My Prince From Hongkong

My Prince From Hongkong
"Persiapan pembukaan Restoran baru Fuutie"


Di ruang Manager "Nn.Fuutie Li"


"Nona Nakuru Akizuki"


"Haii"


Seorang receptionist memanggil nama seorang gadis yang pada hari ini berpenampilan sangat feminim. Nakuru memakai setelan kemeja berlengan panjang dan Rok span nya, rambutnya dibiarkan tergerai namun di jepit bagian kanan dan kirinya supaya lebih rapih, tidak lupa sepatu highheels nya yang menambah kesan elegan untuk gadis cantik itu.


"Silahkan masuk nona" kata receptiomist itu.


"Terima kasih".


Nakuru tampak gugup sekali, karena ini adalah panggilan interview pertamanya.


"Silahkan masuk"


Sambutan hangat dari seorang Fuutie li.


"Terima kasih Nona" jawab Nakuru sembari membungkukkan badan nya.


Begitu pula dibalas oleh Fuutie.


"Silahkan duduk Nona Akizuki" pinta Fuutie.


"Arigatou Gozaimazu" jawab Nakuru.


"Kau tahu sudah ada berapa kandidat yang sudah saya interview"Kata Fuutie.


"hm maaf saya tidak tahu Nona" jawab Nakuru.


"Baiklah kau satu dari 4 kandidat terkuat, saya sudah membaca semua Cv kalian dan rata rata kemampuan kalian sama, dapat berbahasa inggris, mandarin, dan jepang tingkat N1, lalu yang saya ingin tanyakan, apa kelebihan mu daripada yang lain?" Tanya Fuutie dengan santai namun tetap serius.


"Saya.. Saya akan berusaha yang terbaik yang saya bisa saya lakukan untuk perusahaan ini Nona" Jawab Nakuru.


"Yang kamu bisa apa?" tanya Fuutie lagi.


"Saya bisa mengerjakan apapun yang Nona tugaskan pada saya". Jawab Nakuru.


"Kalau saya tugaskan kamu terjun dari lantai 5 , bisa juga?" Tanya Fuutie menjebak.


"Maksud anda....?" Nakuru tercengang.


"Sebagai seorang sekretaris pribadi atau orang yang paling dekat dengan saya, yang paling bisa saya percayai untuk membantu pekerjaan saya, kamu tidak boleh hanya menurut pada saya, kamu juga harus mengingatkan saya jika saya salah, kamu juga harus ikut andil dalam mengambil keputusan, kamu juga yang akan menggantikan saya jika saya sedang tidak.berada di tempat!!, jadi tidak boleh hanya menurut saja!!!". Jelas Fuutie.


Fuutie memang wanita yang lembut dan peyayang pada adiknya dan keluarganya namun dia akan berubah menjadi wanita yang tegas dan profesional ketika berada di kantornya.


"Ba-ba baik Nona, maafkan saya".


Nakuru sangat terlihat gugup sehingga tangannya gemetaran.


"Baik kuberi kau kesempatan, kau pernah bersekolah di Horikoshi Gakuen?".tanya Fuutie.


"I-iya Nona". Jawab Nakuru.


"Kau pasti dari keluarga kaya raya bisa bersekolah di sana?". Tanya Fuutie.


"T-tidak juga Nona Fuutie, Ayah saya saja dulu salah satu pengurus sekolah itu, dan kebetulan saya bisa masuk kesana karena mendapat beasiswa" Kata Nakuru.


"Hm begitu, Beasiswa di Horikoshi tidak diberikan cuma cuma lho, terus kamu punya keahlian apa?" tanya Fuutie.


"Saya kebetulan atlit Judo nona".


"Judo?" tanya Fuutie.


"Iya nona"


Nakuru hanya menunduk ke bawah; dia takut tidak bakal diterima bekerja di perusahaan Fuutie li.


"Baik lah kapan kapan perlihatkan padaku Keahlian Judo mu itu ya!!".


Nakuru mendongak ke arah Fuutie yang sedang berdiri di samping meja kerjanya dan menyilangkan kedua tangannya.


Nakuru bertanya lagi meminta kejelasan pada sang manager.


"Ya kau bisa mulai bekerja hari ini". Fuutie akhirnya menerima Nakuru sebagai Sekretaris pribadinya.


"Syukurlah.....Arigatou Nona Li"


Nakuru langsung memberi hormat beberapa kali pada Fuutie lalu dia memegang kedua tangan Fuutie yang kini telah resmi menjadi bosnya.


"Pasti ayah saya akan sangat bahagia Nona, terimakasih banyak nona".


Fuutie hanya bengong melihat tingkah Nakuru yang berlebihan.


"Iya iya, sekarang kau urus dokumen perjanjian dulu, setelah selesai kau baru kembali kesini, mengerti!" Suruh Fuutie.


"Haiiiii" Suara Nakuru nyaring sekali sampai telinga Fuutie berdengung dan ditutupi olehnya.


"Astaga semoga aku tidak salah pilih orang" gumamnya.


Nakuru pun keluar dari ruangan Fuutie.


"Aku harus segera menelepon Syaoran agar dia sampai tepat waktu" Ucap Fuutie.


Sore ini Syaoran nampaknya sudah bersiap menyusul kakaknya Fuutie ke sebuah Mall, Dia memakai t-shirt putih, jaket berwarna beige, Short pants chino berwarna abutua yang sangat cocok dipadukan dengan sepatu sneakersnya. Gaya sederhana namun klasik ini tentu saja akan meningkatkan tampilan nya terlihat lebih tampan dan stylish.


"Wey-san aku sudah siap".


"Baik Syaoran-sama".


Kemudian mereka bergegas menuju Mall AEON.


"Brummmm...."


..........


Sementara,


Berlokasi di lantai 1 blok ke 2 dalam mall terbesar di Jepang tersebut, semua karyawan sedang sibuk sekali, ada yang bertugas memindah mindah kan barang, ada yang bertugas mengecek stok bahan makanan, bagian dapur, bagian interior, juga ada yang sedang menyiapkan sound system dan peralatan panggung untuk artis pembuka, dan ada yang menyiapkan property untuk soft opening dan banyak lagi lainnya.


Berbicara mengenai restoran Li's Food&co, restoran milik keluarga Li ini memang mengusung konsep restoran mandarin dan dimsum, sama seperti yang sudah dibuka sebelumnya. Ada banyak sekali varian menu oriental yang mereka miliki. Salah satu yang paling sering dipesan adalah Jamur Shimeji. Semua dimsumnya juga tidak kalah recommended, Ada Siew Mai Ayam, Cha Siew Pau, Hakau, Lumpia Goreng Kulit Tahu, atau Bakpau Talas, dan masih banyak lainnya.


Namun karena lokasi nya yang berada di Jepang Resto ini juga menyuguhkan menu menu masakan jepang seperti Sushi, Sashimi. Japanese BBQ juga ada di sini. Konsep penyajiannya all you can eat sehingga para pelanggan dapat lebih puas menikmati nya. Aneka daging seperti karubi, rosu, suki shabu bisa dipesan untuk menu makan siang. Dan semua yang disajikan selalu fresh, dimarinasi dengan baik, bertekstur tebal, dan terasa enak meski tidak dimakan bersama saus celupannya.


"SUGHOI!!"


Fuutie menyambut kedatangan sang adik dengan gayanya yang selalu membuat Syaoran tersipu.


"Wey-san terima kasih kau sudah mengantar si ganteng ini". Fuutie juga berterima kasih pada Wey.


"Sama sama nona Fuutie, Tetapi saya ingin langsung pulang karena ada yang harus saya kerjakan" kata Wey.


"Ada yang ingin kau kerjakan Wey?" tanya Fuutie pada kakek itu.


"Saya harus mempersiapkan materi untuk latihan Bela diri Tuan muda Li besuk" jawab wey.


Seketika muka Syaoran yang tadinya cool manjadi sedikit berubah sedikit takut, karena dia teringat ketika latihan dirinya akan dilatih dengan keras oleh Wey.


Wey pun pergi.


"Syaoran, kamu duduk sini dulu ya, aku mau kenalin kamu sama sekretaris baru kakak" kata Fuutie.


"Ah" Syaoran hanya mengiyakan.


"Nona Akizuki!!!"


Syaoran tersentak kaget mendengar sebuah nama itu, dia membulatkan kedua matanya, lalu menoleh ke arah dimana kakaknya memanggil gadis bernama belakang Akizuki.


..." Apakah dia..... "...


Bersambung,