
Groc mengalihkan pandangannya ke Erandel dengan tatapan penuh kebencian. "Groooooowwrrr !!!" Dengan Mata semerah darah dan tubuh yang sudah terbakar rasa kebencian dan haus darah dia menerjang dengan pedangnya dan langsung melayangkan pedangnya ke arah leher Erandel.
Erandel membuka cincin di jari tengahnya. "Holy wind Thrust !!" Erandel mengeluarkan kemampuan unik miliknya "Wuuzzzzz" Angin yang begitu kuat menghempaskan Groc dan mayat di sekitar Erandel hingga membuat Area yang di sekitar Erandel bersih tanpa ada benda apapun di dekatnya.
"Grrrrrr !!" Groc kembali berdiri dengan luka sayatan di seluruh tubuhnya. Serangan yang membuat tubuhnya terhempas ternyata bukan hanya angin biasa, namun angin dengan ribuan pisau angin yang mampu menembus kulitnya.
Groc memperhatikan dengan seksama dan menyadari bahwa Erandel sedikit berbeda dari yang sebelumnya "Huh ?!!" Groc terkejut melihat perubahan pada diri Erandel.
Dengan tanduk di kepalanya, serta sayap yang terlihat sangat indah, sangat berbeda dengan wujud Hybridnya bersama Wyvern. Wujud miliknya yang saat ini lebih mirip ke wujud seorang peri pelindung hutan.
Peri adalah individu terkuat dari ras Elf, bisa di katakan bahwa peri adalah wujud tertinggi dari ras mereka. Erandel dan Aziel sejak lahir sudah di anugrahi dengan kemampuan tersebut. Ternyata, cincin yang dia pergunakan di jari tangannya adalah benda untuk meredam kekuatan peri miliknya. Hal ini di karenakan sihir angin dan sihir menipulasi hutan dari seorang peri sangatlah berbahaya.
Ketika Erandel masih kecil, kekuatan peri miliknya pernah lepas kendali dan mengubah seluruh kondisi hutan. Rumah dan tempat tinggal para Elf semuanya hancur lebur karena perubahan pada pohon yang terkena sihir peri milik Erandel. Begitu pula dengan kejadian binatang yang mendekati Erandel tiba-tiba hancur lebur terpotong-potong oleh tebasan angin dari sihirnya.
Karena itulah, Erandel menyegel kekuatannya dengan menggunakn cincin yang terbuat dari jantung naga. Hal ini dapat meredam kekuatan peri di dalam tubuhnya. Karena naga adalah musuh bebuyutan dari ras peri di zaman kuno.
Dahulu kala, di saat seluruh benua masih menyatu menjadi satu daratan, peperangan antara makhluk Agung sangatlah sering terjadi. Ras peri di bantai oleh para leluhur ras naga dalam peperangan perebutan kekuasaan.
Beberapa dari ras peri yang di biarkan hidup, kekuatan mereka di serap hingga hampir tak tersisa. Lalu keturuan dari ras peri yang terlahir dengan kekuatan yang sangat minim itu adalah luluhur pertama para elf. Ras baru yang keturuan langsung dari para peri.
Kembali ke masa sekarang.
Erandel yang sudah dalam wujud perinya menyebarkan aura yang sangat kuat dan membuat Rui perpaling dari Lucifer. Rui menatap dengan takjub dengan wujud dan aura yang di pancarkan oleh Erandel "Kekuatan yang luar biasa !!" dari awal kekuatan peri dari dalam diri Erandel sudah Rui rasakan dari saat pertama kali Rui bertemu dengannya. Hal inilah yang membuat Rui bertanya-tanya tentang kekuatan apa itu sebebnarnya.
"Dugdug !!!" Jantung para Raja naga berdebar. Sebuah perasaan aneh yang mereka rasakan dari Aura milik Erandel. Para raja naga sangat terkejut karena hal tersebut. Seolah-olah Naluri mereka mengatakan untuk waspada kepada makhluk yang pancaran auranya baru saja mereka rasakan.
"Grrrrrrr... Perasaan ini, terasa sangat familiar !!" Gumam Indra dalam hatinya.
Begitu pula dengan Raja naga api, Firos merasakan hal yang sama dengan apa yang saat ini Indra rasakan. Hal itu menyebabkan pertarungan mereka terhenti sejenak.
Erandel yang memasuki mode peri nya menatap Groc dengan rasa iba. Seolah-olah Erandel sudah menjadi orang yang berbeda dari dirinya yang memusuhi pemimpin Orc tersebut.
"Grrrrrrr" Groc mendesis kepada Erandal "Soul eater !!" Groc mengeluarkan kemampuan yang mirip seperti General Orc namun kemampuan Groc ini lebih kuat dan melahap langsung jiwa musuhnya.
Erandel di lilit dan di gigit langsung oleh skill Soul Eater milik Groc, namun yang terjadi malah sebaliknya. Soul eater tersebut terhisap ke dalam tubuh peri milik Erandel.
Namun tiba-tiba, mata, telinga hidung dan semua rongga di tubuhnya memuncratkan darah hingga tubuh Groc tidak mampu mengendalikan tubuhnya dan serangannya meleset ke arah sambing tubuh Erandel.
"Groowwwwwww !!" Groc meraung kesakitan dengan luka di tubuhnya yang semakin parah, bahkan prajurit manusia dan orc yang di sekitar tempat itu, mulai terkena imbas dari kekuatan kemampuan Erandel.
Erandel terbang mendekati Groc yang masih meraung kesakitan. Groc bahkan tidak bisa merasakan kehadiran Erandel di dekatnya karena seluruh indranya sudah rusak oleh kemampuan dari Erandel.
Erandel memegang dengan lembut wajah Groc dengan tatapan datar. "Bummm !" Seketika kepala Groc hancur lebur hingga tak tersisa sedikitpun. Tubuh Groc pun ambruk karena sudah tidak bernyawa. Para Orc yang menyaksikan kematian dari pemimpin mereka terlihat lesu langsung menjatuhkan senjata mereka.
Para prajurit manusia dan Elf menyuarakan kemanangan mereka "Huraaaaaaa" hingga suara mereka menggema di seluruh medan pertempuran.
Para Half Elf yang sedang bertarung dengan Risiya mendengar sorakan kemanangan dari para prajurit dan menyaksikan kekalahan para Orc "Dasar para babi tak berguna" keluhnya.
Para prajurit yang bersorak tiba-tiba terdiam karena mulut mereka tiba-tiba memuntahkan darah. Horn yang berada di dekat kejadian tersebut langsung berlari mendekat untuk memperingati semua orang di area itu.
"Semuanya menjauuuh !! Raja kehilangan kesadaran !!" Horn memerintahkan semua pasukan menjauh. Para prajurit langsung membawa tubuh Jirnif menjauh dari tempat itu.
Para Pilar yang mendengar teriakan Horn langsung berkumpul di dekat raja mereka Erandel. Mereka langsung mengambil posisi dan berdiri mengitari tubuh Erandel.
"Benar-benar Raja yang merepotkan !!" ucap Frey dengan senyum takut di wajahnya.
"Sekarang mulai !!" teriak Horn yang langsung menancapkan pedangnya ke tanah di ikuti oleh ke 3 pilar lainnya. Mereka semua meletakkan senjata mereka.
"Soul Restraint" teriak mereka serentak. Lalu sebuah garis-garis sihir keluar dari senjata ke 4 pilar dan membentuk sebuah lingkaran sihir. Dari lingkaran itu keluar rantai putih yang langsung menjerat tubuh Erndel. Namun rantai tersebut hancur karena amukan dari Erandel.
"Sekali lagi !!!"teriak Horn. "Soul Restraint" rantai sihir kembali muncul dan menjerat kembali tubuh Erandel. Selang beberapa saat, tubuh Erandel berangsur-angsur kembali seperti semual.
"Lakukan Frey ?!" Horn memerintahkan Frey untuk mengambil kesempatan tersebut untuk menyegel kembali Raja mereka. Frey yang melihat hal tersebut dengan cepat berlari ke arah Erandel dan langsung memasukkan cincin ke jari tengah milik raja mereka.
Erandel pun akhirnya sadar. Melihat tubuh para pilar nya, terkena sayatan-sayatan angin saat menyegel kekuatannya, hal itu membuat dirinya merasa bersalah "Maaf !" Erandel merasa menyesal.
"Tidak yang mulia, ini sudah menjadi tugas kami !! Lagi pula kita berhasil mengalahkan pemimpin Orc dan sekarang sebaiknya anda beristirahat dan serahkan sisanya kepada pahlawan kita !" ucap Frey yang melihat ke arah Rui.
...Bersambung...!!!...