Lahirnya Pahlawan Sejati

Lahirnya Pahlawan Sejati
Episode 80 Bentrokan pasukan


Langkah pasukan musuh berhenti ketika melihat pasukan manusia dan naga yang datang dari arah selatan.


Naga api Firos menatap tajam ke arah Frost Dragon dan kedua naga yang datang bersama pasukan naga. Dia memilki kebencian yang mendalam kepada para naga yang lain.


"Akhirnya, hari ini aku akan membinasakan kalian semuaaa" "Rooooooaarrrrr" Auman dari Firos membuat membuat Indra dan kedua naga yang baru datang menyadari kehadirannya.


"Si naga tua licik itu, ada di sini juga ternyata" ucap Terada yang melihat Firos.


"Hahah, sepertinya keberadaanmu belum di sadari olehnya. Ini akan menjadi pertempuran yang menarik" ucap Indra.


Duke Jirnif menghampiri Rui, bersama dengan naga hitam dan putih.


"Salam hormatku pahlawan, kami sudah datang secepat yang kami bisa. Kami juga telah mengumpulkan semua pasukan yang tidak bertugas untuk datang membantu" ucap Jirnif yang memberi hormat kepada Rui.


"Terima kasih tuan Duke, aku sangat menghargai bantuanmu. Kalau boleh tau, yang mana raja dari para elf ?" Jirnif memperhatikan sekitar dan mencari tahu penguasa para elf.


Lalu, Raja elf dan ke 4 pilar mendatangi mereka berdua.


"Akulah raja elf wahai tuan utusan. Ada gerangan apa anda mencariku ?" Erandel berdiri di depan duke Jirnif.


"Oh, itukah anda yang mulia Erandel. Salam hormat saya yang mulia. Saya duke Jirnif dari Kekaisaran Lightnes. Saya datang atas perintah langsung dari yang mulia atas permintaan langsung dari pahlawan kami. Saya ingin menyampaikan salam dari kaisar Liones. Lalu beliau berpesan bahwa beliau mengharapkan hubungan yang lebih baik untuk kedepannya dengan negri anda " Jirnif menyampaikan titah Kaisar.


"Tentu, tuan utusan. Saya sangat menghargai bantuan anda dan saya juga mengharapkan persatuan tersebut" jawab Erandel.


"Kami adalah ke 4 pilar pelindung ras kami, salam hormat dari kami tuan Jirnif yang terhormat" Horn memberi salam.


"Ya senang bertemu kalian. Kalau begitu, saya permisi untuk kembali ke posisi saya" lalu Jirnif kembali ke pasukannya.


Dua naga hitam dan emas yang memimpin pasukan naga yang baru saja tiba menatap taj ke arah Rui.


"Apakah benar dia adalah tuan yang di maksud oleh Indra dan Terada ?" Naga emas bertanya kepada naga hitam.


"Aku tidak tahu, yang jelas aku bisa merasakan kekuatan yang luar biasa dari anak manusia tersebut" jawab naga hitam.


Lalu Rui berteleport ke atas kepala milik Indra yang masih dalam bentuk naganya. Rui mengangkat pedangnya untuk memberikan intruksi lebih lanjut.


"Perhatian" semua perhatian tertuju pada dirinya.


"Bala bantuan kita sudah tiba. Aku akan memimpin pasukan naga. Pasukan elf akan di pimpin oleh Raja Erandel dan ke 4 pilar. Pasukan manusia akan di pimpin oleh Duke Jirnif. Kalian mengerti ?!" teriak Rui.


"Siapp" teriak para pasukan.


"Hari ini kita berdiri bersama untuk bersatu melawan kejahatan yang tepat berada di hadapan kita. Hari ini akan menjadi hari dimana persatuan Ras kembali terbentuk. Kalahkan musuh di depan kalian dan lindungi tanah air kita !!!" Rui mengambil napas dalam.


"Seraaaaaaaang...!!!" teriak Rui sekuat tenaganya.


"Akhhhhhhhhhhhh" pasukan mulai berlari maju.


"Roooaaarrrrrrrrrrrr" Indra mengerang memberi instruksi pada pasukan naga.


"Majuuu" teriak Jirnif memberi intruksi pada pasukannya.


"Para elf, bersiap dengan sihir jarak jauh dan panah kalian"


"Horn, pimpin pasukan wolf Raiders maju. Frey dan pilar yang lain, pimpin para pasukan Wyvern"


"Siap" balas ke 4 pilar yang langsung memimpin pasukan mereka.


Para elf terbang menunggangi Wyvern mereka dan melesat menuju pertempuran.


Rui langsung mengerahkan belati mana dan menyerang ke arah Lucifer. Namun serangan tersebut berhasil di halangi oleh sihir pelindung Lucifer.


"Tebasan cahaya" Rui melesatkan serangan energi namun masih belum bisa menembus pelindung dari Lucifer.


Rui langsung berteleport ke arah belatinya dan langsung menyerang Lucifer dengan pedangnya. Namun pedangnya berhasil di tahan oleh Half elf yang di belakang Lucifer.


Naga es dan naga api bertubrukan, menyebabkan Rui dan Lucifer turun ke tanah, begitu pula dengan Half elf lainnya.


Risiya yang sudah dalam mode beastnya melesat dan menerbangkan dua Half elf tersebut dan langsung mengejarnya.


"Sial, kita lengah" ucap Arios yang langsung mengejar Risiya.


Ke 7 Half elf yang lain melesat ke arah Risiya dan langsung menyerang dari belakang, namun mereka semua di hempaskan kembali oleh Terada. Hal itu membuat mereka terkejut betapa kuatnya wanita yang dengan mudah menghempaskan mereka kembali.


"Aku lah lawan kalian. Sebaiknya kalian keluarkan seluruh kemampuan kalian agar bisa cukup untuk menghiburku" Terada mengeluarkan gelombang sihir yang sangat besar di belakangnya dan membuat para Half elf menjadi sangat waspada.


"Jangan sombong dulu kau wanita tua" teriak Arios mengeluarkan rantai kutukan di ikuti half elf yang lain mengeluarkan senjata dan sihir mereka.


"Akkhhhhhhh" Half elf yang terhempas oleh tendangan Risiya kembali bangkit.


"Kau akan membayar atas ini semua" ucap mereka mulai mengeluarkan senjata-senjata mereka.


"Ohhh, majulah. Aku akan membuat kalian mengerti betapa lemahnya kalian" Risiya terseyum sambil memanjangkan cakar di tangannya.


Semantara itu, Dua naga cahaya dan kegelapan langsung mencengkram lengan monster api raksasa dan menyeretnya ke tempat yang jauh dari medan perang.


Kedua naga tersebut, sangat mengerti jika mereka bertarung di sana, manusia dan elf pasti akan terkena imbasnya.


Horn berubah ke mode Hibrid dan langsung melesat ke arah para jendral Orc untuk menantangnya berduel.


Frey bersama pasukan Wyvern langsung berhadapan dengan ke 6 warior tempur dari warbeast. Frey merasa aneh oleh kalung yang di pakai mereka. Dari wajah mereka juga terlihat dengan jelas, ada sesuatu yang memaksa dan membuat mereka begitu menderita.


"Apa maksudnya ini Yuji, mengapa kalian malah bersekutu dengan iblis ?" Frey mencoba berbicara kepada salah satu warior kenalannya dari suku warbeast.


"Tidakkk Frey, Ada penghi... Akhhhhhhhhhhh" ketika akan berbicara, dia tersengat oleh sihir listrik dari kalung tersebut dan membuatnya langsung berteriak kesakitan.


"Jadi begitu, aku mengerti situasinya" ucap Frey yang berubah ke mode Hybridnya.


"Iya, jadi jangan dendam pada kami" Yuji berubah ke mode beastnya.


Lucifer menatap tajam ke arah pedang yang sedang di pegang oleh Rui.


"Hahahaha, akhirnya hari ini tiba juga. Aku benar-benar akan menghancurkanmu" teriaknya dengan mengeluarkan aura kebenciannya.


"Kau sepertinya salah orang, aku sama sekali tidak mengenalmu" Rui mengangkat pedangnya dan bersiap.


"Aku berbicara dengan pedang itu bodoh, bukan dengan bocah bodoh yang hanya mengayunkan senjata suci dengan sembarangan" ucap Lucifer.


Rui sedikit malu dan kesal karena ia salah paham.


"Kalau begitu, akan aku tunjukan bagaimana kemampuan dari bocah yang kau sebut bodoh ini."


Rui langsung menerjang ke arah Lucifer.


...Bersambung...!!!...