Lahirnya Pahlawan Sejati

Lahirnya Pahlawan Sejati
Episode 56 Pertarungan dua Saudari


Pertarungan dimulai, Risiya yang memiliki kemampuan lebih cepat dari Sela mampu dengan mudah menghindar dan mendaratkan serangannya ke tubuh Sela.


"Ka_kau, dasar anak siluman kotor, beraninya kau menentangku. arghhhhh" teriaknya sambil menyerang lagi.


Risiya menangkap tangan kakaknya lalu membantingnya ke tanah. Lalu mengangkatnyaa dan menendangnya hingga terpental ke arah semak - semak.


"Kau ini mau mengobrol atau bertarung, pilih salah satunya karena aku mulai bosan meladenimu" ucap Risiya dengan tatapan kesalnya.


"Aarrrghhhhhh" teriak Sela mengamuk lagi.


"Kau, cuma kau saja. Hanya demi gadis kotor sepertimu aku rela membuang segalanya demi melenyapkanmu" teriaknya mulai hilang kendali.


Darah iblisnya meluap hingga mengeluarkan aura haus darah. Kini kesadarannya sudah di telan habis oleh kekuatan iblisnya.


"Aaaarrrrhhhhhhh" Sela meraung sambil menyerang Risiya.


Serangan Sela kini menjadi semakin cepat dan kuat, bahkan dia mampu menyerang Risiya terus menerus tanpa jeda. Setiap gerakan Risiya mampu dia tebak dengan insting iblisnya.


"Wah, ini sepertinya agak gawat. Kalau begitu sepertinya aku juga harus habis - habisan" gumam Risiya.


Risiya juga menggunakan seluruh energinya untuk ke mode buasnya. Kini dia juga sudah di telan kesadarannya oleh insting buasnya. Ketika saat - saat dia akan kehilangan kesadarannya, dia kembali mengingat saat - saat dia masih kecil.


Flash back.


Terlihat gadis kecil yang sedang demam dan di rawat oleh ibunya.


"I_ibu, kenapa setiap demam ibu memasangkan gelang yang banyak padaku" tanya gadi itu yang melihat gelang di sekujur tangannya.


"Putriku, ini hanyalah gelang agar kau bisa tidur nyenyak dan segera sembuh dari demam sayang" ucap wanita itu menenangkan putrinya.


Ketika Risiya setengah tertidur, dia melihat ibunya menangis di dekatnya dan mendengar apa yang di katakan ibunya.


"Tolong, aku mohon. Jangan biarkan anakku mewarisi darah kutukan dari kakeknya" ucapnya sambil memohon sambil memegang tangan putrinya.


"Ibu, menangis?. Darah kutukan. Apa itu?" gumam Risiya dalam benaknya yang kemudian terlelap.


Wanita itu mengingat dengan jelas apa yang di katakan oleh ayahnya.


"Putriku, aku ini adalah anak yang lahir dari persilangan manusia dan seorang budak ras Warbeast. Aku mendengar dari ibuku kalau tuannya mati dalam pertempuran lalu dia di bebaskan"


" Ibuku tidak bisa kembali ke rasnya karena sudah menjadi budak sejak kecil lalu dia menikah dengan seorang manusia dan menyembunyikan jati dirinya sebagai seorang warbeast dengan sebuah gelang perak"


"Gelang inilah yang mampu meredam kekuatan dan insting dari manusia binatang. Namun saat kelahiranmu, kau tidak menunjukkan tanda - tanda mewarisi darah dari ibuku" ucap ayah wanita itu yang tidak lain adalah kakek Risiya.


"Namun jika kau memiliki anak dan mewarisi darah dari ibuku, maka aku titipkan gelang ini untuk jaga - jaga. Ini adalah warisan keluarga kita. Jika kau melihat anakmu demam tinggi hingga 7 hari maka itulah tanda dia mewarisi darah ibuku" ucap Kakek Risiya memperingati ibunya.


Risiya kecil menganggap darah yang mengalir dalam dirinya bukanlah kutukan. Maka sejak hari itu, dia diam - diam pergi sendirian ke hutan dan memastikan apa yang ia dengar kalo dirinya setengah warbeast. Tanpa ia sadari kalau dia di anugrahi mana yang besar karena ayahnya seorang bangsawan.


Dia membuka salah satu gelangnya. Keanehan mulai muncul, seperti cakar yang tajam dan keluar taring dari giginya.


Sejak hari itu dia mulai berlatih diam - diam untuk menguasai kekuatan beastnya. Sepuluh gelang yang mengekangnya, akhirnya dia lepaskan satu persatu seiring dia semakin mampu menguasi kekuatannya.


Kembali ke pertarungan Risiya dan Sela.


Risiya telah menjadi mode buas dari warbeast. Pertarungan berlanjut. Serangan demi serangan mereka keluarkan. Namun luka sayatan dari masing - masing mereka tidak mereka hiraukan dan terus menerus saling menyerang.


Risiya menerjang dan mencabik setiap armor iblis yang melapisi tubuh Sela. Sela berteriak kesakitan karena armor itu sudah menjadi bagian dari kulitnya.


"Arrrrrrrrghhhhhhhh" teriak Risiya kesakitan.


"Hehehe" tawa menyeramkan keluar dari mulut kakaknya.


Namun dia kembali terkejut karena tepat di depan matanya, sudah ada tangan Risiya yang bersiap mencabiknya.


"Eh" ucapnya yang tidak menyadari tangan Risiya.


Serangan itu membuat wajahnya tercabik - cabik dan melepaskan tangannya yang menembus tubuh Risiya.


Namun serangan Risiya berlanjut dan kini bukan mencakar namun menghunuskan tangnnya ke arah jantung milik Sela dan langsung meremasnya hingga hancur.


"Kruaahahhhhhhhhh" teriak wanita iblis itu kesakitan.


Lalu Risiya melanjutkan dengan menembus dada sela yang di sebelah kanan dan meremukkan jantung kedua milik sela.


Seketika tubuh sela langsung kejang dan mati seketika. Tak lama setelah itu Risiya kembali ke wujud manusianya dan tepar tidak sadarkan diri dengan luka di perut sebelah kirinya. Namun karena dia setengah warbeast yang kuat lukanya tidak mengancam nyawanya namun membuatnya mengalami sakit yang luar biasa hingga tak sadarkan diri.


Frost dragon yang kini lepas dari kendali pikiran milik Dracule, melihat tuannya akan di terkam oleh Cerberus, dia melesat dengan sangat cepat dan langsung menginjak salah satu kepala milik Cerberus hingga meringkuk ke tanah.


Namun kepala Cerberus yang lain langsung menggigit kaki Frost dragon. Namun Frost fragon menyemburkan badai esnya hingga salah satu kepala cerberus beku dan langsung menendangnya hingga kepala itu hancur, sedangkan Cerberus terpental kembali ke arah Dracule.


"Beraninya anjing kampung sepertimu mengarahkan taringmu ke tuanku" teriaknya ke arah cerberus.


"Beberapa jam yang lalu kau sama seperti makhluk itu" ucap Rui.


Mendengar hal itu, frost dragon malu dan meminta ampun karena sudah lepas kendali.


"Mo_mohon maafkan aku tuanku, aku benar - benar sudah melakukan hal yang bodoh. Mohon, mohon ampuni aku" ucapnya dengan perasaan yang sangat menyesal.


"Yah, itu juga karena kau sedang dalam kendali makhluk itu" ucap Rui dengan melihat ke arah Dracule.


"Tidak tuanku, kesalahanku murni karena kecerobohanku. Aku yang lengah hingga dia dapat menyegelku ke dalam batu petaka itu" ucapnya.


"Namun itu tidak akan terjadi lagi" ucap Indra murka.


Ia langsung berubah ke mode manusia naganya dan bersiap ikut dalam pertarungan tuannya.


"I_itu, mode hight dragon king. Bagaimana bisa naga sepertimu bisa memasuki ranah naga terkuat itu" teriak Dracule yang melihat mode manusia naga milik Indra.


"Ya, inilah kekuatan pemberian dari tuanku yang sudah memberikanku nama, dengan kemampuan yang aku dapatkan aku tau kalau dia adakah bukan orang sembarangan" ucap Indra memuji tuannya.


"Yah cukup basa - basinya" tegas Rui.


"Indra" ucap Rui.


"Iya tuanku" balasnya dengan penuh hormat.


"Ku serahkan anjing itu padamu" ucap Rui.


"Dengan senang hati tuanku" ucapnya yang langsung memandang tajam ke arah Cerberus.


"Mari mulai ronde ke dua" ucap Rui dengan tersenyum.


...Bersambung.......!!!!!!...