
.......
Hotel Marina Bay Sands, Singapore.
Kini tibalah Fuutie berserta Yue dan rombongan di sebuah Hotel iconic yang menjulang tinggi di atas teluk Marina, Hotel ini menawarkan berbagai fasilitas premium tentunya. Saat mereka memasuki loby Hotel seorang pelayan menyambut kedatangan rombongan big boss itu dengan suguhan Welcome drink yang tampak menyegarkan.
"Terasa seperti Infused water" Kata Fuutie setelah meneguk minuman dingin di dalam gelas penuh buah buahan yang telah di cacah tersebut.
"Bagaimana rasanya Nona Fuutie?" Tanya Yue.
"Not bad, seger sih.. tetapi aku tidak suka tambahan timun di dalamnya terasa aneh" Ungkap Fuutie sambil memperlihatkan mimik wajah kurang menikmati.
"Indra perasa anda sangat tajam, sungguh mengagumkan Nona Fuutie" Puji Yue pada wanita cantik dan berkelas itu.
"Ah...biasa saja Tuan Yue" Fuutie pun tersipu.
"Tunggu sampai aku mendapatkanmu Nona Hongkong" Sumpah Yue dalam hatinya.
Lalu setelah meminum welcome drink mereka, Kemudian para pelayan Hotel pun segera mengantar mereka naik ke kamar yang telah Yue dan para staff nya pesan untuk Fuutie dan para rombongannya dari Jepang.
"Mari silahkan" Pelayan mempersilahkan mereka masuk terlebih dulu ke dalam Lift.
..."Presidential Suite Marina Bay Sands"....
...Kamar tempat Fuutie menginap selama berada di Singapura....
Kamar terwahid di Hotel Marina bay Sands inilah kamar sang bisnis women Fuutie li. Kamar dengan harga $ 12.000 Dolar Singapura atau sekitar Rp170 juta per malam ini memliki dekorasi kayu gelap bergaya kontemporer dan lantai dengan karpet, kamar yang telah didukung dengan akses Wi-Fi, TV kabel layar datar dengan saluran internasional, jendela besar menyuguhkan cakrawala Singapura yang indah. Sementara, kamar mandi pribadi menyediakan fasilitas shower dan perlengkapan mandi dengan Bathtub yang menghadap ke laut atau lebih tepatnya menghadap ke Teluk Marina.
Sedangkan para Staff dan bodyguard Fuutie berada di kamar yang berbeda-beda yang berada di lantai bawah.
Setelah para bodyguard Fuutie membawakan koper sang majikan ke dalam Kamar mewah itu, mereka pun pergi ke kamar masing-masing untuk beristirahat. Begitupun Yue moon, setelahnya dia berpamitan untuk pulang ke apartement nya, tentu saja seorang Bisnisman baru itu sudah mengeksplor negeri Singapura terlebih dahulu sebelum Fuutie, maka dia telah berhasil membeli apartement milik pribadinya di Negara kota tersebut.
"See you tomorrow Nona Fuutie" Ucap pria bermata dingin itu.
"See u Yue - san" Balas Fuutie dengan melemparkan senyum manis nya.
.....
"Fiuhhhhh.... Pegeeeeeellll... Capeeeekkk!!!"
Fuutie menghempaskan badannya ke atas bed berukuran King size nya. Lalu di ambilnya Handphone yang berada di dalam tasnya yang juga ikut terhempas di atas bed mewah itu.
Di tekan nya Nomer Kontak seseorang,
.......
Di Counter Dapur utama,
"Aku rasa tidak ada yang perlu di bicarakan denganmu" Sakura membuang wajahnya ke samping dan tidak mau menatap ke wajah pemuda yang penuh harap di hadapannya.
"Kau yakin?" Syaoran memasang wajah memelasnya, dia berusaha menundukkan emosinya.
"Sakura kau masih di sini, cepat layani tamu di meja 10!" Seru Masashi san pada gadis yang sedang terpojok oleh tuan muda Li itu.
Syaoran pun menyingkir dan mempersilahkan Sakura lewat, namun sebelum Sakura melewati nya dia meraih tangan Sakura lagi, kemudian dibisikannya sebuah kalimat "Nanti malam aku akan datang ke rumahmu". Namun Syaoran tak mendapatkan jawaban apapun dari gadis itu.
"Tuan muda apa ada yang kau butuhkan sehingga kau memasuki ruangan dapur kotor ini?" Tanya Masashi khawatir.
"Tidak, terima kasih Masashi-san" Ucapnya dingin. Sehingga membuat Masashi bergidik ngeri.
Syaoran pun kembali ke ruangan VIP room tempat teman-temannya menunggunya.
"Settt" Secarik kertas yang telah di remas dan terjatuh di lantai itu dipungut oleh seseorang. Mungkin Sakura tak sengaja menjatuhkan nya saat bersama Syaoran tadi.
"Hallo Fuutie... Nampaknya ada sebuah drama romance di dalam Restoranmu".
Terada-san yang baru saja kembali dari toilet itu pun mengangkat telepon dari Fuutie bos nya. Fuutie sering menceritakan segala apapun tentang bisnis dan kehidupan pribadinya pada kepala chef sekaligus sahabatnya itu.
"Maksud mu siapa Terada? picisan banget sih candaanmu itu!!" Fuutie pun tertawa.
"Aku tidak bercanda, dengar ya.. Kau ini seharusnya belajar tentang 'Cinta' pada pakarnya!" Tegur Terada.
"Hahh! Siapa? 'Yoshiyuki Terada' ya kan!!"
"Bukan.. Tetapi Adik laki-lakimu"
"Syaoran??" Fuutie pun seketika terkejut dan terduduk dari posisi rebahan nya tadi.
.......
Ruang VIP room,
"Boleh aku bergabung?"
Seorang gadis yang telah absen beberapa hari dari kegiatan sekolah nya itu tiba-tiba datang dan menghampiri Syaoran dan teman-temannya di ruangan VIP room resto Keluarga Li.
"Shinomoto-san...." Tomoyo pun sedikit teregun melihat kedatangan Akiho dengan membawa seorang cowok yang tidak kalah tampan dari sang tuan muda Li.
"Hey kamu.. duduk saja masih ada kursi kosong di sana!" tunjuk Syaoran ke arah kursi yang terletak di ujung meja panjang mereka.
Untuk sejenak Syaoran merasa terkejut dan khawatir dengan kedatangan Akiho, namun dia pun berusaha untuk tenang apalagi ini di restoran jadi siapa saja bisa datang kesini.
"Arigatou Li-kun" Akiho pun tersenyum.
"Hey siapa nih! Cowok kamu?" Tanya Cerberus.
"Hey Bro!" Sapa Spinel.
Si cowok yang di ajak oleh Akiho pun bersalaman dan memperkenalkan dirinya dengan Spinel dan cerberus serta yang lainnya, Namun Akiho tak menggubris ramah tamah perkenalan cowok yang dia ajak dengan Cerberus dan Spinel. Dirinya yang merasa paling tercantik itu pun memandang cowok yang berdiri di sampingnya sembari kembali menatap syaoran yang sama sekali tidak memperdulikan kedatangannya.
"Li, kenalkan ini cowokku "Yoru Sumino" (tidak ada visual). Akiho dengan keangkuhannya memperkenalkan cowok itu pada Syaoran.
Syaoran yang berwajah serius itupun merasa lega karena mulai kini Akiho tak akan mengganggunya lagi karena dia telah memiliki kekasih "Perkenalkan Li Syaoran" Dia pun menjabat tangan cowok berambut green black dan bermata biru Onic itu.
"Senang berkenalan denganmu" kedua pemuda itu pun saling melempar senyum hangat saat berkenalan. Sedikit senyum sinis di wajah Akihopun dapat dengan mudah di tangkap oleh kepekaan dari seorang Tomoyo daidouji.
..."Cowok akiho? Apa dia sudah benar-benar move on dari Li-kun?" Tomoyo pun bertanya dalam hati...
..............