My Prince From Hongkong

My Prince From Hongkong
"Kak Fuutie mulai mengawasi"


Langit senja sudut kota Tokyo yang masih sanggup diterobos oleh sisa sisa cahaya matahari petang ini, menjadi saksi bisu kehangatan persahabatan dua anak manusia, Syaoran dan sakura.


Kedua nya telah selesai melakukan interview untuk pekerjaan parttime pertama mereka. Setelahnya mereka memutuskan untuk tidak langsung pulang. Melainkan melipir ke sebuah taman yang masih berada di area Mall tersebut.


Kini waktu menunjukkan pukul 7 PM namun langit Jepang di musim semi masih belum terlihat gelap seutuhnya. Mereka pun duduk di sebuah bangku taman, Lalu Sakura mengeluarkan sebuah bento yang kemudian diberikan pada cowok yang duduk di sampingnya,


"Ini untuk mu Li".


"Untukku?".


"Ibu ku yang membuatkannya untukmu".


"Arigatou gozaimasu".


Sebuah kotak bento berisi menu sederhana nasi dan Tahu Mapo ala Jepang (Mabo Dofu). Bento itu kemudian di icip oleh Syaoran. "Walau hanya masakan sederhana, namun rasanya lezat sekali" batinnya.


Tahu Mapo ala Jepang (Mabo Dofu) sangat beraroma tetapi tidak terlalu pedas dibandingkan hidangan asli Sichuan. Tahu Mapo sesungguhnya masakan Cina yang populer dari provinsi Sichuan yang terkenal dengan saus merah cerahnya.


"Li, Otou-san dan Okaa-san sangat berterima kasih padamu karena kau telah banyak membantuku dan mereka juga berterima kasih untuk anggurnya sewaktu itu". kata Sakura sambil menikmati makanannya.


"Syukurlah kalau mereka menyukainya" jawab Syaoran singkat.


..."Jangan-jangan itu benar kau Li" Sakura membatin didalam hatinya lagi tentang dugaannya tentang Syaoran....


"Li, kau percaya ada 7 orang di belahan dunia ini yang wajahnya hampir mirip?".


Perkataan Sakura sesaat membuat Syaoran terkejut, "hm?"


"Tahukah kau Li, aku pernah bertemu seseorang yang sangat mirip denganmu di SMA Horikoshi".


"Uhukk uhukkk..." Syaoran tiba tiba tersedak.


"Ini minum dulu, pelan pelan saja makannya" Lalu Sakura memberikan botol air mineral yang juga di bawa nya dalam goodie bag.


"Fiuuuh..."


"Kau tidak apa-apa Li? Apakah makanan ini terlalu pedas untukmu?" tanya Sakura khawatir.


"Tidak tidak.. Em apa aku boleh tahu seperti apa anak Horikoshi itu?" Syaoran pun berbalik bertanya.


"Hmm... Tapi aku malu menceritakannya" Sakura pun sedikit gugup dan terlihat pipinya mulai memerah.


"Kenapa harus malu?"


"Aku pikir dia pasti seorang Idol, setelah aku pergi banyak gadis-gadis yang membicarakannya." Jelas Sakura.


Syaoran pun sedikit mengulum senyumnya. "Aku bukanlah Idol, bahkan kamu lah Idol bagiku Sakura.." Ucapnya dalam hati.


.....


Tiba tiba sebuah cup coklat panas bertumpu di atas kepala Syaoran.


"Whoaaa apa ini!!" Teriak Syaoran.


"Hey Kids!!" Tiba tiba Touya datang menghampiri kedua anak remaja tersebut.


"Onii-chan!!!".


Sakura dan Syaoran pun terkejut dengan kedatangan Touya yang tiba-tiba itu.


"Kakak jangan bertindak seenaknya terus dong pada Li!!" Sakura sangat marah pada sang kakak, Touya.


Syaoran masih mengusap-usap bekas rambutnya yang terkena panasnya cup coklat tadi.


"Ini untuk mu, terima kasih sudah membantu adikku" Tiba-tiba Touya menyodorkan segelas coklat panas bermerk Star*bucks nya kepada Syaoran, akan tetapi Touya tidak mau melihat ke arah nya. Lalu anak muda itupun menerima nya.


"Arigatou" Ucap Syaoran sambil membatin "Kak Touya memang suka berbuat seenaknya, tapi keliatannya dia mulai bersikap baik padaku."


"Kakak mau makan bento bersamaku?" Sakura menawari Kakaknya Touya untuk makan bento bersama, namun bukan Touya jika tanpa bersikap usil pada sang adik.


"Di depan anak ini kau berpura pura menawariku! di rumah saja kau makannya menambah terus hingga badanmu setinggi Kaiju(monster)". Sambil tersenyum licik ke arah Sakura.


"Oniiii-chan!!!" Sakura sangat geram pada sang Kakak sampai2 wajahnya berubah menjadi mode ingin mengamuk. Namun sebelum itu terjadi, satu cup coklat panas juga disodorkan padanya, dan amarah Sakura sedikit meredam.


Syaoran hanya mengulum senyumnya yang samar-samar ketika melihat ke akraban kakak beradik kinomoto tersebut. Dia pun kembali mengingat Kak Nakuru, berharap bisa segera mempertemukan Nakuru dan Touya.


..."Agar semua jelas.. Dan tidak ada kebohongan yang di tutup-tutupi lagi"...


"Bagaimana Oni-chan tau aku berada di sini bersama Li, dan bukankah kakak masih bekerja paruh waktu di Resto Hotpot yang ramai itu". tanya Sakura.


"Dimanapun kau bersama brat ini maka kakak bisa langsung tau posisi dimana kalian berada!!!".


Mendengar perkataan memyindir Touya, Syaoran kembali tertegun. Dan secara bersamaan ponselnya bergetar.


"Drrrt"


Kemudian Syaoran segera membalas chat dari Fuutie tersebut, "Aku masih di AEON, kakak mau kesini?"


"Tunggu ya, 10 menit lagi kakak sampai, biar kita bisa pulang bareng" balasan Fuutie.


"Apakah kak Nakuru ikut bersamamu?" tanya syaoran.


"Nakuru sudah pulang duluan tadi, katanya ayahnya sakit". Balas Fuutie


"Ayah kak Nakuru Sakit? Sepertinya ini belum waktu yang tepat, Namun setidaknya kak Touya akan lebih sering datang ke sini untuk menjemput Sakura" Kata Syaoran dalam hati.


...


"Sakura, kakak ambil motor dari parkiran dulu ya" Ucap Touya pada sang adik, yang kemudian melirik Syaoran mengkode untuk menjaga adiknya lagi.


Syaoran pun tersenyum kaku.


..........


Kediaman keluarga Akizuki,


"Ayah... Jaga diri ayah baik-baik, jangan sampai ayah terlalu memaksakan diri...."


Nakuru memijit-mijit kaki sang ayah yang terbaring di sebuah tempat tidur.


"Nakuru, ayah sudah semakin tua, ayah khawatir padamu nak" Ucap sang ayah lirih.


"Ayah ini bicara apa? Saat ini Nakuru sudah ada di sisi ayah lagi, apapun yang ayah butuhkan pasti Nakuru akan wujudkan apapun itu!" Ucap gadis bermata hitam itu.


"Ayah hanya ingin kau segera menemukan pendamping hidup"


..."Pendamping... Hidup...?"...


"Ayah membesarkan mu seorang diri dan berharap suatu saat kau akan menikah dengan lelaki pilihan mu serta ayah akan berada di sana sebagai saksi cinta kalian berdua" Kata sang Ayah dengan penuh kelembutan.


"Ayah..." Nakuru tak bisa menjawab pertanyaan sang ayah, Namun tatapannya tak dapat mengingkari perasaan dalam hatinya, Mata nakuru mulai berkaca kaca.


"Selagi ayah masih memiliki umur nak" sambung sang Ayah sambil tersenyum penuh harap pada anak gadisnya Nakuru.


Perkataan sang ayah seketika memecah tangis Nakuru hingga dirinya tak sanggup lagi menahan air mata. Nakuru hanya memeluk sayang ayah dan menangis sampai terisak-isak.


Setelah sedikit tenang Nakuru berbicara kembali dengan sang ayah "Ayah.. Ayah tidak boleh berbicara seperti itu lagi! Nakuru ingin melihat ayah sehat terus dan menemani Nakuru sampai Nakuru menikah dan memiliki banyak anak, ayah harus janji!!".


"Memangnya kau sudah punya kekasih ya?" tanya sang Ayah sambil menatap penuh tanya pada anak gadis nya yang tomboy itu.


"Kekasih..... hehe belum" Kata Nakuru cengengesan.


"Berjanjilah pada Ayah suatu hari nanti kau akan memperkenalkannya pada ayah sebelum dia melamarmu" pinta Tuan Kakeru ayah Nakuru.


Nakuru hanya kembali memeluk sang ayah dengan hangat tanpa menolak ataupun mengiyakan permintaannya.


............


"Kenapa telingaku rasanya gatal sekali, pasti kalian tadi membicarakanku ya!!!" Touya datang lagi sekembalinya dari mengambil Motor di tempat parkiran Mall dan langsung menuduh Syaoran dan Sakura sedang membicarakannya.


"Tidak ada yang membicarakan kakak kok, Percaya diri sekali sih!!" Sakura pun marah atas tuduhan adiknya sambil menyilangkan kedua lengannya.


Kemudian Syaoran kembali mendapat lirikan tajam dari Touya.


"Naikklah Sakura" Ajak Touya pada sang adik.


Kemudian Sakura segera membonceng dan kemudian melambaikan tangannya pada Syaoran.


"Hati hati dijalan ya"


"Haikk.. Li-kun juga hati-hati di jalan pulangnya ya"


"Baik"


Mereka pun berlalu dan Fuutie pun tiba tiba datang menghampiri Syaoran,


"Siapa mereka? kelihatannya kalian akrab sekali"


"Eh... Kak Fuutie" Syaoran terkejut karena Fuutie tiba-tiba datang dan menanyakan hal tersebut.


"Adikku sudah bisa menyembunyikan sesuatu dari kakaknya ya" Gurau Fuutie.


"Dia temanku" Tegas Syaoran sambil masih menatap kearah jalanan yang tadi dlewati Sakura dan kakaknya Touya.


Fuutie pun menatap adiknya lekat dengan tatapan curiga.


Bersambung,