
Mansion Fuutie li, Jepang,
"Uhukkk..."
"Syaoran-sama, sudah waktunya anda berangkat ke sekolah"
Wey-san membuka Hordeng kamar Syaoran yang tinggi dan lebar itu menggunakan sebuah Remote. Kemudian didekatinya Majikan kecilnya itu. "Jika anda masih mengantuk saya akan bangunkan anda sebentar lagi tuan muda."
Kemudian Wey pun hendak keluar kamar, namun sebelum dia menjauh dari Syaoran majikan kecilnya itu, dia curiga kenapa sang tuan muda tidak bergerak dari posisi tidurnya seperti biasanya ketika bangun pagi.
Wey pun mendekati Syaoran dan memegang kening nya yang tertutup poni,
"Astaga!!"
..............
Spa room Presidential suite, Singapore.
"Silahkan Nona".
Seorang Therapist mencuci kedua kaki Fuutie yang sedang direndam ke dalam baskom khusus yang berisi air dengan suhu tertentu yang di campur dengan garam laut yang menghasilkan efek relaksasi.
Fuutie pun memejamkan kedua mata nya, menikmati setiap pijatan halus di kedua telapak kakinya.
Kemudian Fuutie memulai perawatan Spa nya dengan Massage peregangan Terapeutik khas Thailand, yang berfungsi meredakan ketegangan otot, dan dilanjutkan dengan pijat kantong herbal dengan menghirup aromatherapy yang menenangkan, rangkaian akhirnya berupa lulur lumpur laut mati khas Marina bay sands.
Setelah serangkaian perawatan kulit dan wajah yang telah ia lakukan selama kurang lebih 150 menit itu, kini Fuutie yang hanya mengenakan selembar kain untuk menutupi tubuhnya itu, berjalan menuju ke ruang sauna yang telah dipersiapkan oleh therapist.
Setelah bersauna selama 15 menit, sang therapist kembali membuka pintu dan mengajak Fuutie untuk keluar dan menuju ruang Jacuzzi.
"Blusssshhhh....." Kain yang dikenakan nya pun diletakkan di tepian Bath tub mewah yang terbuat dari kaca fiber (fiberglass) yang berisikan mesin jet untuk memutar air di dalamnya.
Kini Fuutie amat menikmati puncak rangkaian perawatan Spa yang mewah ini. Dirinya tengah merasakan setiap semburan air yang keluar dari tiap-tiap lubang jet di sekeliling bathtub yang terasa seperti terapy untuk menghilangkan stress dan juga pegal-pegal yang masih tersisa ditubuh wanita itu.
"Inilah surga dunia right!" batin Fuutie sembari tersenyum puas.
..............
Kamar Syaoran,
"Pagi Wey, Mana Syaoran?"
"Maaf nyonya sepertinya Tuan muda sedang mengalami demam".
"Apa?!!".
Yelan Li yang berada di ruang kerjanya dalam rumah besar nya di Hongkong sangat terkejut mendengar sang putra tengah sakit.
"Wey, berapa suhu tubuh Syaoran?"
"Terakhir saya cek suhu tubuh tuan muda 39°C."
"Astaga cepat panggilkan dokter terbaik, agar Syaoran cepat mendapat pertolongan!!!." Perintah Yelan li pada Wey.
"Baik Nyonya."
"Kenapa di saat seperti ini Fuutie melakukan perjalanan bisnis Syaoran malah sakit? Apa yang dilakukan anak itu". Yelan menghela nafas pelan mencoba menenangkan dirinya sendiri.
...............
Presidential suite room,
"Anda sangat cantik Nona..."
Ucap seorang MakeUp Artist dan seorang Hairstylist bersamaan sambil memandang ke arah pantulan cermin di depan Fuutie.
Lalu dari pantulan cermin yang sama Nampak seorang Pria yang telah dikenali oleh pemilik rambut pendek berwarna brown sebahu itu mendekat dan tersenyum sumringah.
"Sudah siap?"Yue bersandar di dinding ruang make up pribadi Fuutie yang masih dalam area room presidetial suite nya, dan dilipatnya kedua tangannya di bawah dada bidangnya.
"Yue-san..." Fuutie tersenyum sambil merendahkan nada bicaranya menjadi sedikit lembut dan terdapat sentuhan manja didalamnya.
"Hari ini aku ingin jalan berdua saja dengan anda Nona Fuutie, kau pilih Ferrari atau Lamborghini?" Tanya Yue.
Kemudian Fuutie berdiri dan membalikkan badannya menghadap Yue "Dua-dua nya super car yang menyuguhkan performa yang buas!"
Yue pun berseringai sembari menunjukkan dua kunci mobil sport mewah itu di depan Fuutie li.
"You're ready!" tantang wanita yang telah berdandan rapih tersebut.
Lalu mereka pun beranjak dari kamar itu menuju lantai dasar. Hendak memulai balapan persahabatan mereka.
"Brummm... brumm.."
"Bremmm... bremm.."
Fuutie menyetel gas mobil sport yang dia kendarai tersebut, begitupun Yue. Di buka nya kaca mobil mewah itu, dan berkata pada Yue "Dalam hitungan 3... 2.... Let's Go!!! "
"Bruuuuummmmmm."
...Fuutie dan Yue menjajal mobil sport sewaan mereka untuk mengadu siapa yang lebih cepat....
............
Jam makan Siang di SMA Hibiya, Jepang (Sekolah Sakura).
"Lalalalala..." Nada dering di handphone Sakura.
"Moshi-moshi... Sakura desu" Ucap sakura.
"Sakura-chan.. kau sudah mendapat kabar tentang Li-san?." Nakuru berbicara di seberang telepon.
"Ada apa dengan Li, kak Nakuru?" Seketika Sakura terhenyak dari posisinya duduk saat di kantin.
Mulut gadis itu hanya terperangah dan ditutupinya dengan jari-jari lentiknya ketika mendengar setiap kata dari Nakuru di seberang telepon.
"Sakura-chan.. Apa yang telah terjadi pada cowok Horikoshi itu?" tanya Chiharu heran dan mengalihkan pandangannya kepada Yamazaki. Yamazaki pun hanya mengangkat bahu, karena di saat genting seperti ini dia tidak akan membual.
"Flip". Telepon berakhir.
"Sakura-chan..." Chiharu kembali khawatir dan kemudian memeluk Sakura yang menunduk sedih tanpa berkata apapun.
............
Kediaman Keluarga besar Li, Hongkong.
"Tuuuut... Tuuuuuut...." berkali - kali panggilan telepon Yelan Li tak ditanggapi oleh anak Sulungnya.
"Fuutie... pasti kau sedang sibuk di Singapura, padahal Syaoran sedang sakit!".
Fikiran Yelan sangat kacau. Namun dirinya juga tidak bisa meninggalkan perkerjaannya secara mendadak. Adik-adik Fuutie belum ada yang mampu untuk diserahi tanggung jawab, jikalau beliau pergi begitu saja.
Akhirnya dia kembali menelepon Wey san.
"Selamat siang Nyonya Yelan" Ucap Wey san lembut dan mencoba bersikap tenang.
"Bagaimana keadaan Syaoran , Wey?" Tanya Yelan setelah setiap setengah jam sekali menelepon nya untuk mengecek suhu tubuh dan kondisi Syaoran anak bungsu nya tersebut.
"Dokter telah memberinya suntikan penurun panas Nyonya, sekarang suhu tubuhnya sudah mulai turun, namun Tuan muda belum menunjukan pergerakan apapun Nyonya, dia hanya bangun untuk ke kamar mandi dan kemudian tertidur lagi." Wey pun menjelaskan.
"Syukurlah jika panasnya sudah turun, bujuk dia supaya tetap mau makan dan minum air putih agar dia tidak lemas dan kekurangan cairan tubuh." Perintah Yelan.
"Baik Nyonya besar". Wey pun menuruti.
Kakek tua itu menutup panggilan telepon dan kemudian menatap kembali wajah Syaoran majikannya itu. Dilihatnya dalam - dalam dan seksama wajah pemuda yang tengah tertidur itu. Diingatnya oleh Wey garis wajah tegas dan perawakan yang amat sangat mirip dengan mendiang ayahnya tersebut.
"Maafkan saya Tuan Li, saya tidak bisa menjaga tuan Muda dengan baik hingga beliau sakit seperti ini. Nona Fuutie pun sedang berada jauh di Singapura, saya tidak mungkin mengabari nya, karena akan mengganggu urusan pekerjaannya, semoga saja dengan mengabari nona Nakuru dia bisa menghubungi gadis kecil itu tentang kondisi tuan muda." batin Wey.
.
.
.
..."Karena satu-satunya yang dapat mengobati sakit tuan muda adalah Nona Sakura,"...
.........
Bersambung,