
"Drrrtt... Drrrtttt"
"Hallo adikku sayang... Kau sudah pulang?".
Fuutie terlihat sedang berbaring santai di atas ranjang kamar Hotel Presidential Suite-nya yang empuk dan nyaman sembari menelepon adik laki-laki terkecilnya.
"Ah(ya)".
Syaoran menjawab tanpa expresi yang diharapkan penelepon menawan itu.
"Kenapa wajahmu ditekuk gitu.... Kau kalah main game ya?"Tebak Fuutie dengan candaannya.
"Tidak apa-apa, aku menang kok". Sanggah pemilik rambut acak-acak an berponi sampai menutupi jidadnya yang mulus itu.
"Hey... Mana ada menang bermain game, tapi malah kusut begitu mukanya, cerita dong sama kakak!" Telisik Wanita yang tengah mengenakan baju tidur tersebut.
"Aku tidak apa-apa kak!" Jawab Syaoran terlihat kesal.
"Hmm... baiklah adikku sedang badmood keliatannya.. " Fuutie pun memahami.
"Kapan kakak sampai di Singapura?" Syaoran tiba-tiba menanyakan perihal lain agar kakaknya Fuutie tak terus-terusan menginterogasinya.
"Oh... Nice... Tadi dear pukul 18.00 lah...hey Kapan-kapan kakak ajak kamu liiburan ke sini ya, Negara kecil ini mengagumkan Syaoran. Dimana-mana banyak Robot, orang-orang nya juga sibuk sekali, dan ini negara yang maju tak beda jauh dengan Jepang lah" Fuutie menjelaskan.
"Hm, keren" Jawab syaoran lugas.
"Kau ini selalu dingin seperti es ya" Ledek Futie.
"...." Syaoran terdiam.
"Kakak heran siapa yang sanggup mencairkan serigala dingin ini hahahaha". Fuutie.menggoda adiknya yang sedang dalam mood buruk.
..."Tidak ada" batin Syaoran....
"Apa yang terjadi dengan anak ini, susah sekali diajak bicara" tanya Fuutie dalam hati.
"Ehhm! Kalau gitu kamu istirahat ya dear". kata Fuutie.
"Ah(ya)" balas syaoran.
Panggilan video call itupun berakhir.
....
Pov Syaoran On,
Apakah aku harus meghapus semua ingatanku tentang mu...
Tentang wajahmu..
Tentang Senyummu..
Tentang dirimu...
Tentang kenangan kita?...
Tapi maaf aku tak mampu...
"Aku yakin kau akan kembali.. Kepadaku..."
"Kami-sama....jika dia memang ditakdirkan bersamaku maka kembalikan lah dia padaku, namun jika dia bukan sahabat yang baik untukku, maka ijinkan aku untuk bisa melupakannya..."
benar-benar melupakan nya...
Pov Syaoran Off,
.............
Di kamar sederhana yang terletak tepat bersebelahan dengan kamar Touya itu seorang gadis sedang duduk dilantai, ia bersimpuh dan termenung. Dia mencoba menarik nafas sangat dalam, dan "Fiuhh" menghembuskannya. Berkali kali iya lakukan akan tetapi itu hanyalah usaha yang sia-sia saja.
"Tok.. Tok.."
Terdengar suara ketukan pintu menyeruak seakan yang berada di balik pintu sudah tak sabar untuk minta dibukakan secepat nya.
"Krieeet.."
"Kak Nakuru".
Sakura sontak terhenyak ketika melihat gadis berambut coklat panjang dan berwajah V shape itu menyapa nya.
"Helllo Sakura..." Senyum Nakuru menyerbu pandangannya.
Sakura nampak gugup dengan kedatangan Nakuru ke rumahnya atau lebih tepatnya ingin masuk ke kamarnya.
"Gyoza hangat untukmu..."
Nakuru membawakan gadis muda itu makanan yang berasal dari Tiongkok itu untuk nya.
"Ti-tidak perlu repot-repot kak Nakuru, aku akan turun ke bawah" Sakura menolak secara halus.
"Emm.. Aku boleh masuk ke kamarmu?" Pinta Nakuru.
"Eh... Boleh saja, si-silahkan tapi kamarku sedikit berantakan" Ucap Sakura merendah.
Nakuru pun menolah-noleh melihat seisi kamar Sakura yang dipenuhi perabotan sederhana berwarna Pink. Dia nampak kagum melihat ke sekeliling kamar gadis ini rapi dan manis.
"Tidak masalah, kamarku lebih buruk, haha! " balas Nakuru ceria.
Mereka pun duduk kembali di lantai kamar diatas selembar karpet. Kemudian Nakuru meletakkan Gyoza yang ia bawa, beserta celupannya di depan Sakura.
"Silahkan Sakura" .
"I-iya, tapi aku tidak lapar". Sakura tersenyum kembali.
"Kalau kau tak mau memakannya, nanti kak Touya marah!" Bisik Nakuru sambil mengarahkan suaranya ke telinga Sakura.
"Hatttsiiiiiiiiii!!!!" Suara bersin Touya yang sedang menguping mereka berdua di balik pintu kamar Sakura.
"Hah??" dua gadis itu sedikit kaget dengan keberadaan Touya di balik pintu, lalu tertawa bersamaan.
"Haha.. Haha"
Kedatangan Nakuru memang tepat, Sakura bisa mulai membuka dirinya. Lalu Nakuru mencoba mencairkan suasana, dia berkata "Ehm.. Sebelumnya aku mau kau berjanji padaku Sakura".
"Berjanji untuk apa kak?" Sakura memiringkan kepalanya bertanya-tanya.
"Berjanji untuk tidak membohongi dirimu sendiri" Ucap Nakuru tegas.
"Aku...maksud kakak?" Ucap Sakura pelan.
"Tuan muda Li, kau tahu?" Tandas Nakuru.
Sakura kembali berkaca-kaca, setelah selesai menangis apakah dia harus melakukannya lagi.. Menangis bukanlah sebuah solusi bukan?.
Nakuru yang sudah sedikit dewasa dibandingkan Sakura kemudian meraih kedua tangan lentik Sakura.
"Apakah dia itu orang yang tidak baik?" tanya Nakuru.
"Eh.. " Sakura menggelengkan kepalanya.
"Apakah dia berbuat buruk padamu?". Nakuru bertanya lagi.
"Eh .." Sakura menggeleng lagi.
"Apakah kau membencinya Sakura-chan?".Tanya Nakuru lagi sembari memegang dagu Sakura secara halus.
"Aku.. " Sakura tak dapat menjelaskan apa yang ingin dia katakan.
Nakuru pun mengangguk pelan dan menatap kedua irish emerald itu dalam, seolah memahami cara menarik jawaban orang agar mau melanjutkan perkataan mereka yang disembunyikan.
Pelukan manja dari seorang gadis yang lebih muda diterima Nakuru. Kemudian Nakuru pun membalas pelukan itu. "Tenanglah... Tenang ada kakak disini." Nakuru mengelus-elus punggung Sakura perlahan agar dirinya tenang.
"Aku telah menyuruhnya untuk melupakanku kak..." Sakura menjelaskan.
"Itu sangat menyakitkan Sakura". Sahut Nakuru kecewa atas keputusan Sakura yang gegabah.
Kemudian Sakura melepas pelukannya pada Nakuru. "Aku.. Aku rasa aku tidak pantas untuk berteman dengannya.. Li adalah..."
"Set!" Jari telunjuk Nakuru diletakkan di depan wajah sakura dan hampir mengenai bibirnya.
"Dia masih sahabatmu, kamu tahu itu" Nakuru pun tersenyum
"Tidak mungkin kak! aku sudah menyuruhnya untuk tidak menemuiku lagi.. Aku sudah memutuskan persahabatanku dengan nya".
"Kau tega sekali Sakura...".
Nakuru berkata pelan namun penuh penekanan.
"Aku tega?".
"Ya".
"Tahukah kau Sakura, Li-san saat pertama kali menginjakkan kaki di Jepang dia telah mengharapkan mu". Ucap Nakuru.
"Apa? Maksud kakak? Tanya Sakura polos.
"Dia pernah melihatmu ketika bersepeda
di perempatan jalan Shinjuku, jadi kau tidak tahu itu Sakura?"
Sakura pun mengingat momen ketika dia bersepeda , dia pun menatap Nakuru sedih dan tak percaya.
"Dia juga melawan anak-anak punk itu pada malam hari untuk mengejarmu meminta berkenalan, Sakura!".
Sakura mulai membeliakkan kedua matanya,. mengingat kejadian malam itu.
"Namun Li-san sengaja tidak mau kau mengetahui identitasnya terlebih dahulu, itu karena Touya, kau tahu?!".
Sakura berkaca-kaca lagi, mengingat semua moment yang pernah terjadi di antara dirinya dan Syaoran.
"Aku tidak mengira kenapa Li begitu ingin menjadikanku sahabatnya?" Sakura bertanya apa ada ya.
..."Itu karena dia menyukaimu Sakura-chan" Batin Nakuru...
"Ku harap kalian akan segera berbaikan, itu akan lebih baik".
Perkataan Nakuru membuat hati gadis itu bergejolak, Sakura sangat bimbang dan takut.
"Aku tidak mengerti kenapa Li berbuat semua ini kepadaku! Dia seperti mempermainkan ku kak Nakuru!".
Kemudian Nakuru pun menyentuh dada Sakura di bagian atas.
"Tanyakan pada yang berada disini" tunjuk Nakuru pada dada Sakura.
"Ano.." Sakura masih bingung.
"Semua yang telah terjadi jangan pernah kau sesali, karena masalalu kita adalah versi terbaik dari diri kita sendiri, hargailah dirimu sendiri Sakura, dengarkanlah apa kata hatimu jangan egomu".
Sakura memejamkan matanya. Dia mengingat kembali ketika Syaoran selalu berusaha menjaganya dan membantunya dengan baik.
"Sekarang sudah malam habiskan Gzoya mu ya, setelah itu beristirahatlah." Nakuru pun berdiri dan hendak meninggalkan Sakura.
"Haiik" Jawab Sakura patuh.
"Arigatou Nakuru-san"
"Arogatou Sakura-chan"
Nakurupun tersenyum lega dan keluar dari kamar Sakura.
....
"Ayo turun".
Ajak Nakuru pada Touya yang masih berada di balik pintu kamar Sakura.
"Sudah?" Tanya Cowok itu.
"Jaa... Sekarang tugasku telah selesai, Aku ingin pulang sekarang Touya-kun" Ucap Nakuru.
"Ok. Kau tunggu disini, aku ambil jaket dulu". Pinta Touya.
Kemudian Pria itu kembali ke atas untuk mengambil jaketnya di kamarnya.
Nakuru yang iseng pun menoleh kesana kemari, pandangannya tertuju pada sebuah Foto di meja pajang ruang tamu.
"Ini Touya?"
Dia bergumam dan menahan tawa nya saat melihat Foto bersama Touya saat pentas menjadi Cinderella Di SMA Shoujo. Ya! Touya lah yang menjadi Cinderella pada drama sekolah itu.
Sejenak Nakuru terkekeh sambil duduk di sofa ruang tamu keluarga itu.
...Foto zoom Touya saat drama sekolah....
"Heyyy!! Jangan sentuh foto itu!"
Touya nampak sangat malu fotonya yang konyol itu dilihat oleh Nakuru.
"Nakuru! serahkan Foto itu!" kata Touya sambil mengernyitkan dahi.
"Tidak akan, aku minta ya mau aku jadikan kenang-kenangan!" Sergah Nakuru.
"Tidak boleh!!" Tolak Touya.
"Siniiii" Touya pun mendekat ke arah Nakuru berebut foto yang memalukan baginya tersebut.
Nakuru yang tak bisa menggeser duduknya lagi akhirnya tersudut di tepian Sofa dan Touya yang hendak mengambil Foto ditangannya malah tak sengaja hampir menindih tubuh Nakuru, namun telah disangganya dengan lengannya tubuhnya itu.
...Sungguh pemandangan yang mendebarkan. "Degh degh"...
Tangan Touya memang berhasil merebut foto dirinya, namun matanya tak berhasil dijauhkan dari mata Nakuru yang indah. Posisi mereka memang sangat intends, tak mungkin mereka memungkiri bahwa hati mereka kini saling terpaut.
Wajah tegas itu hanya berada beberapa centi saja dari wajah tegas berkarakter Nakuru.
Nakuru tak sanggup mengontrol denyut jantungnya, dia pun hanya memiliki satu pilihan.
Menutup kedua matanya...
Merasakan nafas hangat Touya di atas wajahnya,
Begitupun Touya yang gugup tapi tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini, untuk melakukan nya dengan Nakuru... Tanpa ragu lagi Touya semakin mendekatkan wajahnya pada wajah gadis di hadapannya itu.
.
.
.
"Krieeet" (suara pintu terbuka)
"Tadaimaaa!!!!"
(Kami sudah pulang!!)
.........
Bersambung,