Menjadi Wanita Penggoda

Menjadi Wanita Penggoda
MT 50: Menikah


"Sampai kapan aku harus berlutut?" Ucap Jackson lagi.


Alexa tersadar dari lamunannya dan menatap Jackson dengan rasa tak percaya.


"Will you marry me?" Tanya Jackson untuk yang ketiga kalinya.


"Kamu serius?" Ucap Alexa akhirnya.


"Ya Tuhaann...." Jackson menggeleng fan begitu gemas melihat Alexa yang tampak tak percaya kepadanya. "Apa aku akan mempermainkan hubungan serius yang ingin aku jalani dihadapan orang banyak?"


Alexa terdiam.


"Sekali lagi aku tanya, dan ini untuk yang terakhir kalinya." Ucap Jackson. "Dara Alexandra. Maukah kau menikah denganku?"


Alexa menarik napas panjang lalu mengangguk pelan.


"Itu artinya...."


Alexa kembali mengangguk. "Iya..." Ucapnya.


Semua orang tampak bersorak riuh menyaksikan momen lamaran yang tak terduga itu. Terlebih Jackson yang tampak begitu bahagia, ia bahkan menggendong tubuh Alexa dan membawanya berputar.


"Iam getting married." Teriaknya.


**************


Kabar pertunangan keduanya mulai terdengar oleh semua orang termasuk Morgan dan Alice. Morgan awalnya tak percaya dan tak ingin menerima begitu saja. Namun, ia bisa menggunakan akal sehatnya dan sadar diri bahwa Alexa akan bahagia bersama Jackson. Ia pun memilih merelakan Alexa.


Sementara itu, Alice yang tak terima mendatangi kedua orang tua Jackson.


"Kenapa Om sama Tante setuju Jackson menikahi wanita lain? Bukankah kalian lebih mendukung aku dan dia?" Ucap Alice.


"Siapa bilang?" Ucap Nyonya Baldev. "Dulu kami memang menerima siapapun yang disukai Jackson termasuk kamu. Tapi apa yang kamu lakukan, kamu malah meninggalkannya begitu saja dan tanpa kabar. Kau sendiri yang meninggalkan Jackson dan membuatnya menderita. Sekarang jika dia sudah menemukan kebahagiaannya, jadi kenapa kami tidak boleh setuju. Dan satu hal lagi, kau itu sudah tidak masuk lagi dalam kriteria sebagai menantu kami. Jadi jangan pernah bermimpi terlalu tinggi."


Alice terlihat kesal dan mengumpat.


"Sialan kalian berdua. Dasar tua bangka..."


Plak!!!


Kali ini Tuan Baldev yang bertindak. Ia melayangkan tamparan keras pada pipi Alice.


"Pergi kau dari sini. Kehadiranmu tidak di terima disini. Kalau kau berani menampakkan batang hidungmu atau mengganggu keluarga ini, termasuk calon menantuku. Aku tidak akan segan-segan padamu." Ancam Tuan Baldev.


Nyali Alice menjadi ciut melihat kemarahan di mata Tuan Baldev. Ia pun memilih pergi dan meninggalkan rumah Jackson dengan tangan hampa.


Beberapa bulan berlalu, Alexa dan Jackson berdiri berdampingan di halaman sebuah villa kecil di tepi laut di sebuah pulau pribadi yang merupakan milik Jackson.


Saat itu baru pukul tujuh malam di malam yang panas dan tidak berangin yang terasa seperti berada dalam tenda tertutup di bawah terik matahari tengah hari. Alexa mengenakan gaun pengantin berbahan sutra dan sifon, yang dipilih secara khusus untuk hari bahagianya. Betapa elegannya Alexa mengenakan gaun itu yang bergerak dan tampak mengalir di pulau berangin yang terkenal itu.


Alexa menjadi sorotan fotografer dan videografer yang siap mendokumentasikan setiap gerakannya. Dari saat ia memulai perjalanan 10 menit dengan berjalan kaki ke tempat pernikahan, dikawal oleh rombongan pengiring pengantin dan musisi.


Alexa dan Jackson telah tiba seminggu sebelum acara pernikahan mereka. Mereka berangkat lebih dulu dengan tujuan untuk menyelesaikan persiapan pernikahan. Sebenarnya keduanya bisa saja menyerahkan semuanya pada orang yang mereka percayai, tapi keduanya benar-benar ingin mempersiapkan semuanya sendiri.


Malam ini, tiga malam sebelum hari pernikahan, Alexa meminta Lika dan kekasihnya untuk datang makan malam di sebuah villa yang juga tempat pernikahan. Setelah makan malam yang lezat dengan pasta seafood, anggur putih, dan makanan penutup es krim, mereka berdansa berpasangan.


Alexa tampak begitu bahagia.


"Aku turut bahagia untukmu." Ucap Lika.


"Terima kasih. Ku harap kau dan kekasihmu juga akan segera naik pelaminan." Balas Alexa seraya berpelukan dengan Lika.


"Kami ingin semuanya berbeda." Ujar Jackson.


"Tentu saja, sesuai keinginan kalian." Balas DJ itu.


Di malam pernikahan, keduanya kembali mengadakan pesta selamat datang untuk para tamu yang akan hadir besok pagi. Kesempatan bagi para tamu untuk bertemu dan berbaur dalam suasana informal menjelang hari besar Jackson dan Alexa. Idenya adalah para tamu akan minum dan menyapa sebelum pergi makan malam.


Keduanya mengadakan pesta di teras dan di taman villa mereka, diterangi cahaya indah dengan lampu-lampu kecil dan lentera yang bertebaran, dan ada katering dengan makanan kecil dan makanan ringan lainnya.


Semua pujian untuk pesta yang luar biasa itu diberikan kepada ibu mertua Alexa, yang nyatanya merencanakan dan mengatur segalanya. Namun, pestanya sangat sukses, katering dan minumannya benar-benar fantastis, dan mereka memiliki bar, musik, dan staf yang membawa piring demi piring dengan suguhan yang lebih lezat, sehingga tidak ada yang tersisa untuk makan malam.


Pesta tetap berjalan lancar sampai sekitar pukul empat pagi ketika tamu-tamu mereka mulai berdatangan. Alexa begitu bersemangat. Relatif tenang dan bersemangat untuk menikahi pria yang dicintainya.


Pagi harinya, Alexa sudah bersiap-siap. Ia telah mengenakan gaun pernikahannya. Ia sudah begitu siap untuk mendapat status baru sebagai isteri dari Harry Jackson.


Begitu Alexa menerima pesan teks bahwa acara akan segera dimulai itu isyarat untuk segera pergi ke tempat pernikahan. Alexa melangkah dengan gaun indahnya.


Meski merasa begitu gugup, Alexa merasakan kebahagiaan dan kegembiraan yang luar biasa. Ia tampak cantik. Sepanjang jalan menuju tempat pernikahan, Alexa melihat ke sisi kiri dan kanan jalan, semua orang tampak menangis, mengatakan hal-hal konyol seperti, 'kerudung, kerudung, itu sangat indah, kau sangat cantik.'


Semua yang hadir merupakan orang-orang terdekat Alexa dan Jackson, termasuk Kakek Parman dan Nek Aminah.


Awalnya Alexa tidak percaya, namun sekarang ia percaya.


'Alexa akan menikah.'


Semua orang mulai dari tamu hotel yang terdapat di pulau itu, hingga para staf, resepsionis, dan pegawai toko bahan makanan. Itu adalah momen yang sangat nyata bagi Alexa, beberapa dari mereka bahkan meneteskan air mata, dan ada yang bertepuk tangan dan bersorak. Alexa tidak bisa mengerti bagaimana pengantin ini membangkitkan emosi yang begitu dalam pada orang asing ini.


Ketika Alexa akhirnya mencapai suaminya, butuh semua tenaga yang ia miliki untuk menjaga ketenangannya dan tidak meledak dengan air mata kebahagiaan. Bersama-sama, keduanya menaiki tangga ke atas panggung kecil tempat acara pernikahan berlangsung dan menikah dengan bahagia.


"Dara Alexandra, terima kasih karena telah menerima pinangan ku dan menjadikan aku pria paling beruntung karena bisa mendapatkan mu dan menjadikanmu sebagai isteri ku." Ucap Jackson kala keduanya berdansa.


"Harry Jackson, terima kasih juga karena telah memilihku sebagai wanita yang akan mendampingi mu hingga akhir usia. Aku bahagia karena bisa menjadi isterimu." Balas Alexa.


Dihadapan semua tamu undangan, Jackson tak dapat menahan dirinya untuk menciumi wanita yang sudah sah menjadi isterinya itu.


"Aku mencintaimu isteri ku."


"Aku juga mencintaimu, suamiku."


TAMAT....


Hai semuanya, terima kasih ya buat kalian yang selama ini sudah mendukung dan tetap setia membaca novel ini. Hari ini kita tiba di akhir cerita ya, Alexa dan Jackson akhirnya bisa bersatu dalam ikatan pernikahan dan hidup bahagia.


Jangan tanya untuk adegan MP nya ya, lagi puasa. Gak boleh dulu.... 😂😂🙏🙏


Oh ya, aku punya on going yang bisa kalian baca setelah selesai dari sini. Ada novel lama tapi berlanjut ke sekuel kedua dengan judul '90 Hari Mengejar Cinta Suamiku'


90 Hari Mengejar Cinta Suamiku, sekuel ke-2 akan menampilkan cerita yang berbeda. Mungkin ada yang pernah baca sekuel pertamanya, dimana mengisahkan tentang seorang wanita yang bernama Velicia yang berjuang untuk mendapatkan cinta suaminya dalam sisa umurnya yang hanya tinggal 90 hari karena vonis kanker yang dikatakan Dokter.


Di sekuel kedua ini, ceritanya berfokus pada puteri Velicia, Claudia Arista Setyawan. Setelah Velicia akhirnya meninggal karena kanker yang di deritanya kembali, ia meninggalkan Claudia hidup berdua dengan sang Papa Andreas. Namun Andreas juga pada akhirnya menyusul sang isteri menghadap Tuhan. Claudia pun harus menikah dengan seorang pria yang sama sekali tak pernah di kenal bahkan ditemuinya sesuai keinginan sang Papa.


Claudia menikah dengan seorang pria bernama Adam. Meski menikah, keduanya bahkan belum pernah saling menatap satu sama lain, pernikahan mereka layaknya sebuah pernikahan rahasia. Dan pada hari ulang tahun Claudia, Adam memberikannya beberapa hadiah istimewa namun yang diinginkan Claudia malah bercerai.


Di pesta ulang tahun yang diadakan oleh para sahabatnya, Claudia ditantang untuk mencium orang pertama yang dilihatnya di lobi hotel. Tanpa diduga pria yang dicium Claudia adalah suaminya sendiri yang selama dua tahun tak pernah dilihatnya itu. Adam kembali dari luar negeri dan memberikan waktu 90 hari pada pernikahannya apakah akan berlanjut, atau berhenti dengan kata perceraian.


So buat kalian yang butuh bacaan, yuk dibaca sekuel lanjutannya. Dimulai dari bab 80-an ya. Nih covernya....



Terima kasih banyak ya semuanya. Jangan bosan-bosan untuk mendukung semua karya aku ya... 😘