My Prince From Hongkong

My Prince From Hongkong
"Mie Ramen Special"


...


Ruang kerja Fuutie Li,


"Srakk...Srakk..."


Suara kertas CV berserakan di atas meja Fuutie.


"Fiuhh... Banyak sekali yang melamar menjadi sekretaris baru ku" keluh nya.


"Tidak heran sih gaji yang ku tawarkan kan lumayan untuk standard upah sekretaris di Jepang" tambahnya.


Fuutie seharian sibuk membaca CV para calon sekretaris barunya.


Dia menyangga kepala nya dengan jari jarinya yang ramping, terasa berat dan menguras tenaga, Dia meneliti setiap data data pelamar yang menumpuk. Walaupun ini sebenarnya adalah tugas bagian HRD, namun Fuutie tidak akan memilih sembarang orang untuk menjadi Sekretaris pribadi nya. Maka dari itu kali ini dia yang turun tangan sendiri.


"Sekretaris lama ku sedang cuti, uuuh... Pusing semuanya harus ku kerjakan sendirian huwaa...."


Fuutie masih berbicara sendiri, walau di sana berdiri dua orang bodyguard yang selalu siap melayani apapun perintah Fuutie majikannya.


"Nona anda sebaiknya beristirahat dahulu, sudah waktunya jam pulang kerja".


Seorang bodyguard memberi saran kepada gadis yang sudah berusia kepala 3 ini.


"Tunggu tinggal 2 CV lagi dan aku akan turun ke bawah, kalian tunggu saja di luar ya".


Suruh Fuutie pada ke dua orang bodyguardnya itu.


"Baik Nona" ucap mereka bersamaan dan berlalu keluar ruang kerja sang bisnis women itu.


秋月ナクル


"Nakuru Akizuki"


Fuutie membaca nama salah seorang pelamar.


"pendidikan D3 Universitas Cam*bridge "


"Sebelumnya bersekolah di SMA Horikoshi Gakuen.."


Fuutie melanjutkan membaca riwayat Pelamar bernama Nakuru.


"Boleh juga nih lulusan Inggris dan SMA nya tempat Syaoran bersekolah" tambahnya.


"Yupp akhirnya dapat candidat yang bagus!!!" Teriak Fuutie bahagia.


.....



...Kediaman Keluarga Akizuki....


ただいま


"Tadaima"


(Saya pulang).


"Dari mana saja kau... Nakuru?"


Seorang Laki laki agak tua namun masih terlihat gagah langsung menanyai gadis itu.


"Ayah....!!!"


Nakuru berhambur ke ayahnya dan memeluk laki laki tua itu, Sejak saat Nakuru pulang dari Inggris 3 hari yang lalu dia belum bertemu dengan ayahnya. Karena sang Ayah sedang bepergian ke luar negeri. Dia hanya dirumah besar nya bersama dengan seorang bibi dan supirnya.


"Ayah.. Aku rindu ayah... rindu sekali"


Nakuru bermanja sambil melepas rindu dengan Sang ayah.


Kakeru Akizuki, Seorang Pensiunan pegawai negeri, pekerjaan nya saat ini hanya berbisnis kecil kecil an saja membuka toko Obat China, meneruskan usaha kakek dan nenek Nakuru dulu. Sedangkan sang istri sudah lama tiada.


Nakuru sendiri adalah seorang gadis kuat dan tangguh, dia juga mandiri karena sejak masih kecil sudah harus terbiasa hidup mandiri tanpa kasih sayang seorang ibu. Dulu sewaktu masih duduk di bangku SMA dia adalah seorang atlit Judo. Sehingga bisa jadi satu kelas dengan Touya yang waktu itu menjadi atlit Sepakbola. Mereka disatukan dalam kelas khusus untuk para atlit berbakat.


Sang ayah menyekolahkan Nakuru di SMA terbaik di Tokyo, karena prestasi Nakuru dalam Judo sangatlah baik, kemudian dengan mudahnya Nakuru juga bisa lolos ujian masuk universitas Ke Camb*bridge, Inggris. Diapun tidak menyia nyiakan kesempatan emas itu.


.


"Ayah juga merindukanmu Nakuru".


Kata sang ayah


"Kan sekarang Nakuru sudah bersama ayah lagi"


Nakuru tersenyum pada ayahnya.


"Nak, jangan membuat ayah Khawatir, ayah ingin pendidikanmu itu lebih tinggi, lanjutkan lah S1, itu akan lebih baik nak, ayah akan berusaha sekuat tenaga untuk membiayaimu".


Kakeru mengelus lembut rambut anaknya itu dan menasehatinya.


"Aku punya kejutan dong buat ayah".


"Apa itu?"


"Aku sudah melamar ke beberapa perusahaan di Jepang, aku mau bantu ayah mencari uang". Jelas Nakuru pada sang ayah.


"Kau ini selalu semaumu sendiri". Ayah nakuru mengeluh atas kelakuan anak gadisnya itu.


"Youuuuu... youuuu" Handphone Nakuru berdering.


"Halo selamat siang"


"Selamat siang dengan Saudari Nakuru akizuki?".


"iya saya sendiri"


Telepon dari salah satu perusahaan yang dilamar oleh Nakuru.


"Kami dari Perusahaan Li's Food&Co, Anda diminta untuk datang interview besuk sore. Ditunggu kedatangannya".


"Baik terimakasih".


Senyuman Nakuru melebar setelah mendapat panggilan telepon dari operator sebuah perusahaan tadi.


Apa? Interview? yeayy!!!!


"Ayah aku dipanggil untuk interview besuk!!".


Saking girangnya Nakuru dia menciumi tangan sang ayah. Dan memeluknya dengan erat sekali lagi.


Sang ayah hanya berkata dalam hati.


"Anak gadisku akan mulai bekerja" senyuman pun juga mengembang di wajah sang ayah.


...........


"Ckiiiiittttt!!!!"


Suara rem sepeda Sakura. Dimana kali ini sepeda itu dikendarai oleh Syaoran.


Karena Syaoran tidak terbiasa menaiki sepeda dia menjadi kurang lembut dalam pengereman. Yang akhirnya membuat Tubuh Sakura lebih mendekat ke arah tubuhnya.


"Umm maaf Li"


Seketika Sakura tak sengaja mencium harum tubuh sang pangeran itu.


"Inikah wangi seorang cowok?" batin Sakura.


Dari depan sebuah Ruko terlihat sepasang mata dengan sorot tajam mengamati dan lebih tepatnya melototi sepasang manusia tanpa dosa itu.


"Grrrr!!!" Touya mengepalkan tangannya.


"Kalian!!!!" gertak Touya sengit.


"Kak Touya" Kata Sakura.


"M-m-maaf" Syaoran menyusul meminta maaf.


Ketengangan sempat terjadi namun akhirnya Sakura segera turun dan Ibu Sakura keluar dari Kedai mie ramen nya yang terletak tak jauh dari teras Ruko.


"Sakura ... Li ... Kalian sudah sampai?"


Tanya Nadeshiko ibu Sakura.


"Iya bu" Jawab Sakura manis.


"Sini sini belanjaannya, Terima kasih ya Li sudah mengantarkan Sakura"


"iya bu, sama sama" Jawab Syaoran.


Touya masih dengan tatapan Sister complexnya menatap tajam pada Syaoran.


Nadeshiko pun mengambil semua belanjaan Sakura dari keranjang sepeda itu dan memberikan nya kepada Touya.


""Ehh apa ini bu" Touya terkaget tiba tiba diberikan oleh ibunya belanjaan Sakura.


"Awas kau ya!!!"dalam hati Touya masih mengancam karena tidak terima adiknya terlalu dekat dengan seorang cowok.


Ibu Sakura pun mengajak Touya untuk segera membawa kantong belanjaan itu masuk ke rumah.


"Ayo cepat Touya kita bawa masuk belanjaannya" suruh Nadeshiko pada anak laki lakinya itu.


Sementara itu,


"Hai Li.. Masuklah kemari akan kubuatkan kau Mie Ramen".


Ayah Sakura Fujitaka yang sedang ramai pengunjung pun mengajak Syaoran untuk duduk di kedai nya dan mencoba Mie ramen jualannya.


"Ah tidak usah, Sebaiknya saya langsung pulang saja pak".


Syaoran merasa tidak enak dan berfikir mungkin sebentar lagi Kakaknya Fuutie akan pulang bekerja. Jika tidak segera pulang bisa gawat.


"Ayolah kau telah menolak kebaikan kami, jangan sungkan ya"


Bujuk ibu Sakura dan kemudian berjalan kembali kerumahnya mengikuti Touya.


"Ayolah Li".Bujuk Sakura juga.


"Baiklah". Syaoran mengiyakan permintaan mereka.


"Silahkan duduk Li".


"Haiii" .


Kemudian mereka berdua duduk di bangku paling ujung.


Kedai portable milik ayah Sakura ini terlihat sederhana. Sebuah Gerobak di bagian tengah nya , yang berisi sebuah kompor dengan tungku dua, terdapat panci besar tempat menyimpan kuah kaldu mie ramen, penggorengan dan sebagainya tersusun dengan pas dan rapih.


Aksi Fujitaka di mulai dengan merebus telur tanpa cangkang beberapa butir, Kemudian dia merebus air dengan panci lain untuk merebus mie kering buatannya, setelah telur dan mie matang, kemudian ditiriskan olehnya.


Di lanjutkan dengan mengambil wajan bersih dan mulai memasukkan margarin yang dimasak dengan api sedang hingga margarin meleleh, Kemudian dia memasukan bawang bombay cincang sambil ditumis tumis, kemudian juga bawang putih yang sudah dicincang, lalu diaduk rata sampai harum dan kedua bawang matang, kemudian dia menambahkan potongan tomat serta cabe, kemudian mengaduk-aduk kembali semua bahan sampai matang.


Fujitaka juga memasukkan bahan yang tersisa seperti bubuk kari, kecap dan saus sambal. Menuangkan air kaldu dan masak semua bahan hingga mendidih.


Sentuhan terakhir dia menceplok-kan telur ke dalam kuah lalu mengaduk nya cepat. Untuk memastikan bahwa telur sudah berserabut dan membentuk serat. Terakhir dia memasukan mie kering yang sudah dia masak tadi.


Kemudian dia mengambil piring saji dan memasukan mie ramen, telur tanpa cangkang yang sudah direbus tadi dan menambahkan irisan bawang serta mentimun segar di atasnya sebagai toping.


Kemudian....


"Walaaa.... Mie ramen Kedai Fujitaka siap disajikan"


Fujitaka menghidangkan 2 porsi mie ramen buatannya untuk sang Putri dan sahabatnya.


Wajah Syaoran dan Sakura sangat terpukau dengan Aksi laki laki paruh baya itu.


いただきます


"Itadakimasu"


(Mari kita makan)


Ucap mereka berdua.



Syaoran merasakan nikmat yang luar biasa lembut dan penuh cita rasa, dia belum pernah makan di kedai pinggir jalan seperti ini, Namun terasa sensasi berbeda dari mie ramen yang pernah dia coba makan.


"Arigatou".


Syaoran berterima kasih pada sang Chef "Ayah sakura/Fujitaka).


Fujitaka pun tersenyum


Sakura pun ikut tersenyum


Tiba tiba Touya entah datang dari mana langsung berdiri di belakang Syaoran,


"Ayah, Ibu memanggilmu". Kata Touya.


"Lalu masih ada pelanggan kan?" tanya Fujitaka.


"Biar aku yang tangani". Touya berniat menggantikan ayahnya sebentar untuk menjaga kedai.


Mata Touya tak lepas dari pengamatannya terhadap syaoran.


"Kau mau tambah bubuk Cabe?" tanya Touya pada nya.


"Apa bubuk cabe?" tanya Syaoran keheranan.


"Kakak jangan jahil deh!! pekik Sakura.


"Ops sudah di tuang" Touya menjahili Syaoran.


"Hah??" wajahnya Syaoran sedkit kesal.


"Kakak pergilah!!". Suruh Sakura pada kakaknya yang kurang kerjaan itu.


"Baiklah , kalau kurang pedas lagi akan kuberikan bubuk cabe lagi padamu ya". Lirik Touya pada teman adiknya itu.


"T-t-tidak ini saja cukup" kata Syaoran menggigil.


"Li maaf ramen mu jadi terlalu pedas ya? Aku akan meminta ayah untuk membuatkan yang baru" Sakura khawatir.


"Tidak usah, tidak apa apa kok, bubuk cabe nya hanya sedikit tidak masalah".


"Yang benar?". Tanya Sakura meyakinkan.


"Ah" jawab Syaoran.


Syaoran pun berusaha keras untuk menghabiskan mie ramen super pedasnya.


"Semua ini gara gara kak Touya kurang kerjaan itu!!". Syaoran kesal dalam hati.


Setelah menikmati Mie ramen bersama Sakura , Syaoran pun berpamitan dengan kedua orang tua Sakura dan juga dengan Touya kakak sakura.


Walaupun hari ini Touya mengerjainya. Namun dia tidak sakit hati.


Syaoran bergumam dalam hati "sepertinya masalahnya bukan hanya karena aku anak Horikoshi gakuen, tetapi ada pada syndrome Sister kompleks nya itu! "


Bersambung,