Lahirnya Pahlawan Sejati

Lahirnya Pahlawan Sejati
Episode 35 Kroco banyak tingkah


Kami saling menatap satu sama lain, Kakek tampak Kebingungan dengan sikapku yang sedikit kurang sopan pada Duke Nourman Brown.


" Hei nak, apakah Orang tuamu tidak mengajarimu Sopan Santun kepada orang yang lebih Tua dan Statusnya lebih tinggi darimu ? " Tanya Duke Nourman mulai Kesal.


" Owh, kau mempertanyakan Sopan Santunku ?"


" Lalu bagaimana denganmu yang mengirim Bandit ke Wilayah kami ? "


Kakek Semakin terkejut mendengar Perkataanku.


" Apa maksudmu Rui, bukannya kau bilang Viscount Armin yang menjadi dalang itu semua? " Tanya kakek kebingungan.


" Asal kau tau bocah sok pintar, Memfitnah seorang Duke adalah sebuah kejahatan yang bisa membawamu ke tiang gantung " Ucap Duke Nourman yang Kesal dengan Ucapanku.


Lalu Kakek memegang pundakku dan meminta maaf ke Duke karna ucapanku.


" Rui, aku mohon hentikan, kau terlalu berani dan melampaui batasmu"


" Duke Nourman yang Terhormat, Tolong maafkan tindakan kurang Ajar cucuku " Ucap kakek memohon dengan menundukkan kepalanya.


Duke Nourman yang melihat itu Tersenyum dan mengalihkan pandangannya kepadaku.


" Ahh, tentu tidak apa - apa Count, aku memaklumi tindakan cucumu, lagi pula dia hanya anak - anak dan Labil " Ucapnya dengan senyum palsunya.


" Namun aku punya satu Syarat untuk itu " Ucapnya lagi sambil mengelus jenggotnya yang seperti jenggot kambing itu.


" Apakah itu Duke Nourman " Tanya kakekku terkejut.


Lalu Duke Nourman mempersilahkan kami ikut dengannya ke Halaman belakang Mansion kakekku.


" Syaratnya adalah, Rui, kau harus memberikan Makhluk panggilanmu kepadaku " Ucapnya dengan senyuman Arogannya.


" Maksudmu ? " Tanyaku.


" Kau pasti mengerti kalau Makhluk panggilanmu adalah sesuatu yang seharusnya di berikan kepada Pemerintah, Kekuatan Makhluk itu bisa membahayakan penghuni Kekaisaran jika di tangan orang yang salah dan harus digunakan untuk kepentingan Kekaisaran ini "


" Kau bisa di Cap sebagai Penghianat jika tidak mematuhi Orang yang Statusnya lebih tinggi darimu " Ucapnya dengan Senyuman yang menjijikan.


Mendengar hal itu, Kakekku mempertimbangkan permintaan itu. Namun Dia sepertinya menganggap apa yang di katakan oleh Duke itu benar.


" Rui, Kakek mungkin tidak berhak mengatakan ini karna Kakek tidak tau Usaha apa yang kau lakukan untuk mendapatkan Kekuatan yang bisa mengancam Kekaisaran itu, namun Kakek juga berfikir apa yang di katakan oleh Duke Nourman itu Benar, jadi bisakah kau menerima Usul tersebut? " Tanya kakekku yang terlihat sedikit merasa bersalah.


Melihat hal itu membuatku agak Kasihan dengannya, namun aku memiliki Rencana lain.


" Baiklah aku akan memanggilnya sekarang, Lalu kau bisa menanyakannya langsung padanya "


" Summon " Ucapku yang membuat Frost Dragon muncul.


Melihat Sosok Naga itu, Kakekku terdiam ketakutan dan tidak bisa bergerak. Namun Duke Terpana melihat Betapa Agung Sosok yang akan Dia jadikan Pelayan.


" Ada gerangan apa Anda memanggilku Tuanku" Ucap Naga itu sambil menunduk Hormat padaku.


" Aku akan melepas Segel Kontrak yang sudah kita buat "


" Tidak, bukan itu, untuk lebih tepatny tanyakan saja kepda orang di sampingmu " Jawabku dengan melirik ke arah Duke Nourman.


Lalu Frost Dragon dengan tatapan Ganasnya mengalihkan pandangannya ke arah Duke.


" Katakan apa maumu " Ucap Frost Dragon dengan tatapan Amarah.


" Wahai makhluk Agung, Aku Adalah Duke Terhormat di Kekaisaran ini, Duke Nourman Brown yang akan Menjadi Tuanmu "


Mendengar itu Frost Dragon Menjadi Murka dan Bersiap ke Mode bertempur yang belum Pernah aku Lihat sebelumnya.


Tubuhnya Bertransformasi menjadi bentuk setengah Manusia yang di lapisi Sisik Silver yang indah, Tampang yang Menawan dengan Sayap Indah yang Besar. Walaupun Ukurannya menjadi Seukuran Manusia Normal Namun Aku merasakan Aura yang berbeda dengan keberadaannya menjadi Sosok yang jauh lebih Kuat dari Frost Dragon yang kukenal.


" Lidah Manusia Rendahan sepertimu berani bicara dengan Lancangnya menjadikan Aku Pelayanmu "


" Sadarilah Tempatmu Manusia Rendahan " Ucap Frost Dragon.


Mendengar hal itu dan dengan Intimidasi yang Kuat dari Frost Dragon membuat Wajah Angkuh Duke Nourman menjadi Wajah ketakutan.


" Wahai Frost Dragon, Aku meminta maaf atas Ucapan Lancangku, namun kenapa Makhluk Agung sepertimu mau menjadi Pelayan dari Bocah Ingusan yang Lebih Rendah dariku, bukankah aku lebih pantas darinya ? " Ucap Duke Nourman sambil berlutut Ketakutan.


" Beraninya kau, Menghina Tuanku Hama Sialan"


" Dan Perlu kalian ketahui dan Ukir dalam Jiwa kalian, Namaku Adalah Indra "


Setelah mengatakan itu, Indra mengumpulkan Mana di Sekitarnya dan Membuat Gumpalan Energi yang Berubah Menjadi Petir dan Mengeluarkan Ribuan Tombak Es yang di Aliri Petir dan Bersiap Menerjang Duke Nourman.


" Tebuslah Kebodohanmu dengan Nyawamu "


Lalu tombak es menerjang ke arah Duke. Seketika tubuh Duke Langsung membeku dan Dalam keadaan Terkunci Petir Itu Langsung Menyambar Tubuhnya Hingga Tak Tersisa.


Melihat Hal itu, para prajurit pengawal Duke membeku ketakutan, bahkan mereka tidak punya keberanian untuk melarikan diri dan mematung diam.


Kakekku yang juga menyaksikan itu tidak berani bergerak dan hanya bisa memandangi kengerian dan kedahsyatan kekuatan Indra. Lalu Indra terbang menghampiriku dan berlutut.


Raut wajahnya terlihat seperti menyesali atas apa yang sudah dia perbuat.


"Maafkan aku tuan, aku tidak bisa menahan amarahku dan membunuhnya tanpa Izin darimu"


"Yah, aku tidak terlalu memikirkannya, malahan aku lebih penasaran dengan wujud barumu"


"Ahh, maaf tuanku, Aku tidak punya niatan untuk menyembunyikan masalah ini darimu, namun bentuk dan kekuatan baruku adalah hasil dari mengikat kontrak dan hadiah atas nama yang kau berikan untukku"


Mendengar hal itu membuatku sedkit terkejut, namun aku yang melihat kakekku yang hampir pingsan karena tekanan kekuatan Indra membuatku mengurungkan niatku yang ingin bertanya lebih jauh.


"Ah, kalau begitu Indra, kau boleh kembali sekarang, namun aku akan segera menemuimu untuk meminta penjelasan lebih detail." Ucapku yang sedikit terkejut melihat kondisi kakekku.


"Kalau begitu saya undur diri, Master"


Lalu Indra menghilang dari tempat itu, gumpalan awan petir karena yang di akibatkan oleh kekuatan Indra ikut lenyap. Lalu ketika aku menoleh, kakek dan orang - orang yang menyaksikan Kejadian itu sudah dalam Kondisi tidak sadarkan diri.