My Prince From Hongkong

My Prince From Hongkong
"Andai aku bisa menghentikan Sang Waktu"


"Keterlaluan!!!"


Syaoran geram mendengar cerita tentang masa lalu kakak dari seorang gadis lembut di sampingnya.


Dia menjadi sangat memahami apa penyebab Touya membenci sekolah nya "Horikoshi gakuen" kini.


Namun di dalam fikiran pemuda tampan itu dia masih tak habis fikir kenapa ada orang yang sejahat Yue dan dia juga menjadi bertanya tanya dalam hati, "Apa yang seharusnya ku lakukan agar masalah ini bisa terpecahkan?".


Pemuda itu menoleh ke gadis di sampingnya, merasakan simpati atas kesedihan sang gadis itu, dia tak ingin melihat Sosok itu merasa sedih, dia tak mampu melihatnya.


"Baiklah itu kan hanya masa lalu".


Syaoran mencoba menenangkan Sakura, di mana sang pemilik mata emerald itu hanya terdiam dan menunjukan wajah piluqnya.


Kemudian Syaoran berdiri dari tempat duduknya dan menawarkan tangannya untuk membantu Sakura bangun.


"Ayo kita pulang, pasti orang tua mu sudah mengkhawatirkan mu" katanya.


"Baik". Sakura memyambut tangan pemuda yang bersih dan lembut nyaris tanpa noda itu.


Mereka mendekat ke arah sepeda Sakura, namun...


"Sakura boleh aku yang di depan?".


Syaoran menawari Sakura agar mereka berboncengan menaiki sepeda itu.


"Maksud mu kita berboncengan Li?"


Sakura dengan polosnya bertanya.


"Jika kau mau?" tanya Syaoran balik.


"Baiklah".


"Lalalalala....." suara handphone sakura berdering.


"Halo ibu".


"Sakura...... kau kemana saja? ayahmu sudah menunggu sayang.... bahan bahan untuk membuat mie ramen itu harus segera diolah".


Suara nyaring seorang wanita paruh baya nampak khawatir dan sedikit bernada marah terdengar dari seberang telepon.


ごめんなさい


"Gomen'nasai"


(Maafkan saya).


Sakura merasa bersalah pada sang ibu, selain itu juga dia mungkin membuat nya khawatir.


"Tidak apa apa sayang, hati hati dijalan ya, jangan ngebut ngebut membawa sepedanya".


"Iya bu, tapi aku tidak sendirian kok! aku akan berboncengan... ber...boncengan dengan.... dengan...."


Sakura tidak mampu meneruskan kata katanya karena untuk pertama kali dia akan menaiki sepedanya itu dengan seorang cowok.


誰と自転車に乗りますか?


"Dare to jitensha ni norimasu ka?"


(Berboncengan sepeda dengan siapa)


Tanya sang Ibu penasaran dan khawatir.


"Li..."


Yang di sebutkan namanya mulai memerah pipimya yang membuat momen itu terlihat manis. Sekali lagi.


"Apa?? jadi kau pergi berbelanja dengan Li?"


Ibu Sakura kelihatan kaget dan dia langsung memberi tahu pria yang sedang sibuk melayani pelanggan kedai Mie ramen mereka.


"pssstt pssst psssttt...." suara bisik bisik sang ibu dengan Ayah Sakura.


"Ibuuu... Kau membicarakan apa dengan Ayah!?" Sakura terlihat kesal.dengan ibunya.


"Hahaha maaf sayang"


Ibunya malah tertawa.


"Lain kali kalau kau pergi dengan Li, naik kendaraan umum saja, kasian kan Li harus boncengin kamu, kamu kan berat". Tambahnya.


"Ibuuu!!" pekik Sakura memprotes gurauan ibunya.


Sementara Syaoran dengan sigap sudah mempersiapkan posisi nya dengan menaiki sepeda Sakura di depan dan menyambut Sakura untuk naik di jok belakang.


Seketika gadis manis bersurai coklat yang sama dengan pemuda itu pun terkesima dengan apa yang dilihatnya.


Tubuh tegap dan sedikit maskulin milik Syaoran muda ini begitu menarik dan terlihat gagah di mata para gadis, tidak terkecuali Sakura yang polos ini.


"Bagaikan pangeran berkuda yang menawarkan Sang tuan putri untuk naik ke kudanya" kata Sakura dalam hati.


"Ayo naiklah" ajak syaoran.


"Ya" Sakura segera menghilangkan lamunan nya,


mungkin saja dia juga tidak mau menyia nyiakan kesempatan untuk diboncengkan pangeran berkuda putihnya, dalam lamunannya.


Dia menggeleng gelengkan kepalanya beberapa kali. Membuat pemuda yang menunggunya itu tampak kebingungan.


Sakura pun segera mengakhiri sambungan telepon nya dengan sang ibu.


"Hati hati dijalan sayang.. bilang pada Li juga hati hati ya".


"Baik ibu bye".


...


"Kami-sama... apakah ini mimpi?".


"Aku kini berada begitu dekat di sisi nya".


"Kini dia telah membawaku ke dunianya yang indah..."


"Tanpa tekanan.... "


Tanpa aba aba lagi sang gadis itu naik dan mereka berboncengan meninggalkan keriuhan pasar tradisional itu.


....


"Degh... degh.. Degh"


Kenapa ini? rasanya jantungku....


Mau copot..."


Sakura bertanya tanya dalam hati kenapa degupam jantung nya terasa lebih kencang daripada biasanya.


Dia memang baru pertama kali sedekat ini dengan seorang cowok.


"Kita lewat mana?" tanya Li.


"Lewat jalan yang tadi".


"Ok" jawab Syaoran lugas dan percaya diri.


Karena kini dia yakin murid murid yang masih tertahan di sekolah pasti sudah pulang semua.


"Kau tidak memakai masker lagi Li?".


"Tidak perlu".


Sakura pun bertanya tanya dalam hati.


"Apakah ada sesuatu yang cowok ini sembunyikan?"


Baguslah cewek ini mulai peka.


"Dia terlihat aneh pada awalnya, tapi dia begitu baik padaku, dan juga tampan... "


"Degh"


Sakura menggelengkan kepalanya lagi. Agar fikiran nya itu segera menghilang.


Gerakan nya spontan membuat sepeda yang di kendarai Syaoran sedikit oleng.


"E eh, maaf... " Syaoran sedikit kesulitan karena gerakan tak sengaja Sakura.


"Maaf Li" Sakura meminta maaf.


Syaoran pun menghentikan sejenak laju sepeda itu.


"Bisakah kau berpegangan padaku?"


Dengan polosnya tanpa dosa dan tanpa niatan apapun Syaoran menyuruh Sakura untuk berpegangan pada nya.


"Huh??" Sakura bertanya sekali lagi.


"Ya... ber....pegang...an"


Syaoran dan Sakura saling bertatap tatapan. Dam tidak sengaja semburat merah semakin menyala di wajah mereka


"Mama... Mama..... kakak laki laki dan perempuan itu kenapa pipinya merah merah...." kata seorang anak kecil kepada ibunya yang berpapasan dengan mereka di pinggir jalan.


"Diamlah mereka sedang berpacaran". Kata si ibu dari anak itu.


"Berpacaran?" kata anak kecil itu polos.


"Iya mereka saling menyukai"


"Saling menyukai???"


Ibu dan anak itu pun berlalu menjauh.


Sedangkan yang di bicarakan masih mematung dengan posisi berboncengan mereka.


Jangan lupa dengan wajah memerah masing masing seperti kepiting rebus.


"A-a-ayo kita lanjutkan per-perjalanan".


Ajak syaoran lagi pada sakura walau masih gugup.


"i-i-iya Li" Jawab nya.


..


Pov Syaoran


Ini pertama kalinya aku berboncengan sepeda dengan seorang gadis. Semoga aku bisa membuatnya nyaman. Rasanya perut ini mual seperti orang mabuk. Mabuk cintakah?


Tubuh ini terasa hangat dan nyaman menerima sentuhan tangannya di pinggangku. Aku tak tahu apakah ini yang dinamakan menjadi dewasa? Menjadi Puber?.


Bicara apa aku ini, aneh tapi nyata.


Aku mengejar sesuatu yang bukan berasal dari duniaku..


Gadis ini telah menyihirku..


Dengan kelembutannya..


Dengan senyumannya yang manis...


Kami-sama bisakah aku pinjam kekuatan mu untuk "menghentikan sang waktu"...


Tidak boleh!! Aku tidak boleh sedikitpun menyakiti nya!!


Aku tidak akan terus terusan membohonginya. Dia berhak tahu siapa aku sebenarnya. Aku tidak mau membuatnya kecewa padaku. Suatu saat aku akan berterus terang tentang semua nya. Di waktu yang tepat di saat aku telah membuat kak Touya bertemu Nakuru!!


Iya.. Itu lah kunci nya


Namun siapa Nakuru? Di mana dia berada?.



......


Pov Syaoran end


Bersambung,