
Sesampainya di perbatasan wilayah elf yang merupakan hutan yang sangat lebat. Rui melihat hutan itu di selubungi oleh sebuah penghalang sihir yang melindungi hutan dari dunia luar.
Namun dengan kekuatan Rui saat itu dia dengan mudah menerobos masuk bersama para rombongannya.
Karena merasakan bahwa penghalangnya rusak. Para Ksatria elf yang merupakan Dark elf langsung pergi menuju perbatasan untuk mencari tahu apa yang terjadi. Dark elf adalah sebuah ras elf yang cukup di segani karena kemampuan tempur mereka berada di atas rata - rata kemampuan elf yang lain.
Mereka bergerak dengan melompati pohon - pohon dengan sangat cepat. Begitu mereka akan sampai ke perbatasan, mereka melihat dari kejauhan ada sebuah rombongan yang telah masuk ke hutan dan sedang mengarah ke lokasi kerajaan elf.
"Berhenti!" ucap seorang elf yang memimpin para pasukan elf tersebut.
Dark elf itu memperhatikan dari jauh bahwa rombongan itu adalah para elf yang diculik dan juga tuan putri Aziel yang sangat mereka sayangi. Mereka sangat terkejut dan gembira melihat kedatangan mereka yang akhirnya bisa kembali dengan selamat.
"Ii_itu adalah para elf yang di culik. Tuan putri juga ada bersama mereka" ucap salah satu elf tersebut.
"Kau kembalilah dan beritahukan hal ini pada raja bahwa Putri telah kembali ke negeri ini!" perintahnya kepada anak buahnya.
Namun kegembiraan di wajahnya sirna ketika melihat ada manusia dan ras lain yang ikut masuk ke hutan itu.
Lalu pasukan Dark elf itu turun dari dari atas pohon dan langsung memberi hormat kepada putri Aziel.
"Selamat datang kembali, tuan putri. Saya sangat bersyukur melihat keadaan anda yang baik-baik saja" ucap pemimpin pasukan itu.
"Kalau begitu Izinkan saya memandu Anda untuk kembali ke kerajaan karena yang mulia pasti sangat merindukan anda dan sangat bahagia melihat putri yang baik - baik saja" ujarnya kepada Aziel.
Namun ketika melihat Rui dan Risyia yang bukan seorang Elf dan melihat para warbeast yang ikut bersama mereka, pemimpin dark elf itu keberatan membawa mereka untuk ikut masuk ke wilayah kerajaan.
"Maaf manusia, sepertinya kau tidak akan melangkah lebih jauh ke dalam hutan ini, Karena selain elf, tidak di izinkan ras apapun untuk mendekati wilayah kerajaan tanpa izin dari raja. Jadi silahkan kembali karena dari sini kami sendiri yang akan memandu tuan putri" ucapnya dengan tatapan kesal.
Mendengar hal itu, Azirl menjadi kesal oleh ucapan mereka pada Rui dan yang lain.
"Apa maksud kalian. Mereka berdua adalah tamuku, beraninya kalian berbicara sangat tidak sopan pada mereka" bentak Aziel yang marah kepada mereka berdua.
"Maaf tuan putri ini adalah aturan mutlak dan juga perintah langsung dari yang mulia. Kami hanya menjalankan perintah".
"Kalian semua, bawa putri dari sini" perintahnya kepada anak buahnya.
Karena merasa Aziel tidak akan menuruti kemauan mereka, Dark elf itu mencoba membawa Aziel dengan paksa.
Para pasukan elf yang mencoba memegang tangan Aziel langsung di lempar kembali oleh Rui.
"Mundurlah" ucap Rui pada Aziel.
"Jangan ikut campur manusia. Apa kau mau melawan perintah raja dan membuat permusuhan dengan rasmu?" ucapnya kesal.
"Raja elf adalah raja kalian, aku tidak punya kewajiban untuk menuruti perintahnya. Lalu kau sudah mendengar kalau putri tidak ingin ikut bersama kalian. Bukankah kalian yang bertindak tidak sopan di sini" jawab Rui.
"Kalau begitu, jangan menyesal jika kami harus melakukannya dengan cara kasar"
"Serang dia" perintahnya kepada para elf.
Rui memperhatikan sekitarnya. Para elf yang menggunakan panah bergerak ke belakang dan bersiap pada posisi mereka. Sebagian elf mencoba menyerang Rui dari depan.
Risiya langsung maju dengan berhasil memukul mundur pasukan itu.
"Incar gadis itu dahulu" ucap kapten pasukan itu.
Lalu mereka mulai serius untuk mengalahkan Risiya. Mereka melepaskan panah yang sudah di selubungi dengan sihir angin untuk menambah kekuatan dan kecepatannya. Risiya mencoba menghindari serangan itu namun beberapa anak panah itu berhasil mengenai tubuhnya.
"Risiyaaaa!!" teriak Aziel khawatir.
Lalu dengan santainya ia mencabut panah di bahu dan pahanya.
"Tidak apa - apa Aziel, tidak perlu sekhawatir itu" ucapnya sambil tersenyum.
Melihat hal itu, pemimpin dark elf tersebut sudah kehabisan kesabaran. Ia memerintahkan pasukannya untuk menyerang dengan serius.
Mereka lalu menyerang dengan sihir dan panah. Rui dengan mudah menghalau serangan sihir itu dengan mana shieldnya. Sedangkan Risiya berhasil menangkap semua anak panah yang mengarah kepadanya.
"Aku akan mengurus para penyerang jarak jauh itu" ucap Rui yang langsung menghilang dan berteleport samping elf yang menggunakan panah itu.
Sedangkan Risiya melawan para dark elf dari jarak dekat. Walaupun kemampuan Risiya cukup tinggi dalam pertarungan jarak dekat. Ia masih belum bisa mengalahkan para dark elf yang merupakan spesialis petarung jarak dekat.
Risiya mendapat luka sayatan dari belati milik salah satu dark elf itu dan mundur ke belakang. Lalu pemimpin dark elf itu mengeluarkan mantra yang membuat akar pohon keluar dari tempat Risiya berdiri dan langsung mengikat tubuhnya.
"Sekarang, tangkap wanita itu"
Melihat para dark elf semakin mendekat, Risiya langsung berubah ke mode setengah warbeastnya dan berhasil menghancurkan akar yang mengekangnya. Ia lalu membalas serangan para dark elf yang mendekat dan berhasil melempar mereka kembali.
Risiya melihat keadaan Rui yang terlihat sudah selesai melumpuhkan para pemanah itu dengan mudah.
Pemimpin dark elf itu semakin kesal karena merasa terhina oleh kedua orang itu. Ia memerintahkan dark elf itu untuk mengurus Rui sedangkan dia menerjang untuk menghadapi Risiya.
Risiya menerjang balik ke arah dark elf itu dan mereka beradu serangan. Walaupun dalam mode beastnya, dark elf itu mampu mengimbangi kekuatan Risiya. Mereka beradu serangan dan bertarung cukup sengit. Hingga akhirnya Ia berhasil menendang perut Risiya yang membuatnya terlempar ke sebuah pohon besar.
"Cukup sampai di sini !!" ucapnya yang kembali mengekang Risiya dengan akar pohon itu dan membuat Risiya tidak bisa bergerak.
Sedangkan Rui bertarung cukup sengit dengan dark elf itu. Rui hanya ingin menilai kemampuan dari para dark elf dan hanya menghindari serangan mereka. Ia mengetahui bahwa reflek dan ketangguhan tubuh mereka cukup hebat. Walaupun Rui menggunakan skill instan movenya, para dark elf itu mampu merespon dengan cepat pergerakan Rui. Hal ini dikarenakan mereka sering bertarung dengan suku warbeast. Walau begitu mereka belum sekalipun berhasil mendaratkan serangan pada Rui.
Rui melihat bahwa mereka mampu memanipulasi mana mereka dan menyelubungi belati mereka dengan sihir angin yang mampu memotong belati milik Rui dengan sangat mudah.
Mereka juga menggunakan sihir angin untuk memudahkan pergerakan dan serangan mereka . Rui sangat kagum dengan kemampuan mereka dalam mengontrol sihir angin.
Sedangkan kapten Dark elf itu yang mengalihkan pandangannya dari Risiya dan berniat ke arah Rui, membuat Risiya kesal.
"Oy..., ke arah mana matamu melihat" ucap Risiya.
Seketika akar pohon yang mengikat Risiya hancur berkeping-keping, kini Risiya sudah sepenuhnya ke mode warbeastnya.
"Baiklah, main-mainnya sudah selesai" ucap Risiya yang sudah masuk mode tempurnya.
...Bersambung...!!!...