Menjadi Wanita Penggoda

Menjadi Wanita Penggoda
MT 20: Menjebak Robby


Alexa merencanakan untuk bertemu Robby. Ia ingin mendapat pengakuan dari Robby tentang masa lalunya bersama dirinya yang masih bernama Dara. Tapi tentu saja Alexa tidak akan mengungkapkan identitas aslinya. Ia hanya ingin mendapatkan pengakuan dari Robby atas rencana pembunuhan terhadap dirinya di masa lalu.


[Mas, datang ke Hotel Royal, kamar nomor 69.] Tulis Alexa pada pesan yang ia kirimkan pada Robby.


Alexa tiba di kamar hotel terlebih dulu untuk menunggu Robby. Ia telah mengenakan pakaian seseksi mungkin untuk menggoda Robby.


Tak butuh waktu lama Robby datang dan langsung memeluk Alexa saat pintu kamar hotel terbuka.


"Sayang, Mas kangen banget sama kamu." Ucap Robby memeluk Alexa erat.


Keduanya lalu duduk di sofa dan mulai berbincang, hingga tak menyadari bahwa keduanya sudah lupa waktu. Keduanya saling sambung cerita lewat sebuah tatap- pandang. Saling memperlihatkan deretan gigi yang berjejer rapi.


"Sebentar ya Mas, aku ambilkan makanan dan minuman dulu." Ucap Alexa.


Alexa membuka lemari pendingin kecil yang ada di dalam kamar hotel. Alexa melirik ke belakang dimana Robby tengah duduk bersandar di sofa. Alexa lalu perlahan menuang sesuatu ke dalam minuman Robby. Setelah memberikan minuman pada Robby, Alexa bergegas menuju kamar mandi.


"Diminum dulu Mas, aku mau ke kamar mandi sebentar." Ucap Alexa.


"Jangan lama-lama sayang. Mas sudah tidak sabar." Balas Robby dengan memegang pinggang Alexa.


Di dalam kamar mandi, Alexa dengan cepat mengoleskan krim wajah ke permukaan kulitnya, melalui jari telunjuknya setelah sebelumnya membasuh wajahnya lebih dulu. Setelah itu, Alexa mengenakan lipstik berwarna merah menyala dan memandangi wajah cantiknya di cermin. Ia tersenyum getir. Jauh di kedalaman mata yang ia pandangi, ia mulai menemukan masa-masa getir yang dilaluinya. Bagaimana ia belajar cara meletakkan bulu mata, bagaimana cara mengoleskan lipstik, maskara yang hitam pekat ke tempat-tempat yang semestinya menerimanya.


Kecantikan adalah anugerah yang sekejap. Namun dengan tetap mempertahankan kecantikannya setiap hari, Alexa merasakan sensasi bahagia yang luar biasa. Sebab bahagia padanya telah berubah makna dari kebanyakan orang lain.


Alexa keluar dari dalam kamar mandi dan mendapati minuman di gelas Robby sudah tandas, menyisakan gelas kosong.


"Kau sangat cantik dengan penampilan barumu sayang." Ucap Robby.


Alexa lalu duduk dipangkuan Robby dan mulai menggodanya dengan mencium seluruh wajahnya.


"Kapan Mas Robby akan menikahi aku?" Tanya Alexa dengan manja.


"Mas akan melakukan semuanya setelah status pernikahan Mas dengan Gea sudah cerai." Jawab Robby dengan memegang rahang Alexa berusaha mencium bibirnya, namun Alexa bisa menahan tangan Robby.


"Mas, aku boleh tanya?"


"Tentu saja sayang."


"Kenapa Mas rela meninggalkan isteri Mas demi menikah denganku?"


"Karena Mas mencintai kamu."


"Benarkah?"


"Harus dengan cara apa Mas membuktikan semuanya?"


"Aku dengar, sebelum Mas menikah dengan isteri Mas. Mas itu seorang duda."


"Iya memang benar. Mas pernah menikahi seorang gadis gendut yang tak lain adalah saudara tiri Gea."


"Apa Mas mencintai wanita itu? Lalu Gea merebut Mas dari dia?" Tanya Alexa lagi.


"Mas tidak mencintai keduanya. Mas mau menikahi wanita itu demi Gea yang menjanjikan Mas hidup kaya."


"Sudahlah sayang. Untuk apa kau tanyakan semua itu. Lebih baik kau layani Mas malam ini. Mas sudah tidak tahan." Robby berusaha mengangkat gaun yang dikenakan Alexa.


Alexa sontak berdiri dan mengangkat sendiri gaunnya.


"Mas mau ini?" Goda Alexa memperlihatkan perutnya yang rata dan putih.


"Mau mau yang tersembunyi dibalik kain berwarna merah itu." Ucap Robby hendak bangun ingin meraih Alexa.


Namun, tiba-tiba kepala Robby begitu pusing.


"Ayolah sayang, kemari lah. Mas sudah tidak tahan."


"Aku janji akan layani Mas malam ini dan seterusnya. Asalkan Mas mau jujur sama aku tentang masa lalu Mas."


"Kemari lah, Mas akan cerita semuanya." Ucap Robby.


Alexa kembali duduk dipangkuan Robby.


"Bisakah kita bermain sambil Mas bercerita?" Tanya Robby manja.


"Cerita dulu, baru main." Ucap Alexa seraya mencolek hidung Robby.


"Gea dan adiknya membunuh isteri Mas. Setelah itu Mas menikah dengan Gea dan......"


Alexa mendengar setiap ucapan Robby sambil mengusap-usap pipi pria itu dengan lembut. Tanpa diketahui Robby. Alexa sudah merekam semua pembicaraannya sejak tadi melalui ponsel yang diselipkan Alexa di sudut sofa.


"Sekarang penuhi janjimu. Mas sudah menceritakan semuanya." Ucap Robby.


"Baik." Ucap Alexa.


Perlahan Alexa membuka gaun seksi yang ia kenakan, membuat gairah Robby semakin memanas saat melihat tubuh Alexa yang seksi dan hanya berbalut dua kain yang menutupi dua area sensitifnya.


"Ayo sayang, kemari lah." Robby seperti harimau yang hendak menerkam Alexa namun tubuhnya benar-benar tak bisa bergerak mendekati Alexa karena kepalanya yang begitu pening. "Puaskan hasrat Mas sayang." Ucapnya lagi.


Alexa lalu menaruh gaunnya diatas meja dan menyelipkan tangannya ke dalam tas mengambil sebuah tissue lalu mendekati Robby.


"Kening dan wajahmu berkeringat Mas." Ucap Alexa seraya mengusap tissue itu ke wajah Robby hingga ke ujung hidungnya lama.


Mendadak Robby limbung tak sadarkan diri. Alexa tersenyum puas, ia lalu mengenakan pakaiannya dan menelepon seseorang.


Tak lama seorang wanita seksi masuk dan membantu Alexa mengangkat tubuh Robby ke atas tempat tidur.


"Apa yang harus aku lakukan selanjutnya?" Tanya wanita itu.


"Lakukan sesuai pekerjaanmu. Sebentar lagi dia akan sadarkan diri. Tutup matanya, bila perlu ikat kaki tangan dan kakinya agar kau bisa leluasa. Pastikan dia mengira bahwa aku yang bermain dengannya. Setelah selesai, kau boleh keluar." Titah Alexa lalu memberikan sejumlah uang pada wanita yang memang bekerja sebagai pemuas pria hidung belang itu.


Alexa lalu keluar dari dalam kamar, meninggalkan Robby bersama wanita itu.


'Sebentar lagi, kau akan menerima semuanya.'


Bersambung....