My Prince From Hongkong

My Prince From Hongkong
"Interview palsu"


..."Sudah dilengkapi semua Fuutie surat kontrak kerjasama nya dengan PT.Moon Corp?"...


Yelan li kembali berbicara dengan anak Sulungnya sekaligus tangan kanan nya itu melalui panggilan Video call.


"Sudah lengkap mom, tapi aku masih ragu dengan tawaran Tuan Yue, lagipula aku sebaiknya survei lokasi dulu deh" Fuutie terlihat serius kali ini. Biasanya dia dengan mudah menerima tawaran kerja sama dengan para Klien asalkan menguntungkan untuk dirinya maupun perusahaannya.


Kali ini dia sangat berhati-hati, karena Klien nya mengajak membuka bisnis Kulinernya jauh di negara Singapura, sedangkan dia merasa belum siap untuk sering meninggalkan Syaoran adik bungsu nya itu. Dimana Syaoran merupakan tanggung jawabnya selama tinggal di Jepang.


"Kenapa kali ini kau ragu-ragu Fuutie? bukankah itu impianmu untuk melebarkan sayap bisnismu sampai ke negeri-negeri tetangga". Yelan pun mengingatkan Fuutie pada tujuan awalnya berbisnis kuliner.


"Lalu syaoran?"Fuutie nampak khawatir pada sang adik.


"Syaoran kan bersama Wey" Jawab Sang ibu.


"Baiklah kalau ibu memaksa, tetapi akan lebih baik jika aku meminta pendapat darinya dulu mengenai Proyek kerjasama ini" Kata Fuutie.


"Baiklah, sepulang dari kantor kau bicarakan dulu pada Syaoran secara baik baik". Ucap Yelan dalam.


"Setelah itu segera urus keberangkatanmu ke Singapura secepatnya, agar semuanya bisa segera dimulai, mengerti?" tambahnya.


"Baik ibu" Jawab Fuutie.


Kemudian Yelan menutup panggilan Video call itu. Dia pun duduk termenung di sebuah kursi di ruangan kerjanya yang luas, dia sedang fokus memikirkan Fuutie putri sulungnya dalam mengembangkan Bisnis kulinernya yang akan merambah ke Singapura. Begitupun Syaoran yang saat ini berada jauh dari nya "Semoga berjalan baik Fuutie, Syaoran pasti akan baik-baik saja" Harapnya dalam hati.


Di meja yang pernah menjadi meja kerja sang suami saat bekerja dirumah tersebut terdapat sebuah foto keluarga besar nya, Foto terakhir kali setelah kelulusan Syaoran sewaktu SMP. Dalam Foto itu Syaoran terlihat duduk di sebuah kursi bak singgasana sang Raja, dan berdiri di samping kanan nya Yelan, beserta keempat kakak Syaoran mengelilinginya sambil bergaya dengan versi masing masing.


"Suamiku.. Serigala kecil kita kini sudah beranjak dewasa, kau bahagia melihatnya dari sana bukan?" .Kata Yelan lirih dan dalam.


"Tess".


Tak terasa setetes air mata itu terjatuh tepat di atas foto Syaoran. Sejak kepergian sang suami, Yelan li bak kehilangan separuh nyawa dalam hidup nya. Dia nyaris tak pernah tersenyum seindah dulu lagi. Hidupnya seluruhnya hanya lah tersisa untuk anak anaknya. Tanggung jawabnya seorang diri.


.


.


.


"WAAAH! Mall nya besar sekali"


Sakura sangat kagum ketika dirinya dan Syaoran tiba di Mall AEON yang di dalamnya terdapat restoran keluarga Li, tempat dimana mereka berdua akan melakukan interview.


"Ayo masuk" Syaoran pun segera mengajak Sakura memasuki Mall terbesar di Tokyo tersebut.


"Tunggu dulu Li, Restoran yang akan kita lamar bernama "Li's Food&Co", ini bukan restoran milik keluargamu kan ?" tanya Sakura sambil menatap ke arah Syaoran dan mengernyitkan alisnya, seolah curiga.


"Tentu saja bukan, di Hongkong banyak sekali orang yang memiliki marga yang sama, namun bukan berarti kami masih saudara, jika Seluruh marga Li itu bersaudara maka Bruce li juga bisa dikatakan saudaraku". Kata Syaoran beralasan.


"Hahaha Kau ini bisa saja Li" Sakura malah tertawa. kemudian mereka melanjutkan perjalanannya ke arah resto yang dituju.


.....


Restoran Li's Food&Co


Di Meja receptionist,


"Permisi Kak, kami berdua ingin interview" Kata Syaoran pada seseorang di meja utama resto(milik keluarganya itu).


"Interview.. Sudah ada janji sebelumnya?" tanya penerima tamu itu.


"Tentu sudah, Silahkan kakak tanyakan pada Pak Terada"Jawab Syaoran singkat.


"Pak Terada, tapi... Beliau kan..."


Sebelum Receptionist itu melanjutkan perkataannya, Tiba-tiba datang seorang Pria hampir paruh baya berpakaian rapi datang menghampiri Syaoran dan Sakura.


"Hallo, mereka berdua ini tamu saya"Katanya.


"Oh begitu baik Pak" Receptionist itupun membungkukkan badannya.


"Selamat datang, perkenalkan saya 'Yoshiyuki Terada'" Pak Terada memberikan salam perkenalan pada Syaoran dan Sakura.



"Haikk Li Syaoran desu" Balas Syaoran.


"Haikk Sakura Kinomoto desu" susul Sakura yang juga memperkenalkan dirinya.


"Mari, Silahkan langsung ke ruangan saya" Ajak Pak Terada pada mereka berdua. Dengan sedikit tergesa-gesa, mereka pun mengikuti langkah kaki Kepala Chef tersebut.


Ruangan yang berada tepat di balik area receptionist itu ternyata cukup luas, terdapat sebuah meja kerja lengkap dengan kursinya, dua kursi tamu, beserta terdapat satu set sofa import dengan meja kaca minimalis di tengahnya.


Kemudian Pak Terada sebagai kepala chef sekaligus penanggung jawab Restoran Fuutie cabang baru di AEON ini mempersilahkan Syaoran dan Sakura untuk duduk.


Syaoran pun memekarkan sebuah senyuman kepada Pak Terada, teringat setelah dirinya mendapat izin dari kakaknya Fuutie untuk.berkerja parttime di sini, dia diberi nomer ponsel Chef Terada dan Syaoran pun pada saat itu langsung mengirimkan pesan pribadi padanya "Pak, jangan sampai teman saya besuk tahu tentang identitas saya" . Kemudian dibalasnya "Baik Li-san".


.......


Interview ini seharusnya dilakukan oleh HRD yang berada di kantor Pusat di mana Fuutie dan Nakuru berada, namun kita tahu Syaoran sebenarnya tidak membutuhkan interview ini, kan Resto ini milik keluarganya. Ini hanya formalitas untuk gadis yang kini berada sebelahnya. Segalanya telah diatur sedemikian rupa oleh Fuutie demi permintaan sang adik.


Terlihat pak Terada sedang memeriksa dengan seksama CV yang mereka bawa. Kemudian setelah beberapa menit ketengangan berlalu, dia mulai melontarkan beberapa pertanyaan interview untuk mereka.


"Mengapa kalian ingin bekerja di restoran ini?" Pertanyaan pertama dari Chef Terada.


“Siapa yang tidak mengenal Li's food&Co, Saya sangat menyukai pelayanan yang diberikan oleh restoran ini. Saya juga mendengar banyak respon positif baik dari media sosial maupun dari orang terdekat saya, bahwa perusahaan ini memiliki pelayanan yang baik. Oleh karena itu, saya sangat tertarik untuk bekerja di sini" Jawab Syaoran tanpa ragu sedikitpun.


"Baik, jawaban yang cukup lugas" tandas pak Terada. Kemudian dia melanjutkan wawancara nya,


"Apa?? jawaban Li sangat bagus, bagaimana jika tiba giliranku... " batin Sakura.


Kedua tangannya meremas roknya di bagian lutut, memperlihatkan kegugupannya. Syaoran pun menyadari hal tersebut, kemudian tangan kiri Syaoran meraih tangan kanan Sakura, dimana mereka memang duduk bersebelahan, dengan Syaoran berada di sebelah kanan Sakura.


"Tenanglah.. Kita pasti lulus interview" Ucap Syaoran pelan ke arah Sakura. Kemudian gadis itu serasa mendapat sumbangan energy oleh perkataan Syaoran tadi. Dia pun kembali bersemangat walaupun hatinya masih was-was.


Chef Terada yang tak sengaja melihat mereka yang terlalu akrab itu pun berdehem agak sedikit kencang seperti hendak menyadarkan dua insan yang sedang terlena itu "Ehm!!". Dan sukses membuat kedua nya terkaget dan kembali fokus pada perkataan bapak itu.


"Apakah sebelumnya kalian pernah bekerja di sebuah Restoran atau tempat yang menjual makanan atau minuman?


Sakura pun melirik Syaoran, dan pemuda itupun menganggukan sedikit kepalanya seolah mempersilahkan Sakura untuk menunjukkan kelebihan dalam dirinya.


"Sa-saya memang belum pernah bekerja bahkan di Restoran yang sebesar ini, namun saya sering membantu ayah saya untuk menyiapkan dan melayani pelanggan Mie Ramen nya"Jawab Sakura dengan gugup dan berusaha berkata yang sejujurnya.


"Mie Ramen? jadi Tuan Kinomoto adalah seorang Chef penjual Mie Ramen?" Pak Terada mencoba mencerna perkataan gadis lugu itu.


"I-iya Pak" Sakura tertunduk.


"Dia sudah terbiasa bertemu dan melayani banyak orang pak, sedang saya malah belum pernah melakukan hal yang seperti itu." sambung Syaoran.


"Wah kebetulan sekali ya" kata pak Terada dan mrlanjutkan interview mereka.


"Apa yang kamu sukai saat melayani orang lain Nona Kinomoto?"


"Saya suka melihat pelanggan tersenyum puas dengan pelayanan kami, itu sudah cukup" Jawab Sakura.


"Lalu ini pertanyaan terakhir namun sangat menentukan diterima atau tidak nya kalian untuk bisa bekerja.di Resto kami?"pertanyaan terakhir Pak Terada .


Hal apa yang tidak kalian sukai saat melayani pelanggan?"


"Hal yang mungkin tidak saya sukai saat bekerja adalah saat harus melayani pelanggan yang tidak menghargai orang lain.(Itu poin penting!!) Walaupun begitu, saya harus tetap profesional dan mengesampingkan emosi pribadi.” Jawab Syaoran lagi."


"Baik lah jawaban kalian berdua luar biasa, kesimpulannya.... kalian LuLus interview!" Seru pak Terada.


"Lulus ? Itu artinya kami diterima ?" Sakura bertanya tanya dan masih tak percaya bahwa dirinya diterima bekerja parti time di Restoran ini.


"Benar Kinomoto-san, Li-san, saya ucapkan selamat bergabung di Perusahaan kami dan selamat bekerja mulai.besuk." jawab Pak Terada memperjelas kembali perkataan nya.


"Li akhirnya kita diterima!!!" Teriak nya kegirangan sampai tak sengaja dirinya memeluk Li Syaoran.


Seketika wajah Syaoran memanas dan darah yang mengalir di seluruh tubuh sang Tuan muda itu serasa mendidih bagaikan air panas yang meletup letup.haha!


Untung Touya tidak melihat pemandangan ini, kalau dia tahu pasti Syaoran sudah dihabisinya.


Bersambung,