
"Kau mau Ice cream?"
Waktu menunjukkan pukul 16.00 namun cuaca masih terasa terik di musim ini.
Syaoran menunjuk ke sebuah Kedai yang menjual Ice cream.
"Mau".
Kebetulan si gadis imut ini sangat menyukai Ice cream.
"Sebaiknya belanjaan ini aku taruh dulu di keranjang sepeda mu ya".
"Iya Li, biar ku bantu" jawabnya ceria.
Syaoran berjalan ke arah kedai Ice cream tersebut, kemudian diikuti oleh Sakura.
Pemuda itupun menoleh,
"Kau tunggu di sini saja ya".
Syaoran menyuruh Sakura untuk menunggu di sebuah tempat duduk mirip seperti kursi di taman.
"Oh begitu, baik lah" Sakura menyetujuinya.
Syaoran ingat dia sudah tidak memiliki uang Cash , dia juga belum top up uang eletroniknya dia takut jika Sakura melihatnya menggunakan kartu Atm berwarna Goldnya dia akan curiga.
.....
"Haii silahkan" Penjual Ice cream itu menyambut tuan muda itu dengan sangat ramah.
"Pak, bisa kah saya membeli Ice cream menggunakan kartu ini?"
Tanya Syaoran berharap si penjual menyanggupi nya.
"Tentu saja bisa, kau mau ice cream rasa apa?".
Syukurlah.
"Tolong cokelat 1 dan Strawberry 1"
Syaoran menoleh lagi ke arah Sakura yang menunggu nya, Dia lupa bertanya dia suka rasa apa?
Namun semoga rasa apapun yang Syaoran berikan Sakura akan menyukainya.
"Ini".
Sebuah Ice cream rasa Strawberry disodorkan Syaoran untuk Sakura.
"Arigatou"
Syukurlah dia menerimanya. Mereka pun mengobrol sambil menikmati ice cream nya.
"Li..."
"Ya"
"Bolehkah aku bertanya?"
"Degh" Tiba tiba Syaoran melihat ke arah Sakura yang duduk di sebelahnya.
"Ada apa?" Tanya Syaoran.
"Kau tahu Horikoshi Gakuen ? sekolah populer yang tadi kita lewati?"
Kenapa tiba tiba gadis ini menanyakan hal itu pada Syaoran?
"hm aku tidak tahu, memangnya ada apa dengan sekolah itu?" jawab Syaoran pura pura tidak tahu.
"Dulu kak Touya juga bersekolah di sana".
"Apa?" Syaoran sontak kaget mendengar perkataan Sakura.
"Eh maaf mengagetkanmu ya" kata Sakura.
"Ah tidak apa apa? Lanjutkan saja ceritamu akan kudengarkan".
Syaoran membujuk Sakura agar bercerita apa yang sebenarnya terjadi.
"Dulu sewaktu masuk SMA awalnya kak Touya masuk ke SMA Seijo. Dia adalah murid yang berprestasi dan dia sangat berbakat dalam olahraga sepakbola" Kata Sakura.
Syaoran mengangguk pelan...
"Oh begitu, Lalu kenapa bisa tiba tiba masuk ke Horokoshi?"
"Karena prestasi nya itu dia ditawari beasiswa penuh oleh pihak Horikoshi jika mau pindah ke SMA nya" Sakura melanjutkan.
"Hmm begitu rupanya, Kakakmu sangat berbakat ya". Puji Syaoran pada Touya kakak Sakura.
"Tetapi...."
Sakura ingin melanjutkan ceritanya namun dia tidak mampu...
Tangan Syaoran menyentuh pundak Sakura,
Sontak Sakura menoleh ke arah Syaoran.
"Ceritakanlah, tidak apa apa..."
Sakura mengangguk.
.....
Flash back on
"Tap tap tap......"
Suara langkah kaki seorang murid SMA yang berlari di sebuah lorong kelas. Setiap langkah nya seperti diburu hantu.
"Minggir!!!"
Teriak murid itu pada murid murid lain yang berdiri dan juga yang melintas di depannya.
Dia berlari tunggang langgang tanpa mempedulikan apapun di depannya, dia sendiri tak mengerti apa kesalahan yang telah ia perbuat, yang dia tahu hanyalah lari dan menghindar untuk tetap selamat.
"Gubrakkk..... brakkkk...."
Kardus kardus kosong dan property sekolah di tabraki olehnya.
Sebab nya 3 orang murid lain yang berpenampilan lebih urakan darinya mengejarnya dengan penuh kemarahan. Hingga dia menemui sebuah ruangan buntu dengan dua buah jendela kecil untuk fentilasi udara terpampang disudut kiri dan kanannya.
"SIALLL!!?" Touya mendengus kesal.
"Di sini rupanya kau!!"
'Yue moon' Ketua gank SMA Horikoshi pada masa nya itu menghadang Touya seorang murid pindahan yang mendapatkan beasiswa penuh karena prestasinya dalam dunia atletik. Yue nampak sangar dan dingin dengan tampilan rambut putih panjang nya dan mata berwarna biru dengan pandangan kosongnya.
...Yue moon (Ketua gank SMA Horikoshi pada saat Touya masih duduk di kelas 1 SMA, dia juga teman sekelas Touya namun selalu membullying nya)....
"Pilih cara halus atau kasar?"
Sang Ketua gank itu menyeringai pada temannya yang tersudut di ruangan Gudang itu.
"Apa sebenarnya kesalahannku padamu dan teman teman mu!?".
Tanya Touya tak punya dosa di dalam keterpojokannya itu.
"Masih berani bertanya?" Yue malah berbalik tanya.
Di susul tawa dari kedua anggota gank lainnya.
"Ha ha ha ha ha"
"Hajarr!!!" Komando Yue pada bawahannya,
"Bagh bugh...sreett plakkkk" Touya dihajar 2 orang anggota gank yang tidak punya hati itu.
"Gubrakkkk..... " Touya tersungkur di bawah kaki Yue.
"Uuh... " rintihnya.
"Kau masih tidak sadar kesalahan mu?... Tidak tahu diri!!!"
Darah mengucur dari dahi dan pipi Touya karena di pukuli dan di tendang oleh kedua bawahan Yue.
Touya mencoba bangkit dari posisi nya, tidak mau di rendahkan oleh sesama manusia apalagi manusia seperti 'Yue' yang tidak lain seperti berandal yang hanya berpakaian anak sekolah.
"GREEPP....!!"
Bagian kerah Touya dicengkeram oleh Yue.
"Daripada kau ma*ti sia sia dan menyedihkan seperti ini, kuberi kau dua pilihan!! pilihlah sendiri, tinggalkan Nakuru atau tinggalkan sekolah ini!!!"
Gertak si ketua gank itu pada Touya. Dia akhirnya memberikan pilihan yang sangat sulit, karena bagi Touya pada satu sisi Nakuru adalah sahabatnya, dan di sisi lain Sekolah adalah masa depannya.
"Apa!? Nakuru?" Touya bergumam dalam hati.
Dia semakin lemah mendengar ancaman Yue, bukan karena dia lemah secara fisik ataupun mental nya, dia memiliki postur tubuh yang kuat dan atletis, dia tidak pernah membalas jika Yue dan gank nya selalu membully nya seperti ini, namun dia melemah karena mendengar nama gadis itu...'Nakuru'
........
"TOUYAA.....!!!!"
Tiba tiba seorang Gadis bersurai coklat panjang dan berponi itu membuka paksa pintu gudang tempat Yue dan ganknya mengeksekusi Touya.
..."Nakuru akizuki" Sahabat Touya (Dia cewek yang paling ramah dan baik hati yang Touya kenal di seluruh sekolah Horikoshi, karena murid lain tidak begitu menerima Touya sebagai murid pindahan dengan background bukan dari kalangan atas seperti yang lain)....
Tubuh Touya yang lemah seperti tidak bertulang hanya bisa pasrah dalam dekapan Nakuru.
Yue memutar bola mata nya merasa jengah melihat pemandangan ini,
Kemudian Nakuru melepas pelukannya itu meneliti setiap luka di wajah Touya sahabatnya.
"Maafkan aku tidak bisa menolongmu..."
Nakuru meneteskan air mata nya tetes demi tetes...
"Hik.. hiks..."
Touya pun mengusap pipi manis Nakuru menghapus segala beban dan kepiluan nya.
"Tenanglah.. Tidak apa apa". Ucap Touya.
"Sudah drama nya!?" Ucap Yue kasar pada mereka.
Touya dan Nakuru pun secara bersamaan menoleh ke arah yue.
Yue pun meilirik dua teman gank nya. Kemudian menunjuk Nakuru dan mengangguk. Bermaksud mengakhiri segala drama yang membakar hatinya semakin panas dan panas itu.
"Satt sett.."
Kedua teman Yue memegangi kedua tangan Nakuru, satu di sebelah kiri dan satu lagi sebelah kanan.
Touya yang terluka parah tidak sanggup menolong Nakuru.
"Na.. Ku.. ru..." ucap Touya.
"Touya!!!" ucap Nakuru.
"Sekarang kau lihat sendiri kan akibatnya telah mendekati Nakuru!".
Yue menggertak Touya sekali lagi sambil mencengkeram pipi Touya secara kasar.
"Ini terakhir kali nya Kau kuberi pilihan!! Jika kau mau Nakuru aman, Kau harus segera mengundurkan diri dari sekolah ini, PAHAM anak rendahan!!!!".
"Lepaskah!!! Kau keterlaluan Yue!!! Aku akan melaporkan mu pada Guru BK!!!".
Yue pun melirik tajam ke arah Nakuru.
"Kau lupa Nakuru bahwa guru BK, Kepala sekolah , bahkan Ayahmu semua tunduk pada Ayahku sebagai Donatur utama untuk murid beasiswa di sekolah ini!!".
Yue membentak Nakuru dan memperjelas kedudukan nya atau ayahnya di sekolah ini.
"Mereka akan lebih mempercayaiku daripada anak Orang rendahan ini!!"
"Pretekk" Tangan touya mencengkeram sampai ruas ruas tulang jarinya bergemeretak .
Dia tak terima atas hinaan demi hinaan yang hampir setiap hari dia dapatkan dari murid murid itu, tak terkecuali murid lain yang masih satu kelas dengannya.
Setali dengan Touya Nakuru pun memberontak sekapan tangan kedua murid berandal itu.
"Grrrt"....
"Wadouww kamu cewek apa macan!!" keluh anggota gank itu.
Nakuru menggigit tangan salah satu bawahan Yue , dan menendang yang satunya.
"Waduhh tenaga nya lumayan juga" keluh yang satunya lagi.
Nakuru kembali mendekati Touya, Membantunya untuk bangun, dan dia menatap dalam mata Touya yang legam itu.
"Tinggalkan dia.. Atau Keluar dari Sekolah ini mengerti!" Tantang Yue sebelum pergi meninggalkan mereka berdua.
Kemudian Yue memberi isyarat kepada kedua anggota ganknya dengan mengarahkan wajahnya keluar pintu. Lalu ketiga pemuda kejam itupun pergi.
"Jangan kau hiraukan perkataan mereka, aku akan tetap melaporkan kejadian ini pada ayahku" (Ayah nakuru merupakan salah satu pengurus sekolah itu). Nakuru mencoba menghibur dan berniat membantu Touya.
"Terima kasih, tapi kali ini sudah diluar batas.."
Hati Touya sangat bergemuruh, dia sangat merasa terintimidasi dan tertindas selama bersekolah ditempat ini. Awalnya dia sangat senang bisa bersekolah di tempat Favorit dan terbaik di Kotanya, namun setelah mengetahui segala intrik dan konflik didalamnya dia mulai berubah fikiran.
Namun dia tidak mau diam saja dan pasrah, Kali ini dia ingin membalas mereka.
"Touya!!" Nakuru menahan Touya agar masalah ini tidak semakin rumit .
Karena apapun yang dilakukan Touya, akhirnya Touya juga yang akan disalahkan. Karena Touya dianggap remeh dan rendah oleh semuanya.
Sebuah balok kayu tumpul di raih Touya, seketika dia bangun dan menyebut nama ketua gank berandal itu.
"Yue moon!! Hanya disitu kemampuanmu menindas orang lain!!!?"
Touya bangkit dan berdiri mengumpulkan tenaga yang tersisa.
"Oh kau masih berani ya!!" Seringai Yue dan kedua temannya yang berjalan belum terlalu jauh dari ruangan buntu itu.
"Duakkk... Duakkk... Gubrakkk"
Salah satu teman Yue terkena pukulan balok Touya dan terjatuh.
Satu lagi teman Yue tidak diam saja, dia juga meraih balok kayu lain di sisi gudang itu.
"Daak duukk"
Mereka berdua beradu balok kayu.
"Satt". Balok kayu teman Yue terbang terpental oleh serangan Touya.
Touya langsung mengarahkan balok itu ke perut berandal itu.
"Gubrakk... " sementara orang itu jatuh terduduk di depannya.
Mata Touya menatap tajam ke arah Yue.
Yue pun mendengus,
"Ternyata kau berani juga membalas! Ku kira selama ini kau pengecutt!!".
"Hm" Touya tersenyum sengit walau wajahnya masih berdarah darah.
"Hiyaaaa!!!"
Dia menyerang Yue, namun Yue menahan serangan itu dengan memegang ujung balok tumpul itu.
"Kau tidak akan pernah bisa menyentuhku anak kaum rendahan!!!".
Touya semakin menguat dengan setiap hinaan Yue.
Tongkat itu sengaja dibuang kesamping oleh Touya, dan dengan sekali tendangan kuatnya Yue tersungkur...
"Duakkk... Gubrakkk"
Yue kesakitan sampai setengah pingsan.
Kemudian Touya terjongkok di depannya.
"Kau boleh menghina ku tapi tidak dengan kedua Orang tuaku!!"
Yue tak bisa berkata kata kasar lagi, bahkan satu kata pun tak bisa dia keluarkan. Tendangan seorang Touya sang atlit Sepakbola ini memang tidak diragukan lagi akibatnya.
"Setelah ini terserah jika kau akan laporkan aku pada guru BK!! Aku sudah tak peduli lagi".
Touya bangun dan menoleh ke arah Nakuru.
Nakuru hanya tercengang dan menutupi kedua mulutnya yang menganga.
"Touya ... Kau... "
Nakuru masih tak percaya, Touya akan memilih keluar dari sekolah itu.
...............
Di depan pintu gerbang Horikoshi sore itu...
Touya yang dianggap lemah itu, ternyata hanya berjuang menjaga nama baik dan kelakuannya di Sekolah impiannya itu, karena dia memang hanya anak yang menerima beasiswa dan tidak lebih.
Yue dan gank nya ikut menyaksikan perpisahan nya dengan Nakuru.
"Maafkan aku.. Nakuru...jaga dirimu baik baik.."
Suara Touya lirih dan dalam. Sedikit senyuman mengembang di sudut bibir pemuda itu.
"Touya.. Kau tidak seharusnya melakukan ini!! Aku bisa membantumu untuk tetap bertahan di Sekolah ini"
Nakuru masih menginginkan sahabatnya ini bertahan dan menjalani sekolah bersama sama dengan nya.
Namun tekad Touya sudah bulat, dia akan kembali ke sekolah lama nya SMA Seijo.
Touya mulai berjalan keluar gerbang, tangan Nakuru meraih tangan Touya.
Touya pun menoleh ke belakang tempat Nakuru berdiri dengan menahan air matanya,
Satu tangan Touya yang lain menyingkirkan tangan Nakuru dengan lembut.
"Aku berjanji kelak kita akan berjumpa lagi".
Sebuah jari kelingking di sodorkan Touya kepada Nakuru.
Nakuru pun menghapus air mata nya dan menyambut kelingking Touya dengan kelingkingnya...
......................
Flash back off
Bersambung,