Menjadi Wanita Penggoda

Menjadi Wanita Penggoda
MT 47: Kembalinya Alice


Hubungan Alexa dan Jackson seperti berjalan di tempat. Keduanya memang saling mencintai tapi sama-sama gengsi untuk meminta berhubungan kembali.


Kini keduanya sama-sama disibukkan dengan pekerjaan mereka. Jackson bahkan sudah berada di luar negeri selama satu bulan. Sedangkan Alexa semakin menguatkan posisinya sebagai pebisnis wanita. Ia telah mengakusisi beberapa perusahaan yang hampir collapse.


Meski sudah lama tak bertemu karena terpisah jarak dan waktu, Jackson tetap memberi kabar pada Alexa sekedar melalui pesan singkat. Seperti hari itu, Jackson pernah mengirimi Alexa sebuah gambar dirinya dengan beberapa wanita tengah berpose di sebuah cafe.


[Lihatlah, ada banyak sekali wanita yang tergoda padaku. Apa kau tidak cemburu?] Tulis Jackson.


Alexa yang tengah menikmati makan siangnya hanya bisa tersenyum dan membalas pesan Jackson.


[Ya, kau memang pandai menggoda wanita lain, kecuali aku.] Balas Alexa.


Seperti itulah, Jackson acap kali mengirimkan pesan kepada Alexa tentang bagaimana kesehariannya di luar negeri. Namun, sesibuk apapun Jackson, ia selalu mencaritahu tentang kabar Alexa. Ia bahkan menyewa seseorang untuk terus memantau keseharian Alexa. Apa yang dilakukannya, sampai dengan siapa ia bertemu.


"Tuan hari ini Nona Alexa kembali bertemu dengan Tuan Morgan." Ucap seorang pria via telepon kepada Jackson yang tengah berbaring di kamar hotelnya di luar negeri.


"Apakah mereka terlihat seperti tengah berkencan?" Tanya Jackson.


"Tidak Tuan. Mereka tampak bertemu di sebuah pameran secara tidak sengaja."


"Baiklah, lanjutkan pekerjaanmu. Pastikan dia selalu dalam pengawasan mu, jangan sampai dia terluka atau terkena masalah." Titah Jackson.


"Baik Tuan."


***************


Pagi ini, Alexa tengah disibukkan dengan beberapa laporan yang harus ia tanda tangani. Sebuah ketukan di pintu ruangannya terdengar.


"Masuk." Ucapnya tanpa melihat ke arah pintu.


"Maaf Nona, ada seorang wanita yang memaksa untuk bertemu Nona meski ia tidak memiliki jadwal untuk bertemu Nona sebelumnya."


Alexa lalu menatap Laura, sekretarisnya dengan dahi yang mengkerut.


"Siapa?" Tanya Alexa.


"Dia bilang, namanya Maya dari PT. Samudera Jaya."


Alexa mendadak bersemangat saat mengetahui bahwa Maya, sekretaris Jackson yang datang menemuinya.


"Suruh dia masuk." Titah Alexa.


Laura mengangguk lalu kembali keluar. Alexa sendiri kembali melanjutkan aktivitasnya dengan membaca dokumen sekaligus menandatanganinya. Ia tampak begitu serius sampai tidak menyadari bahwa pintu ruangannya sudah terbuka dan Maya sudah berdiri disana.


"Kheeemmmm...." Maya berdeham, sontak membuat Alexa langsung menatap ke arahnya.


"Aduuhh yang udah jadi Bos, sibuk banget." Goda Maya.


Alexa tersenyum lalu bangun dari kursinya dan mendekati Maya lalu mengajak Maya duduk di sofa yang sudah tersedia.


"Katakan, apa yang membawamu datang kemari?" Tanya Alexa.


Alexa dan Maya memang sudah sangat akrab semenjak Alexa bekerja sebagai asisten Jackson dimasa lalu. Keduanya sudah seperti sahabat.


"Aku datang secara khusus untuk mengantarkan undangan padamu." Ucap Maya.


"Waah benarkah. Selamat ya, aku ikut bahagia." Balas Alexa.


"Hei, bukan undangan seperti itu yang ku maksud." Maya mengibaskan tangannya di udara sambil tertawa.


"Lalu apa?" Tanya Alexa yang mengira bahwa Maya datang untuk mengantarkan undangan pernikahannya.


Maya kembali tertawa lalu memasukkan tangan ke dalam tasnya lalu mengeluarkan sebuah undangan berwarna hitam pada Alexa.


"Ini undangan dari Jackson." Maya menyodorkan undangan itu pada Alexa.


Deg!


Jantung Alexa berdegup kencang, ia tampak terkejut. Sangat terkejut dengan undangan Jackson yang diberikan Maya.


'Apa dia benar akan menikah? Tapi, dengan siapa?' pikir Alexa.


Maya yang menyadari perubahan pada ekspresi wajah Alexa langsung menepuk pundak Alexa.


"Hei, ada apa denganmu?" Tanya Maya lalu cekikikan. "Tenanglah, ini bukan undangan pernikahan Jackson." Lanjut Maya yang semakin membuat Alexa bingung. "Kalaupun ini undangan pernikahan, maka mempelai wanitanya sudah pasti kamu."


Alexa semakin bingung, ia lantas merampas undangan dari tangan Maya dan mulai membacanya. Alexa terlihat bernapas lega, senyum kembali mengembang di bibirnya.


"Apa kau pikir Jackson akan menikah?" Ejek Maya dengan tertawa. "Dia itu hanya mencintai kamu, tenang saja. Hanya saja, dia memang pria yang sulit untuk mengungkapkan cintanya lewat kata-kata, tapi ia mahir menunjukkannya." Lanjut Maya.


Alexa hanya tersenyum. Ia merasa lega bahwa undangan yang diantarkan Maya bukanlah undangan pernikahan yang dikirimkan Jackson, melainkan sebuah undangan ulang tahun yang akan dilaksanakan dua malam lagi.


"Memangnya dia sudah kembali?" Tanya Alexa.


"Belum, tapi sepertinya ia akan kembali paling lambat besok malam." Jawab Maya. "Kenapa? Apa kau tidak sabar untuk bertemu dengannya?" Maya kembali menggoda Alexa.


"Kau ini." Alexa menepuk pundak Maya pelan.


***************


Malam ini, sesuai undangan yang di terimanya. Alexa akan menghadiri sebuah acara pesta ulang tahun Jackson. Acara tersebut juga sekaligus menjadi ajang pertemuan bagi para pengusaha untuk bertemu mengingat Jackson bukan orang sembarangan. Ia adalah pengusaha muda yang sukses, jadi akan ada banyak rekan bisnisnya yang datang.


Alexa tengah memilih gaun terbaiknya. Ia ingin tampil dengan busana terbaiknya di acara spesial Jackson. Kemarin ia sempat membelikan Jackson sebuah kado ulang tahun berupa sebuah jam tangan mewah keluaran terbaru.


"Aku tidak tahu harus membelikannya apa. Selain itu, dia sudah mempunyai segalanya. Akan sangat sulit untuk membelikannya sesuatu yang bisa ia pakai dan paling tidak bisa mengingatku saat melihat benda pemberianku."


Dan jatuhlah pilihan Alexa pada jam berwarna hitam itu.


'Semoga dia suka.' ucap Alexa dalam hati.


Sementara itu, di sebuah hotel tempat akan berlangsungnya acara pesta ulang tahun Jackson yang akan dihadiri para pengusaha ternama. Nyatanya Jackson sudah merencanakan bahwa ia akan melamar Alexa dihadapan orang banyak.


"Aku tidak bisa menunggu lagi. Jika tidak sekarang, orang lain akan lebih dulu mengatakannya." Ucap Jackson yang tengah berdiri memandang pantulan dirinya di cermin besar.


Jackson mulai berjalan masuk ke tempat pesta berlangsung. Beberapa tamu undangan sudah hadir disana dan mulai menyapa Jackson. Kedua orang tua Jackson pun sudah ada disana.


Pesta sudah di mulai, namun sosok yang ditunggu Jackson belum juga datang. Jackson terlihat semakin kesal karena tak ada tanda-tanda dari Alexa.


Nyatanya Alexa terlambat karena perjalanan dari rumahnya ke tempat lokasi pesta yang cukup jauh. Beberapa menit lagi, Alexa akan segera sampai. Ia diantar oleh sopirnya.


Saat tiba di acara pesta, Alexa keluar dari dalam mobil dengan anggun. Ia mengenakan gaun berwarna merah yang membuatnya menjadi pusat perhatian para tamu undangan yang juga baru hadir. Alexa melangkah pelan dan anggun dengan tangannya yang memegang sebuah kotak kecil dengan pita berwarna merah diatasnya.


Alexa melangkah masuk ke dalam gedung dengan penuh percaya diri. Senyuman terukir di bibirnya, membayangkan akan seperti apa pertemuannya dengan Jackson setelah sekian lama. Namun, yang terjadi ia malah melihat Jackson tengah di peluk oleh seorang wanita dihadapan banyak orang termasuk kedua orang tua Jackson.


Alexa memilih berhenti dan berdiri dibelakang kerumunan tamu undangan yang tengah berdiri menatap ke arah pria yang sedang berulang tahun.


"Selamat ulang tahun." Ucap wanita itu lembut laku mencium pipi Jackson.


Jackson tak bereaksi, dari sorot matanya ia tampak terkejut. Alexa sendiri memilih berbalik saat mendengar nama wanita itu disebut oleh Nyonya Baldev, Mama Jackson.


"Alice, dari mana saja kamu? Kenapa baru terlihat sekarang?" Tanya Nyonya Baldev.


'Bukankah Alice itu adalah nama wanita yang pernah ada didalam hati Jackson?' pikir Alexa.


Alexa memang mengetahui nama itu dari Maya yang menceritakan kepadanya tentang masa lalu Jackson.


Entah mengapa, dada Alexa menjadi sesak. Ia lantas memilih keluar dari gedung itu dan tidak jadi menemui Jackson. Namun di pintu masuk, secara kebetulan ia bertemu dengan Morgan yang baru saja datang.


"Hei." Sapa Morgan. "Mau kemana? Bukankah acaranya baru mulai?" Tanya Morgan.


Alexa menatap Morgan dalam, wajah Morgan terlihat tampan. Apalagi saat tersenyum, lesung di pipinya terlihat begitu jelas. Alexa menghela napas panjang.


'Tidak, aku tidak boleh pergi seperti ini.' ucap Alexa dalam hati. 'Jika dia bisa dengan wanita lain, aku juga bisa dengan pria lain.'


"Tadi aku merasa melupakan sesuatu di mobil. Ternyata aku baru ingat bahwa aku sudah membawanya." Ucap Alexa memperlihatkan kotak kado berukuran kecil yang dibawanya itu.


Morgan tertawa kemudian memperbaiki pakaian yang dikenakannya.


"Aku pikir dia tidak akan mengundangmu, mengingat kalian itu sepertinya musuh bebuyutan." Ucap Alexa.


"Aku juga tidak menyangka bahwa seorang Harry Jackson mau mengundangku ke pesta yang diadakannya. Sepertinya akan ada sesuatu yang menarik hingga ia sampai mengundangku." Balas Morgan.


'Sesuatu yang menarik itu sudah terjadi.' ucap Alexa dalam hati.


"Kalau begitu ayo masuk." Alexa menggandeng tangan Morgan.


Morgan tampak terkejut dan melihat tangan Alexa yang melingkar pada lengannya.


"Ada apa?" Tanya Alexa. "Apa kau tidak mau menjadi pasanganku?"


"Tentu saja mau." Jawab Morgan cepat.


Semetara itu Jackson sejak tadi terus berusaha menghindari Alice. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa Alice, wanita yang dulu sangat dicintainya kini tiba-tiba muncul dihadapannya. Ada rasa bahagia sekaligus kecewa di hati Jackson. Kenapa Alice harus kembali disaat ia sudah bisa melupakannya dan mulai memberikan hatinya pada Alexa.


Alice terus menempel pada Jackson. Jackson sendiri berharap Alexa segera datang, agar rencana yang sudah disusunnya untuk melamar Alexa dihadapan semua orang akan segera terlaksana. Namun, yang terjadi ia malah melihat Alexa bergandengan dengan Morgan. Keduanya mendekati Jackson yang berdiri mematung menatap mereka dengan disampingnya berdiri Alice yang terus menggandeng Jackson.


"Selamat ulang tahun Jack." Ucap Alexa menyodorkan tangannya pada Jackson, namun Jackson tak membalas uluran tangan Alexa.


Alexa tersenyum, lalu mengulurkan tangannya pada Alice.


"Aku Alexa. Sepertinya kau kekasihnya Jackson ya."


"Bisa dibilang begitu." Balas Alice. "Hubungan kami sudah terjalin sangat lama."


"Ah, selamat-selamat." Alexa menyerahkan kado ulang tahun yang dibawanya pada Jackson. "Ini hadiah dariku, untukmu." Ucap Alexa pada Jackson yang terus memandangnya penuh amarah.


"Happy Birthday Harry Jackson." Ucap Morgan. "Gue lihat, lo sepertinya akan segera melepas masa lajang lo. Selamat ya. Oh sorry gue gak tahu harus bawa kado apa. Secara lo sudah punya semuanya. Gue cuma bisa kasih lo doa, semoga panjang umur dan segera berumah tangga."


Morgan lalu menatap Alexa yang tersenyum ke arahnya.


"Mau dansa gak?" Tanya Morgan.


"Tentu." Balas Alexa.


Mata Jackson memerah, hatinya begitu sakit saat melihat Alexa dan Morgan berjalan ke lantai dansa dengan bergenggaman tangan. Wajahnya memanas, tangan Alice yang melingkar di lengannya dihempaskan begitu saja. Jackson beranjak pergi ke meja minuman yang tersedia.


'Sialan, apa-apaan dia? Kenapa dia malah memanas-manasi ku dengan berpasangan dengan pria itu?'


Alice mengikuti Jackson dari belakang lalu memegangi punggungnya.


"Kamu kenapa Jackson?" Tanya Alice lembut.


Jackson berbalik dan menatap Alice, ia lalu menarik tangan Alice untuk berdansa. Keduanya lalu mulai berdansa tepat disamping Morgan dan Alexa yang sudah lebih dulu berdansa. Jackson tampak begitu bersemangat, ia mendekap Alice begitu erat. Seolah-olah ingin menunjukkan pada Alexa agar Alexa cemburu.


Alexa tak mau terpancing, meski sebenarnya hatinya memang sakit melihat Jackson bersama wanita lain tapi ia tak mungkin menunjukkan kecemburuannya. Alexa pun terlihat bersandar di dada Morgan.


"Kau cantik sekali malam ini." Ucap Morgan.


"Terima kasih." Balas Alexa. "Kau juga tampan."


Melihat Alexa yang begitu mesra dengan Morgan, membuat Jackson semakin marah. Ia memberikan kode pada pemain musik agar irama musik untuk berdansa diganti. Musik pun berganti, yang tadinya melow menjadi lebih bit. Jackson memperlihatkan kebolehannya berdansa dengan memutar tubuh Alice dan terlihat seperti mencium leher Alice.


Musik tiba-tiba kembali diganti, kali ini semua orang melakukan mixer dance. Dimana mereka harus berganti pasangan setiap musik berhenti selama beberapa detik. Tepat saat harus berganti pasangan, Alexa yang seharusnya berpasangan dengan seorang pria yang mengenakan jas warna navy malah berpasangan dengan Jackson karena Jackson mendorong pria itu.


"Apa yang kau lakukan dengan Morgan?" Tanya Jackson, Alexa memilih diam dan tak menjawab. "Kenapa diam? Apakah kalian berpacaran?" Tanya Jackson lagi.


"Kalau iya, apa urusanmu?" Alexa balik bertanya.


"Tentu saja ada urusannya denganku karena....." Belum selesai Jackson berbicara mereka harus kembali berganti pasangan.


Namun nyatanya Jackson tak mau berganti pasangan, ia kembali mendorong pria yang mendekat ke arah Alexa.


"Tidak usah ikut campur urusanku. Lebih baik kau urus hubunganmu dengan kekasihmu itu." Ucap Alexa.


"Dia bukan kekasihku."


"Lantas dia siapa? Kenapa dia mengatakan kalian sudah berhubungan sangat lama?"


"Aku memang pernah berhubungan dengannya, tapi itu dulu sebelum kau hadir dalam hidupku."


"Oh ya?"


"Apa kau tidak percaya padaku?"


"Sepertinya begitu."


Musik kembali berhenti, dan untuk ketiga kalinya Jackson mendorong pria yang hendak menjadi pasangan Alexa.


"Orang-orang menatap kita. Kita seharusnya berganti pasangan." Ucap Alexa.


"Aku tidak perduli." Balas Jackson. "Dengarkan aku baik-baik, hubunganku dan Alice sudah berakhir sejak lama. Aku..."


"Kalau sudah berakhir, kenapa dia bisa bebas memeluk dan mencium mu dihadapan orang banyak?"


"Aku tidak tahu kenapa dia melakukan itu. Alexa aku...."


Musik berhenti, dibelakang Jackson sudah berdiri Alice yang menepuk punggungnya. Sementara dibelakang Alexa sudah ada Morgan yang menatap keduanya. Alexa lalu dengan cepat melepaskan pegangan tangan Jackson.


"Sepertinya aku harus pulang sekarang juga. Sekali lagi selamat ulang tahun Jack." Ucap Alexa lalu berbalik. "Apa kau bisa mengantarku pulang?" Tanya Alexa pada Morgan.


"Tentu saja." Balas Morgan lalu berjalan beriringan dengan Alexa.


Jackson berusaha mengejar Alexa, namun ia ditahan oleh Alice.


"Kau mau kemana?" Tanya Alice.


Jackson menghela napas panjang.


"Alice dengarkan aku. Aku tidak tahu kenapa kau kembali lagi ke hadapanku setelah bertahun-tahun kau menghilang. Dan sekarang....."


"Aku mencintaimu Jackson." Ucap Alice seraya langsung memeluk Jackson.


Dengan kasar Jackson melepaskan pelukan Alice dan menatapnya tajam. Keduanya menjadi tontonan para tamu undangan.


"Aku sudah tidak mencintaimu. Kau hanya masa laluku. Dan kau sudah melihat wanita yang kucintai tadi."


"Maksudmu Alexa?"


"Iya, Alexa." Jawab Jackson. "Aku hanya mencintai Alexa, bukan dirimu. Jadi ku harap, kau bisa melupakan aku. Sama seperti aku yang sudah melupakanmu." Ucap Jackson lalu berlalu begitu saja meninggalkan Alice yang berdiri mematung memandang kepergian Jackson.


'Alexa.... Awas kau, aku tidak akan membiarkanmu merebut Jackson dariku.'


Di depan gedung pesta, Jackson sudah tak mendapati Alexa dan Morgan. Saat ia berusaha mengejar mereka, Nyonya Baldev menahan Jackson agar tidak pergi.


"Sayang, kamu mau kemana?" Tanya Nyonya Baldev. "Ayo masuk dulu, kamu yang punya pesta kenapa malah berada di luar."


Nyonya Baldev menarik tangan Jackson agar kembali masuk ke dalam gedung. Jackson menghela napas panjang.


'Tunggu aku Alexa.'


Bersambung.....


Jangan lupa tinggalkan like, komen, vote dan beri hadiah juga ya.... 🥰