Menjadi Wanita Penggoda

Menjadi Wanita Penggoda
MT 15: Menginap di Apartemen Jackson


Perasaan diabaikan oleh Jackson terhadap segala bentuk godaan yang dilakukan Alexa, membuatnya merasa frustasi yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Tapi bertemu dengan pria sulit seperti Jackson, membuat Alexa menjadi ada rasa tertantang karena dia juga tidak bisa merayunya, kalau terlalu inisiatif, takutnya juga akan ketahuan, rasanya sangat tidak nyaman.


Alexa merasa, sepertinya apapun rencana yang dibuatnya, Jackson juga tidak akan tergoda.


'Apalagi yang harus aku lakukan.' pikir Alexa.


Selama ini Alexa mempercayai rayuan jasmani adalah godaan yang paling rendahan, pria yang benar-benar berada di puncak tertinggi piramida lebih bersedia membayar godaan yang membuatnya kecanduan, dan sampai di saat itu adalah rayuan yang superlatif.


Setelah kejadian tadi, Alexa mengerti kalau candaan dan manjaan kecil pasti tidak mempan terhadap Jackson, kalau tidak main yang ekstrem, pasti tidak akan bisa menaklukkannya.


Alexa keluar dari dalam apartemen Jackson. Melangkah keluar hendak menuju mobilnya. Namun niatnya untuk menaklukkan Jackson sangat besar. Kemudian, Alexa memutuskan untuk kembali ke dalam apartemen Jackson yang memang tak dikunci, mencari kamar tamu di sebelah untuk menginap semalam.


"Naik ke atas ranjang tidak cocok digunakan untuk pria berkedudukan tinggi seperti Jackson, tapi menginap itu diperlukan. Dengan bermalam, bisa menunjukkan awal mula dari permainan pria dan wanita dewasa." Ucap Alexa lalu membaringkan tubuhnya di tempat tidur.


Alexa tak perduli jika Jackson akhirnya mengetahui bahwa dirinya tak jadi pulang.


Baru saja terlelap, Alexa tiba-tiba merasa lapar.


"Aduh gimana nih?" Ucap Alexa. "Kalau keluar, takutnya Jackson kebangun dan tutup pintu. Kalau gak makan, bisa-bisa aku mati kelaparan." Gumamnya.


Awalnya Alexa berusaha untuk menahan rasa lapar yang mendera. Namun semakin lama, rasa lapar itu semakin menjadi-jadi. Ia pun nekad keluar dari kamar tamu dan hanya bisa berharap bahwa Jackson tidak akan bangun.


Alexa bergegas membuka lemari pendingin berharap ada makanan yang bisa dipanaskan. Beruntungnya Alexa, di dalam lemari pendingin terdapat banyak makanan.


"Tapi, aku gak mungkin masak kan?" Ucap Alexa setelah melihat banyak bahan makanan yang bisa ia masak.


Mata Alexa kemudian tertuju pada sebuah lemari yang ternyata menyimpan roti tawar. Alexa begitu girang lalu mengambil roti itu dan mulai mengolesinya dengan selai cokelat. Alexa juga mengambil segelas susu dan sebuah apel merah. Ia lalu duduk di meja makan dan mulai menikmati makan malamnya.


Saat tengah asyik mengunyah, Alexa dikejutkan dengan suara pintu kamar Jackson terbuka. Alexa mematung saat menatap Jackson yang berjalan mendekat dengan hanya mengenakan celana pendek. Jackson berjalan dengan masih mengucek matanya.


'Roti sobek.' pikir Alexa yang refleks tersadar saat Jackson menguap.


'Mati aku....'


Jackson berjalan ke arah lemari pendingin. Ternyata ia tengah mengambil air minum. Setelah menuangkan air ke dalam gelas, Jackson lantas duduk dan mulai meminum airnya.


'Kalau saja aku kedapatan tidur di kamar tamu, aku gak akan masalah. Nah ini, kedapatan makan. Bukankan aku layaknya seorang pencuri?' pikir Alexa.


Jackson hendak menaruh kembali gelas yang ia gunakan. Namun ia sontak menyadari ada sebuah gelas susu diatas meja.


"Sejak kapan ada gelas susu disini?" Ucap Jackson.


'Aduuuuhh... Gimana nih!' Alexa sudah ketar-ketir, takut ketahuan karena mencuri makanan.


Sesaat Jackson terdiam, terlihat seperti tengah mengingat sesuatu.


"Mungkin aku lupa." Ucap Jackson lalu menaruh gelas susu ke dalam wastafel.


Alexa akhirnya bisa bernapas lega setelah Jackson kembali ke kamarnya. Tanpa kembali duduk di kursi meja makan, Alexa memutuskan untuk tetap diam di kolong meja dan menghabiskan makanannya.


Setelah selesai, Alexa tak lupa mencuci piring bekas ia pakai, lalu beranjak kembali ke kamar.


"Selamat.... Selamat." Ucapnya mengelus dada lalu mulai membaringkan tubuhnya di kasur.


Alexa lalu mengambil ponselnya dan mulai melihat beberapa pesan yang dikirimkan Robby padanya. Pesan-pesan yang berisi curhatan Robby yang merindukan Alexa dan ingin segera membina rumah tangga bersamanya.


'Cih, jangan harap aku mau.'


Alexa menjadi sangat jijik membayangkan ia akan bersanding di pelaminan bersama dengan Robby yang sebenarnya adalah suaminya dimasa lalu.


Bersambung....