
Mereka akhirnya tiba di ibu kota kerajaan elf. Elf adalah ras yang memilki populasi paling sedikit. Karena saat usia manusia sudah mempunyai cucu, elf masih merasa terlalu muda untuk menikah.
Karena masa hidup elf biasa adalah lebih dari 500 tahun, dan ada juga elf yang hidup hingga 1000 tahuh. para elf menjadi cenderung tidak terlalu memikirkan keturunan untuk memperbanyak populasi mereka. Mereka lebih fokus ke sihir dan pengetahuan mereka.
Sedangkan warbeast, adalah makhluk yang berumur sama dengan manusia dan juga dengan populasi yang lebih besar dari elf.
Elf di pimpin oleh Raja elf, namun segala keputusan raja harus di setujui dahulu oleh para tetua elf. Tetua elf adalah para elf yang sudah berumur lebih dari 700 tahun dan menjadi orang yang memilih siapa yang pantas menjadi raja di ras elf.
Kedatangan Rui di ibukota sudah di nantikan oleh para keluarga korban penculikan. Para elf yang melihat keluarga mereka langsung berlari dan memeluk mereka dengan senang.
Para keluarga elf sangat berterima kasih pada Rui, namun ada juga yang masih menatap dengan tatapan kesal karena merasa semua ini adalah ulah ras manusia sendiri.
Melihat hal itu tidak membuat Rui sakit hati, malah ia semakin ingin membuat para Ras bersatu demi menghentikan ancaman di masa depan yang akan segera tiba.
Lalu tiba-tiba, datang seorang elf remaja yang berumur sekitar 90 tahun ke hadapan Rui. Elf itu sangat merindukan Aziel namun hal yang tidak ia sangka bahwa ia melihat Aziel merangkul manusia dengan sangat mesra di depan matanya sendiri.
Karena di landa sakit hati dan cemburu, ia mendekat dan menunjukkan ketidaksenangannya dengan kehadiran Rui di sini. Ia datang bersama beberapa prajurit elf dan dark elf untuk menghentikan kerumunan tersebut.
"Beri jalan" ucap prajurit yang bersama lelaki itu.
Lalu ia mendekati putri Aziel dan meraih tangannya.
"Selamat datang kembali, putri. Aku sangat senang melihat dirimu yang baik-baik saja" ucap Pemuda itu.
"Iya, aku juga senang bertemu denganmu Elucil" ucap Aziel sambil menarik tangnnya dari genggaman Elucil.
"Lalu, kenapa ada ras berbahaya yang hanya bisa menimbulkan kekacauan ada bersamamu?" ucapnya dengan menatap Rui dengan tatapan kebencian.
"Hei sebaiknya kau jaga bicaramu sebelum aku robek mulutmu itu" jawab Risiya yang tidak senang dengan perkataannya pada Rui.
"Kenapa?"
"Apakah aku mengatakan hal yang salah?"
"Memang siapa yang menculik kaum dari ras kami dan memperbudak mereka selama ratusan tahun lamanya" Elucil mencoba menarik perhatian publik untuk ikut membenci Rui dan Risiya.
Risiya terdiam, ia juga tahu betul kalau yang di katakan laki-laki itu adalah kebenaran.
"Cukup, jaga bicaramu. Rui adalah orang yang telah menyelamatkan kami dari bahaya" jawab Aziel mulai kesal.
"Ahh... maaf karena telah menyinggung anda tuan putri. Namun... apakah benar dia memang orang yang baik, atau menginginkan imbalan dari sang raja?"
"Cukuupp" ucap Risiya yang langsung menerjang ke arah pemuda itu.
Namun serangannya mampu di tahan oleh para pengawal yang melindungi Elucil.
"Wahhh, benar-benar wanita yang pemarah. Apakah kalian memang semudah itu me..."
"Diaam" Risiya memotong ucapan Elucil.
"Aku tidak peduli dengan rasku ataupun ras kalian, tapi jika ada yang berani merendahkan Rui. Bersiaplah menerima akibatnya" jawab Risiya mengancam mereka semua.
Aziel yang melihat keributan itu mencoba mengehentikan mereka.
"Aku bilang cukuuup" teriak Aziel yang tanpa sengaja mengeluarkan sihir anginnya.
Sihit itu langsung mengarah ke Risiya dan Elucil, namun Rui sudah berpindah ke sisi Risiya lalu menahan serangan itu dengan mana shieldnya.
"Bukankah, kau yang seharusnya tenang" ucap Rui menatap Aziel.
Wajah Aziel memerah karena malu.
"Maaf" jawabnya singkat.
Lalu, suara Wyvern terdengar dan membuat para kerumunan itu menepi dan memberi jalan untuk kedatangan Wyvern. Lalu turunlah Horn dan Frey dari atas Wyvern tersebut.
"Ada apa dengan kerumunan ini" tanya Frey.
"Iya tapi ini hanya perdebatan kecil" jawab Rui.
Aziel lagi-lagi merasa cemburu melihat kedekatan Rui dan Frey.
"Kau terlaku dekaaat" ucap Aziel yang menarik tangan Rui.
Elucil kembali terlihat kesal karena Aziel yang merangkul tangan Rui. Sepertinya dia sangat menyukai Aziel. Frey merasakan tatapan Elucil pada Rui adalah kebencian yang semakin kuat.
"Hei, kenapa kau menatapnya seperti itu. Ingatlah, walaupun kau adalah anak dari salah satu tetua elf, namun aku tidak akan mentoleransi kalau kau membuat masalah dengannya. Lagi pula dia adalah tamu raja, jadi jaga bicaramu" ancam Frey pada Elucil.
"Berisik, aku tau itu" ucapnya yang langsung pergi dengan raut wajah kesal.
"Haaah... dasar bocah pemarah" ucap Frey yang melihat sikap Elucil.
Rui melihat para keluarga korban yang menangis haru melihat anak, kekasih, saudara serta orang tua dari para elf yang telah kembali di sisi mereka. Mereka adalah para elf yang dulu pernah menjadi budak di para bangsawan. Namun ada beberapa elf yang tidak menemukan keluarga mereka dan terus menanyakan apakah keluarga mereka juga di bebaskan.
Namun dari tatapan kecewa yang terlihat di wajah mereka, Rui mengetahui bahwa orang yang tengah mereka cari tidak ada. Entah sudah mati karena di siksa oleh para bangsawan ataupun sudah mati di pasar budak. Rui menjadi merasa bersalah karena tidak bisa menyelamatkan mereka.
Tatapan kecewa dari Rui membuat Aziel paham apa yang Rui rasakan.
"Tidak apa-apa Rui. Jangan merasa bersalah, kau sudah melakukan hal yang luar biasa" ucap Aziel yang meraih tangan Rui dengan lembut.
"Andaikan saja aku bisa lebih cepat, Mungkin mereka bisa aku selamatkan" ucap Rui dengan kekecewaan di wajahnya.
Namun Frey tiba-tiba menepuk pundak dari Rui.
"Hei.." Rui terkejut.
"Ini sudah menjadi jalan hidup kita masing-masing, jadi jangan menyalahkan dirimu atas kesalahan orang lain. Aku juga tidak menemukan adikku di antara mereka, walau begitu, aku tetap senang melihat mereka yang selamat dan kembali ke sisi kami" ucap Frey dengan senyuman lembut ke Rui.
Mendengar itu, Rui malah semakin merasa bersalah.
"Maaf...".
Frey menjadi merasa bersalah menceritakan tentang adiknya karena membuat raut wajah Rui semakin buruk.
"Haaah... sudahlah. Mari kita segera ke istana. Yang mulia pasti menunggu kedatangan kalian"
Lalu Rui mengikuti arah Frey dan pergi menuju istana bersama para warbeast. Rui langsung di panggil ke ruang tamu istana sedangkan para warbeast sudah di persiapkan sebuah ruangan untuk mengistirahatkan tubuh mereka.
"Azieeeell..." teriak ratu Helena berlari memeluk putrinya.
"Dasar bodoh, kau hampir membuat jantungku copot ketika mengetahui kau telah di culik. Apa kau baik-baik saja nak?" tanya helen yang memeriksa tubuh putrinya.
"Iya, maafkan aku ibunda. Aku baik-baik saja berkat Rui" jawab Aziel.
"Rui?"
Lalu Rui memberi hormat kepada ratu Helena.
"Salam hormatku yang mulia ratu. Senang bertemu dengan anda. Saya Rui, kapten dari skuad naga perak" ucap Rui kepada ratu helena.
"Owhh, anak yang manis. Terima kasih sudah menyelamatkan putriku dan membawanya kembali ke kerajaan kami" ucap Helena.
"Sama-sama yang mulia" jawab Rui.
Lalu Raja Erandel mempersilahkan Rui dan Risiya duduk.
"Baiklah, kita langsung saja. Apa maksud dan tujuanmu kesini selain membawa putri dan rakyatku kembali Rui?
Raja terlihat sangat serius, lalu Rui menyuruh para pilar kerajaan untuk ikut mendengar diskusi tersebut.
"Aku ingin menyatukan kembali dan menghilangkan kebencian yang telah tertanam di antara semua ras"
...Bersambung...!!!...