
Dalam Kekaisaran terdapat individu - individu kuat dan berbagai pasukan. Seperti , Arc mage , Wizard knight, dan Guardian Knight sebagai pelindung Kekaisaran.
Gelar Arc Mage saat ini di pegang oleh 4 Duke. Helios, Zanaf, Jirnif dan Nourman. Gelar Arc Mage diisi oleh 4 individu terbaik yang sudah masuk ranah King dan 3 King Wizard lainnya tidak diketahui keberadaannya.
Arc Mage adalah penyihir yang bisa menggunakan sihir skala besar dan terkenal dengan kekutan tempurnya. Bahkan kekuatan satu orang dari mereka bisa merubah kondisi peperangan. Mereka dijuluki 4 Raksasa Agung Pilar Kekaisaran.
Wizard knight adalah penyihir sekaligus kesatria yang dapat bertarung jarak dekat maupun jauh, mengkombinasikan senjata dan sihir. Wizard Knight di isi oleh 6 orang dan di sebut sebagai The Six Guardian Sword dan berada di bawah 4 arc mage.
Dan yang terakhir, bawahan dari Wizard Knight di beri gelar Guardian Knight. Mereka adalah orang - orang yang memimpin pasukan dibawah Wizard Knight. Menjadi pemimpin pasukan tentara yang terdiri dari rakyat jelata yang tidak bisa menggunakan sihir.
Sebagai kekuatan utama, Arc Mage di berikan wewenang khusus memimpin wilayah yang besar di kekaisaran. Memilki pasukan yang besar dan di beri otoritas penuh jika ingin memulai Peperangan . Jumlah pasukan utama kerajaan hanya 40% dari total pasukan dan 60 % berada di tangan ke 4 duke.
Bahkan seorang Duke bisa menolak perintah resmi kekaisaran jika itu mendapatkan persetujuan dari ke 3 Duke lainnya. Dibawah Duke ada Count, Viscount dan Baryon .
Baryon memilki wilayah sebesar satu hingga 2 desa. Viscount memilki wilayah yang lebih luas dan menduduki wilayah Baron . Count tidak menduduki wilayah viscount tapi memilki wewenang lebih tinggi dan wilayah kekuasaan lebih luas dari seorang Viscount. Hingga Duke yang diberi wewenang oleh kekaisaran sebagai penguasa di atas ke 3 penguasa lainnya.
Namun ada Pasukan Rahasia yang disebut Pasukan Penumpas yang berada di bawah perintah langsung Sang Kaisar , menurut rumor jika pasukan itu dikerahkan, bahkan ke 4 Duke tidak bisa bertahan menghadapinya. Jadi pasukan itu hanya akan turun jika ada kejadian yang sangat darurat.
~~
Saat ini kami bertiga sedang melakukan pengejaran monster hingga ke desa di wilayah Viscount Consta, yaitu wilayah kekuasaan Ayahnya Ririna.
" Rui, bagaimana jika kita menggunakan skill berpindahmu saja, aku sedikit hawatir dengan keadaan wilayahnya Ririna " Ucap Karin dengan wajah panik.
" Maaf kakak, aku sebenarnya berniat begitu, tapi jika aku membawa kalian berdua maka sisa manaku akan berkurang Drastis dan aku tidak berani ambil resiko kehabisan mana di tempat musuh berada " Jawabku ke Karin.
Aku bisa saja memindahkan mereka tapi karna jaraknya cukup jauh, dengan kemampuanku yang sekarang aku tidak bisa mengambil resiko tubuhku yang di ambang batas ketika berhadapan dengan bahaya nanti.
Aku juga berjaga jaga apabila monster tidak hanya muncul di bagian utara tapi di wilayah lain juga . Dari pada mengambil resiko lebih baik menggunakan kuda untuk meminimalis resiko nantinya.
" Ririna kuatkan hatimu, yakinlah keluarga dan orang - orangmu akan baik - baik saja " Saranku untuk menenangkan Ririna.
" Iya Rui, aku mengerti. Ayahku memang agak bodoh tapi aku yakin dia cukup kuat " Ucap Ririna meneguhkan hatinya.
Setelah beberapa saat kami melihat dari kejauhan para monster berbalik ke arah kami lagi dan membuat Karin dan Ririna sontak mengeluarkan sihir mereka.
" Fire Spear, Tornado Break " Ucap mereka mengeluarkan mantra sihir.
" Rui, biarkan aku saja yang mengurus mereka, kau pergilah bersama Ririna ke arah wilayah Viscount, aku merasakan firasat yang sangat buruk " Perintah Karin.
" Lalu kakak bagaimana, kenapa kakak tidak ikut kami saja ke sana "
" Dasar bodoh, jika kita membiarkan monster ini lewat, maka dia akan kembali ke kota El - Rine dan menyerang orang - orang disana, jadi aku akan memusnahkan mereka disini "
" Jadi pergilah, aku berjanji pasti akan menyusul, Lagi pula kakakmu ini sangat kuat loh " Ucap Karin dengan senyumannya.
Tanpa pikir panjang aku meluncurkan manaku ke arah wilayahnya Ririna . Karna aku tidak tau lokasi pastinya, aku beberapa kali berpindah dan akhirnya sampai di mansionnya Ririna.
" Ayah , Ibu, Kakak, Yuri, kalian dimnaa " Teriak Ririna panik.
Lalu ibunya kaget dan keluar menghampiri kami.
" Ahh, sayang syukurlah kau tidak apa - apa, aku dengar wilayah di El - Rine sedang dalam keadaan genting " Ucap ibunya Ririna sambil memeluknya.
" Kakak, " Ucap seorang gadis kecil berlari memeluk Ririna.
" Ahh, Yuri, aku senang melihatmu baik - baik saja "
" Lalu dimana , kakak Regia dan Ayah " Tanya Ririna ke ibunya dengan tatapan cemas.
" Ayahmu dan kakakmu pergi ke desa karna ada laporan dari kepala desa disana ada Iblis yang muncul " Ucapnya.
"Tunggu Iblis, bukan monster, bukannya Iblis sudah punah ratusan tahun yang lalu ? "
" Ibu tidak tahu detailnya tapi Ibu mendengar laporan dari warga yang meminta bantuan ayahmu, ibu juga sangat cemas " Ucap Ibu Ririna khawatir.
" Kalau begitu aku harus cepat pergi ke tempat ayah berada" Ucap Ririna panik.
" Kakak, jangan pergi " Ucap adiknya sambil menangis.
" Ibu aku mohon, biarkan aku pergi, percyalah padaku, Rui pasti akan melindungiku " ucap Ririna yang membuatku agak kaget.
" Rui.? " tanya ibu Ririna.
Lalu aku maju memperkenalkan diriku ke ibunya Ririna.
" Senang bertemu denganmu nyonya, namaku Rui Aubert, temannya Ririna " ucapku sambil membungkuk.
" Ahhh, jadi kau yang bernama Rui, kau memang tampan seperti yang dikatakan Ririna. Aku Sofia Consta ibu dari Ririna "
" Maaf kami tidak bisa menyambutmu saat ini, tapi Ririna sudah banyak menceritakanmu padaku dan dia sangat mengagumimu " ucap ibu Ririna sambil senyum.
" Ahhh, ibu. kenapa ibu memberitahunya. ini bukan saatnya untuk itu. aku mohon biarkan aku pergi ". ucap Ririna agak malu dan menghentikan pembicaraan ibunya.
" Aku juga mohon izinmu nyonya, aku berjanji akan melindungi Ririna hingga tanpa ada goresan papun di tubuhnya " ucapku dengan penuh keyakinan.
" Baiklah , aku percaya padamu Rui, kalau begitu, tolong lindungi putriku " ucap ibu Ririna sambil membungkuk.
" Ayo cepat kita pergi sekarang" ucap Ririna sambil menarik tanganku ke luar mansion.
Setelah keluar, kami menaiki kuda dan pergi ke arah desa tempat ayah dan kakaknya Ririna.
Selang beberapa saat, kami melihat sebuah makhluk sebesar rumah yang terbang di atas desa dan menyerang desa dengan api.
" Makhluk apa itu, ayo cepat Ririna " ucapku mencoba mempercepat laju kudaku.
Sesampainya disana, kami melihat banyak rumah terbakar, warga yang mati dan menjadi korban dari keganasan naga tersebut.
Dari kejauhan Ririna melihat kakaknya terbaring yang setengah badannya panuh luka bakar.
" kakaaaaak " ucap Ririna teriak.
" Suara ini " ucap Regia sambil membuka matanya.
" Kakak, apa yang terjadi, kenapa kakak bisa sampai sepeti ini " Tanya Ririna sambil duduk di dekat kakaknya.
" Ke_ kenapa kau bisa ada disini Ririna , ku mohon pergilah dari sini, tempat ini terlalu berbahaya untukmu " Perintah Regia sambil menahan sakit.
" Rui, kumohon padamu, lakukan sesuatu untuk menyembuhkan kakakku " ucap Ririna sambil menangis.
Tapi tiba - tiba Regia mengalihkan pendangannya padaku dan menatapku.
" Jadi kau yang namanya Rui, Ririna sangat bahagia ketika menceritakan tentangmu dan itu membuatku sedikit iri ,maaf kita harus bertemu di saat seperti ini tapi kau tidak bisa mengambil Ririna dari sisiku " ucapnya dengan tatapan sedikit kesal.
Lalu Ririna memukul kepala kakanya dengan tangannya.
" Diam dasar bodoh, orang terluka jangan banyak bicara " ucap Ririna dengan ekspresi kesal.
Melihat mereka membuatku senang karna melihat mereka berdua adalah saudara yang sangat akrab tidak seperti Risiya dan saudara tirinya.
Lalu aku menggunakan mana Purifycation dan menyembuhkan sebagian besar lukanya hingga dia pulih.
Melihat kejadian itu, regia spontan berdiri dan memeriksa luka - lukanya yang hilang.
" Apa ini, ini bukan sihir, bahkan ramuan terbaik saat ini hanya mampu menyembuhkan instan luka dari sayatan atau tebasan ringan, untuk bisa menyembuhkan luka berat butuh waktu berminggu minggu walaupun dibantu dengan sihir, bagaimana bisa hal seperti ini terjadi " ucap Regia sangat kaget melihat kemampuanku.
" Kita tidak punya waktu untuk itu, sekrang dimana ayah " ucap Ririna panik.
Lalu kami mengikuti arah Regia berlari, dan ketika sampai disana kami bertiga sangat kaget melihat 3 ekor Naga yang bediri di depan kami.
...the end...