Menjadi Wanita Penggoda

Menjadi Wanita Penggoda
MT 49: Marry Me!


Alexa benar-benar berubah. Ia memang menjadi pribadi yang lebih dingin, terutama saat bekerja di kantor. Awalnya ia merupakan sosok Bos yang sangat ramah. Namun, keramahannya disalah artikan oleh beberapa orang karyawan. Alexa kerap mendapat perlakuan tak menyenangkan dari beberapa karyawan yang tak mengetahui bahwa dirinya adalah CEO di perusahaan itu. Ditambah lagi kasus dimana mantan karyawannya, Bayu yang berusaha mencelakainya diakibatkan karena ia kurang tegas. Dan kali ini, semuanya berbeda.


Pagi ini, Alexa bersiap-siap untuk mengunjungi kelima perusahaan yang baru saja dibelinya. Ia turun dari kamar hotelnya untuk sarapan di restoran yang memang ada di dalam hotel bersama Tomo, dan di restoran itu juga ada Jackson dan Leo yang tengah sarapan.


"Bro, lihat kesana. Ada kakak ipar." Ucap Leo pada Jackson.


Jackson tersenyum saat Alexa memandang je arahnya. Namun Alexa tak membalas senyuman itu. Selain memang ingin mengikuti Alexa, keberadaan Jackson di kota M juga kebetulan untuk urusan bisnis. Ia tengah mengurus beberapa hal terkait kerjasama perusahaannya dengan perusahaan keluarga Leo yang memang merupakan sepupunya itu.


'Alexa, kau boleh cuek sekarang. Tapi aku jamin, kau akan jadi milikku selamanya.' ucap Jackson dalam hati sambil tersenyum.


Alexa telah selesai sarapan, ia bersiap untuk berangkat menuju perusahaan pertama. Dimana perusahaan itu bergerak di bidang industrial. Saat Alexa melangkah keluar dari dalam mobil, ada banyak wartawan yang sudah menunggu kedatangannya, dan mulai mengajukan pertanyaan padanya.


Alexa berhenti dan menatap para wartawan. Ia lalu menjawab semua pertanyaan yang ditanyakan para wartawan dengan santai.


Semua karyawan perusahaan menyambut kedatangan Alexa. Ia bertemu dengan Direktur perusahaan dan memintanya untuk mengumpulkan semua staf dan para anggota lainnya untuk meeting saat ini juga.


Alexa sudah menentukan lima orang yang sangat dipercayanya sebagai sekretarisnya di masing-masing perusahaan. Setiap satu orang sekretaris bertugas menghandle satu perusahaan dan melaporkan semua perkembangan perusahaan pada dirinya.


Setelah selesai mengunjungi keempat perusahaan lainnya, Alexa pun kembali ke hotel tempat ia menginap.


Malam harinya, Alexa bersiap untuk menghadiri pesta. Ia menghubungi semua sekretaris dan meminta mereka untuk menghubungi semua klien yang bekerja sama dengan semua perusahaan yang baru saja dibelinya itu.


Alexa sudah bersiap, ini adalah pengalaman pertamanya mengunjungi pesta yang berhubungan dengan pekerjaan. Di masa lalu, Alexa tak pernah datang ke pesta apapun selain di pesta pernikahannya bersama Robby, dan pesta ulang tahun Jackson yang berakhir menyedihkan karena ia harus melihat Jackson bersama wanita lain.


Alexa berjalan menuju lokasi pesta bersama Tomo. Dia berjalan masuk ke dalam ruangan pesta. Semua orang menyapanya dengan sopan, mereka terpesona dengan kecantikan dan aura Alexa.


Setelah menyapa beberapa kolega bisnis, Alexa memilih berdiri di sudut ruangan dengan tangan yang memegang segelas sampanye.


"Minuman itu tidak baik untuk kesehatan." Ucap Jackson yang tiba-tiba berdiri di samping Alexa.


Alexa menyeringai dan berkata, "kau benar-benar seorang penguntit."


"Jika kau berkata begitu." Balas Jackson seraya merebut gelas sampanye dari tangan Alexa. "Jujur saja, aku memang mengikuti mu kemari karena aku ingin bicara padamu. Tapi selain itu aku memang ada pekerjaan. Kau ingat pria yang bersamaku?" Tanya Jackson, Alexa hanya mengangkat kedua alisnya. "Dia Leo Oliver sepupuku, pemilik dari hotel ini. Aku kemari juga untuk membahas kerjasama dengannya." Ujar Jackson.


"Hmmm...." Balas Alexa.


"Ku dengar kau telah mengakusisi beberapa perusahaan sekaligus. Apa karena itu kau terlalu sibuk dan tak punya waktu untuk berbicara denganku?"


"Sepertinya tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi Jack. Kekasih lamamu telah kembali, jadi...."


"Cukup. Aku sudah mengatakan padamu bahwa hubungan kami telah berakhir sejak dia meninggalkan aku."


Keduanya terdiam sesaat.


"Maukah kau berdansa denganku?" Tanya Jackson seraya meraih tangan Alexa dan mengecupnya dengan lembut.


"Aku tidak bisa berdansa." Balas Alexa.


"Omong kosong. Bukankah malam itu kau berdansa dengan sangat baik?"


"Tidak sebaik dan seromantis dirimu dengan Alice." Balas Alexa.


"Kau ini."


Jackson hendak menarik Alexa ke lantai dansa, namun Leo tiba-tiba datang dan berteriak.


Semua orang mulai berbisik dan membicarakan tentang hubungan keduanya. Leo menghampiri keduanya dan meminta maaf atas kelakuannya yang berteriak. Jackson langsung menarik telinga pria itu.


"Kau bodoh sekali." Ucap Jackson.


"Semuanya silahkan menikmati pestanya." Ucap Alexa pada orang-orang yang melihat ke arah mereka.


Semua orang pun berhenti bergosip dan kembali menikmati pesta.


Tanpa di duga oleh Alexa, Jackson tiba-tiba naik ke atas panggung dan mulai berbicara di hadapan semua tamu undangan.


"Selamat malam semuanya." Ucap Jackson.


Semua tamu undangan menatap ke arahnya yang berdiri dengan gagah diatas panggung.


"Mau apa dia?" Ucap Alexa.


"Malam ini, dihadapan kalian semua aku akan mengumumkan satu hal." Ucap Jackson yang semakin membuat semua orang tampak penasaran. "Nona Dara Alexandra...." Teriak Jackson.


Tiba-tiba cahaya lampu langsung menyorot Alexa yang berdiri di sudut ruangan. Semua orang beralih menatapnya. Hal itu membuat Alexa menjadi kikuk.


"Aku rasanya seperti sudah menunggu saat ini untuk waktu yang lama. Kau tahu sendiri perkenalan kita begitu singkat." Ucap Jackson seraya berjalan turun dari atas penggung menuju Alexa.


Sorot lampu terus mengikuti langkah Jackson.


"Untuk mengatakan ini, aku butuh banyak waktu. Mempertimbangkan segala hal yang mungkin terjadi. Bermunajat pada Tuhan untuk menentukan pilihan yang paling tepat. Berkali-kali ku tanya pada hatiku sendiri. Sudah tepatkah pilihanku? Dan berkali-kali pula jawabanku tetap sama, itu kamu." Ucap Jackson seraya terus berjalan hingga berada di depan Alexa.


Semua mata tertuju pada keduanya, Alexa terlihat gugup apalagi saat Jackson tiba-tiba berlutut dihadapannya.


"Apa yang kau lakukan? Cepat bangun." Ucap Alexa pelan.


Jackson mengeluarkan sesuatu dari dalam saku celananya. Sebuah kotak kecil dan saat dibuka terdapat sebuah cincin bertahtakan berlian yang terlihat begitu manis.


"Dara Alexandra. Will you marry me?"


Alexa menutup mulut dengan tangannya. Ia sangat terkejut hingga tak mampu berkata apa-apa. Sementara Jackson masih dalam posisi berlutut dan menatap Alexa penuh harap.


"Menikahlah denganku, dan aku berjanji akan selalu membahagiakanmu." Ucap Jackson lagi.


Alexa belum juga memberi jawaban, ia tak tahu harus menjawab apa. Semuanya terlalu mendadak, banyak hal yang dipikirkan Alexa.


"Alexa." Panggil Jackson. "Sekali lagi aku bertanya." Jackson terlihat menghirup napas dalam-dalam. "Will you marry me...?"


Bersambung.....


Jangan lupa tinggalkan like, komen, vote dan hadiah juga ya.... 🥰


Gimana menurut kalian guys? Alexa terima atau gak nih? 🤭😁


Oh ya, aku punya sedikit pengumuman. Novel ini akan tamat dalam waktu dekat, dan selanjutnya aku punya projects novel baru, kali ini keluar dari zona nyaman aku, yaitu tentang wanita mandiri yang menjadi ketua geng. Pokoknya akan ada adegan tembak-tembakan dan tetap ada romantisnya kok. Ada komedinya juga, intinya ceweknya super strong dan cowoknya bucin berat. So tetap pantengin semua novel aku ya.... 🥰


Terima kasih.... 🙏😘