Lahirnya Pahlawan Sejati

Lahirnya Pahlawan Sejati
Episode 30 Curiga


Setelah mereka tenang, Ririna memerintahkan pelayannya untuk membawakanku baju ganti . Setelah aku selesai mengganti pakaianku, aku pergi ke ruangan keluarga Ririna untuk menemui Karin, Ririna dan keluarganya yang sudah menungguku.


Setelah datang aku sekali lagi memperkenalkan diriku ke keluarga Ririna dengan benar.


Setelah perkenalan kami, Ayah Ririna dan Regia mengajakku bicara secara pribadi dan mengajakku pergi ke ruangannya Viscount, tnpa membiarkan orang lain ikut dalam pembicaraan itu, hanya kami bertiga.


Setelah masuk beliau langsung menunduk di depanku yang membuatku bingung dengan apa yang terjadi.


" Aku ucapkan sekali lagi, terima kasih telah menyelamatkan kami dan penduduk Desa dari kemalangan yang menimpa kami "


Ucap Ayah Ririna sambil menundukkan kepalanya dan di ikuti oleh putranya.


" Tolong angkat kepala anda Tuan Viscount, anda terlalu berlebihan, lagi pula sudah sepantasnya saya membantu masalah yang menimpa teman saya "


Ujarku dengan perasaan yang kurang enak dengan sikap mereka.


" Tapi, bolehkah saya bertanya sesuatu nak Rui " ucap ayah Ririna padaku.


" Tentu, silahkan saja tuan Viscount* " ucapku.


" Tapi sebelum itu, kau terlalu formal, kau bisa memanggilku paman ataupun Ayah kalau kau mau " ucapnya dengan muka serius .


" Ehh, orang ini serius ? " ujarku dalam hati.


" Ahh, baiklah paman, jadi apa yang ingin anda tanyakan " Ucapku mengalihkan permbicaraan.


Setelah diam sejenak, mereka kemudian bertanya dengan muka serius.


" Nak Rui, apakah kau benar - benar seorang manusia " ucapnya sambil menatap tajam padaku.


" Aku tidak tau maksud anda tapi kenapa anda berfikir seperti itu " Ucapku dengan balas menatapnya serius.


" Ahh maaf, jangan tersinggung Nak Rui, tapi ini benar - benar sesuatu yang aneh dan tidak pernah terjadi pada manusia sebelumnya "


Ketika mengatakan itu, aku jadi tambah penasaran dengan maksud perkataannya.


" Jangan bertele - tela dan langsung saja pada intinya " ucapku mulai kesal.


Mendengarku berkata begitu, Regia menjadi agak kesal padaku.


" Rui, bukannya itu, tidak sopan pada ayahku " Ucapnya padaku.


" Tidak apa - apa Regia "


" Baiklah aku akan langsung ke intinya, mana yang kau miliki bukan milik manusia " Ungkapnya.


" Lebih tepatnya, mana milikmu mirip dengan mana para beastman atau Ajin "


" Beastman tidak bisa menggunakan sihir tapi pengendalian mananya melebihi Ras lain karna menyatu dengan insting mereka dan bahkan bisa membuat mereka bertransformasi ke bentuk buas mereka "


" Lalu, hanya karna aku tidak bisa mengeluarkan sihir dan hanya mengendalikan mana, kau berfikir aku bestman " ucapku sedikit mengintimidasi mereka.


" Ahh, bukan begitu, hanya saja karna ini sesuatu yang tidak pernah terjadi dan gerakan yang kau lakukan walaupun berbeda tapi sangat mirip dengan gerakan berpindah para Beastman "


" Jadi kami hanya menyimpulkan saja tolong jangan tersinggung, mau bagaimanpun kau adalah penyelamat kami " Ucap ayah Ririna mulai canggung.


" Ahh, baiklah aku paham, aku manusia biasa tapi memang aku memilki mana yang berbeda, bahkan aku sampai sekarang dibenci ayahku karna perbedaan ini ".


Setelah mengatakan itu, ayah Ririna dan Regia menjadi agak merasa bersalah.


" Maaf sudah mengingatkanmu pada sesuatu yang buruk nak Rui, tapi kebencian Beastman pada manusia sangat dalam dan membuatku cukup khawatir pada putriku tapi aku percaya pada penyelamat kami "


" Yah, tanpa anda minta, Ririna pasti akan saya lindungi apapun yang terjadi ".


Setelah mengatakan itu, aku lalu keluar bersama mereka menuju tempat Ririna dan Karin menungguku.


Kami berencana berangkat pagi ini untuk kembali ke Akademi karna situasinya sudah kembali tenang dan sekolah akan di mulai kembali.


" Baiklah Yuri, kami akan pergi sekarang" ucapku sambil menurunkan Yuri yang sedang aku gendong.


" Tidaaak, kakak Rui tidak boleh pergi, lebih baik kakak Regia saja yang pergi " ucap bocah kecil itu dengan polosnya sambil menangis.


" Anuuu, Yuri, itu sedikit terlalu kejam untukku bukan " ucap Regia yang syok dengan ucapan adiknya.


" Eeeehh, Rui sudah mau pergi ? "


" Tidak bisakah kalian menginap untuk 2 atau 3 hari lagi, Bibi pasti akan merindukan anak imut sepertimu Rui. " Ucap ibunya Ririna sambil memelukku.


" Aakkkhhhhhh, mama , apa yang kau lakukan, jauhkan dirimu dari Ruiku " ucapnya dengan kesal bercampur panik.


" Ehhh, bukannya kau agak pelit untuk ini, pasti kau sering melakukan ini di Akademi, bukannya curang kalau kau memonopolinya sendirian " ucap ibunya Ririna dengan muka polos dan lugunya.


Mendengar itu Ayahnya dan Regia geram dan menarik kerah bajuku.


" Eeehhhh, benarkah itu sialan, kau melakukan ini pada Ririna kami di Akademi " ucap Regia dan Ayah Ririna.


" Ti_tidak tidak , kami tidak pernah melakukan....." ucapku panik.


Sebelum aku menyelesaikan ucapanku, Ririna menarik tanganku untuk pergi.


" Rui kesini itu karna diriku, diiiriiikuuu. Inggat itu, kalau begitu kami berangkat " ucap Ririna sambil mengembungkan pipinya karna cemberut.


" Iya, selamat jalan " ucap mereka semua.


" Ehh, tumben sekali Ayah tidak menangis di tinggal Ririna " ucap Ibu Ririna heran.


" Hahahha, tentu saja , karna aku sudah tenang , Ririna sudah menemukan orang yang akan melindunginya dalam bahaya " ucap Ayahnya lega.


Ketika di perjalanan, aku kepikiran dengan apa yang dikatakan oleh Ayahnya Ririna tentang Ras Beastman.


" Apa kalian tau sesuatu tentang Beastman " tanyaku pada mereka berdua.


" Ada apa tiba - tiba menanyakan itu Rui.? " Ucap Karin penasaran.


" Yah, aku hanya ingin tahu saja " ucapku lagi.


Setelah itu, Karin memberitahuku bahwa, Beastman hidup di daerah hutan liar bernama Savior.


Karna manusia banyak memburu Beastman untuk di perbudak, mereka jadi bersembunyi dan menjauh dari wilayah Manusia. Begitupula dengan Elf.


Elf berada di wilayah Hutan besar Flora di bagian utara benua. Elf perempuan sering diculik untuk dijadikan budak oleh bangsawan untuk membuat keturunan, karna Elf sangat diberkahi oleh mana dan Elf satu - satunya yang bisa mengendalikan Tanaman.


Mengingat tentang perang besar 4 tahun yang akan datang, jika aku tidak segera menyatukan mereka, maka peluang kami bisa selamat adalah tidak ada, tapi selama aku masih hidup, aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi.


Demi melindungi keluargaku dan orang orang yang penting bagiku, aku akan meraih tujuanku, aku akan menjadi penguasa dan menyatukan seluruh ras dibenua ini.


Siapapun yang menentang dan menjadi penghalang dalam tujuanku mau itu Elf, Beastman ataupun Manusia, aku tidak akan pandang bulu dan melenyapkan mereka semua.


...the end...