
Setelah berpamitan dengan Jackson, Alexa keluar dari gedung apartemen menuju halte bis yang tak jauh dari gedung apartemen. Alexa duduk menunggu bis atau taxi yang lewat.
Sebuah mobil tiba-tiba berhenti tepat di depan Alexa yang masih menunggu. Setelah kaca mobil dibuka, ternyata itu adalah Jackson yang segera memerintahkan Alexa untuk masuk ke dalam mobil.
"Ayo naik." Titah Jackson.
Tanpa jawaban, Alexa langsung membuka pintu belakang mobil.
"Siapa yang suruh duduk di belakang?" Ucap Jackson. "Lo pikir, gue ini sopir."
Alexa menahan senyum, lalu beralih membuka pintu depan dan duduk disamping Jackson.
Sepanjang jalan, keduanya mengobrol. Jackson menanyakan asal usul Alexa. Alexa pun mulai mengarang cerita tentang keluarganya.
"Orang tua saya sudah meninggal. Saya tinggal di kampung bersama kakek dan nenek saya." Ujar Alexa.
"Hmmmm...." Balas Jackson.
Mata Jackson beralih pada kantong makanan yang ada dipangkuan Alexa.
"Belum dibuang juga?" Tanya Jackson lagi.
Alexa menggeleng, "nggak, sayang banget soalnya kalau dibuang." Jawab Alexa.
Keduanya kembali terdiam beberapa saat. Alexa tiba-tiba berteriak meminta Jackson untuk berhenti.
"Stooop." Teriak Alexa.
Sontak saja Jackson mengerem mendadak.
"Ada apa?" Teriak Jackson kesal.
"Hehehe, maaf Tuan. Bisa tunggu sebentar gak?" Tanya Alexa. "Saya mau kasih makanan ini buat bapak itu." Lanjut Alexa seraya menunjuk seorang pria yang bekerja sebagai petugas kebersihan.
"Cepetan." Ucap Jackson masih dengan raut wajah kesal.
Alexa tersenyum dan bergegas turun mendekati dua orang pria yang tengah memasukkan sampah ke dalam truk pengangkut sampah. Alexa lalu menyerahkan dua kantung makanan yang dibawanya sejak tadi kepada kedua pria itu.
Dari dalam mobil, Jackson bisa melihat dengan jelas raut wajah bahagia dari kedua orang pria itu
Alexa lalu kembali masuk ke dalam mobil.
"Kamu mau kemana sekarang? Pulang atau....."
"Bentar lagi, saya turun di depan." Jawab Alexa.
Pagi tadi, saat membeli makanan untuk Jackson, Alexa mendapat sebuah pesan tentang dimana makam papanya.
Mobil Jackson berhenti tepat didepan pemakaman umum. Alexa turun dari dalam mobil dan mengucapkan terima kasih.
"Terima kasih Tuan. Hati-hati di jalan." Ucap Alexa lalu berjalan masuk ke area pemakaman tanpa menunggu jawaban dari sang bos.
'Makam siapa yang akan dia kunjungi? Apakah orang tuanya?' pikir Jackson dalam hati.
Alexa masuk ke dalam area pemakaman, ada seorang pria yang menyambutnya. Pria itu adalah si penjaga makam. Alexa lalu bertanya dimana letak makam papanya.
"Permisi Pak. Bapak tahu dimana letak makam Pak Sanjaya?"
"Pak Sanjaya!" Seru penjaga makam terlihat berpikir. "Ah, iya. Mari ikut saya." Lanjutnya.
Penjaga makam mengatakan bahwa dirinya tak pernah sekalipun melihat ada orang yang datang untuk menziarahi makam Pak Sanjaya sejak pertama kali dikuburkan di pemakaman itu.
"Mbak kemana saja? Sebagai anak, kenapa mbak tidak pernah mengunjungi makam orang tuanya."
Alexa menunduk, ada perasaan bersalah dalam hatinya. Hari dimana sang papa meninggal, ia tak dapat memeluk jasad sang papa karena dirinya langsung diseret oleh Robby, Jennie dan Gea untuk dibunuh.
"Selama ini saya bekerja di luar negeri Pak. Jadi saya tidak pernah bisa datang." Ucap Alexa berbohong.
Penjaga makam mengangguk dan memahami kondisi Alexa.
"Terima kasih ya Pak, sudah selalu menjaga dan membersihkan makam Papa saya." Ucap Alexa.
"Sudah tugas saya selaku penjaga makam."
Alexa lalu duduk dan memegang nisan sang Papa, yang nama Sanjaya sudah sangat sulit untuk dibaca. Alexa kembali berdiri.
"Pak, saya boleh minta tolong?" Tanya Alexa.
"Apa itu?"
Alexa mengeluarkan sejumlah uang, meminta kepada penjaga makam untuk membelikan bunga tabur dan air mawar. Tak lupa dirinya memberikan upah yang awalnya ditolak oleh penjaga makam.
"Anggap ini sebagai rasa terima kasih saya untuk bapak karena sudah merawat makam Papa dengan baik." Ucap Alexa.
Penjaga makam itu lalu pergi untuk membelikan Alexa bunga tabur yang berada di area luar pagar makam. Tadi Alexa lupa untuk membelinya.
Tak lama penjaga makam kembali dan mendapati Alexa tengah menangis tersedu.
"Kematian adalah hal pasti yang akan dialami oleh manusia manapun yang ada di bumi. Kematian juga menjadi hal yang paling menyedihkan ketika dikaitkan dengan sebuah perpisahan, baik perpisahan antara suami dan istri, anak dan orang tua, bahkan peliharaan dan majikan. Ketika perpisahan telah terjadi, maka satu-satunya hal yang bisa dilakukan adalah mengikhlaskan." Ucap penjaga makam pada Alexa.
"Saya rindu Papa saya." Balas Alexa dengan terisak.
"Ketika rindu melanda, temui lah. Sebab mereka yang telah tiada tiada, kehilangan pendengaran untuk mendengar dan mengetahui orang-orang yang merindukan mereka, menziarahi mereka, dan mendoakan mereka."
Setelah mengucapkan itu, penjaga makam pamit dan meninggalkan Alexa.
Kematian sang Papa membuat Alexa mengalami kesedihan yang mendalam. Terlebih lagi, saat itu ia sama sekali tak dapat melihat sang Papa apalagi sampai mengantarkan ke tempat peristirahatan yang terakhir.
Begitu lama Alexa berdoa dengan air mata yang terus mengucur deras hingga akhirnya ia terserang rasa kantuk yang luar biasa dan akhirnya tertidur di depan pusara sang Papa. Di dalam tidur, Alexa melihat pusara sang Papa terbelah dan Papanya sedang duduk di dalam pusara lengkap dengan pakaian kafannya serta dengan kondisi bentuk dan warna sebagaimana manusia yang telah meninggal. Situasi tersebut membuat Alexa ketakutan dan memicu tangisan.
Sang Papa berkata, “Anakku, kenapa kau baru datang mengunjugi makam ku?”
Alexa menjawab pertanyaan Papanya dengan tubuh merinding dan berkata, “Apakah Papa mengetahui kedatanganku di pusara Papa?”
“Setiap hari Papa selalu menunggu kedatangan mu. Kebahagiaan Papa di alam kubur adalah ketika engkau datang menziarahi Papa dan tidak hanya Papa yang bahagia, tetapi ahli-ahli kubur di sekitar Papa juga bahagia karena mendapatkan sepercik kebahagian dari doa dan salam mu,” ungkap sang Papa.
Alexa sontak terbangun dengan keringat yang mengucur deras saat penjaga makam membangunkannya.
"Kenapa tidur disini Nak?" Tanya penjaga makam.
Alexa tak menjawab, ia masih bingung dengan apa yang baru saja terjadi. Alexa mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya lalu mencium nisan sang Papa.
"Pak, saya pamit dulu. Mungkin 2 atau 3 hari lagi, saya kembali dengan membawa nisan yang baru untuk makam Papa saya. Saya harap, bapak selalu menjaga dan merawat makam Papa saya dengan baik." Ucap Alexa.
"Tentu saja." Balas penjaga makam.
***************
Malam harinya, Alexa yang hendak tidur dihantui rasa bersalah karena baru sekarang ia mengunjungi makam sang Papa. Tadi pagi sebelum kembali ke apartemen, ia juga menyempatkan diri untuk mengunjungi makam Mama nya yang memang berbeda lokasi dengan makam sang Papa.
Alexa kembali menangis dan meminta maaf karena baru bisa datang berkunjung. Ia bahkan menjelaskan kepada pusara Mama nya apa yang sudah terjadi padanya selama ini.
Alexa akhirnya bisa terlelap, dan ia kembali bermimpi. Kali ini, ia bermimpi bertemu dengan sang Mama.
"Ma, bagaimana kondisi Mama di sana?” tanya Alexa.
“Ketahuilah Nak, kematian adalah urusan yang sangat menyulitkan. Namun sebab anugerah Tuhan, Mama diletakkan di barzah yang sangat mulia dan lengkap dengan roihan serta nikmat-nikmat yang lain,” jawab sang Mama.
“Apakah Mama ada pesan kepadaku?”, Tanya Alexa lagi.
“Tentu. Jangan pernah berhenti untuk menziarahi dan mendoakan Mama. Mama sangat bahagia sebab kedatangan mu hari ini, setelah begitu lama tak pernah datang. Setiap kau datang, selalu ada suara yang mengabari Mama bahwa anak Mama telah mendoakan Mama. Hal itu membuat Mama dan ahli-ahli kubur di sekeliling Mama sangat berbahagia”, ungkap sang Mama.
Alexa tertidur dengan sangat lelap, mimpi bertemu sang Mama semakin membuat tidurnya menjadi nyaman. Namun, air mata nyatanya mengalir saat Alexa dalam posisi tertidur lelap.
Bersambung......