
Aku meluncurkan belati sihirku ke arah desa tempat terjadinya perampokan bandit, lalu berteleport di sekitar desa tersebut.
Aku mengamati keadaan dan benar saja suara jeritan dan tangisan terdengar cukup kencang yang membuat riria sangat khawatir dengan keadaan penduduk.
"Rui, ayo cepet, apa lagi yang kau tunggu, kalau tidak warga desa akan dalam bahaya" Ucap Ririna panik.
"Aku tau, tapi aku akan bertanya satu hal"
" Apakah kau siap membunuh manusia "
Mendengar hal itu riria menjadi diam sejenak, aku lalu memegang tangannya.
" Aku menanyakan ini demi kebaikanmu, sejujurnya aku tidak terlalu peduli pada mereka, mereka hanya bagian dari orang - orang yang menertawakan kemalanganku , menghina ibuku dan terhasut dengan rumor - rumor yang menjatuhkanku tanpa peduli benar tidaknya"
" Tapi, kita harus melakukan sesuatu, kalau tidak mereka akan dalam bahaya, aku tau aku tidak berhak mengatakan ini, tapi aku ingin kau mengesampingkan perasaanmu dan tolonglah mereka "
Setelah Ririna mengatakan itu, aku lalu berbegas bersamanya ke desa tersebut.
Para warga desa yang pria sudah banyak yang mati disana dan wanita - wanitanya dibawa dan dikurung di dalam kereta yang dibelakangnya ada jeruji besi.
Perbudakan memang hal yang lumrah di dunia ini dan mereka akan di gunakan sebagai tenaga kerja hingga mereka mati.
" Hahahha, ayo bawa mereka semua, tangkapan kita akan hari ini sangat menguntungkan" ucap salah satu bandit tersebut.
" Hei jangan berbuat bodoh, barang harus dijaga dengan baik karna harga mereka akan lebih besar nanti" ucap ketua bandit tersebut.
Tanpa basa - basi Ririna menyerang mereka dengan fire arrow bertubi tubi tapi sihirnya terhalau dengan wind blow milik seorang penyihir dari pihak bandit.
" Apa, sihirku dihempaskan" ucap Ririna kaget.
"Oh, rupanya ada seorang anak manis yang meminta untuk dijual" ucap ketua bandit itu.
"Lepaskan mereka, apakah kau tidak punya rasa kemanusiaan sampai tega menjual manusia bagaikan barang " ucap Ririna semakin marah.
" Sepertinya kau salah paham nona manis, aku melihat mereka bukan sebagai manusia tapi sebagai barang dagangan "
Ucap pemimpin bandit itu hingga para anak buahnya ikut tertawa.
" Kalau begitu, aku melihat kalian sebagai hama yang harus dibasmi" ucapku sambil melempar belati sihirku ke arah wanita yang menghalau sihir Ririna.
" Kyaaah " teriak gadis itu ketika tangan kanannya tertusuk belatiku "
" Apa yang kau lakukan gadis bodoh, kenapa kau tak menghalau sihirnya " Teriak ketua bandit itu marah.
" Maaf, aku tidak bisa meresponnya karna itu terlalu cepat "
" Kalian semua, bunuh bocah itu " perintah pemimpin bandit.
Seketika mereka serentak menyerangku, aku menghalau setiap serangan mereka, serangan sihir serta pedang mereka bagiku hanya seperti anak - anak yang bermain lempar bola, sangat lamban.
" Apa yang kalian lakukan, dia hanya sendiri, kenapa tidak ada yang bisa mengenainya " ucap ketua bandit itu semakin marah.
Aku mengeluarkan skill mana predator dan memangsa semua mana penyihir yang berada di sana.
" Ririna, sebaiknya kau mundur dulu, kau selamatkan para penduduk desa dan serahkan yang disini padaku "
Lalu Ririna bergegas pergi untuk membantu setiap penduduk desa yang terluka.
" Hei kau " ucapku ke wanita yang memakai sihir tersebut.
" Kalau kau tidak ingin mati, menjauhlah dari sini karna aku akan membantai setiap orang yang mengarahkan senjatanya padaku " kataku memperingati wanita itu.
Mendengar ucapanku wanita itu melarikan diri meninggalkan bandit itu. wanita itu sepertinya berada di tier yang sama dengan Ririna.
Mungkin dia bisa menang melawan ririna tapi ketika menghadapiku wanita itu hanya terkejut dengan apa yang dia lihat dan memilih melarikan diri karna tahu batas kekuatannya.
Setelah itu aku mengeluarkan dua belati mana dan langsung mengeluarkan skill instan teleport. Seketika itu aku berpindah - pindah dengan kecepatan tinggi dan menebas setiap bandit yang aku lewati.
Ketika berhenti, semua bandit itu sudah bergeletakan di tanah dan banyak yang sudah tidak bernyawa.
Aku sengaja tidak membunuh ketua bandit itu karna aku mau mengeruk informasi darinya.
" Si_siapa kau sebenarnya dan apa - apaan kemampuanmu itu, " Tanya bandit itu sambil ketakutan.
Dia bangkit dan menyalurkan sihir ke pedangnya dan menyerangku.
Segala usaha yang dia lakukan percuma karna serangannya sekalipun tidak ada yang mengenaiku.
Lalu setelah kelelahan dan dia kehilangan semangat bertarung dan hanya bergetar ketakutan melihat mataku.
"Si_siapa kau, mana ada anak muda di dunia ini bisa melakukan ini, apakah kau benar - benar manusia, kau_kau ini apa sialan " ucapnya ketakutan.
Lalu aku menendang kepalanya dan menginjak perutnya.
" Siapa yang mengizinkanmu bertanya, seekor hama tidak memilki hak untuk itu" ucapku sambil menekan perutnya dengan kakiku.
" Ku mohon ampuni nyawaku, akan aku lakukan perintahmu. kumohon " ucap bandit itu ketakutan.
" Aku akan bertanya padamu dan jika kau berani berbohong padaku maka aku akan langsung mencabut lidahmu "
" Siapa yang menyuruhmu " ucapku sambil menatapnya dengan tajam.
" Aa, apa maksudmu, aku bandit dan aku melakukan ini atas kemauanku sendiri " ucapnya ketakutan.
Lalu aku menusuk mulutnya dengan belatiku dan ketika dia hampir pingsan aku menyembuhkannya dengan skill mana purify.
Seketika itu dia menangis dan meminta maaf padaku.
" Aku mohon maafkan aku" ucapnya sambil menangis.
"Aku tidak bisa memberitahukanmu, keluargaku yang menjadi taruhannya, kumohon bunuh saja aku, lepaskan aku"
Tanpa ada rasa iba sedikitpun, aku menusuk matanya dengan belati sihirku.
" Baiklah, sekali lagi, ini kesempatan terakhirmu, jika kau mengatakan omong kosong lagi, aku akan memotong - motong tubuhmu dalam keadaan hidup "
" Kau, kau benar - benar iblis, apakah kau tidak memilki rasa kemanusiaan sedikitpun " ucapnya sambil menangis ketakutan.
" Hei, jangan salah paham, aku orang yang baik bukan, aku hanya membantu manusia untuk membasmi hama sepertimu"
Setelah mendengar itu, ketua bandit itu melihat anak buahnya mulai sadar dan hanya melihat apa yang terjadi pada ketua mereka.
"Ah, sepertinya para anak buahmu sudah bangun dari tidur siang mereka. Baiklah aku akan berikan satu aturan lagi "
" Apa maksudmu " ucap ketua bandit itu dengan suara yang ketakutan.
" Jika kau berbohong sekali lagi, aku akan membunuh mereka dan memburu setiap anggota keluargamu walaupun mereka berada di bawah perlindungan kekaisaran sekalipun "
" Apa, apa yang kau katakan, keluargaku tidak ada kaitannya dengan ini" ucapnya teriak kesal.
" Apa peduliku, hama tetaplah hama. Apakah kau lebih takut pada orang yang menyuruhmu itu atau kepadaku " ucapku sambil tersenyum.
Lalu dia menangis lagi.
" Ba_baiklah aku akan mengatakan semuanya padamu, tapi aku mohon, jangan sakiti keluargaku dan jaminlah keselamatan mereka " ucapnya sambil memohon.
" Ah, kalau itu kau tidak perlu hawatir karna setelah aku mengetahui siapa yang menyuruh kalian, berikutnya adalah giliran dia "
" Te_terima kasih atas kebaikan hatimu tuan " ucapnya lega.
" Sudah, tidak usah bertele - tela dan langsung katakan padaku " ucapku menghentikan pujiannya.
" Baiklah , aku akan mengatakannya"
" Kami disuruh mengumpulkan seluruh bandit di wilayah ini dan kekuasaan orang itu untuk meneror penduduk desa dan mencegat semua pedagang yang melewati wilayah ini" ucapnya dengan nada serius.
" Lalu siapa orang itu " tanyaku dengan muka serius.
" Di_dia adalah, Viscount Armin ronald dari wilayah Austasia " ucapnya kembali ketakutan.
" Hooh, sudah kuduga tebakanku benar, sepertinya dia mau main - main denganku "
" Aa-aku sudah memberitahumu semuanya jadi tolong, tolong lepaskan aku dan ampuni keluargaku " ucap bandit itu menahan tangis.
Setelah itu aku menyingkirakn kakiku dari dadanya dan menghilangkan belati sihirku.
" Ya baiklah "
" Kami sangat berterima kasih atas kemurahan hatimu dan tolong selamatkan keluargaku yang di tawan oleh meraka, aku tau ini egois dan tidak pantas, tapi aku hanya bisa meminta ini kepadamu, aku akan melakukan apapun, ku mohon " ucap pemimpin bandit itu sambil berlutut dan menangis.
Melihat ketua bandit itu, aku merasa iri dengan anak - anaknya, betapa dia mencintai keluarganya berbanding terbalik dengan diriku yang dibuang oleh ayahku sendiri.
" Baiklah aku berjanji padamu, tapi mulai dari sekarang kau harus tunduk padaku dan melakukan papun yang aku perintahkan padamu tanpa mempertanyakannya ".
" Baiklah, aku bersumpah , aku serahkan kesetianku padamu "
Setelah itu kakek dan kepala desa datang ke tempat kami. Setelah sampai disana kakek membawa beberapa prajurit dan mengumpulkan penduduk desa.
" Ah Rui, kau tidak apa - apa cucuku " tanya kakek hawatir.
"Iya, sepeti yang kakek lihat, aku tidak kekurangan apapun " ucapku sambil tersenyum.
" Lalu aku memilki permintaan untuk kakek "
" Apa itu cucuku, katakanlah " ucap kakek penasaran.
" Aku ingin ketua bandit dan seluruh bandit yang masih hidup, menjadi bagian dari penjaga keamanan mansion dan perbatasan daerah ini"
Seketika penduduk, ketua bandit dan kakek terkejut dengan permintaanku.
" Apa maksudmu rui, bukankah mereka penjahat, aku tidak tau maksudmu bahkan mempekerjakan seorang bandit sudah melanggar aturan " ucap kaket terkejut.
" Iya tuan muda Rui, mempekerjakan kriminal di sekitar kita bukanlah hal yang benar " ucap kepala desa.
" Iya , apa maksudnya itu, itu tidak boleh dibiarkan" ucap para penduduk tersebut.
" Jangan salah paham, aku tidak meminta kalian untuk ikut berpendapat dalam masalah ini, lagi pula, aku tidak menganggap mereka lebih rendah dari kalian yang setiap hari membicarakan dan menatapku dengan tatapan hina "
Ucapku yang membuat mereka langsung terdiam.
" Aku ingin mempekerjakan mereka karna aku merasa mereka mampu untuk itu dan aku memiliki sesuatu yang perlu aku bicarakan dengan kakek, bagi siapapun yang menentang keputusanku, langsung bicaralah sekarang. "
Mereka saling menatap satu sama lain. Tidak ada yang berani bicara lagi. Namun para bandit merasa tidak enak dan hanya menunduk pada kakekku.
" Baiklah untuk masalah ini mari kita bicarakan setelah sampai di mansion "
" Baiklah mari kita pergi " ucapku sambil meninggalkan tempat itu.
...The end...