
Selama ini, sudah begitu banyak pria yang telah berhasil digoda oleh Alexa. Mereka semua merupakan pacar ataupun suami dari para wanita teman sekolah atau kuliah Alexa yang dahulu selalu menyakiti Alexa dengan membully bahkan menyiksa fisik Alexa.
Para pria yang berhasil ditaklukkan Alexa, umumnya akan kembali kepada keluarga mereka masing-masing setelah berhasil dihancurkan oleh Alexa dengan cara bercerai. Namun kebanyakan juga yang bersikeras tetap bercerai.
Dan kali ini, setelah mengetahui siapa kekasih dari Jennie, Alexa mulai menyiapkan rencananya untuk menggoda kekasih Jennie.
Hari ini, Alexa akan bertemu dengan seseorang yang menjadi orang suruhannya untuk menyelidiki kekasih dari Jennifer.
Alexa melangkah masuk ke sebuah cafe dimana ia akan bertemu dengan orang suruhannya. Saat tiba di sebuah meja yang sudah dipesan sebelumnya, Alexa telah mendapati orang suruhannya duduk menanti kedatangannya.
"Apa aku terlambat?" Tanya Alexa.
"Sama sekali tidak, Nona. Saya juga baru saja sampai sekitar 5 menit yang lalu."
Setelah duduk, orang suruhan Alexa memberikan padanya informasi kepada Alexa mengenai kekasih dari Jennifer itu. Laura, wanita berusia 30 tahun, orang suruhan Alexa memberikan Alexa 2 buah foto dari kekasih Jennie. Foto pertama adalah foto saat sedang fokus bekerja. Dan satu lagi foto saat sedang olahraga.
"Namanya Harry Jackson, Direktur dari PT. Samudera Raya, yang merupakan perusahaan yang mempunyai aset terbesar di kota ini. Untuk anda ketahui, Harry Jackson ini berhasil menjadi tokoh besar di dunia bisnis berkat latar belakang keluarganya dan juga kekasihnya, Jennie." Ucap Laura.
"Lalu apalagi?" Tanya Alexa.
"Oh ya, saya sampai lupa. Pertama, dia kurang tertarik dengan wanita. Dan yang kedua, selain berusaha keras, menggodanya juga perlu keberuntungan."
"Jika seperti itu, kenapa dia bisa berpacaran dengan Jennifer?" Tanya Alexa lagi.
"Mungkin itu semua hanya sebatas hubungan bisnis saja."
"Maksudnya?"
"Bisa jadi keduanya berhubungan karena Tuan Jackson mengandalkan hubungan kerja sama antara perusahaan miliknya dengan perusahaan milik keluarga Jennifer, PT. Intan Jaya."
'Intan Jaya.' Alexa bergumam dalam hati.
Intan Jaya adalah perusahaan yang dirintis oleh Kakek Alexa di masa lalu. Intan adalah nama dari Mama Alexa. Perusahaan itu kemudian diberikan kepada Papa Alexa untuk dijalankan setelah Kakek Alexa meninggal. Namun malang tak dapat di hindari, Mama Alexa meninggal karena sakit. Diikuti sang Papa yang harus meregang nyawa di malam pengantin Alexa.
Mengingat semua kejadian itu, membuat Alexa semakin sakit hati. Ia tak sabar untuk membalaskan dendamnya. Ia ingin mengambil kembali apa yang menjadi miliknya. Ia ingin membuat Ibu tiri dan saudara tirinya menderita, seperti apa yang telah mereka lakukan terhadap dirinya.
"Nona Alexa?" Panggil Laura.
"Hmmm iya." Balas Alexa yang tersadar dari lamunannya.
"Apa yang saya sampaikan sudah jelas?" Alexa hanya mengangguk. "Kalau begitu saya permisi dulu. Jika Nona Alexa masih perlu bantuan, jangan sungkan untuk menghubungi saya." Lanjutnya.
"Tentu saja. Dan terima kasih atas segala informasinya."
"Sudah menjadi tugas saya." Balas Laura lalu pamit undur diri.
Setelah Laura pergi, Alexa kembali menatap foto Jackson yang baru saja diberikan Laura.
Jackson merupakan pria yang tampangnya sangat berbeda dengan pria-pria yang pernah digoda Alexa. Di lihat dari foto saja, sosok Jackson sudah begitu tampan. Memiliki hidung yang mancung, alis yang sangat sempurna dengan rahang yang kokoh. Dengan foto yang menampilkan wajahnya dari samping, pria yang bernama Jackson terlihat sangat tampan. Kontur wajahnya sangat jelas, dia jelas lebih tampan daripada pria-pria yang pernah didekati Alexa sebelumnya.
"Sepertinya akan sangat sulit bagiku untuk mendekatimu Tuan Jackson." Ucap Alexa dengan memandangi foto Jackson. "Tapi aku tidak akan mudah untuk menyerah sebelum tujuanku tercapai."
Alexa kemudian bergegas pergi dari cafe untuk kembali ke apartemennya.
"Pah.... Aku kangen Papa." Ucap Alexa lirih. "Kalau saja Papa masih hidup, apa Papa akan senang melihat perubahan ku yang seperti ini." Alexa mulai terisak. "Dulu, saat tubuhku masih gendut saja, Papa selalu bilang bahwa aku itu sangat cantik. Papa selalu mengatakan bahwa aku seperti seorang Puteri. Bagaimana dengan sekarang Pah? Apa aku sudah pantas disebut sebagai seorang Puteri cantik?"
Air mata Alexa mulai mengalir deras, ia mengingat setiap momen yang ia lewati bersama sang Papa. Merindukan bagaimana suara lembut Papa nya yang memanggil namanya dengan sebutan Dara. Kenangan-kenangan itu membuat Alexa semakin merindukan sosok Papa nya.
Alexa ingin sekali mengunjungi makam Papa nya, tapi sampai saat ini, ia belum menemukan dimana lokasi keberadaan makam tersebut. Alexa bahkan sudah membayar seseorang untuk menyelidiki dimana makam sang Papa. Tapi hasilnya belum juga ditemukan. Ibu tiri Alexa sepertinya sangat merahasiakan tempat dimana Papa Alexa dimakamkan.
Suara ponsel dengan bergetar membuyarkan lamunan Alexa. Sebuah nama yang sangat dibenci Alexa terpampang jelas di layar ponselnya.
'Robby.'
Wajah Alexa yang tadinya sendu, sontak dengan cepat berubah dengan ekspresi penuh kebencian. Alexa menghela nafas panjang kemudian menggeser tombol hijau untuk menjawab panggilan telepon dari Robby.
"Halo...." Ucap Alexa dengan nada genit dan manja.
"Sayang, kamu dimana?" Tanya Robby. "Mas merindukanmu. Sudah lama sekali kita tidak bertemu. Apa kau tidak merindukan Mas?"
Alexa memejamkan matanya kemudian tersenyum palsu.
"Maaass, aku juga kangen sama Mas. Tapi mau gimana dong Mas. Kita gak bisa sembarangan ketemu dulu. Kamu juga gak boleh sembarangan datang ke apartemen aku. Mengingat kamu belum resmi bercerai. Bisa saja kan istrimu atau adik iparnya itu meminta seseorang untuk membuntuti kamu. Nah, gimana dong kalau mereka sampai menemukan kita lagi bersama dan itu kan bakal buat kamu bersalah juga nantinya di persidangan Mas."
"Iya sayang, Mas tahu. Tapi, Mas benar-benar merindukan kamu. Sudah hampir 2 minggu loh Mas gak lihat senyuman kamu itu. Mas pengen meluk kamu, nyium kamu dan semuanya. Kita ketemu yuk sayang."
Alexa mendadak mual, ia sontak ingin muntah.
"Ya gimana dong Mas? Mau ketemu dimana coba? Aku takut kalau Mas kesini nanti ada yang ngikutin Mas."
Sesaat Robby terdiam.
"Gimana kalau di hotel aja sayang?" Ucap Robby.
"Di hotel? Memangnya kita mau bulan madu apa, sampai ke hotel segala."
"Ayolah sayang, sekali saja." Rengek Robby.
"Mas, aku sejak awal kan udah bilang, kalau aku gak mau seperti itu sampai kita menikah dulu. Kalau Mas tetep mau kayak gitu, lebih baik Mas cari wanita yang lain aja deh."
"Aduh sayang, jangan gitu dong. Iya deh, Mas minta maaf. Mas cuma bercanda aja kok. Tapi hari ini kita ketemu ya, mmmm di tempat karaoke aja gimana? Entar Mas kirimin alamatnya ya."
"Males ah...." Balas Alexa.
"Ayolah sayang. Mas udah kangen nih sama kamu. Pokoknya harus dateng ya. Mas punya hadiah buat kamu. Mas tunggu ya sayang. Bye...."
Sambungan telepon terputus, Alexa kembali merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur.
'Sabar Alexa.... Sebentar lagi tujuanmu untuk menghancurkan Gea dan Robby tercapai.'
Bersambung.....
Jangan lupa tekan tombol like ya semuanya.... 😁🙏