Lahirnya Pahlawan Sejati

Lahirnya Pahlawan Sejati
Episode 41 Pertempuran Rui dengan iblis tingkat tinggi


Ketika hendak memulai pertarungan iblis itu memunculkan begitu banyak serigala hitam dengan mata merah dari bayangannya.


"Bunuh dia" perintah iblis itu.


Serigala menerjang ke arah Rui dan hendak menggigitnya. Rui mengeluarkan ratusan belati yang keluar di sekitarnya dan langsung menerjang membasmi seluruh serigala tersebut dan beberapa melesat ke arah iblis tersebut.


"Serangan yang aneh, aku tidak merasakan elemen apapun dari serangannya. Lalu bagaimana bisa serangan itu menggores sisikku yang lebih keras dari metal." Gumam iblis itu yang melihat belati tersebut berhasil menggores tubuhnya.


Rui sedikit terkejut melihat serangannya tidak terlalu berpengaruh pada tubuh iblis itu. iblis itu melanjutkan dengan menyerang Rui dengan 2 elemen sihir api dan angin secara bersamaan namun berhasil di lahap oleh mana shield milik Rui.


Karena serangan sihir tidak berhasil, iblis tersebut maju dengan niat menyerangnya dengan serangan fisik dari cakar dan ekor tajamnya. Dia membutakan pandangan Rui dengan menyerangnya dengan sihir api lalu melanjutkan dengan serangan ekor ke tubuh Rui.


Senyuman terlihat di wajah iblis karena merasa serangannya berhasil. Namun Rui masih berdiri dengan wajah dinginnya dan menangkap ekor dari iblis tersebut dengan tangan kosong. Wajah iblis tersebut tampak terkejut karena tidak percaya dengan apa yang ia saksikan.


"Bagaimana mungkin ada manusia yang memiliki ketahanan terhadap racun mematikan dari duri ekor iblis. Bahkan ketajamannya sangat mempu dengan mudah menembus kulit manusia, ini tidak masuk akal" gumam iblis itu melihat serangannya tidak berarti apa - apa terhadap Rui.


Rui dengan menggunakan belatinya menebas ekor iblis tersebut namun belum mampu memotongnya. Namun iblis itu malah terkejut melihat belati itu dengan mudah menembus sisiknya.


Pertarungan sengit terjadi, serangan demi serangan di luncurkan iblis tersebut namun tetap berhasil dihindari dengan kecepatan move instan milik Rui. Rui yang menyerang dengan lemparan belati dengan terus menjaga jarak dari iblis tersebut.


Risiya mencoba membantu Rui dengan menyerangnya untuk mengalihkan perhatian iblis tersebut. Namun iblis itu bahkan tidak menoleh sedikitpun dari pandangannya terhadap Rui karena sihir Risiya tidak berarti apa - apa bagi tubuh iblis yang di selilimuti sisik tebal dan tahan terhadap serangan sihir dengan kekuatan rendah.


Setelah cukup lama beradu serangan, Rui mengetahui fakta bahwa kelemahan iblis adalah jantungnya namun iblis tingkat atas memilki lebih dari satu jantung.


Tubuh iblis kebal dengan serangan sihir skala rendah, namun jika terus menerus di serang di tempat yang sama, maka kekebalan sisik iblis akan beransur ansur hilang dan menyisakan kulit yang bahkan lebih lunak dari tubuh manusia.


Iblis yang sudah semakin terpojok dengan gerakannya yang terus melambat dan tubuh yang semakin melemah mencoba menerjang ke arah Ririna dan Karin untuk mencoba menjadikannya sebagai sandra.


Rui yang melihat itu dengan cepat melempar belatinya hingga menembus pundak iblis tersebut dan membuat iblis itu tersungkur dengan wajah meringis kesakitan.


"Risiya aku serahkan mereka berdua padamu" ucap Rui.


"Percayakan mereka padaku" ucap Ririya dengan cepat.


Lalu Rui membawa tubuh iblis itu berpindah ke area padang rumput yang luas. Iblis tersebut yang sangat terkejut karena mengetahui dirinya berada di tempat yang berbeda dan sangat jauh dari lokasi gua sesaat sebelumnya.


"Siapa kau sebenarnya?" tanya iblis itu dengan wajah mulai ketakutan.


"Kemana wajah aroganmu barusan, bukannya kau iblis tingkat tinggi yang akan membunuhku" ucap Rui dengan masih berekspresi dingin.


"Tu_tunggu, aku yang salah tolong maafkan aku, aku akan melakukan apapun perintahmu" ucap Iblis tersebut yang mulai ketakutan.


Namun Rui yang melihat hal itu malah tertawa.


"Bahkan aku tidak akan memberikanmu kematian yang mudah"


Setelah mengatakan itu, Rui menyerang iblis yang sudah kehilangan niat bertarung itu dengan puluhan belatinya yang menancap dari ujung kaki hingga kepalanya dan hanya menyisakan mulutnya. Namun Rui menjaga kesadaran iblis tersebut dengan menyalurkan mananya agar iblis itu tidak mati.


"Khuaaaaaak!!! Apa yang kau lakukan, kenapa aku masih hidup?" ucap iblis itu yang seluruh tubuhnya tertancap belati.


"Sudah aku bilang kan, kau tidak akan aku biarkan mati dengan mudah" ucap Rui yang masih di landa amarah.


"Bagaimana bisa, bagaimana bisa ada manusia yang lebih kejam dari iblis sepertimu.?" ucap iblis tersebut dengan menangis kesakitan namun matanya hanya mengeluarkan darah karena masih tertancap belati.


"Aku mohon bunuh aku sekarang, aku mohon , aku mohon" ucap iblis tersebut yang semakin merendahkan suaranya.


"Baiklah lalu jawab pertanyaanku, mengapa kau menculik elf dan wabeast"


Mendengar hal itu iblis itu menjawab tanpa ragu dan hanya berfikir untuk bagaimana cara menuntaskan penderitaannya secepat mungkin.


"Kami panglima bawahan Gendral iblis berencana mengadu domba manusia dan ras lain untuk berperang, itulah sebabnya kami menculik mereka dengan menggunakan manusia yang kami berikan sedikit kemampuan iblis dan membuat seolah - olah manusia yang menjadi dalang semua itu"


Mendengar hal itu Rui percaya dengan ucapan iblis tersebut karena Rui bisa merasakan detak jantung iblis itu dengan mana miliknya yang menyelimuti tubuh iblis. Jika seseorang mencoba berbohong, detak jantungnya akan semakin meningkat karena perasaannya yang bertolak belakang dengan ucapannya.


"Kalau begitu, satu hal lagi. Berapa banyak manusia yang bersekutu dengan iblis" tanya Rui.


"Ka_kami mempunyai sekutu manusia yang cukup banyak dan kebanyakan dari mereka berasal dari kalangan bandit, penculik dan penjahat lainnya yang mendambakan kekuatan"


"Itu adalah semua yang aku tahu tolong bebaskan aku" ucap iblis itu terus meringis kesakitan.


Ketika sudah puas dengan jawaban yang ia cari, Rui menancapkan belatinya ke ketiga jantung milik iblis tersebut dan menghentikan mana recovery miliknya yang membuat iblis tersebut langsung mati. Lalu mengeluarkan pedang Rignit miliknya. Ketika pedang itu menyentuh mayat iblis tersebut, mayat itu langsung terbakar tak tersisa.


Setelah mendapatkan informasi yang ia butuhkan, Rui bergegas kembali melihat kondisi Karin dan Risiya. Namun perasaannya lega ketika melihat mereka berdua sudah sadar dan luka sisanya disembuhkan oleh Rui.


"Maafkan aku kakak dan Risiya sudah membuat kalian dalam bahaya dan tidak bisa melindungi kalian" ucap Rui yang merasa bersalah.


Namun Karin malah membentak Rui karena ucapannya itu.


"Apa yang kau katakan dasar bodoh, justru aku yang meminta maaf karena bukannya bisa membantu malah aku hanya menghambatmu" ucap Karin menundukkan wajahnya.


Risiya yang mendengar hal itu juga terlihat merasakan hal yang sama dengan Karin dan hanya bisa terdiam.


"Tidak kak, sudah tugasku melindungi kalian, begitupun kau, Ririna ,Risiya. kalian adalah orang yang berharga bagiku. Maka dari itu, aku akan segerakan kalian berdua akan dilatih oleh Indra dan mengembangkan kemampuan kalian agar bisa menjaga diri ketika kalian berada di situasi seperti ini"


Mendengar hal itu, Karin dan Ririna tersenyum kembali. Lalu kami membebaskan tahanan yang di culik dan segera kembali ke Istana.