My Prince From Hongkong

My Prince From Hongkong
"Soft opening Resto Li's Food&Co"


.....


"Bagaimana Li-san bisa mengenal Touya?"


Nakuru bertanya di dalam hatinya, masih penasaran kenapa orang yang baru saja dia kenal ini bisa tahu tentang sahabatnya sewaktu duduk di bangku SMA yaitu Touya.


"Kapan kakak ada waktu untuk berbicara? Sepertinya saat ini bukanlah waktu yang tepat, karena saya tidak ingin kak Fuutie tahu tentang hal ini" Kata Syaoran.


"Oh begitu... Jadi ini rahasia? " balas Nakuru sambil menaikan alisnya.


Anak muda itu hanya tersenyum mendengar perkataan Nakuru.


"Baiklah bagaimana kalau besuk setelah Event di Restoran, kita bertemu lagi Li-san?"ajak Nakuru.


"Baiklah" Syaoran menerima ajakan Nakuru dengan tersenyum lega.


"Ok" Nakuru pun juga tersenyum kepadanya.


Lalu mereka pun berpisah. Dan Syaoran kembali ke tempat Fuutie berada.


..........


Hari berikutnya,


Pagi pagi sekali diiringi kicauan burung, matahari baru saja secara pelan-pelan menampakkan dirinya. Terdengar gemericik suara air terjun buatan di teras belakang mantion Fuutie. Hari ini adalah hari Minggu, hari libur sang Tuan muda Li. Namun ibunya Yelan li menyuruhnya untuk latihan bela diri tiap hari ini.


Tampak seorang laki-laki yang berusia setengah abad lebih dan seorang pemuda sedang melakukan gerakan "Tai chi". Mereka berdua melakukan gerakan dengan sangat perlahan-lahan dan santai. Begitu menghayati menikmati apa yang mereka lakukan. Rupanya ketenangan dan keheningan, itulah yang sedang dinikmatinya. Merasakan belaian angin pagi yang menghembus halus menyentuh pipi. Bagaikan lengan seorang ibu yang membelai anaknya dengan penuh kasih sayang.


Selang beberapa saat kemudian mereka selesai berlatih. Lelaki yang dipanggil Wey itu mengajak sang tuan muda untuk merileksasi diri. Mereka berdua berdiam diri memandang kearah air terjun seolah-olah sedang menghirup energi Alam Semesta.


“Wey, sudah lama aku belajar ilmu 'Taichi' dapat kau jelaskan apa sebenarnya makna ilmu ini?”.


Terdengar tuan muda itu memecahkan keheningan dengan mengajukan pertanyaan pada laki laki tua sebagai butler sekaligus gurunya itu.


Wey-san kemudian memandangnya sambil tersenyum dan menjawab,


”Syaoran-sama apakah kamu sudah mulai bosan setelah sekian lama belajar Ilmu Taichi?"


Wey kemudian menatap dalam-dalam mata Syaoran lalu melanjutkan penjelasannya,


“Anda harus mengerti, mempelajari ilmu Taichi bukanlah untuk suatu waktu saja melainkan untuk selama-lamanya. Selama kita masih sanggup belajar dan berlatih.”


Syaoran mendengarkan penjelasan Wey dengan penuh perhatian.


“Sebagai orang yang mempelajari Taichi penting sekali mempelajari filosofi Tao yang mendasari sikap mental setiap jurus Taichi. Taichi adalah salah satu aliran seni bela diri Wushu yang mengutamakan tenaga dalam. Banyak aliran dalam Taichi, akan tetapi semuanya bersumber dari aliran Taichi marga Chen di desa pertanian "Chen Jia Gou" Henan, China. Aliran yang lainnya yang sangat terkenal adalah aliran marga "Yang". "Yang Lu Zhan" , yang belajar Taichi dari marga Chen adalah cikal bakal dari Taichi marga "Yang". Setelah Yang Lu Zhan maka Ilmu Taichi berkembang menjadi banyak aliran lagi diantaranya yang terkenal adalah dari marga Wu, Hau dan Sun" lanjut Wey.


"Setiap aliran mempunyai ciri khas masing-masing tetapi tetap mengandung filosofi dasar yang sama yaitu ajaran Tao. Menurut cerita yang saya dengar dahulu berabad-abad yang lalu Taichi sebagai seni bela diri  pernah menguasai setengah daratan China."


“Apa itu ajaran Tao?” Tanya Syaoran.


"Hahaha... Sepertinya Syaoran-sama sudah tidak sabar mempelajari tingkatan berikutnya, ajaran Tao ini sesungguhnya ajaran yang sangat tua dan mengandung pengertian yang sangat dalam tuan. Namun kali ini latihan kita sampai disini dulu". Pungkas Wey.


Syaoran mendengar penjelasan tadi dan menuruti kata wey "Baiklah Wey".


Syaoran kemudian membungkukkan badannya. Yang kemudian dibalas oleh Wey gurunya.


Latihan hari ini usai.


........


Siang hari nya di Resto baru Fuutie,



"Selamat Nona Fuutie"


"Selamat Nona Fuutie..."


"Selamat.... Selamat"


Seusai moment pemotongan pita sebagai tanda resmi telah dibuka nya Resto baru itu, para kolega dan juga para sahabat Fuutie Li memberikan ucapan selamat atas soft opening Restoran baru nya itu. Tangan Fuutie dipenuhi oleh buket bunga pemberian orang-orang penting itu. Fuutie pun menuju panggung untuk mengucapkan kata kata sambutan nya.


"Kita sambut bisnis woman kita Nona "Fuutie li".


Seorang MC mempersilahkan Fuutie.


"Plok plok plok plok" suara tepuk tangan hadirin yang datang.


"Terimakasih pada pembawa acara yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk menyampaikan sambutan ini, salam sejahtera bagi kita semua,


"Yang terhormat Tuan Daiki Shinomoto & Nyonya Shinomoto, beserta putrinya Akiho Shinomoto."


"Yang terhormat Nyonya Sonomi Daidouji berserta putrinya yang cantik yang juga telah menghibur kita siang hari ini dengan suaranya yang merdu.. "Tomoyo daidouji"


"Yang terhormat....."(Fuutie menyebutkan nama nama koleganya yang datang diundang ke acara tersebut).


"Serta para sahabat yang sudah berkenan hadir pada siang hari ini. Saya sangat ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya dan selamat datang di acara Soft opening Restoran baru saya "Li's Food&Co" cabang AEON mall."


"Tuan /Nyonya /Para hadirin yang berbahagia,


Semoga dengan dibuka nya Restoran keluarga Li cabang yang ke 13 kami ini dapat memotivasi dan menginspirasi para hadirin agar dapat bekerja sama dan bersama sama menjadi sukses dalam berbisnis dengan kami."


"Saya Fuutie Li sebagai Manager sangat bersyukur atas pencapaian luar biasa ini dan tidak lepas semata-mata karena kehendak Tuhan YME serta berkat campur tangan dan dukungan dari semua pihak. Tidak lupa saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada adik tercinta saya "Syaoran Li".


"Plok plok plok plok" suara tepukan tangan lagi.


"Wah pemuda tampan itu ternyata adiknya Nona Fuutie" Kata salah seorang tamu undangan, dan ada juga yang menyahut " tidak disangka sangka ya."


Dengan gaya konyolnya Fuutie melambaikan tangan kepada adiknya "Syaoran...."


Pemuda itu pun membalas lambaian tangan sang kakak sambil memasang muka malu dan kesal karena perilaku kakaknya.


"Selamat menikmati acara kami, Arigatō gozai mazu min'na-san!!"


(Terima kasih banyak semuanya).


Fuutie mengakhiri sambutannya.


Kemudian MC melanjutkan membacakan susunan acara nya "Selanjutnya kami persilahkan artis muda kita "Tomoyo daidouji"


"Plok plok plok plok" Suara tepuk tangan lagi.


.............


"Nona Fuutie li, boleh kah media mewawancarai anda?.


Nakuru yang masih membawakan buket-buket bunga Fuutie pun menghampiri Fuutie yang baru saja turun dari panggung dan memberitahunya tentang wawancara dengan pers.


"Iya tentu saja boleh, ini salah satu motode marketing kita Nakuru, kau tau!" Kata Fuutie penuh penekanan pada Nakuru sekretarisnya.


"Baik nona" Nakuru mengangguk dan wajahnya sangat terpesona dengan aura Fuutie yang bersinar saat ini.


"Tunggu dulu! dimana syaoran?" Tanya Fuutie pada Nakuru. Matanya melihat sekeliling dan tidak menemukan adik bungsunya itu.


"Tadi duduk disebelah sana Nona, tapi kok tidak ada ya?" Nakuru juga menoleh ke kanan dan kekiri tapi tidak menemukan orang yang dimaksud.


"Padahal aku ingin memperkenalkan nya ke publik, dasar anak itu pemalu sekali".


.......


Syaoran yang berada di toilet,


"Fiuhhh.... menemani kak Fuutie untuk jumpa pers sama saja dengan bunuh diri. Aku tidak mau muncul ke publik sebelum Sakura tahu dariku siapa sebenarnya aku. Aku tidak mau dia tahu dari orang lain. Pasti dia akan membenciku".


"itu tidak boleh terjadi...." Syaoran berbicara dalam hatinya.


"Drrrrrt...." Chat masuk di ponsel Syaoran.


"Anda dimana Li-san?" Nakuru yang mengirimkan pesan.


"Tidak dimana mana, tolong beritahu aku jika media telah pergi!" balasan chat Syaoran pada sekretaris kakaknya itu.


"Dominan sekali anak ini, aku yang lebih dewasa saja disuruh suruh!" Nakuru menggerutu.


Beberapa saat kemudian,


.......


"Arigatou... Arigatou...." Fuutie menyudahi wawancara nya dengan pers.


"Nona Fuutie wawancaranya sudah selesai?" Nakuru memastikan keadaan aman untuk Syaoran.


"Iya, kau temani aku berjumpa dengan para kolega ya" Fuutie mengajak sekretaris nya ini untuk mendampinginya.


...


"Tuan Shinomoto... Nyonya Shinomoto... Apa kabar? silahkan dinikmati hidangannya". Sambut Fuutie ramah tamah dengan Tuan&Ny.Shinomoto.


"Saya tahu anda sangat luar biasa, kesuksesan ini sangat pantas anda dapatkan nona Fuutie, bersulang dan sukses untuk Li's Food&Co!!".


Tuan Daiki.Shinomoto memberi ucapan selamatnya kepada bisnis women itu.


Sementara Nakuru bergegas mengambil ponselnya dan segera mengirimkan chat pada Syaoran "Keluarlah Li-san, pers sudah pergi".


"Baik terimakasih kak" balas Syaoran.


Tidak lama Syaoran pun muncul dan berjalan ke arah Fuutie,


"Heyy Syaoran kau kemana saja!! Kau harusnya ikut kakak wawancara tadi" Keluh Fuutie.


"Aku sedang melihat lihat sekitar sini, mall ini ramai sekali pengunjungnya" balas Syaoran.


"Ah kau ini, padahal kakak memcarimu!" Fuutie marah pada adiknya itu.


"Tuan muda Li belum terbiasa dengan acara acara seperti ini Nona Fuutie." Tuan Daiki memotong pembicaraan Fuutie dengan sang adik.


"Hahaha.. Mungkin begitu Tuan Shinomoto" Balas Fuutie dengan candaan Tuan besar itu.


Kemudian dia menarik tangan Syaoran dan menyuruhnya duduk "Lebih baik kau menemani Tuan dan Nyonya Shinomoto ya, kakak masih ada tamu yang lain yang belum kakak sapa".


"Apa apaan ini?!" Syaoran berkata dalam hatinya dan dia sudah merasakan prasangka buruk.


"Saya pamit dulu ya Tuan Shinomoto, sementara Syaoran akan menemani kalian" Fuutie mendudukan adiknya di kursi kosong bersebelahan dengan Akiho.


"Jangan sungkan sungkan Li-san, Mari makan bersama kami".


"Arigatou".


Syaoran tak mungkin menolak permintaan orang terpandang di Tokyo itu.


Sementara Akiho terus mengamati Syaoran saat mengobrol dengan kedua orang tuanya.


"Wah kau ini luar biasa sekali, kau calon pengusaha yang tidak sombong ya Li-san, kelak kau pasti bisa mengikuti jejak kakakmu Fuutie" sambung Tuan Daiki shinomoto.


Syaoran sebenarnya merasa tidak nyaman karena ada sepasang mata bersorot tajam yang mengamati nya terus dan terus, namun dia tetap memghormati Tuan Taipan yang mengajaknya berbincang itu, dia hanya menjawab"Haii, semoga saja Tuan".


"Saya dengar kau siswa paling populer di Kelas Trait , apa benar Li-san?" Tanya Nyonya Shinomoto.


"Saya tidak tahu tentang hal itu" Pungkas Syaoran.


Kemudian Nyonya Daiki Shinomoto berbisik pada nya "Apakah menurutmu putri kami tidak cantik?" Lalu dia mengarahkan pandangan Syaoran ke arah Akiho.


"Apa maksud Nyonya Shinomoto?" Syaoran hanya menatap Akiho dan ingin sekali dia membuang pandangannya, Namun dia tidak bisa melakukannya di depan kedua orang tua nya.


"Hahaha... Sudah lah jangan menggoda Tuan muda li lagi, Ayo kita makan dulu".


"Ba-baik silahkan anda menikmati hidangan kami, saya undur diri dulu ada yang harus saya kerjakan". Syaoran merasa tidak nyaman dengan suasana canggung ini, dia pun segera berdiri dan meninggalkan meja Tuan Shinomoto.


"Baiklah Li-san silahkan".


Sorot tajam Akiho begitu menusuk, dia tak ingin melepas Pemuda incaran nya ini, sehingga dia juga berpamitan dengan Ayahnya untuk pergi ke belakang.


"Ayah aku ingin pergi ke toilet dulu ya" Kata Akiho.


.............


"Hohohohoho..." Suara tawa Fuutie yang sedang mengobrol hangat dengan para sahabatnya termasuk disana Ibu Tomoyo, Sonomi.


Terlihat Nakuru sekretaris Fuutie duduk dan hanya mengangguk anggukan kepala saja, lantas Syaoran memberi isyarat pada Nakuru, Dia melirik Nakuru "Kak".


Nakuru pun melihat Syaoran dan mengerti isyaratnya untuk segera keluar dari Resto.


Di lorong belakang Mall.


"Kak Nakuru, sebelumnya saya ingin meminta maaf karena melibatkan kakak dalam permasalahan pribadi saya""


Syaoran dengan terang terangan bercerita kepada Nakuru.


"Awalnya saya bertemu dengan Kak Touya sewaktu Festival penerimaan siswa baru itu. waktu itu saya tidak sengaja bertemu dengan adiknya "Sakura", Lalu kak Touya sangat tidak suka melihat saya memakai logo sekolah saya "Horikoshi", sejak saat itu saya berbohong pada mereka, saya mengaku bahwa saya tidak bersekolah di Horikoshi, namun di SMA Nasional, dan bahkan saya selalu berusaha untuk menyembunyikan identitas saya.Lalu..."


Syaoran menundukkan wajahnya. Merasa tak mampu untuk melanjutkan ceritanya. Segala permasalahan nya dia pendam sendiri dan tak pernah dia ceritakan kepada siapapun.


Tiba tiba Nakuru memegang pundak Syaoran


"Kau Pemuda yang baik, pasti Sakura akan menerima mu, GANBATTTE Li-san!!!". Nakuru tersenyum padanya dan bahkan menyemangati nya.


"Aku sudah cukup paham tentang ceritamu, Namun apa yang bisa dilakukan olehku ? Bisa saja Touya sudah lupa padaku"


Nakuru memang wanita yang cerdas, Namun dia cukup memahami selama kurun waktu 6 tahun sejak perpisahannya dengan Touya, Dia menyadari semua nya bisa saja telah berubah.


Syaoran terdiam dia juga berfikir sama seperti Nakuru, bisa saja Kak Touya sudah memiliki seorang kekasih. Namun Syaoran tak ingin usaha nya sia sia begitu saja, dia telah menemukan Nakuru, lalu dia menanyakan sekali lagi pada wanita itu "Kakak benar benar tidak ingin bertemu kak Touya?"


"....." Nakuru terdiam beberapa saat, Dia merasa bersimpati kepada adik dari Bos nya ini, kemudian dia menjawab" Baiklah aku usahakan Li-san" tutur Nakuru, walau dia sendiri tidak yakin dengan keputusannya.


"Terimakasih banyak kak" Syaoran membungkukkan badannya sopan kepada Nakuru.


Begitu pula dibalas oleh gadis cantik itu.


..."Ooh.... Jadi seperti itu"...


Seseorang menguping pembicaraan Syaoran dan Nakuru.


Bersambung,