Menjadi Wanita Penggoda

Menjadi Wanita Penggoda
MT 6: Persidangan


Segala cara dilakukan Gea agar ia tak bercerai dengan Robby. Berulang kali Gea meminta kepada Robby untuk membatalkan perceraian mereka, bahkan Gea harus sampai memohon-mohon tapi hati Robby tak kunjung luluh. Robby bersikeras untuk bisa segera bercerai dengan Gea.


"Mas, aku harus gimana lagi biar kamu batalin perceraian kita ini? Apa kamu emang bener-bener udah gak cinta lagi sama aku Mas?" Gea terisak.


Dia mencecar Robby dengan berbagai pertanyaan yang sama sekali tak digubris oleh Robby. Saat ini, keduanya tengah berada di dalam kamar bersiap untuk pergi ke pengadilan. Meski sudah dalam tahap proses perceraian, namun keduanya masih berada dalam satu atap dan satu kamar pula. Tapi, hubungan keduanya sudah benar-benar bukan suami isteri. Keduanya tampak seperti dua orang yang tak saling mengenal.


"Mas, apa kamu gak mikirin Gebby? Dia masih kecil Mas. Masih butuh sosok Papa dan Mama nya."


Robby yang tengah berdiri di depan cermin menatap pantulan dirinya yang sedang merapikan dasinya sontak berbalik dan melihat Gea yang sejak tadi berdiri di depannya dengan tajam.


"Kau benar-benar tak ingin bercerai denganku?" Tanya Robby.


"Tentu saja Mas. Aku mencintai kamu, aku mohon Mas kembalilah padaku dan Gebby." Isak Gea.


"Caranya mudah sekali." Balas Robby seraya mendekati Gea. "Kau hanya perlu menyetujui pernikahanku."


"Maksudmu aku dimadu gitu?" Tanya Gea. "Gak Mas, aku gak mau."


"Ya sudah. Kau terima saja perceraian kita." Robby melengos pergi.


Tepat di depan pintu, Robby berbalik dan memandangi Gea yang menunduk.


"Gea." Panggil Robby.


Gea menatap Robby dengan wajah sendu.


"Pikirkanlah semuanya baik-baik. Karena satu hal yang perlu kamu ketahui. Aku tidak akan pernah meninggalkan dia demi kamu."


Deg!


Hati Gea begitu sakit mendengar apa yang dikatakan suaminya. Robby pun pergi meninggalkan Gea yang terisak tanpa menoleh kembali.


**************


Di ruang persidangan....


Agenda sidang perceraian antara Robby dan Gea dimulai. Robby didampingi kuasa hukumnya datang terlebih dulu di ruang persidangan menyusul Gea ditemani oleh Jennie dan sang Mama, Bu Susan beserta kuasa hukumnya.


Tanpa diketahui Robby, Alexa ternyata ikut hadir dalam persidangan tapi dengan penampilan yang dibuat berbeda agar tak mengundang kecurigaan Gea dan yang lainnya. Alexa mengenakan syal menutupi kepalanya dengan kacamata dan juga masker. Terlihat sedikit mencolok, tapi tak ada yang terlalu memperhatikannya karena memang saat ini, semua mata tertuju pada pasangan yang akan bercerai itu.


Agenda sidang hari ini adalah pembacaan ikrar talak pada Gea oleh Robby. Saat dimulai, Gea mulai menangis. Hal itu membuat Alexa tersenyum bahagia. Ia benar-benar ingin membuat mereka semua menderita.


'Bagaimana rasanya Gea? Aku pikir pasti sakit kan dikhianati oleh orang yang kau cintai.'


Alexa terus memandangi ke arah dimana Jennifer dan Bu Susan duduk. Dalam hati Alexa ingin sekali mendekati dan mencakar wajah kedua orang itu. Tapi lagi-lagi, ia hanya bisa menahan diri.


'Akan tiba saatnya nanti.'


"Jen, secantik apa sih wanita yang bisa membuat Robby bisa meninggalkan kakakmu itu?" Tanya Bu Susan dengan berbisik pada Jennifer.


"Entahlah Ma, aku juga gak tahu. Aku udah berusaha buat nemuin sosok perempuan gatal yang udah merusak rumah tangga Kak Gea. Tapi, sampai saat ini aku gak menemukan apapun Ma. Perempuan itu seperti punya dewa pelindung yang membuat dia gak bisa ditemukan."


"Tunggu saja, kalau sampai Mama tahu siapa perempuan itu, Mama akan hajar dia habis-habisan. Berani-beraninya dia membuat anak Mama menangis seperti itu."


"Mama tahu, tapi kakak kamu punya alasan tersendiri. Selain dari dia mau Gebby tetap dapat kasih sayang papanya, selain itu juga semua yang Gea punya lagi dijalankan sama Robby termasuk perusahaan itu."


"Kak Gea bego sih. Main kasih-kasih aja ke suaminya. Sekarang kan susah sendiri."


"Jangan bilang begitu." Bu Susan menjadi jengkel. "Kami juga harusnya sadar diri. Wajar Gea memberikan semuanya pada suaminya sendiri. Kamu saja yang masih pacaran dengan Jackson mau berinvestasi di perusahaan Jackson. Lihat, sekarang dia sudah semakin sukses. Tapi kamu belum mau dinikahi juga."


"Itu karena Jackson lagi...."


"Ah sudahlah." Bu Susan menyela ucapan Jennifer. "Lebih baik fokus pada persidangan kakakmu. Segera cari tahu siapa selingkuhan Robby dan dapatkan buktinya agar bisa memberatkan Robby."


Jennifer terdiam, ia melipat tangan di dadanya dan tanpa sengaja menengok ke arah posisi Alexa duduk. Ia menatap Alexa heran, Alexa yang mengetahui dirinya tengah diperhatikan Jennifer memilih berpura-pura batuk dan menunduk.


"Aneh sekali." Ucap Jennifer.


Sidang pun usai dengan hasil Hakim memberikan waktu untuk Robby dan Gea melakukan mediasi. Alexa sendiri langsung keluar ruang persidangan dan menunggu di tempat tersembunyi untuk memantau semuanya.


Dari tempatnya berdiri, Alexa dapat melihat dengan jelas bahwa Jennifer dijemput oleh seorang pria yang ternyata adalah Harry Jackson kekasih Jennie. Alexa tak mengedipkan mata sedikitpun. Pria itu memang sangat tampan.


'Bagaimana bisa si licik itu mendapatkan pria tampan seperti dia? Atau jangan-jangan, keduanya sama-sama licik.' pikir Alexa.


"Sayaaang...." Jennie melingkarkan tangannya ke leher Jackson. "Aku merindukanmu." Sambung Jennie seraya mencium pipi Jackson.


Jackson hanya diam lalu membuka pintu mobilnya. Jennie lantas masuk dan mengerlingkan matanya ke arah Jackson yang berwajah datar. Tak ada senyum atau raut wajah bahagia yang ditampilkan Jackson yang sebenarnya baru saja bertemu dengan Jennie yang baru kembali dari luar negeri.


"Apa kau tak merindukan aku?" Tanya Jennie saat mobil melaju meninggalkan kantor pengadilan agama.


"Rindu." Balas Jackson singkat.


"Aaaahhh sayang..." Jennie hendak merangkul Jackson, namun dengan cepat Jackson menghalangi Jennie dengan menjauh.


"Kamu kenapa?" Tanya Jennie lagi


"Apa kau tak lihat, di depan ada supir. Kau tahu sendiri aku paling tidak suka bermesraan di depan umum." Jackson terlihat kesal.


"Ah, sayang. Maafkan aku." Jennifer menampilkan ekspresinya yang menggemaskan, namun sedikitpun Jackson tak melihatnya.


Sementara itu, masih di tempat yang sama. Alexa masuk ke dalam mobilnya kemudian menelepon seseorang untuk menyelidiki kekasih Jennie.


"Berikan aku info tentangnya, aku akan memberimu bayaran jika tugasmu sudah selesai." Titah Alexa pada seorang pria yang diteleponnya.


"Baik Nona. Saya sudah menerima gambarnya. Anda hanya akan menunggu dalam waktu paling lama 2 hari."


"Bagus, aku mengandalkan mu." Balas Alexa.


Sambungan telepon terputus, Alexa kembali menyeringai.


'Setelah Gea dan Robby resmi bercerai nanti, Aku akan mulai fokus pada kekasihmu Jennie.'


Bersambung .......