
...AEON mall Meguro city....
"Drrrt... Drrrt... " Ponsel Syaoran bergetar saat Fuutie kakaknya menelepon.
"Hallo Syaoran" sapa Fuutie.
"Ya kak, ada apa?" balas Syaoran.
"Kau sudah sampai di AEON?" tanya fuutie.
"Aku sedang menuju kesana bersama Wey-san". Jelas Syaoran.
"Baik lah, nanti kita ketemu di sana ya!" Ajak Fuutie.
"Hm, kakak lupa aku tidak ingin yang lain tahu bahwa aku adik kak Fuutie" Syaoran mengingatkan kakaknya.
"Hohohohoo baiklah jadi kita akan ber-acting! nih" Fuutie pun tertawa lepas.
"Tidak lucu kak" Syaoran pun sedikit marah.
"Baiklah aku akan sampai dalam 15 menit ya, kamu tunggu disana kalau kamu sampai terlebih dulu, kita bertemu di luar mall saja agar tidak ada yang melihat" Kata Fuutie.
"Itu terdengar lebih baik, lalu... Apakah kak Nakuru bersama mu? tanya Syaoran.
"Nakuru ada nih, mau ngomong?" tanya Fuutie.
"Tidak, nanti saja".
Syaoran tidak ingin berbicara dengan Nakuru lewat panggilan telepon, karena tentu nya akan lebih baik berbicara secara langsung tentang semua hal yang ingin dia tanyakan , salah satunya tentang kemunculan Yue moon dan ulahnya pagi tadi yang seolah-olah terkesan sedang mendekati kakaknya 'Fuutie'.
"See you dearest" tutup Fuutie.
.......
"Ckiiittttt!!!"..... ( Motor Touya berhenti).
Seorang gadis berambut coklat keemasan turun dari jok belakang motor Touya. Nampak Mata Emerald yang temaram itu memandang ke sekeliling nya seperti hendak mencari-cari seseorang yang telah berjanji akan menantinya di taman kecil itu.
"Sepertinya bocah itu belum sampai"
Touya kakak gadis itupun ikut mencari keberadaan Syaoran yang telah berjanji akan menemui Sakura di taman kecil di teras samping Mall besar tersebut.
.....
Tidak lama sebuah mobil B*MW berwarna hitam berjalan pelan ke arah mereka.
"Astaga! Bukankah itu mereka" Syaoran tiba tiba terkejut melihat Sakura dan Touya telah sampai terlebih dahulu di pelataran Mall Aeon.
Dia langsung menunduk bersembunyi di dalam mobil mewahnya itu agar tak terlihat oleh Touya dan Sakura"Semoga mereka tak melihat wajahku" Ucapnya dalam hati.
"Ada apa Syaoran-sama" Wey pun bertanya tanya kepada Majikan kecil nya itu.
"Sssttt jangan menoleh ke arahku Wey, aku tidak ingin gadis itu melihatku".
Wey pun mengamati ke arah samping mobil dan mendapati Sakura sedang berada disana, kemudian dia menggelengkan kepalanya pelan melihat tingkah konyol Syaoran.
Setelah mobil Syaoran melewati Sakura, Syaoran menyuruh Wey menurunkan nya. "Wey, turunkan aku di sini saja". Kemudian Syaoran turun dari mobil nya melalui pintu sebelah kanan dan mengendap-endap agar tak terlihat oleh kedua kakak beradik kinomoto yang telah menunggunya itu. Kemudian Wey pun pergi sesuai perintahnya.
Tiba tiba saat Syaoran mengendap-endap datanglah Fuutie yang juga baru saja sampai di Mall tersebut seraya memanggil nama adiknya itu "Syaoran!!". Seketika Serigala itu terkaget bukan main.
"Astaga kak Fuutie , kak Nakuru!!! Ops!!" Syaoran lalu menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
........
Sementara di Taman kecil tadi,
"Sakura , Sepertinya itu temanmu"
"Apa? Dimana Li?".
Touya menunjuk ke arah Syaoran yang berada di Pintu utama Mall besar itu. Tuan muda itupun terlihat sedang mengobrol akrab dengan Fuutie kakaknya. Lantas Touya mengajak sakura menghampirinya "Ayo kakak antar kesana".
"Haikk" jawab Sakura.
Berlanjut di pintu masuk Mall Aeon,
"Kakak... kenapa kakak mengagetkanku!" Protes Syaoran dengan suara pelan.
"Memangnya ada apa Syaoran? Kan ini di luar Mall, tidak ada karyawan yang melihat kita kok! Sanggah Fuutie.
"Iya aku tahu tapi..."
Belum sampai Syaoran meneruskan perkataannya, Sakura datang menghampiri nya bersamaan dengan Touya yang berada di belakang sang adik.
"Astaga!!! Kami-sama... Sakura dan kak Touya!???" Ucap Syaoran dalam hati, dia amat sangat terkejut.
Nakuru pun tak kalah terkejut, Dirinya yang daritadi berdiri di belakang Fuutie terperangah, dia ingin menyebut nama Pria yang telah sekian lama tak dijumpai nya lagi selama 6 tahun terakhir. Sedangkan Touya memandangi nya dari ujung kaki hingga ujung kepala, "Nakuru?" Ucap Touya yang tak sengaja menyebut nama gadis yang dulunya tomboy yang kini berubah menjadi feminim itu.
"Apa?! kak Nakuru?" Sakura pun ikut terkejut dan tak menyangka ternyata Nakuru adalah seorang wanita yang sangat cantik dan bertubuh langsing ideal
...Dan kini mereka semua telah bertemu.......
"Jadi kalian saling mengenal?" Fuutie pun menunjuk ke arah Nakuru dan Touya yang masih saling bertatap-tatapan.
"I-i iya" Jawab Nakuru sambil menundukkan wajahnya malu dan menyelipkan sedikit anak rambutnya ke balik telinga nya.
"Sudah lama tak bertemu" Touya pun menyodorkan tangan nya bermaksud mengajak Nakuru berjabat tangan. Bak gayung bersambut Nakuru pun menjabat tangan Touya walaupun masih terlihat gugup.
"Kebetulan sekali ya, Nakuru siapa Pria tampan ini?" tanya Fuutie.
Nakuru masih menunduk malu,"Nona Fuutie.. Pria ini... Dia.. dia..." Nakuru hendak mengenalkan Touya pada Fuutie namun gagal karena kegugupannya, kemudian Touya yang peka pun melanjutkan nya,
"Kami dulu teman satu SMA Nona... " Touya pun menaikan sedikit alisnya hendak bertanya nama Nona cantik atasan Nakuru tersebut.
Fuutie pun langsung memperkenalkan diri nya pada Touya "Hajimemashite, watashi wa Li Fuutie to moushimasu, douzo yoroshiku onegai itashimasu."
(Salam kenal, saya adalah Li Fuutie, senang berkenalan denganmu) Ucap Fuutie.
"Hajimemashite, watashi wa Touya Kinomoto, kochirakoso douzo yoroshiku onegaishimasu."
(Salam kenal, saya adalah Touya Kinomoto, saya juga senang berkenalan dengan anda). Balas Touya juga memperkenalkan diri pada Fuutie.
"Haikkk"Kemudian kedua nya saling membungkukkan badan.
"Lalu siapa nona cantik ini?" Kemudian Fuutie melihat kearah sakura dan memegangi dagunya yang bulat seperti kebanyakan gadis kawai di Jepang.
Syaoran pun tidak tahan melihat kakaknya ingin berkenalan dengan Sakura. Akhirnya dia menarik tangan Sakura dan segera mengajaknya bergegas pergi dari suasana canggung baginya itu.
"Maaf kan kami, kami harus segera masuk untuk bekerja" Syaoran membungkuk kepada Touya dan Nakuru, termasuk pada Fuutie juga kakaknya lalu pergi meninggalkan ketiganya.
"Heyy kids!!" Touya seketika marah karena Sakura di bawa kabur begitu saja oleh Syaoran.
"????" Fuutie pun bertanya tanya dalam hati.
"Maafkan saya sebelumnya, dia adalah adik saya 'Sakura Kinomoto', dan yang bersamanya itu temannya". Namun Touya masih memperkenalkannya pada Fuutie walau Orang yang di kenalkan lebih dahulu pergi.
"Apa?? jadi selama ini Syaoran diam-diam berteman dengan gadis imut tadi? Dasar serigala kecil!" batin Fuutie.
"Haikk, terima kasih Kinomoto-san Kalian boleh lanjutkan ngobrolnya di dalam dengan Nakuru sekretaris saya, silahkan" Fuutie dengan ramah mempersilahkan Touya dan Nakuru untuk bertemu kangen setelah sekian lama tak bersua dan nampaknya ada perasaan yang lain yang masih terpendam diantara mereka.
"Terima kasih Nona Li, akan tetapi saya harus segera pergi ke tempat saya bekerja paruh waktu" Touya meminta diri untuk segera pamit, namun Pemilik mata hitam legam itu masih sedikit melirik ke arah Nakuru.
"Nakuru, kasih dong kartu nama kamu, barangkali kinomoto-san ingin menelpon mu Hahahaha!" Fuutie menengahi suasana canggung Nakuru.
"Ba- baik Nona i-i- ini" kemudian sebuah kartu nama diserahkan pada Touya. Nakuru menunduk dan kedua tangannya menyerahkan kartu nama nya.
"Arigatou Gozaimasu" Touya membungkuk pada Fuutie dan pada Nakuru. Begitupun kedua wanita karier tersebut membalas sopan santun Touya yang juga membungkuk. Lalu Touya pun pergi.
"Nakuru!!" Panggil Fuutie.
"I-iya Nona Fuutie"Jawab Nakuru.
"Dia Cinta pertamamu ya?" Goda Fuutie pada sekretaris nya yang wajahnya merona seperti udang rebus tersebut.
"Nona Fuutie i-itu tidak benar, kami.hanya berteman kok" Nakuru menutupi hubungannya dengan Touya.
"Kamu tidak boleh berbohong padaku, tau!" Fuutie menyipitkan matanya dan melirik Nakuru tajam.
"Sudahlah Nona ayo lekas masuk, Terada-san sudah menanti anda Nona...." Nakuru pun mengalihkan Keingintahuan Fuutie tentang hubungannya dengan kakak Sakura itu.
.
.
.
Touya merasa hidupnya telah kembali. Senyuman kecil mengembang di sudut bibir pria dingin itu. Kemudian dilihatnya lagi sebuah kartu nama pemberian Nakuru.
..."Aku tak akan meninggalkan dirimu lagi, Nakuru...." Ucapnya dalam hati...
Bersambung,