
............
"Perkenalkan namaku Li Syaoran"
Syaoran menatap tajam mata gadis ber irish pink di hadapannya. Lantas dia menanyakan sesuatu yang sedikit menohok "Apakah kau mengenal seseorang yang bernama 'Yue Moon' ?"
"Oh.. Kak Yue" Jawab gadis itu dengan sedikit bermimik wajah sedikit kaku.
"Iya"
"Dia kakakku".
Kemudian gadis itu tersenyum seolah membenarkan perkataan tuan muda itu. Untuk sesaat Syaoran merasa ada perasaan aneh yang dia rasakan saat dia menyebut nama Yue di depan Ruby.
"Senang bertemu denganmu Li, aku sangat menyukai konten-kontenmu". Ucap gadis bersurai pink panjang sepunggung tersebut. Dia mengalihkan arah pembicaraan Syaoran tentang kakaknya 'Yue'. Seolah ada sesuatu yang dia sembunyikan. Namun Syaoran tak ingin terlalu ikut campur dalam hubungan persaudaraan gadis itu dengan kakaknya Yue.
"Arigatou, suatu kehormatan jika kau mengapresiasi kontenku" Ucap Syaoran dan tersenyum.
"Sama-sama Li" balas Ruby.
"Wah kalian cocok sekali ya.. Sama-sama suka dengan segala yang berbau 'Game'" Ucap Tomoyo.
Gadis bermata Pink tersebut sedikit tersipu malu, sedangkan Syaoran hanya menatap ke arah Tomoyo "Kan sama-sama Gamer, jadi harus saling dukung lah?"sanggah Syaoran sambil melipat kedua tangannya.
Kemudian Syaoran mengarahkan pandangannya kembali pada Ruby, "Apakah kedatanganmu kesini untuk bergabung dengan team ku?" tanya pemuda itu.
Tomoyo pun tersenyum pada Ruby dan mengangguk.
"Bergabung?" Ruby pun melihat kearah Tomoyo.
"Iya, Untuk Turnament nanti team Li masih butuh 1 orang anggota lagi Ruby, kau mau kan?" Tomoyo membujuk Ruby sambil memegang sebelah tangan nya dan sedikit menggoyangkannya agar gadis itu menerima ajakan Li.
"Baik lah... Tapi dengan 1 syarat!" Gadis itu kembali menatap tajam pada Syaoran.
.....
Kediaman Sakura,
Di pemukiman yang jauh dari kata mewah itu, Touya kakak Sakura baru saja pulang berkuliah, Tadi pagi dia berangkat pagi sekali sehingga tidak sempat berbincang dengan keluarganya apalagi Sakura.
"Ibu, apa yang terjadi dengan Sakura semalam?"
Touya membantu sang ibu yang sedang menyiapkan makan siang untuk mereka bertiga.
"Ibu kira kau lebih tahu tentang apa yang terjadi pada adikmu, Touya?".
Nadeshiko menatap wajah anak laki-lakinya yang sedang melihat ke arah nampan yang akan dia bawa ke meja makan mereka.
Touya pun membalas pandangan sang ibu, "Aku.."
Sebuah tangan halus membelai lembut wajah Pemuda dengan raut wajah tampan dan serius itu. "Kalian itu bersaudara, maka harus saling memahami bukan?".
"Ibu... maksudmu?".
"Semalam ketika pulang bekerja paruh waktu, Sakura menangis tanpa henti". Nadeshiko menjelaskan.
Mereka berdua berbincang sambil membawa menu makan siang mereka ke meja makan. Menu makan siang Keluarga Kinomoto kali ini berupa menu sederhana namun tetap sehat dan bergizi, berupa Nasi, tumis daging telur dan sayuran, dan sup tofu rumput laut, yang telah di bagi ke dalam loyang mereka masing - masing yang tiap lauknya telah dipisah-pisahkan kedalam mangkuk-mangkuk kecil.
Kemudian Ibu Touya, Nadeshiko kembali melanjutkan perkataannya "Kau pasti lebih tahu tentang Sakura dan Li pemuda dari Hongkong itu kan, Touya?".
"Ibu... Sebenarnya bocah itu telah berbohong tentang identitasnya pada kita dan juga... pada Sakura..." Touya menunduk lesu dan ikut bersedih tentang Sakura.
"Tadaima..." Sang ayah pun pulang sebentar meninggalkan kedai Mie ramen nya untuk istirahat makan siang.
"Okaeri..." Nadeshiko menyahut salam suaminya.
"Touya, kau sudah pulang". Tanya sang ayah.
"Kenapa wajahmu lesu begitu, sudahlah ayo makan siang bersama dulu" Ajak sang Ayah.
"Itadakimasu....!" Mereka bertiga makan bersama.
"Ayah, bagaimana jika sebaiknya Touya yang memberitahu anak muda itu agar tidak datang kesini lagi?". Nadeshiko memulai pembicaraan dengan suaminya.
"Kenapa ibu egois sekali, belum tentu anak muda itu menyembunyikan identitas nya karena bermaksud buruk pada Sakura, buktinya dia selalu membantu Sakura, dia pun juga baik dan sopan pada kita, juga Touya.... " Fujitaka memberi pendapatnya dan kemudian melihat Touya.
"Ya.. Tapi tetap saja ayah, bagiku Sakura juga tidak salah. Siapa yang tidak sakit hati bila di bohongi" sanggah Touya pada sang ayah.
"Perkataan kalian berdua memang benar, tapi semua keputusan ada di tangan Sakura, jika dia akan memaafkan Li kita tak bisa melarangnya namun jika Sakura benar-benar ingin menjauhi pemuda itu kita juga hanya bisa mendampinginya dan menyemangatinya."
Touya dan Ibunya Nadeshiko nampak masih belum bisa menerima keputusan bijak dari Fujitaka sang kepala keluarga. Namun jika memang itu yang terbaik untuk si bungsu Sakura mereka pun akan menerimanya.
Beberapa saat kemudian Fujitaka menyelesaikan makan siang nya terlebih dulu "gochicosama desita... Terima kasih istriku sayang atas makan siangnya yang lezat ini" Fujitaka tersenyum pada Nadeshiko.
"Sama-sama suamiku..."
Setelah selesai makan siang bersama Touya pun menelepon Nakuru.
.....
"Hallo, Touya ada apa?".
Nakuru nampak sibuk di dalam ruangan nya, karena saat ini dirinya hanya seorang diri mewakili pekerjaan Fuutie di kantor.
"Kelihatannya kau sedang sibuk sekali Nakuru?" Tanya Touya merasa khawatir.
"I-iya Touya... Huffttt Lumayan sekali... karena ada beberapa pekerjaan Nona Fuutie yang seharusnya dia kerjakan menjadi tanggung jawabku saat ini...." Nakuru sedikit mengeluh dan memanja pada Touya.
"Jadi bocah itu ditinggal pergi oleh kakaknya ke Luar negeri?" Tanya Touya.
"Iya Touya, Nona Fuutie sedang pergi ke Singapura bersama Tuan Moon" Jawab Nakuru.
"Siapa katamu, 'Tuan Moon ?" Tanya Touya dengan memasang wajah serius.
"Eh.. Apa aku belum bercerita padamu ya Touya bahwa klien di perusahaan Nona Fuutie kali ini adalah Yue Moon, teman SMA kita dulu". Nakuru menjelaskan.
"Ooh.. Jadi kau masih sering berjumpa dengan nya si 'Yue' itu?" Touya sedikit murung.
"A-ano... Bukan seperti itu Touya, aku juga baru saja berjumpa dengan nya, aku sama sekali tidak menyangka bahwa klien Nona Fuutie itu dia...aku benar benar... "
"Sudahlah Nakuru.. tidak perlu di fikirkan" Touya memotong perkataan Nakuru.
"Touya, apakah kau marah padaku?..." Nakuru cemas.
"Tidak sama sekali" Touya memejamkan matanya dan menghela nafasnya kasar.
..."Aku tahu kau sebenarnya marah padaku Touya" Ucap Nakuru dalam hati....
"Baiklah...Adakah yang ingin kau bicarakan padaku Touya ?" Nakuru kembali serius.
"Sebenarnya aku ingin memberitahumu tentang Sakura..." Touya dengan wajah dinginnya mengutarakan yang sebenarnya terjadi pada sang adik.
"Astaga.. apa yang terjadi pada adikmu Touya??" Nakuru pun terperanjat dan seketika khawatir pada Sakura.
"Semalam sepulang dari Aeon kata ibu dia menangis karena bocah itu... hmm harus ku apakan dia berani-berani nya menyakiti Sakura" Touya mengancam dalam hati.
"Tenang dulu Touya... Aku, aku akan meminta penjelasan Li-san tentang hal ini, aku berjanji aku akan mengembalikan senyum Sakura lagi, kau percaya padaku kan, Touya!" Nakuru sangat bersemangat.
"Baiklah, aku percaya Nakuru kalian kan sama-sama wanita pasti kau bisa memahami perasaan Sakura" Ucap Touya penuh harap.
"Nah, kalau begitu aku lanjutkan dulu perkerjaan ku ya Touya-kun, kau jangan lupa makan siang ya..." Nakuru mengingatkan.
"Aku baru saja makan siang dengan ayah dan ibu, kau yang jangan lupa makan siang ya Bos Nakuru!" Goda Touya.
"Astaga... Touya! Jangan berkata seperti itu, aku kan cuma sekretaris nona Fuutie tahu!!". Seketika Nakuru mengerucutkan bibirnya merasa Touya keterlaluan menggodanya.
"Iya maafkan saya ya Nona Nakuru yang baik dan cantik.." Gurau Touya lagi.
Wajah Nakuru yang sedang ngambek pun berubah merona.
"Dasar Touya Baka!! kalau begitu tunggu kabar dariku ya!" balas Nakuru.
"Baiklah Nakuru istirahatlah dulu, sudah waktunya jam makan siang, Ok?" Touya bergantian mengingatkan Nakuru.
"Arigatou Touya-kun!" Ucap Nakuru bersemangat.
"またね"
"Mata ne" balas Touya.
.....
"Yue kembali ke dunia ku dan Nakuru, Lalu ada hubungan apa dia dengan kakak dari bocah itu?" Touya memikirkan hal yang tidak-tidak setelah mengetahui Yue muncul dalam kehidupannya kembali.
.
.
.
.
Changi Airport Singapore,
...Salah satu Arsitektur mengagumkan bandar udara terbaik di Dunia....
Petang ini sekitar pukul 18.00 waktu setempat, Fuutie li dan Yue moon telah landing di bandar udara internasional Changi airport Singapore. Setelah melewati kurang lebih 8 jam penerbangan Fuutie merasa sangat lelah dan cukup merasa jet lag. Hingga dia berjalan sedikit merasa lemah.
Saat para Bos besar dua perusahaan itu berjalan bersama, ada seorang lelaki yang lewat di depan Fuutie dan tidak berhati-hati sehingga tak sengaja menyenggol tubuh Fuutie yang sedang jet lag.
"Akkhh hati-hati dong!!" Fuutie berteriak.
Dirinya yang kehilangan keseimbangan pun hampir terjatuh. Namun tak disangka tangan kekar Yue dengan sigap menopang tubuh Fuutie yang ramping dan ideal. Seketika orang-orang yang berada di bandara canggih itu yang melihat mereka pun merasa kagum. Bagaimana tidak Fuutie yang tampil anggun dan cantik berada dalam pelukan Yue yang bermata dingin kebiruan dan betubuh tegap maskulin.
...Degh degh... "Tuan Yue dilihat dari dekat seperti ini, sangat tampan" kata Fuutie dalam hati....
Bersambung,