
.....
"Wooo...wooo" Handphone Fuutie berdering.
"Ohayou Gozaimasu Fuutie-san" Suara seorang Lelaki yang telah dikenalnya menyapa Fuutie pagi ini.
"Ohayou.. Moon-san?" Jawab Fuutie.
"Apa anda telah menerima bunga pagi ini?" Tanya Yue.
"Wait!!.. Ini-ini-ini bunga dari anda?" Mata Fuutie membulat dan berkedip beberapa kali, Secara tak sadar dia sangat merasa terkejut karena Yue memberinya sebuah buket bunga seindah itu.
"Tentu saja untuk 美麗的女人
Měilì de nǚrén (wanita cantik)". Goda Yue pada Fuutie dalam panggilan telepon.
"hm?" Syaoran melirik ke arah Wey penuh tanya.
Wey pun kemudian tersenyum ramah pada tuan muda nya itu.
Syaoran sedikit kesal karena masih penasaran siapa pengirim bunga itu. (Sepertinya dia tertular syndrome sister complex-nya Touya).
Lantas Fuutie melanjutkan obrolannya "Arigatou gozaimasu Tuan Moon.. Karena sudah se-akrab ini boleh kah saya memanggil tuan dengan nama panggilan anda saja?"
"Silahkan Fuutie-san"Jawab Yue.
"Baiklah 'Yue-san', mengapa anda tiba-tiba mengirimkan bunga? Saya jadi sungkan" Kata Fuutie.
..."Yue-san? Yue moon!?? Apakah Klien kak Fuutie kali ini Yue teman SMA kak Nakuru dan kak Touya?"....
Syaoran mengerutkan alis nya yang tebal dan tegas itu. Dia amat terkejut kenapa pada saat dia akan mempertemukan Touya dan Nakuru muncul sosok Yue kembali dalam kehidupan mereka. Dia pun juga mulai curiga apa maksud Yue mengirimkan bunga kepada kakaknya. Namun beberapa Klien Fuutie memang suka bersikap demikian, suka mengirimkan bunga pada Fuutie.
"Memangnya tidak boleh saya mengirim kan sebuah simbol kekaguman saya kepada anda Nona Fuutie" Goda Yue lagi dalam panggilan telepon itu.
"Astaga... Anda bisa saja"Jawab Fuutie.
"Saat anda sampai di Ruang kerja nanti ada sedikit hadiah lagi untuk anda" tambah Yue lagi.
"Apa? hadiah?... Sebenarnya anda tak perlu repot-repot seperti itu tuan Yue". Fuutie pun masih tak percaya dengan perkataan Yue.
"Sama sekali tidak merepotkan.. Sampai jumpa nanti Nona Fuutie" pamit Yue.
"Haikk, sampai jumpa"
Fuutie pun menutup panggilan telepon Yue.
....
"Syaoran... Lihatlah bunga ini pemberian Klien kakak lho, cantik tidak?" tanya Fuutie pada sang adik sambil memperlihatkan buket bunga yang kemungkinan dari Yue tersebut.
"Iya, cantik kak" Ucap Syaoran dengan senyuman kecil. Kemudian dia berfikir, "Aku harus bertanya pada kak Nakuru tentang hal ini"
........
Setelah mereka selesai sarapan , Wey mengantar mereka sampai depan pintu, Lalu Fuutie berpesan pada Wey "Wey-san tolong nanti jemput Syaoran pulang sekolah ya, Lalu setelahnya antar dia ke Aeon untuk bekerja paruh waktu".
"Baik Nona Fuutie" Wey mengiyakan perintah Nona besar nya.
Saat Fuutie dan Syaoran telah menaiki mobil Fuutie yang telah di siapkan, tiba tiba "Tunggu Nona Fuutie..." Seorang pelayan kembali membawa sebuah buket bunga mawar merah yang sangat besar.
Fuutie pun membuka kaca mobil nya yang mengkilap dan antipeluru itu "Ada apa?"
"Anda mendapat buket bunga lagi Nona".
"Hah lagi? Dari siapa sekarang?" Tanya Fuutie sambil menerima sebuah buket bunga mawar yang amat besar dan segera dibaca nya nama pengirim buket itu.
...Special for President of Li's Food&Co...
..."Fuutie Li"...
..."You are truly one of the most extraordinary business women I know"...
...From Yue....
"Jadi yang ini dari Tuan Yue? Lalu yang tadi dari siapa dong?" Fuutie pun bingung karena ternyata bunga dari Yue adalah yang baru saja datang.
Syaoran pun memutar matanya. Lalu dia menyadarkan fuutie dari lamunannya tentang bunga-bunga pagi hari ini "Kak Ayo berangkat, nanti aku terlambat" Ucap Syaoran.
"Menurutmu yang tadi pagi bunga dari siapa Syaoran?" tanya Fuutie.
Syaoran hanya menaikan kedua lengannya yang berarti "tidak tahu". Lalu dia berkata "Mungkin Klien kakak juga" Ujarnya.
"Baiklah....Kami berangkat Wey-san!!" Pamit Fuutie pada buttler Syaoran itu.
途中気をつけて
"Tochū kiwotsukete Fuutie-sama... Syaoran-sama.." jawab Wey.
........
SMA Hibiya (Sekolah Sakura),
"Kau diterima dalam interview pertamamu Sakura?" tanya Chiharu.
"Wah! selamat ya Sakura"Ucap Chiharu.
"Iya arogatou Chiharu-chan, aku juga tidak menyangka"
Sakura sedang duduk di kursinya dan mengobrol dengan Chiharu temen sekelasnya. Lalu tiba lah Yamazaki " Ohayou gozaimasu!!"
"Ohayou Yamazaki-kun" Sahut kedua teman perempuan nya itu.
"Benar sekali"
"Kau harus hati-hati, Karena menurut rumor kerja parttime bagi pemula itu sangat berbahaya!". Kata Yamazaki mulai mengarang cerita.
"Bahaya??" Sakura nampak kebingungan.
"Iya, pada hari pertama kau akan sangat diawasi oleh pimpinan karena kau masih baru! Belum lagi para seniormu mereka akan menganggapmu orang yang lemah dan mudah di suruh-suruh oleh mereka!" Jelas Yamazaki lagi.
"Ano.... menyeramkan sekali....." Sakura refleks ketakutan.
"Astaga kau ini laki-laki tapi mulutmu bawel!!! Jangan menakut - nakuti Sakura seperti ituu!!" Chiharu pun kesal pada Yamazaki dan hendak mencekik lehernya.
"Hahahaha!" Namun orang yang membuat Chiharu kesal malah tertawa puas.
"Sudah jangan dengarkan dia Sakura! Kau harus tetap semangat walau apapun yang terjadi, kami selalu mendukungmu, Ganbatte Sakura-chan!". Ucap Chiharu menenangkan dan menyemangati Sakura.
"Haiiikkk".
"Lalu kau bekerja dimana Sakura? Ditempat kakakmu sekarang berkerja ya?"Tanya Chiharu.
"Li's Food&Co" jawab Sakura.
"Restoran yang baru saja membuka cabang barunya di Mall Aeon itu?" Jawab Chiharu dan Yamazaki bersamaan.
"Bukankah Resto itu cukup ketat dalam merekrut karyawan" ucap Yamazaki.
"Benar, saudaraku saja ingin melamar kesana sulit sekali padahal dia seorang mahasiswa dan menguasai Bahasa jepang N3" Ucap Chiharu.
"Aku juga tidak tahu, Namun Li yang mengajakku untuk melamar kerja disana, dan setelah kami berdua melakukan interview kami langsung di nyatakan lulus, dan langsung disuruh bekerja hari ini" Jawab Sakura sambil tersenyum bangga.
"Li? Yang waktu itu menjemputmu pulang" tanya Yamazaki.
"Iya" jawab Sakura.
"Bukankah dia itu berasal dari Hongkong ya?" tanya Yamazaki lagi.
"Benar"
"Dia itu anak SMA Nasional kan? tapi aku bertanya pada temanku yang bersekolah disana tidak ada anak kelas 10 yang berasal dari Hongkong, semua nya Orang Jepang asli". Kata Yamazaki.
"Apa!??" Sakura.dan Chiharu tersentak kaget.
"Kau ini jangan suka mengarang cerita, Teman Sakura tidak mungkin berbohong!!" Chiharu kembali mencekik leher Yamazaki.
"Aduuh....Maaf Sakura" Yamazaki yang masih di cekik Chiharu kemudian meminta maaf pada Sakura.
..."Tidak ada yang berasal dari Hongkong? Tidak ada murid bernama Li Syaoran di SMA Nasional?"...
Sakura nampak shock mendengar perkataan Yamazaki, entah benar atau tidak karena dia tahu Yamazaki suka mengada-ada. Namun kali ini sepertinya dia tidak mengarang.
...............
"Ohayou Li-kun".
"Ohayou Daidouji - san.."
Pagi ini Tomoyo nampak ramah seperti biasanya.
"Tadi ada dua temanmu mencarimu kesini" Ucap Tomoyo.
"Teman?"
"Cerberus dan Spinel kan?" tanya Syaoran.
"Bukan, aku juga belum mengenalnya, tapi dari logo seragamnya nya mereka adalah kakak kelas" Kata Tomoyo
^^^"Oh.. Mereka untuk apa mereka mencariku lagi?"^^^
.....
"Lalu sejauh mana hubunganmu dengan cewek itu?".
Pertanyaan itu seketika membuat Syaoran terpaku untuk sesaat.
"Hm, suatu saat akan kuperkenalkan kau padanya" Kata Syaoran.
"Baiklah, aku tidak sabar menunggu moment itu,. Pasti cewek itu sangat beruntung memiliki kekasih seperti dirimu Li"
Syaoran menghela nafas "Fiuuh... Aku bahkan menyembunyikan identitas ku, dan aku takut saat dia mengetahuinya maka dia akan menjauh dariku".
"Apa!?? Jadi kau?" Tomoyo terkaget dengan perkataan Syaoran.
"Iya, sejak aku pertama kali bertemu langsung dengannya di Festival Nyugakushiki aku memakai masker dan tak sengaja menabrak nya, dan kakaknya begitu marah padaku, kakaknya juga sangat membenci Sekolah ini "Horikoshi Gakuen" karena masa lalunya yang sulit" Syaoran menjelaskan.
"Jadi mereka tidak mengenalimu?" tanya tomoyo.
"Kurasa tidak" Jawab Syaoran.
"Kisah Cintamu Rumit juga ya Li" Tomoyo menyindir Syaoran dan berempati pada nya.
"Kenalkan aku pada gadis itu, maka aku akan mambantumu menceritakan yang sebenarnya jika kau tak sanggup melakukan itu". Usul Tomoyo.
"Tidak perlu, aku yang memulai maka aku yang akan menyelesaikan masalah ini sendiri, terima kasih atas bantuan mu Daidouji" Syaoran pun tersenyum pada Tomoyo.
"Kau benar benar cowok yang gentle ya Li, Ganbatte Li-kun!!!" Tomoyo menyemangati.
....
Bersambung,