
Sesampainya di depan Gerbang rumah yang tinggi menjulang, terlihat sebuah rumah yang amat besar berlantai 3 dan terdapat air mancur bertingkat di halaman parkirnya, Sakura pun berhenti.
"Apakah benar ini rumah Li?". Gumam Sakura sambil mencocokkan nomer rumah dengan nomer yang ada pada alamat yang telah dikirimkan oleh Nakuru.
"Nomer 8, benar ini rumah..rumah...rumah Li?" Sakura yang masih terengah-engah karena berlari merasa takjub melihat rumah dengan penampakan mengagumkan dan luar biasa seperti itu.
"Ini bukan Rumah...melainkan ini sebuah Istana yang megah" Ucapnya dalam hati.
"Selamat sore Nona".
Seorang Security dari dalam pos di dalam gerbang area Mansion fuutie mendekati Sakura yang sedang berdiri di luar gerbang.
"Selamat sore pak" Sakura pun membalas sapaan seorang security keamanan.
"Ada kepentingan apa anda datang kemari dan menengok-nengok rumah bos saya" Petugas keamanan tersebut menanyai Sakura dengan nada yang agak tinggi.
"Sa- saya... Hendak bertemu Li". Jawab Sakura pelan.
"Hey, siapa gadis ini?"
Tiba-tiba datang satu orang security lagi menghampiri Sakura.
"Dia bilang ingin bertemu "Li"". Security pertama pun menjelaskan.
"Hahaha memang Tuan muda Li saudara mu seenaknya saja datang - datang bilang ingin bertemu! Lihat dirimu kau sepertinya dari Sekolah biasa! Mana mungkin Tuan muda mengenalmu! Teman-teman tuan muda itu sesama IDOL dan anak para Konglomerat." Ledek security kedua.
"Sudah lah kau bilang saja, kau ini penggemar Tuan muda kan? Dia itu memang tampan sama sepertiku, cuma beda nasip saja... aku menjadi Security dia jadi tuan muda dari Hongkong adiknya nyonya Fuutie li". Ejek Security pertama.
"Aku sahabat Li, aku ingin menjenguknya tolong pak ijinkan aku untuk masuk." Pinta Sakura dengan mengatupkan kedua tangannya di depan dada.
"Sungguh-sungguh gadis ini tidak tau malu, sudah disuruh pergi baik-baik tidak mau ya, jangan salahkan kami jika bertindak sedikit kasar ya nona!"
Sakura pun mengernyitkan alisnya.
.....
Di kamar Syaoran,
"Syaoran.. Jadilah penerus Li....jadilah Serigala yang kuat ya..."
Suara seorang laki-laki yang tak bisa Syaoran lihat wajahnya menggendong seorang anak kecil yang amat mirip dengan dirinya di kala kecil.
"Papapapapa....." Kata bayi itu pada laki-laki yang memggendongnya.
"Apakah kau ayahku?"
Syaoran bertanya kepada laki-laki yang bahkan tak dapat dia ingat seperti apa suaranya disaat dia kecil.
"Ayah.. Apakah itu kau?" Tanya nya lagi.
Dan laki-laki itu hanya menoleh kepadanya dengan wajah yang tetap tak bisa dilihat oleh Syaoran
"Kembalilah nak, jangan kemari". Ucap laki-laki itu.
"Aku ingin bersama ayah".Ucap Syaoran Lirih pada laki-laki yang dia yakini sebagai ayahnya tersebut.
"Kembalilah, dia telah datang... kembalilah kesana... Masih panjang jalan hidupmu nak!"
..."Kembalilah!!!."...
.......
"Ayo pergi dari sini! Mengganggu saja!"
"Tidak! Saya tidak akan pergi sebelum melihat keadaan Li!!".
Dua orang security itu memaksa Sakura untuk pergi menjauh dari gerbang mansion Fuutie.
"Berhenti!!! Lepaskan Nona itu!!"
Sakura dan kedua Security yang sedikit berbuat kasar itu pun menoleh ke arah sumber suara.
"Pak Wey!!" Ucap kedua Security itu.
"Ahk.." Sakura pun terhenyak dan hampir terjatuh karena tangannya tadi ditarik-tarik oleh kedua security itu dan kemudian dilepaskan ketika kedua Security mendengar perintah Wey-san.
"Dia sahabat tuan muda, persilahkan dia untuk masuk!" Titah Wey.
"Ba-baik!" . Kedua Security itupun tercengang heran den masih memandangi Sakura dari ujung rambut hingga ujung kaki ketika Sakura masuk kedalam gerbang "Apa tidak salah tuan muda Li punya sahabat yang seperti ini? Wajahnya sih lumayan cantik tapi kurasa dia bukan anak orang kaya seperti tuan muda"batin nya.
"Ma-maafkan kami Nona.. Kami tidak tahu kalau anda ternyata benar-benar teman Tuan muda". Kata security dengan penuh penyesalan.
"Tidak apa-apa". Ucap Sakura sopan.
Kemudian Wey membungkuk pada Sakura, "Maafkan atas penyambutan kami yang buruk Nona Sakura." Ucapnya sopan.
"Ti-tidak apa-apa Pak, Saya baik - baik saja kok, terima kasih Pak" Ucap Sakura sembari membungkukan badan.
"Perkenalkan saya Wang Wey, anda boleh memanggil saya Wey sama seperti tuan Muda."
"Arigatou Wey-san, perkenalkan saya..."
"Nona Sakura silahkan... tuan muda berada di dalam".
"Ano.." Sebelum sakura melanjutkan perkenalan dirinya Wey telah mengetahui namanya dan segera mempersilahkan Sakura untuk masuk."
.............
"Ayaaahh!!!!"
"Hosh.... hosh....." Syaoran terbangun dari mimpinya.
Dia terduduk dengan lemah karena kondisi nya yang sedang sakit. Dia mencoba menarik nafas nya dalam, dan mengeluarkannya perlahan "Fiuhh"....
"Ayah berkata dalam mimpiku tadi bahwa 'Dia telah datang?' Apa maksudnya?" Syaoran bertanya- tanya pada dirinya sendiri.
Lagu backsound dimainkan (Maaya Sakamoto/Platinum)
...I'M A DREAMER hisomu POWER...
...(Aku adalah seorang pemimpi, kekuatan yang tersembunyi)....
...Watashi no sekai...
...Yume to koi to fuan de dekiteru...
...(Duniaku,...
...Terbuat dari kegelisahan, cinta, dan mimpi)....
"Dia telah membuangku dalam kehidupannya..." Syaoran merasa tidak ada lagi harapan dalam hidupnya untuk bertemu lagi dengan Sakura.
...Demo souzou mo shinai mono kakureteru hazu...
...Sora ni mukau kigi no you ni anata o...
...(Seperti pohon yang berhadapan angkasa)...
...(Aku terus tidak lepas memandangimu)....
"Aku benar - benar bodoh, telah mengikuti intuisi -ku yang salah....." Ucapnya semakin kecewa.
...Massugu mitsumeteru...
...Mitsuketai naa kanaetai naa...
...(Aku ingin menemukannya, aku ingin mewujudkannya)...
...(Dengan hanya mempercayainya)...
"Akupun harus membuangnya.. Dan melupakan Sakura..." Syaoran Kembali menunduk.
.
.
.
.
"Li-kun.."
Kemudian suara lembut dari seorang gadis yang ingin dia hilangkan dari fikirannya kini terdengar jelas dari depan pintu kamarnya.
Syaoran pun menoleh dan menatap gadis Cherry blossom itu.
"Kau....?!"
Pov Syaoran,
Wajah gadis itu sangat manis seperti biasanya yang ku kenal,
Namun penampilannya sedikit berantakan,
Rambut coklat keemasannya yang terkena panas matahari,
Rona wajahnya yang berseri,
Garis senyumnya yang lembut,
Langkah nya pun semakin mendekat kepadaku,
"Kami-sama, apakah aku telah berada di Syurga-Mu, dan kau kirim dia sebagai bidadarinya...?"
"Kalau semua itu benar kenapa ayahku menyuruhku kembali?"
Coba ku pejamkan lagi mataku,
Tunggu beberapa detik,
Dan hadapi dunia nyata ini,
"Kenapa kau pejamkan matamu Li?" Ucap gadis itu,
Yang kemudian kubuka perlahan mataku, dan...
Kulihat dia berada tepat di hadapanku, Kutatap kerlingan mata emeraldnya yang selalu kurindukan itu...
"Kau nyata?"tanya ku padanya.
"Ini aku Li.. aku datang menjengukmu" Ucapnya dengan mata berkaca-kaca yang sunyi.
Aku hanya ingin memeluknya....
Memastikan dia benar-benar nyata dan bukan mimpi...
Kami-sama.... Terima kasih ternyata aku masih hidup, dan ternyata aku tidak sedang bermimpi...
Dia nyata,
Dia telah datang padaku,
Dan dia "Sakura".....
Pov Syaoran end,
...Utau you ni kiseki no you ni.........
...Omoi ga subete o kaete yuku yo.........
...Kitto kitto odoroku kurai.........
...(Bagaikan sebuah keajaiban yang seperti bernyanyi)...
...(Perasaan mengubah segalanya)...
...(Aku yakin, aku yakin itu sampai membuatmu terkejut)...
.....................
Bersambung,