
"Jadi begitu?" tanya Fuutie
"Hm?" Syaoran hanya menaikan sedikit alisnya,
"Kau memiliki teman cewek yang akrab selain Akiho dan Tomoyo? sedangkan kakak tidak diberitahu?"
Fuutie berjalan mendekati Syaoran. Dan didapatinya senyum sang adik yang penuh misteri, kemudian dia berkata "Ceritakan pada kakak di mobil ya hahaha!".
Fuutie tertawa seraya manggandeng lengan Syaoran mengajaknya pulang menuju ke arah mobil. Namun Syaoran menolak untuk menyetujui perkataan kakaknya untuk bercerita tentang Sakura.
"Cerita apaan sih kak"Protes Syaoran.
"Jadi kau main rahasia-rahasiaan sama kakak? Awas ya!" Bibir Fuutie mengerucut dan masih terus membujuk Syaoran.
...
Di dalam mobil berplat nomor FUU 1 LI itu,
"DRRRT" Ponsel Syaoran bergetar.
"Bos, sudah siap belum? Katanya mabar" chat dari Cerberus.
"Tunggu, aku belum sampai rumah" balas Syaoran.
"Bos lagi ngapel sama anak Hibiya ya?" Tanya Cerberus.
"Sialan, tahu dari mana tentang itu!!" Tanya Syaoran balik.
Sementara Syaoran masih asik membalas Chat dari Cerberus, Fuutie yang sedang menyetir sendiri mobil mercy nya itu melirik sedikit kearah adiknya yang duduk di kursi depan dengan penuh curiga, "Baiklah apa yang tiba tiba membuat adikku tersenyum lagi?" Telisik nya.
"Oh.. gak kok kak, Teman-temanku mengajak Mabar" Jawab Syaoran.
"Oh iya? Kakak dengar pertengahan Juni nanti akan ada turnament E-sports antar pelajar SMA seluruh Jepang, apa kau akan ikut? Tanya Fuutie.
"Rencana nya begitu"Jawab syaoran singkat.
"Pesan kakak kalau kau masih terlalu sibuk jangan terlalu memaksakan diri Syaoran" Fuutie yang sedang fokus menyetir itu masih sempat memberi nasehat pada sang adik.
"Jika terpilih sebagai perwakilan sekolah maka aku akan main. Tapi jika tidak, tidak masalah bagiku" Jelas Syaoran.
"Hihihi... " Fuutie terkikik mendengar perkataan sang adik.
"Kau ini adik Fuutie li, jadi jangan membuat malu kakak dong! kau harus buktikan kita bisa sukses walaupun di Negeri orang, buktinya kakak mampu bersaing dengan bisnis women lain di Negeri Jepang ini" Tambah Fuutie sambil menyemangati sang adik.
"Terimakasih supportnya kak". Syaoran pun tersenyum bangga pada sang kakak.
"Sama sama...Oh iya Syaoran kakak mau nanya deh sama kamu!"
"Hm, tentang apa?".
"Kakak mau ada urusan kerjaan ke Singapura untuk beberapa hari, apakah kau keberatan dirumah sendirian?" Kata Fuutie menjelaskan.
"Singapura?".
"Ya! Atau kau mau ikut? "Ajak Fuutie pada sang adik dengan sedikit miliriknya tajam lagi.
"Tidak bisa pergi, aku sedang sibuk sekolah dan bekerja sekarang" Kata Syaoran dengan sedikit meninggikan dagunya dan melirik ke arah Fuutie.
"Ooo jadi begitu, kamu jadi orang sibuk melebihi kakak ya sekarang".
Mereka pun tertawa bersama, hal yang sangat jarang terjadi."hahaha!"
"Lalu boleh tidak kakak pergi?" lanjut Fuutie.
"Silahkan saja"
..."Lalu apakah kak Nakuru akan ikut?" batin Syaoran....
"Kak Nakuru bagaimana?" tanya Syaoran.
"Sebenarnya aku ingin dia ikut, tapi akhir-akhir ini kondisi kesehatan ayahnya sedang buruk jadi aku menyuruhnya sementara waktu menggantikan pekerjaanku di Kantor. Agar sewaktu waktu jika ayahnya menelepon, maka dia bisa ijin pulang". Ucap Fuutie menjelaskan.
"Kakak Bos yang baik dan pengertian ya..." kata Syaoran.
"Heyy... Serigala kecil ini memuji kakaknya... Thanks boy, chu!". Ucap Fuutie dengan gaya centilnya.
"Suatu saat aku ingin menjadi seperti kak Fuutie" Pikirnya sambil menatap wajah tegas sang kakak.
.......
Syaoran memberi beberapa masukan pada Cerberus dan spinel mengenai poin-poin penting tentang game yang akan mereka mainkan.
"Hal sulit saat bermain PUB*G PC adalah recoil senjatanya yang berbeda. Tips nya adalah dengan mencoba training mode terlebih dahulu. Di training mode, kamu bisa mencoba berbagai senjata dan recoil yang tepat untuk masing-masing senjata" Tambah Syaoran.
"Sama seperti PUB*G Mobile, bermain terlalu bar - bar akan membunuhmu, seperti kemarin saat pertama kali kau melawanku" Tegas Syaoran yang melirik tajam ke arah Cerberus.
"Glekk" Cerberus yang berada di seberang panggilan video call dengan Syaoran tertegun.
"Tuh kak dengerin!" Spinel mengulangi nasehat syaoran.
"Jika kamu sudah bisa mengatasi situasi - situasi sulit sedikit demi sedikit untuk mengasah ketajaman dan kelincahan tangan dan sudah paham bagaimana mendapatkan kill, baru deh kamu bisa sedikit bar - bar, boleh turun di Pochinki, Georgopol, atau yang lainnya"Tambah Syaoran lagi.
"Tuuh kak dengerin!!" Ucap Spinel lagi.
"Yeee emang kakak saja yang di kasih threat sama Bos kamu juga!" Sanggah cerberus.
"Dengar.. Aku tidak bermaksud men-threat kalian namun aku mencoba menyamakan skill kita agar selanjutnya kita bisa bekerja sama dengan baik dalam tim". Tegas Syaoran pada teman teman Gamers nya itu.
Akhirnya mereka bertiga mulai permainan game Batlle Royale mereka kembali.
..........
"Dia menang lagi.. tidak bisa dipercaya!!!" Teriak Cerberus.
"Skill dewa!!!" sambung Spinel.
"Bos, besuk kita main ke rumah boleh?" Chat Cerberus.
"Main saja, tapi aku lagi kerja paruh waktu, besuk pulang jam 9 malam sepertinya" jawab Syaoran dalam Chat.
"Seriusan bos kerja?" tanya Cerberus lagi.
"Iya nemenin dia" jawab Syaoran.
"An***jir... siapa sih tuh cewek, sampai bos se-bucin itu?" Ucap Cerberus pada Spinel.
"Kata nya gak boleh ikut campur!" sanggah Spinel.
"Tapi bahaya enggak ya buat latihan tim kita?" Tanya Cerberus lagi.
"Buktinya bos menang lagi barusan!". Kata Spinel
Cerberus mengkerutkan alisnya dan mencoba berfikir serta memahami, "itu artinya kita juga harus cari pacar seperti Bos, biar mental kita juga kuat dalam bermain game!!" Kata Cerberus menyimpulkan.
"Pletaakkk!!!" tiba-tiba Spinel menjitak kepala kakak kembarannya tersebut, sampe Cerberus terkaget dan sedikti kesakitan "Aduhh kenapa kau menjitakku!" protesnya.
"Makannya jangan main game terus!! Mana ada cewek yang mau dinomer dua kan!" berkata Spinel seolah sedikit mencurahkan isi hatinya.
Sedikit Flashback tentang Spinel,
"Kita putus!!" Seorang gadis meninggalkan Spinel sendirian di lapangan Basket sebuah Sekolah SMP.
"Tapi apa kesalahanku?" tanya Spinel pada gadis yang membelakanginya.
Lalu gadis itu sangat terlihat kesal padanya "Kau lebih mementingkan game daripada diriku! Pacaran saja sama game!! Aku tidak mau mengenal kamu lagi!!!. Ucap gadis itu.
Spinel pun tidak punya pilihan, dia hanya terpaku dan tak mengejar gadis itu. Dia memang anak gamer sejak dulu bersama dengan Cerberus kakaknya, namun dia memahami dirinya tak bisa meninggalkan game demi cewek, bahkan dia berfikir suatu saat ada cewek yang bisa menerima nya dan juga hobinya dalam bermain game.
Falshback Spinel off
........
"Kiriman Buket bunga dari siapa?" Tanya Fuutie pada pelayan nya.
"Pengirim bunga yang mengirimnya kesini Nona Fuuite" jawab Pelayan itu.
Fuutie terheran ketika sarapan bersama Syaoran dan Wey, dia mendapat sebuah kiriman bunga dari seseorang yang tidak ada nama pengirimnya.
..."Bunga Anyelir merah tua yang indah?"...
.......
Syaoran pun terdiam menelisik "siapa pengirim bunga itu?" fikirnya.
Bersambung,