My Prince From Hongkong

My Prince From Hongkong
"Mabar di Resto keluarga Li"


....


Di kamar Syaoran,


Saat ini sang tuan muda sedang mengemasi Laptop dan peralatan gamingnya, dia hendak pergi ke suatu tempat sesuai perjanjian dengan teman barunya 'Ruby moon'. Gadis yang mengaku sebagai adik dari Yue tersebut menantang Syaoran untuk berduel dengannya, bukan dalam dunia nyata tentunya namun dalam sebuah permainan game.


"Tuan muda, anda yakin akan pergi ke sana?".


Suara lirih dan berat dari orang tua seusia Wey seharusnya membuat pemuda itu memahami ada suatu kekhawatiran yang terselip di dalam setiap kata yang Wey ucapkan padanya.


"Ya" Ucap Pemuda itu singkat tanpa expresi.


Sejenak Wey terdiam dan tak mengerti apa yang tuan mudanya sedang fikirkan, namun tekadnya sudah bulat, dia hendak menemui teman-teman nya di sana.


"Aku ingin dia tahu semua tentang diriku, aku tahu mungkin dia akan sulit menerima kenyataan ini, tapi bukankah berkata jujur itu lebih baik?".


Pemuda itu menatap ke arah pengasuhnya sejak kecil itu dan mulai berjalan keluar kamar besar itu, meninggalkan Wey di belakangnya.


"Apakah Nyonya Yelan mengetahui tentang hal ini?" Wey pun bertanya.


Syaoran menghentikan langkah kakinya dan menoleh ke arah Wey "Ibu tidak boleh tahu tentang Sakura, lagipula dia selalu memperingatkanku untuk tetap fokus belajar tanpa memikirkan hal lain".


Wey pun memegang pundak sang majikan "Anda bisa mempercayai saya tuan muda" Ucapnya pelan namun meyakinkan.


....


Beberapa menit kemudian,


Di halaman parkir mobil Mall Aeon yang ramai dengan mobil-mobil para pengunjung, saat ini baru saja memasuki area parkir sebuah mobil Mercy hitam milik Syaoran. Di sana juga telah menunggu sebuah mobil Porsche gold milik bersaudara Wang yaitu Cerberus dan Spinel.


"Hey Bos! Baru dateng!" Tegur Cerberus yeng kemudian mengajak Spinel turun dari supercar nya "Yuk samperin!" Sahut Spinel.


Ketika Cerberus dan Spinel hendak turun dan menghampiri mobil Syaoran, tiba-tiba datang beriringan mobil yang masih satu jenis dengan milik Syaoran,tentu saja Daidouji hime bersama para bodyguardnya pun menyusul kedatangan mereka.


Jendela yang dilengkapi lapisan kaca antipeluru itu pun terbuka saat melintasi Cerberus dan Spinel "Aku belum terlambat kan?" Ucap surai hitam dan ber irish Violet tersebut.


"Santai, tuh Syaoran juga baru dateng" Ucap Spinel.


Lalu mereka berempat pun berkumpul dan saling bersalaman. Sambil membawa Lepi masing-masing mereka berjalan memasuki area Mall.


Saat mereka hampir memasuki pintu mall bagian samping, suara klakson mobil yang kencang berhasil menghentikan langkah kaki para anak konglomerat tersebut.


"Tiiiiìiin" Sebuah mobil Mini Cooper berwarna Pink menyala berhenti dan menurunkan seorang gadis bersurai senada dengan warna mobilnya.



...Mobil Mini cooper berwarna pink milik Ruby moon....


"Degh..." detak jantung seseorang ketika melihat seorang gadis yang turun dari mobil bermerek perusahaan otomotif Britania Raya tersebut. Spinel wang dari awal pertemuannya dengan Ruby moon hatinya merasa tercuri oleh gadis pink itu.


"Hay ruby..." Sambut Tomoyo ketika Ruby mendekat ke arah mereka.


"Haay semua" Balas Ruby ramah dan ceria saat menerima sambutan hangat Tomoyo dan teman-teman yang lain.


"Yosha!! Buruan masuk gak sabar nih mau makan di Resto nya bos!" Kata cowok pemilik mata berwarna keemasan.


"Mentang-mentang ditraktir jadi gak sabaran nih kakak" Singgung Spinel.


Sontak Tomoyo dan Ruby pun tertawa melihat tingkah kakak beradik Wang tersebut.


Lalu Syaoran pun mengajak mereka segera masuk menuju Resto keluarganya.


いらっしゃいませ


"Irasshaimase"


Seorang Receptionist menyambut kedatangan mereka.


"Sudah reservasi VIP Room meja untuk 5 orang ya kak" Ucap Syaoran pada penerima tamu tersebut.


Saat wanita muda berpenampilan rapi berseragam khas Resto keluarga Li tersebut melihat kembali ke arah pemuda beralis tebal itu, dia menutup mulutnya yang sedikit menganga. "Astaga kamu bukannya yang kemarin bekerja paruh waktu di sini?"


Syaoran pun hanya tersenyum.


Tiba-tiba sang Maitre de datang menyambut rombongan Syaoran dan teman-temannya dengan ditemani seorang pelayan wanita yang masih muda, tentu saya Syaoran sangat mengenal gadis itu.


"おやすみ"


"Oyasumi..."sambut Masashi.


"Degh" gadis yang berdiri di belakang Masashi-san si Maitre de itupun berdebar sesaat ketika melihat siapa tamu yang datang "Li?" Ucapnya dalam hati.


"Eh kamu kenapa lewat pintu depan!! Karyawan harusnya masuk lewat pintu belakang!!" Kata Masashi-san si ketua pelayan yang masih tidak menyadari bahwa Syaoran adalah adik Nona Fuutie sang pemilik Restoran.


"Karyawan??" Tomoyo dan Ruby pun merasa bingung dan bertanya-tanya.


Masashi pun menarik tangan Syaoran dan segera mengarahkan nya ke lorong menuju ruang karyawan. Namun Cerberus menahannya "Hey Tuan Maittre de!!" panggilnya.


"Memangnya kau tidak kenal bos kita ini?" Cerberus berseringai pada Masashi-san. Beserta Spinel yang melipat kedua tangannya di bawah dada.


"Bos? maksud anda?" Masashi pun linglung sejenak.


Syaoran hanya terpaku ke arah gadis yang salah tingkah yang kini tepat berada di hadapannya. Dia tak mempedulikan perdebatan antara Masashi dan teman-temannya. Dia tahu mungkin saat ini Sakura masih belum ingin bertemu lagi dengan dirinya, namun dia terpaksa datang ke Restorannya ini karena ajakan Ruby moon untuk mabar dan makan bersama di sini.


"Dia itu adik pemilik Restoran ini, you know!!" Spinel melanjutkan perkataan Cerberus.


"Adik? maksud anda Pemuda ini adalah... adalah...adik Nona Fuutie li ???" Masashi-san tertegun menatap wajah Syaoran sambil gelagapan karena mendengar perkataan Spinel. Dia juga langsung melepas kan tangan Syaoran dan menyapu-nyapu nya merasa dirinya telah lancang menarik paksa tangan adik bosnya sendiri." Maaf kan saya Tuan....tangan anda tidak kotor kan Tuan.." Ucap Masashi.


"Pantas saja wajah dan penampilannya sangat berkelas ternyata kemarin dia hanya berpura-pura memgawasi kami saat bekerja, sungguh luar biasa keluarga Li ini" Batin Masashi penuh sesal.


"Siapa lagi tuan Maitre d" Sahut Cerberus dengan menepuk bahunya sedikit kasar.


Seketika Masashi-san sangat terkejut luar biasa dan spontan membungkuk dalam-dalam pada Syaoran." Mohon ampuni saya Tuan muda.. saya benar-benar tidak mengetahui tentang hal ini... Jangan adukan saya kepada Nona Fuutie ya tuan muda..."


"Sudahlah... Dimana tempat duduk kami?" Kata Syaoran sambil berjalan dan melepas pandangannya dari gadis bersurai cokelat keemasan yang juga membuang muka nya seolah tak ingin dijumpai nya itu.


"Te-te-tentu Tuan muda... Si-silahkan mari saya antar"


Dengan wajah ketakutan dan gugup Masashi-san mengantar Syaoran berserta teman-temannya yang hedon itu ke ruangan VIP resto Li's Food&Co tersebut.


..."Ternyata Li adik Nona fuutie li!! pantas saja dia mengajakku bekerja di sini dan waktu itu mereka terlihat akrab sekali... bodohnya aku ini" Ucap Sakura dalam hati sambil menghela nafas pelan....


Bersambung,