
Ketika hari menjelang malam, mereka istirahat di sebuah tempat dekat aliran sungai. Mereka membutuhkan 2 hari penuh untuk sampai ke ibukota. Ketika makan malam, sikap manja dari putri elf yang terus ingin menyuapinya mengundang perhatian para elf dan warbeast yang lain.
"Ayo, buka mulutmu, Romi. Aaaaaaa"
"Tu_tunggu, sepertinya ini terlalu berlebihan, aku bisa sendiri" ucap Rui menahan rasa malunya.
Namun karena sikap egois dari putri dan Rui juga benar - benar mengerti itu, dia akhirnya pasrah di manjakan olehnya dan menahan rasa malunya.
Namun Rui tiba - tiba memegang tangan wanita itu dan mengajaknya menjauh sesaat dari kerumunan. Para elf dan warbeast yang melihatnya hanya senyum - senyum sendiri karena mereka berekspetasi akan terjadi sesuatu yang menarik di antara mereka.
"Kenapa tiba - tiba kau membawaku kemari" ucap Aziel bingung.
Setelah melihat sekitar dan memastikan tidak ada siapapun, Rui kemudian menatap putri dengan wajah serius dan hal itu membuatnya gugup.
"Baiklah, dengarkan aku. Namaku adalah Rui Aubert, jadi aku mohon panggil aku dengan nama itu karena itulah identitasku yang sekarang"
Mendengar itu putri menjadi agak sedih namun dia hanya bisa menyetujui kemauan orang yang di cintainya tersebut.
"Baiklah, jika itu maumu. Namun kau juga harus panggil aku dengan namaku Aziel elfritz, kau mengerti" gerutu gadis itu.
Mendengar hal itu, Rui juga merasa agak malu karena mengingat dia hanya memanggilnya dengan sebutan putri.
"Ahh, ya baiklah"
Mereka tersenyum bersama, namun senyuman itu sirna ketika Rui tiba - tiba menanyakan kebenaran dari kejadian masalalu yang menimpa dirinya.
"Jadi, bisakan kau katakan padaku tentang masalah waktu itu"
Mendengar hal itu, Aziel menjadi terdiam sejenak.
"Baiklah, aku akan menceritakan yang sebenarnya"
Setelah itu, aziel mulai bercerita tentang masa lalunya.
Namanya dahulu adalah Linda, dia pernah menjalin hubungan dengan teman sekelasnya di kampusnya. Hubungan mereka sudah terjalin selama 6 bulan namun mereka hanya melakukan hal - hal biasa seperti makan dan jalan-jalan biasa.
Saat itu Romi yang sekarang menjadi Rui, adalah murid baru di kampus tersebut dan junior dari Linda. Romi adalah anak yang baik namun selalu tampak murung dan agak tertutup, hal itulah yang menarik perhatian Linda untuk membantu juniornya.
Setelah kenal dan akrab cukup lama, Rui mulai terbuka dan nyaman dengan Linda, begitu pula sebaliknya. Hari - hari mereka jalani hingga timbul rasa di antara mereka berdua. Linda juga tidak pernah mendapat kabar sekalipun dari kekasihnya hingga 4 bulan lamanya.
Hal itu membuatnya menangis dan menanyakan kejadian apa yang menimpa juniornya tersebut. Namun Romi hanya terdiam dan hanya memberinya selembar surat.
Setelah membacanya hati Linda seakan berkecamuk menahan rasa marah dan sedih membaca surat tersebut. Surat itu dari keluarga Romi yang sudah memutus hubungan dengannya karena di anggap aib keluarga.
Melihat juniornya yang putus asa, Linda memeluk Romi dan mengatakan kalau dia akan selalu bersamanya. Dia lalu memegang pipi Romi dan berkata
"Romi, jika kau sudah tidak memilki tujuan hidup, maka hiduplah demi diriku. Jika kau tidak memilki mimpi, maka bermimpilah hal yang indah bersamaku. Karena apapun yang terjadi, aku akan selalu ada dan tidak akan pernah meninggalkanmu. Semangatlah dan raihlah mimpimu, bahkan jika dunia ini membencimu, aku akan selalu menyayangimu"
Mendengar hal itu, Romi menangis dan memeluk seniornya tersebut. Dari hari itulah Romi menjadikan Linda adalah sebagian hidupnya. Rui mengajak Linda pacaran dan tentu saja Linda setuju dengan hal tersebut. Setelah hari itu segala masalah yang menimpanya tidak menjadi sesuatu yang berarti kerena wanita itu di sampingnya.
Hingga hari itu tiba, ketika Mantan pacarnya Linda kembali dari luar negri. Dia menemui Linda dan bersamanya seharian penuh. Linda tidak enak untuk mengabaikannya dan berencana akan mengatakan yang sebenarnya pada laki - laki itu setelah jalan - jalan ini selesai.
Linda sengaja mematikan ponselnya agar Rui tidak mengetahui kejadian itu. Ketika waktu menjelang malam, saat Linda di antar pulang, secara tidak sengaja Linda terpeleset di sebuah tangga ketika akan naik ke kamar apartemennya dan kakinya cedera.
Pria itu yang melihat Linda terjatuh segera berlari menolong dan membantunya masuk ke kamar apartementnya. Karena kebaikan hati pria tersebut Linda menjadi belum berani mengatakan kalau hubungan mereka sudah lama berakhir dan sudah memiliki hubungan dengan pria lain.
Namun ketika Pria itu akan keluar apartemen, dia menatap Linda penuh arti dan ketika dia mencoba mencium Linda, Linda menghentikan pria tersebut bertindak lebih jauh dan mengatakan kalau sebenarnya dia sudah memilki orang yang sangat di cintainya dan meminta ke laki - laki itu untuk menjauh darinya.
Pria itu yang mendengar hal tersebut sedikit terkejut namun dia memahami hal tersebut karena semua yang terjadi juga sebagian karena ulahnya yang mengabaikan Linda. Laki - laki tersebut mengucapkan permintaan maaf dan mendo'akan hubungan mantan kekasihnya itu.
Ketika pria itu akan keluar dari apartement Linda, Romi melihat hal itu dan berfikir kalau alasan Linda tidak bisa dihubungi dan Linda tidak mau membalas pesannya adalah karena pria tersebut.
Romi juga mengetahui dari teman sekelas Linda kalau mantan kekasih Linda sudah kembali dari Luar negri dan mengajak Linda balikan dan sepertinya Linda berfikir hal yang sama karena setuju ketika di ajak jalan oleh laki - laki tersebut.
Pikiran Romi yang kacau dan perasaannya yang jauh lebih hancur daripada saat dia di tinggalkan keluarganya, membuat Rui menyerah dalam hidup dan membuat segala mimpinya hancur.
Sejak saat itulah Romi menghilang dari hidup Linda dan memutuskan segala hal yang berhubungan dengannya.
Linda yang tak tahu apa - apa, mencari Romi ke apartemennya dan meminta maaf karena tidak bisa di hubungi. Namun Linda yang datang ke apartement itu menjadi bingung karena tidak menemukan Romi dan apartemen tersebut kosong.
Sejak hari itu, setiap hari Linda mencari informasi tentang Rui namun hasilnya nol. Dia semakin putus asa karena Rui menghilang tanpa sepatah katapun.
Setelah hampir menyerah dia mendapatkan info dari seseorang tentang seseorang yang memiliki ciri - ciri seperti Romi, diapun menjadi sangat bahagia dan berencana untuk menuju lokasi Romi keesokan paginya.
Namun keesokan paginya, dia melihat berita tentang pemuda yang di temukan tewas akibat terjatuh dari tangga. Linda yang melihat hal itu langsung terdiam sejenak, gelas yang dia pegang terjatuh dan seketika langsung menangis histeris mengetahui orang yang di cintainya meninggal.