
Margonia yang telah melepas semua armor batu yang menyeimuti tubuhnya kini menjadi makhluk yang lebih kecil namun dengan energi yang jauh lebih besar dari sebelumnya.
"Shishishi !!" Suara desisan tawa yang keluar dari mulut monster itu serentak dengan aura mangancam keluar dari tubuhnya untuk memberikan tekanan kepada Terada.
Namun hal itu sama sekali tidak membuat Terada terganggu ataupun takut kepada dirinya. Bahkan Terada merasa kalau makhluk di depannya terlalu sombong hanya karena kakuatannya sedikit meningkat. "Dasar tukang pamer !" Terada sedikit kesal melihat tingkah Margonia yang seolah-olah sudah menang dari dirinya.
Margonia dengan sangat cepat melesat seolah-olah menghilang dari pandangan terada. Terada sedikit terkejut melihat pergerakan monster itu yang lebih cepat dari perkiraannya. Bahkan Terada tidak menyadari bahwa makhluk itu sudah berada di atasnya.
"Shiiii !!" Margonia langsung menebas sayap Terada dengan sangat cepat namum Terada berhasil menyadari serangan itu ketika akan mengenai dirinya dan langsung menghindar. Namun tanpa di duga bahu kirinya terkena serangan itu dan terbakar.
"Tch... Kurang ajar !!" Terada terlihat sangat kesal. "Storm dragon power, Inviniti Slash !! Skill Terada memunculkan Ribuan tebasan angin yang menerjang tubuh Margonia. Namun Margonia dengan cepat menghindari semua serangan angin yang mengarah ke dirinya.
Lalu monster itu memuntahkan beberapa bola api yang langsung meluncur ke arah Terada. Terada yang tida sempat menghindar langsung menggunakan sihir angin untuk menahan serangan tersebut namun hal itu sama sekali tidak mempan dan bola api itu mengenai tubuhnya.
"Booooomm !!" Bola api tersebut meledak dan membuat Terada terpental beberapa langkah namun masih dalam posisi terbang. Serangan itu membuat bajunya terbakar dan beberapa bagian tubuhnya terluka.
"Shi..shi..shi !!" Monster itu tertawa melihat Terada yang tidak berkutik melawannya.
"Thunder Storm blast !!" Terada terlihat sangat kesal dan langsung menyerang Margonia dengan badai angin yang di selimuti petir dari bola energi yang mengitari tubuhnya. Namun Margonia membalas serangan itu dengan pusaran lava yang keluar dari tubuhnya dan berhasil menahan serangan dari Terada.
Lalu tanpa Terada sadari, Margonia sudah berpindah ke belakang punggungnya dan langsung menebaskan sabit Lava ke punggung Terada.
"Akhhh !!" Terada merasakan panas akibat luka bakar di punggungnya dan langsung berbalik dan menendang monster itu menjauh. Monster itu menerjang tanpa henti dengan sangat cepat menyerang Terada. Namun Terada beberapa kali berhasil menahan serangan itu dengan sihir dan bola energi miliknya.
Monster itu yang kesal dengan bola energi yang terus menghalangi serangannya, kini menargetkan ke 3 bola energi tersebut untuk di hancurkan.
Terada yang mengetahui itu tidak membiarkannya dan mencoba menghalangi segala serangan yang datang dari Margonia. Namun Karena kecepatan Margonia yang sudah berada di atasnya, Terada merasa kesulitan dan monster itu berhasil menghancurkan bola energi tersebut.
"Shi..shi..shiiiii !!" Monster itu tertawa merendahkan Terada yang sudah kehilangan bola energinya. Bola energi itu adalah alat yang bisa membantu Terada menyerang lebih cepat dan efisien di bandingkan dengan mengucapkan mantra.
Melihat tawa monster itu yang merendahkan dirinya, Terada menjadi sangat kesal. Namun ketika melihat luapan energi dari Indra yang berubah ke mode bertarungnya. Terada akhirnya memilih untuk segera mengakhiri pertarungannya dengan Margonia.
"Jangan sombong dulu makhluk bodoh !!"
Monster itu terkejut melihat wajah Terada yang awalnya tanpa ekspresi kini tersenyum meremehkannya.
Energi yang meluap di dalam tubuh Terada mengalir keluar melalui kedua tangannya. Angin berhembus kencang di sekitar tubuh Terada karena gejolak dari energi yang terus keluar. Luapan energi yang besar itu kian memadat dan mengecil lalu membentuk sebuah pedang.
Pedang berwarna biru tua dengan garis rune berwarna putih. Ketika Terada menggenggam erat pedang itu, pola garis Rune yang ada di pedang tersebut, mengalir ke seluruh tubuh milik Terada. Bersamaan dengan hal tersebut, sihir dari pedang dewa itu melapisi tubuh terada dengan sebuah armor yang indah. Kedua tanduk yang berada di kepala Terada menghilang namun tanduk kecil yang baru kini muncul di dahinya. Rambut biru tuanya memanjang dengan warna Ekornya yang kini lebih cerah. Aura kehadiran Terada berubah menjadi lebih bijaksana dengan energi yang terus terpancar dari tubuhnya.
Perhatian Lucifer teralihkan karena merasakan pancaran energi yang sangat besar berasal dari lokasi pertarungan monster titan lava miliknya. Lucifer melihat sosok wanita sedang mengambang di udara dan sedang memegang pedang yang membuatnya takjub.
"Pedang itu ?!" Lucifer terkejut.
"Pedang yang belum pernah terlihat lagi semenjak zaman perang kuno ! Pedang yang membuat klan peri terbantai habis, bagaimana bisa pedang itu bisa berada di tangan makhluk itu ?!" Lucifer kebingungan karena pedang yang saat ini berada di tangan Terada sudah menjadi legenda karena ikut musnah bersama pemiliknya.
Pedang yang kini di pegang oleh Terada adalah pedang yang di sebut pedang dewa angin yang hanya bisa di ciptakan oleh para makhluk yang sihir anginnya sudah menyentuh ranah makhluk tingkat legenda.
"Akhirnya... kini aku sudah mencapai tingkat yang selama ini aku impikan. Semua ini berkat tuanku yang sudah memberikanku nama yang indah ini. Akan aku pastikan bahwa dirinya tidak akan menyesal telah memilihku menjadi bawahannya !!" Ucap Terada yang masih memandang dengan kagum pedang tingkat legenda di tangannya.
Pedang itu adalah pedang milik leluhur raja naga badai. Rahasia cara menciptakan pedang itu sudah di turunkan secara rahasia bagi penerus raja naga badai. Namun, karena para raja sebelum Terada belum pernah mampu menyentuh ranah tingkat Legenda, maka pedang tersebut belum pernah berhasil di realisasikan.
Ayah Terada yaitu raja naga sebelumnya menyembunyikan identitas anaknya yang adalah naga betina dari seluruh klan naga yang di benua itu karena takut mereka semua akan menjadikan hal itu kesempatan untuk mengambil wilayah kekuasaan klan naga badai ketika penguasanya adalah naga betina.
Namun kini Terada tidak akan ragu lagi untuk mengungkapkan identitasnya karena dirinya saat ini adalah salah satu naga terkuat di benua itu. Lalu Terada menjadi satu-satunya penguasa naga badai yang mampu menciptakan kembali pedang dewa angin yang selama ini hanyalah legenda.
Margonia yang sebelumnya merasa dirinya lebih unggul, kini menjadi waspada dengan kehadiran Terada dan pedang di tangannya.
"Shhhhiiiiiiiii !!" Tangan margonia memanjang dan berubah menjadi sabit.
Margonia menghilang dari pandangan Terada dan dalam sekejab sudah berada di punggung Terada. Kecepatannya sangat luar biasa setara dengan skill instan move milik Rui.
"Swiing !" Margonia melancarkan serangan untuk menebas punggung Terada. Namun tiba-tiba "Wooooshhhh !!" Pedang milik Terada memunculkan angin yang mirip seperti perisai untuk melindungi tubuh pemiliknya.
"Bussshhh !!" Serangan monster tersebut tidak bisa menembus perisai angin itu. "Shiiiiiii !?" Margonia terkejut karena serangannya terpental. Namun monster itu tidak menyerah dan terus menyerang tanpa henti untuk menembus perisai angin tersebut namun tetap saja belum bisa berhasil.
Margonia mundur dan menjaga jarak dari Terada. Kini Margonia terlihat cemas dan ketakutan pada sosok Terada di hadapannya.
...Bersambung...!!!...