Lahirnya Pahlawan Sejati

Lahirnya Pahlawan Sejati
Episode 85 Naga badai Terada


Yuji hanya terdiam melihat wujud buas dari Risiya tanpa bisa mengucapkan sepatah katapun.


"Rambut yang berubah perak serta mata ke emasan ?! Wujud gadis ini benar-benar sama persis seperti yang di katakan ramalan tetua zaman dahulu !! Gadis pembawa malapetaka !!" Gumamnya dalam hati.


Hidara langsung bergegas menuju Mizuki untuk membawanya menjauh dari medan peperangan.


"Wah..wah..wahh.. sepertinya ada binatang kotor yang hendak melarikan diri !" ucap seorang gadis Half elf yang langsung berlari untuk mencegah Hidara membawa Mizuki pergi.


Namun Risiya bergerak lebih cepat dari gadis itu dan berhasil menghempaskannya sebelum Half elf itu berhasil menghentikan Hidara menyelamatkan Mizuki "Bruuk !" Tendangan kaki Risiya tepat mendarat di punggung Half elf yang ingin menyerang Hidara hingga tersungkur.


"Khuaak !! Dasar brengsekk !!" Gadis itu langsung menyerang Risiya dengan cambuknya, namun hal itu tidak berguna di hadapan kecepatan Risiya yang melebihi para warbeast warior sekalipun.


"Beraninya makhluk kotor sepertimu menyerangku !!" Gadis itu menatap tajam ke arah Risiya. "Hei bodoh, jangan cuma diam dan cepat bantu aku !!" Teriak gadis itu kepada temannya yang masih ragu menyerang.


"Aa..aku.. aku " Gadis itu ragu dengan perintah tersebut.


"Cih... dasar tidak berguna !" Gadis itu maju dengan cambuknya namun Frey yang sudah kembali langsung mengarahkan tombaknya kepada gadis Half elf tersebut.


"Hah ?!" Namun dengan sangat cepat gadis itu berhasil menghindar dan malah menangkap senjata milik Frey. "Aku pinjam sebentar !!" Gadis itu menendang Frey hingga tersungkur ke sebelah Mosel dan tangannya terlepas dari senjatanya.


"Freyy ?!" Teriak para pilar melihat keadaan Frey yang kini sudah benar-benar kehabisan energi.


"Wahhhh.. Senjata yang bagus !!" Ucap gadis itu yang langsung melompat ke arah Risiya dan menghunuskan tombaknya.


Risiya kembali menghindar dan bersiap mencakar gadis itu namun tubuh Risiya malah terlilit cambuk yang di sembunyikan gadis itu di tangan yang satunya.


"Kuuuhhh !" Risiya berusaha melepaskan diri.


"Hahahah !! Matilah sekarang !!" Tombak terhunus dengan kecepatan tinggi ke arah Risiya yang tidak bisa bergerak.


"Haaaapp !!" Seekor Wyvern datang menghentikan serangan tombak tersebut dengan mulutnya. "Haaaaaah siaaaal !!" Amarah gadis itu memuncak.


"Se..sekarang pergilah secepatnya !!" Teriak Mosel yang menyuruh Hidara segera pergi membawa Mizuki, sedangkan dirinya membawa Yuji.


"Aku serahkan sisinya padamu. Nona !!" Ucap Mosel kepada Risiya.


Gadis Half elf itu yang masih sibuk oleh Wyvern yang menggigit tombaknya sudah sangat kesal dan dengan sekuat tenaga dia menarik kembali tombaknya dan menendang tubuh Wyvern tersebut hingga tersungkur.


Lalu dia melompat dan "Sruuuk !!" Tubuh Wyvern tersebut tertembus oleh tombak yang di gunakan oleh gadis Half elf itu.


"Brengseeek !! Kenapa kalian tidak bisa diam saja menerima kematian kalian !!" Teriak gadis itu kesal dan meludahi bangkai Wyvern tersebut.


Terada yang sudah membunuh salah satu dari ke 5 Half elf di depannya dengan begitu mudahnya, membuat para Half elf yang lain benar-benar waspada.


"Kekuatan wanita ini tidak bisa di remehkan !" Arios mengeluarkan pedangnya di ikuti ke 3 temannya. "Kalau begitu sebaiknya kita habis-habisan saja di sini !! Pelepasan kekuatan darah iblis !!" Tubuh Arios di ikuti oleh ke 3 temannya mulai bertransformasi ke bentuk setengah iblisnya.


Arios dan ke 3 rekannya serentak maju menyerang Terada dengan kecepatan yang luar biasa. Pedang iblis mereka membuat para prajurit di sekitarnya terkena efek kutukan yang membuat para prajurit merasakan hawa panas di tubuh mereka.


"Horaaaa !! Horyaaaaa !!" Mereka terus menyerang tanpa henti ke arah Terada, namun tetap belum satupun berhasil mengenai Terada.


Terada masih saja diam tanpa ekspresi melihat para Half elf itu seolah-olah mereka sama sekali bukan ancaman bagi dirinya.


"Be..berhenti menatap kamiku seperti itu sialaaaaan !!" Arios mengamuk dan melompat ke arah Terada. "Demon blood art! Destruction slash!!" Pedang di tangan Arios membesar dengan aura hitamnya dan langsung menerjang ke arah Terada.


"Wuuuuushhh !! Bammm !!" Tebasan itu membuat tubuh terada di selimuti aura gelap hingga seluruh tubuhnya tak terlihat. "Sekaraaaang !! Gunakan kemampuan terkuat kalian selagi aku mengunci pergerakannya !!" Arios memerintahkan ke 3 rekannya. Lalu mereka serentak mengeluarkan skill terkuat mereka Demon blood art !! Annihilating energy "Demon blood art !! Chains of restraint !!" Mereka terus menyerang Terada yang di selimuti kabut hitam tanpa henti.


"Hahahaah... matilah kau !! Beraninya kau meremehkan kami yang sudah menjadi makhluk paling sempurna di antara semua ras !! Hahahahah !!"


"Storm dragon power!! Silent storm !!" Terada dengan kemampuannya menghempaskan seluruh energi yang mengarah padanya hingga tak tersisa sedikitpun. Arios yang tak bisa berkata apa-apa lagi hanya bisa gemetar ketakutan melihat kemampuan pedang terkuatnya di tahan dengan tangan kosong setelah aura hitam itu menghilang.


"Ti..tidak tidak tidak !! Ini mustahil ! Makhluk sepertimu tidak mungkin ada di dunia ini !! Siapa sebenarnya kau ?!!!" Arios berteriak ketakutan melihat Terada yang tak tergores sedikitpun.


"Dari tadi kalian berisik sekali ! Apa kau hanya bisa mengoceh tanpa memilki kemampuan sama sekali ?! Harusnya kalian yang makhluk rendahan hanya bisa tunduk di bawah kekuatan kami yang makhluk ilahi !!" Ucap Indra yang di kelilingi energi petir yang terus berputar di belakangnya.


"Ma..makhluk rendahan katamu ??" Arios masih tidak mengetahui bahwa makhluk di hadapannya adalah Ratu naga yang sudah berevolusi ke tingkat makhluk legenda.


"Storm Dragon power !! Chain dragon lightning !!" Petir dari bola-bola energi Terada menyambar dengan sangat cepat ke arah Arios dan ke tiga temannya.


"Akhhhhhh !!" Tubuh Arios dan Half elf yang bersamanya lenyap tak tersisa oleh sambaran petir yang begitu kuat dari kemampuan Terada.


"Bahkan kalian belum cukup untuk menguji kekuatan penuhku !!" ungkap Terada sedikit kecewa. Namun dari arah selatan terdengar suara ledakan yang begitu besar.


"Roooaaarrrr !!" Kilatan cahaya dan energi kegelapan menerjang sebuah monster yang terus meraung tiada henti. Arah itu adalah tempat di mana raja naga cahaya dan kegelapan bertarung dengan titan lava.


"Apa kau mendengar raungan yang indah itu ?! Raungan kesakitan yang akan membuat monsterku semakin kuat !!" Ucap Lucifer kepada Rui.


"Apa peduliku !! Aku hanya memikirkan bagaimana aku akan membunuhmu !!" Rui menatap tajam ke arah Lucifer.


"Wahhh.. menakutkan sekali ! Apa kau pikir karena kau adalah pahlawan, membinasakan kami adalah hal yang benar untukmu ?!" Lucifer menatap tajam ke arah Rui.


"Apa maksudmu ?! Tentu saja memusnahkan malapetaka adalah hal yang harus aku lakukan sebagai pahlawan !!" Rui menjawab tanpa ragu.


"Hooh... begitu ternyata. Lalu bagaimana jika apa yang kau perangi tidak sepenuhnya jahat ?! Melainkan para makhluk tertindas yang menginginkan kehidupan yang layak ?!"


Mendengar hal itu membuat hati Rui sedikit goyah. Dirinya hanya mengetahui bahwa iblis menginginkan kehancuran dan menguasai benua ini. Tapi kini, Rui bimbang apakah apa yang selama ini dia percayai tidak sepenuhnya benar .


...Bersambung...!!!...