
Mendengar ucapan yang mengerikan dari kaisar Julius kepada putranya Albert, permaisuri kaisar Anastasya langsung menghentikan para Wizard knight yang mendekat.
"Hentikan" bentak Anastasya.
"Apa kau gila ingin membunuh putramu sendiri" tanya anastasya pada kaisar julius suaminya.
Namun kaisar tidak bergeming sedikitpun dari ucapannya.
"Gila?, apa keadilan dariku yang akan menghukum orang yang melakukan kejahatan adalah suatu perbuatan gila di matamu" jawab Julius.
"Mana bukti kalau putraku yang melakukan perbuatan tersebut, beraninya prajurit rendahan sepertimu menuduh putraku. Kau akan terima akibatnya" ancam permaisuri kepada prajurit bayangan.
Mendengar hal itu, Rui menjadi kesal karena ratu menghina prajuritnya.
"Berani sekali kau merendahkan orang kepercayaanku di depanku" ucap Rui kesal.
"Tuan" ujar prajurit itu mendengar Rui membelanya.
"Aku tidak perduli kau Ratu ataupun Kaisar, seseorang yang membela pelaku kejahatan dan berani merendahkan orang lain di hadapanku, siapapun dirimu, setinggi apapun derajatmu, pedangku sendiri yang akan memberikan keadilan padamu" ucap Rui kesal.
Para bangsawan yang mendengar Rui kesal, semuanya terdiam. Mulanya mereka berbisik dan meragukan kalau pangeran pelakunya, namun karena mendengar ucapan Rui tersebut, mereka tidak berani berbicara.
Namun duke zanaf mengambil kesempatan untuk berbicara di tengah situasi yang kacau tersebut.
"Tunggu yang mulia, anda sepertinya mengambil keputusan dengan tergesa - gesa. Apakah karena hanya dia adalah pahlawan, semua kata - katanya harus di turuti" ucapnya dengan angkuh.
Duke Jirnif yang mendengar itu menjadi murka padanya.
"Cukup. Jaga bicaramu duke Zanaf, atau aku akan langsung menebasmu disini" ancam Jirnif.
"Kenapa kau kesal begitu Jirnif, aku hanya ingin membuka mata kalian. Hanya karena dia memilki pedang pahlawan, bukankah terlalu cepat kita menyimpulkan bahwa dia pahlawan. Bagaimana jika dia hanya menemukannya secara tidak sengaja dan memungutnya di suatu tempat. Bukankah kita yang kaum bangsawan tinggi dan keturunan langsung dari pahlawan lebih berhak atas pedang itu" ucapnya angkuh.
Para bangsawan yang awalnya kesal dengan ucapan Zanaf, menjadi berfikir kembali. Mereka berfikir bagaimana jika yang di ucapkan Zanaf itu benar dan mereka juga bisa menjadi pahlawan. Keraguan itu kini mulai mempengaruhi mereka.
"Ya, itu benar. Hanya karena bangsawan rendahan itu bisa menggunakan pedang suci, kalian langsung mengakuinya sebagai pahlawan terpilih. Akulah yang lebih pantas memiliki pedang tersebut" ucap pangeran dengan sombongnya.
Namun kaisar yang mendengar ucapan mereka berdua benar - benar menjadi murka.
"Tutup mulut kalian, atau aku sendiri yang akan mencabutnya dari mulut kalian" ancam kaisar dengan penuh amarah.
Zanaf dan pangeran Albert yang mendengar itu langsung merinding dan terdiam, bahkan semua bisikan para bangsawan langsung lenyap seketika.
Rui yang melihat ibunya begitu khawatir dan cemas, merasa muak dan ingin menyelesaikan omong kosong mereka.
"Baiklah jika kalian memang merasa mampu memilki pedang ini, maka buktikan padaku. Datanglah Rignit" ucapnya memanggil pedang sucinya.
Lalu pedang suci Rignit muncul di hadapnnya dan langsung ia tancapkan ke lantai.
"Jika kalian memang mampu, maka cabutlah pedang ini" ucap Rui kesal.
Zanaf yang masih terpana melihat pedang suci Rignit, mendekati pedang tersebut dan bersiap mencabutnya. Namun ketika akan menyentuk pedang tersebut, energi pedang itu menghempaskannya hingga dia terpental hingga menabrak bangsawa lain.
Lalu Rui menoleh ke arah pangeran Albert.
Lalu pangeran itu mendekat dan ketika akan menyentuh pedang tersebut, ia terpental sama seperti Zanaf namun pangeran terpental sangat jauh hingga ke dinding ruangan itu.
Anastasya yang melihat putranya terpental dan langsung tak sadarkan diri membuatnya panik dan segera menghampirinya.
"Tidaaaaaak, putraku. Putraku, sadarlah" ucapnya sambil memegang pipi putranya yang pingsan.
Para bangsawan yang melihat itu, langsung merinding dan berhenti berfikir kalau mereka memilki kemampuan untuk memilki pedang itu.
"Silahkan, jika kalian merasa mampu, maka cabutlah pedang itu" ucapnya.
Para bangsawan itu terdiam. Lalu duke Jirnif mendekat dan berlutut di hadapan Rui.
"Maafkan atas ketidaksopanan kami pahlawan"
Semua bangsawan yang menyaksikan itu ikut berlutut kepada Rui.
Lalu Rui melanjutkan pengumuman pentingnya.
"Baiklah, mulai besok, aturan yang sudah aku katakan tadi akan di terapkan. Siapapun dari kalian yang memilki budak, baik itu ras lain atau sesama manusia. Kalian serahkan ke istana karena aku akan mengantar mereka semua kembali ke tempat asal mereka. Jika sampai aku mengetahui ada yang melanggar hal ini, maka bersiaplah kepala kalian terlepas dari tubuh kalian" ucap Rui tegas.
"Siap, kami mengerti" ucap mereka serentak.
Lalu Jirnif mengangkat kepalanya ke arah Rui.
"Mohon tunggu dulu pahlawan, jika anda yang mengantarnya mereka langsung. Saya sedikit khawatir dengan rencana itu karena dendam mereka kepada kita sudah sangat dalam. Lalu mereka mengetahui bahwa anda adalah pahlawan, maka kami takut itu akan membuat mereka iri karena mereka juga mendambakan pahlawan seperti kita" ucap duke Jirnif memperingati Rui.
"Kau tidak perlu mengkhawatirkan hal itu" balas Rui.
Lalu Rui memanggil Busur petir dan Tombak buas miliknya.
Melihat hal itu mereka semua terpana dan tidak bisa memalingkan pandangan mereka dari senjata - senjata itu.
"Ii_itu, itu senjata pahlawan ras elf dan warbeast" ucap mereka tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
"Pa_pahlawan yang menguasi ketiga senjata pahlawan sekaligus?. Ini sudah di luar akal sehat. Ini_ini terlalu luar biasa" ucap Jirnif yang sampai menangis menyaksikan itu.
"Oh pahlawan, ini lah pahlawan terhebat. Pahlawan sejati yang sesungguhnya. Biarkan kami mengabdi pada anda pahlawan" ucap salah satu bangsawan dan di ikuti oleh bangsawan yang lain.
Paman Rui bahkan pingsan saking terkejutnya melihat kenyataan tersebut. Namun ibu Rui malah cemberut karena Rui menyembunyikan hal itu darinya. Begitupula dengan Ririna dan Risiya. Sedangkan Karin hanya terharu melihat hal tersebut.
Lalu Wizard knight yang membawa para elf sampai di kekaisaran itu. Dia langsung membawa putri elf ke hadapan kaisar agar kaisar mengetahui bahwa putri baik - baik saja.
Ketika pintu rungan tersebut terbuka, wizard knight yang membawa putri terkejut melihat semua orang disana berlutut di hadapn Rui. Sedangkan Aizel yang melihat Rui langsung berlari dan memeluk Rui.
"Aku merindukanmu Rui" ucapnya bahagia.
"Ya, maaf tidak bisa menjemputmu Aziel" balas Rui.
Semua orang disana terbelalak terkejut melihat hal itu, bahkan keluarga Rui dan tentunya Karin, Ririna dan Risiya sangat syok dengan hal tersebut.
...Bersambung....!!!!...