


"Hati-hati di jalan Sakura-chan" Fujitaka keluar dari dalam Kedai Mie ramen nya setelah melayani pesanan Mie Ramen para pelanggannya. Tiba tiba Nadeshiko berlari dari dalam Ruko dan menyusulkan 2 box bento yang di jadikan satu wadah goodie bag kepada putrinya tersebut.


"Sayang, Ini bekal bento untukmu dan berikan yang satunya lagi untuk Li" Nadeshiko pun memberikan bekal untuk Sakura.


Kemudian Sakura terlihat kagum dengan ibu nya yang sudah memberikan perhatian pada Li dan membuatkan bekal bento juga untuk temannya itu. Dia sangat berterimakasih "Arigatou Okaa-san".


"Sakura chan Ganbatte ne!!" Fujitaka pun memberi semangat pada putrinya yang hendak melamar pekerjaan parttime pertama nya. Begitupun Nadhesiko yang matanya mulai berkaca kaca sambil menatap wajah putrinya yang lugu dan manis itu. "Maafkan ibu dan ayah sayang, sampai putri ibu ikut bersusah payah untuk bekerja seperti ini".


"Ibu.. Percayalah aku dengan senang hati melakukannya, lagipula Li akan menemaniku" Kata Sakura menenangkan kekhawatiran sang ibu.


Sang ibu hanya mengangguk pelan. Kemudian sang ayah merangkul pinggang Nadeshiko dan mengusap punggungnya beberapa kali agar Sang istri lebih merasa tenang "Sampaikan ucapan terimakasih kami pada Li ya sayang".


"Haikk"Sakura pun berjalan menuju tempat yang dijanjikan olehnya bersama Syaoran.


.....


Halte bus Shinjuku,


"Aku tidak boleh terlambat" Sakura berlari dengan membawa Tas bento nya dan menilik jam tangan miliknya. Sesaat setelah dia melewati belokan dan hampir sampai di sebuah halte bus, Samar samar dari kejauhan terlihat seorang pemuda yang telah berdiri menanti kedatangannya.


"Gomennasai Li-kun!!"Sakura pun merasa tidak enak karena merasa datang terlambat.


Lalu Syaoran pun menilik jam tangan bermerk nya yang terlihat masih pukul 15.55 . "Sekarang masih jam 4 sore kurang, maaf kan aku yang datang terlalu cepat ya".


"Benarkah? Fiuuh..." Sakura pun baru menyadarinya dan mengambil nafasnya kembali setelah berlari dan ter engah engah.


"Kau terlihat cantik sekali mengenakan Outfit mu" Puji Syaoran pada gadis di hadapannya itu.


"T-terima kasih" sakura mengalihkan pandangannya ke arah jalan raya karena malu di puji oleh Syaoran. Saat ini Sakura memang terlihat berdandan nampak tak seperti biasanya ketika bertemu Syaoran yang polos tanpa make up apapun. Kali ini dia sedikit memoles wajahnya dengan make up tipis, rambut pendeknya di jepit di bagian kanan dan kiri agar lebih rapi, dia juga mengenakan Kemeja putih dan Rok panjang sampai bawah lutut berwarna hitam dipadukan dengan sepatu pantofel hitam berhak 3cm.


Begitupun Syaoran ikut tersipu melihat ke gugupan Sakura. Tak lama moment indah ini terpaksa berakhir ketika Bus tujuan Meguro city telah datang.


"Ayo Li kita naik" Ajak Sakura.


Mereka menaiki bus yang hampir penuh penumpang, namun jika mereka menunggu bus berikutnya maka mereka akan datang terlambat untuk interview pertama mereka, dan itu tidak akan baik untuk karier mereka, sehingga mereka terpaksa tetap masuk ke bus tersebut. Tentu saja Ini kan Jepang! waktu menjadi salah satu harta tak ternilai.


Sakura memasuki bus terlebih dahulu, kemudian disusul oleh Syaoran. Lalu Syaoran langsung mencari tempat duduk yang kosong dan ternyata hanya ada 1 saja, akhirnya ia mempersilahkan Sakura untuk duduk disana dengan memangku Goodie bag nya yang berisi bekal dari sang ibu.


"Arigatou" Kata gadis manis yang berpenampilan sedikit dewasa sore ini. Syaoran pun memerah karena nya.


Tak berapa lama bus pun melanjutkan perjalanannya, Sopir memberi pengumuman bahwa bus akan tiba di halte pemberhatian berikutnya, saat bus berhenti di halte itu tiba tiba masuk lah seorang Nenek nenek yang mencari tempat duduk.


おばあちゃん、座ってください


"O bāchan, suwatte kudasai"


(Silahkan duduk di sini nek)


Sakura pun berinisiatif untuk segera berdiri dan mempersilahkan sang Nenek untuk duduk di kursi miliknya. Syaoran pun sedikit tertegun melihat gadis pujaannya itu telah berbuat baik pada sang nenek. "Hatimu sangat mulia Sakura"


"Arigatou gozaimasu" Kata si nenek.


Bus itu berukuran sangat besar, lebih sedikit besar dibandingkan shutle bus sekolah Horikoshi yang biasa dinaiki Syaoran ketika pulang sekolah. Terdapat sebuah mesin pembayaran otomatis di bagian depan tepat di belakang Sopir, dan ada juga mesin penukaran uang otomatis.


Saat ini Syaoran dan Sakura sama sama berdiri di sisi Bus itu, Sakura berdiri dan hanya berpegangan dengan satu tangannya, karena tangannya yang lain memegangi goodie bag. Hal itu menyebabkan tubuh Sakura kurang stabil dalam berpegangan.


"Ckiiiittt" Bus mengerem mendadak karena di depannya Kendaraan tertahan disebabkan jalanan Kota Tokyo sore ini lumayan padat. Saat ini ada beberapa toko atau perusahaan yang telah memulangkan karyawan nya, maka dari itu jalanan menjadi macet.


Untuk beberapa saat mata mereka saling berpandangan. Mata berwarna amber itu menatap dalam pada mata emerald gadis cherry blossom yang tenang dan damai itu. Begitu pula Sakura yang pada saat itu sanggup mendengar degup jantung Syaoran.


"degh degh...degh degh.."


"Ah, maaf Li" Sakura pun segera berpindah ke posisinya semula dan berpegangan lebih kuat dari sebelumnya.


Syaoran pun tersipu malu, Kemudian dia menawarkan bantuan pada Sakura "Biar aku bawakan Goodie bagnya ya?"


"Em.. Tidak akan merepotkanmu Li?". Tanya Sakura merasa tidak enak


"Tentu saja tidak" jawabnya.


"Hahaha...lihatlah pasangan muda ini, mereka sangat naif dan manis" Nenek yang duduk di kursi Sakura tadi mengajak bicara pada orang yang duduk di sampingnya.


"Iya benar.. Kalian sangat romantis" Sahut orang yang berada di samping nenek tersebut.


"Coba saja lebih banyak orang di Jepang yang manis seperti kalian, pasti orang orang tidak perlu menyewa jasa kontak jodoh!". Kata si Nenek.


"Iya benar sekali " sahut orang yang berada disamping nenek itu lagi.


Sepanjang perjalanan Syaoran dan Sakura sama-sama tertunduk menyembunyikan wajah merah mereka yang lucu dan konyol


.........


Di kantor Fuutie li,


"Nakuru, sudah di catat hasil rapat dengan PT.Moon Corp?" Fuutie mendatangi ruangan Nakuru sekretarisnya.


"Haikk ini Nona" Nakuru menyerahkan File yang diminta Fuutie bosnya.


"Aku tidak mengira Yue akan begitu profesional seperti itu" batin Nakuru.


Flash back saat rapat,


Di ruang rapat itu terdapat sebuah meja bundar besar dan orang dari 2 teamwork yaitu team Fuutie li yang terdiri dari dirinya sendiri, Nakuru dan 2 orang staff lainnya, dan begitu pula team Yue yang mengajak serta Sekretaris dan seorang staff lain nya, mereka pun masing masing menghadap Laptop mereka.


"Menurut survei tahunan tentang kondisi bisnis perusahaan Jepang di kawasan Asia-Pasifik, telah lebih dari 90% perusahaan Jepang mulai mengoperasikan bisnis mereka di Singapura. Bahkan memiliki rencana untuk memperluas operasi mereka di negara tersebut" Yue membuka rapat.


"Baik" Fuutie pun beberapa kali menganggukan kepalanya, seakan mengamini perkataan Yue.


"Menurut survei, 44,6 persen perusahaan Jepang kini telah merencanakan melakukan ekspansi besar besaran bisnisnya ke Negara Singa tersebut, Oleh karena itu perusahaan Li's Accompany akan kami tawarkan modal dari perusahaan kami sebesar (sekian Yen) untuk membuka peluang bisnis kulinernya disana".tambahnya.


"Selain itu, sudah banyak perusahaan Jepang yang berencana memperluas bisnis mereka ke beberapa kandidat negara lainnya, seperti India, Bangladesh dan Vietnam, lalu apakah Anda tidak tertarik mengembangkan bisnis anda Nyonya Yelan?" Yue berbicara pada Yelan dari Laptopnya malalui Zoommeet.


"Namun Tuan Yue, dengan semakin banyak perusahaan Jepang yang berekspansi ke Singapura, nyatanya mengundang banyak kekhawatiran bagi para pebisnis lokal seperti saya soal kenaikan upah di mana kita telah mengetahui upah para pekerja disana 70,9 persen lebih tinggi daripada upah karyawan di Jepang sendiri. Disusul sebanyak 69 persen mengkhawatirkan kenaikan biaya biaya pengadaan". Jawab Yelan li sebagai pimpinan utama perusahaan Li's Accompany.


"Beberapa kekhawatiran lainnya juga muncul terkait fluktuasi nilai tukar, pertumbuhan pangsa pasar pesaing, dan kesulitan mendapatkan klien yang baru tuan Yue" Sambung Fuutie.


"Anda tidak perlu khawatir Nona Fuutie, Perusahaan kami menawarkan kerjasama untuk expansi perusahaan anda ke Singapura untuk tujuan perluasan pengembangan Restoran anda". Yue menatap ke arah Fuutie.


"Lebih daripada itu kami yang sudah terlebih dahulu mengembangkan bisnis kami di Singapura, Kami sangat concern menghadapi segala kendala baik internal maupun external di perusahaan kami dan segalanya berjalan dengan sangat baik".


"Baiklah, Apa saja keuntungan yang saya dapatkan jika saya menerima pinjaman modal dari Moon Corp untuk membangun bisnis baru saya di singapura? Tanya Fuutie.


"Baik staff saya akan menjelaskannya kepada nona Fuutie" Jawab Yue.


Kemudian Staff Yue pun menjelaskan data statistik tentang pinjaman modal dari perusahaan mereka berserta menjelaskan sistem bagi hasil dan Pembagian dana Dividen nya.


Nakuru pun mencatat di laptopnya beberapa poin penting penawaran dari perusahan milik Yue tersebut. Begitu pula Fuutie yang sedang fokus memperhatikan penjelasan dari bawahan Yue.


Yue dalam bahasan meeting nya tetap menyempatkan diri melirik ke arah Nakuru.


"Tak ku sangka setelah lama tak bertemu kau jadi semakin cantik Nakuru" pikirnya.


Flash back off


Bersambung,