Lahirnya Pahlawan Sejati

Lahirnya Pahlawan Sejati
Episode 28 Frost dragon lord


Kami diam tanpa membuat pergerakan apapun.


" Itulah adalah makhluk yang membuatku terluka parah " Ucap regia kepada kami.


Lalu aku manyebarkan manaku ke setiap sisi tempat Naga itu berdiri.


" Ririna, Regia, mundurlah sebentar, aku tidak bisa mengendalikan kemampuan ini dalam kekuatan penuhku, jadi jangan sampai berada di sekitarku " Perintahku sambil membungkuk bersiap menerjang makhluk itu.


" Baiklah Rui, tapi ingatlah makhluk itu memilki kulit yang cukup tebal, bahkan sihir menengahku tidak bisa memberikan luka fatal padanya " Ucap Regia sambil berlari menjauh bersama Riria.


Setelah mereka menjauh, aku melesat menebas tubuh naga itu seraya berpindah dengan kecepatan tinggi hingga dalam beberapa menit, tubuh salah satu naga itu tumbang.


Kedua naga itu menyemburkan api kepadaku tapi bisa ku tahan dengan mudah dengan Mana Shieldku.


Sihir api dari naga memang luar biasa, aku mampu menahannya tapi tanganku tetap mendapatkan luka dari serangannya.


Lalu mereka menerjang dan mencoba melahapku tapi dengan mudah menghindarinya.


Aku bergerak sambil terus menebasnya. Namun seperti dugaanku insting Naga memang Luar biasa. Dia tidak mampu mengikuti gerakankku dengan mata mereka namun langsung mengatahui kemana aku berpindah. Di ltambah kulit keras dan tubuh yang besar membuatku cukup kesulitan mencapai titik dimana seranganku bisa menimbulkan luka fatal.


" Siapa kau manusia " Suara naga dari atasku mendekati kedua naga itu.


" Ehhh, kau sepertinya bisa memahami bahasa manusia " balasku.


" Aku, Frost Dragon King, Raja Naga dari Gunung es, siapakah dirimu " Tanya naga itu dengan menatap kearahku.



" Aku Rui dan kenapa kalian menyerang wilayah ini " Tanyaku padanya.


" Aku adalah salah satu dari 7 Jendral pasukan Raja Iblis, Forist, kami menyerang wilayah ini untuk menyambut kedatangan Raja Iblis " Ucapnya sambil mengerang ke arahku.


" Raja Iblis.? omong kosong macam apa ini, bukannya Raja Iblis sudah musnah " Tanyaku padanya.


Tapi tanpa mendengar ucapanku, dia mengeluarkan nafas dingin yang langsung membekukan tempat pijakku. Namun sebelum membeku, aku berpindah ke tempat mayat naga yang sudah ku bunuh.


" Apa, dia menghilang , bagaimana bisa " Ucap Naga itu kebingungan.


" Hati hati Rajaku, manusia itu memiliki kemampuan yang aneh, tanpa sadar dalam beberapa saat salah satu teman kami tumbang di tangannya " Ucap salah satu naga merah yang berada di belakang Frost Dragon King.


Lalu aku menerjang dengan kekuatan penuhku dan berpindah sambil menebas tubuh Frost Dragon.


Namun dia melesat terbang di ikuti naga yang lain lalu Frost Dragon mengeluarkan nafas es dan membekukan sebagian desa itu.


Ririna dan Regia berlari menjauh, tapi Ririna berhenti.


" Aku harus membantu Rui " Ucap Ririna sambil mencoba berbalik pergi.


" Dasar bodoh, apa yang kau katakan, itu bukanlah makhluk yang bisa kita lawan " ucap Regia sambil memegang tangan Ririna.


" Tapi Rui masih disana, aku takut Rui dalam bahaya, bahkan dia menggunakan mananya untuk menyembuhkan kakak " Ucap Ririna menangis.


" Aku tau, aku juga malu pada diriku sendiri yang melarikan diri meninggalkan orang yang menyelamatkan nyawaku disaat dia masih bertarung, namun apa yang bisaa kita lakukan, makhluk itu bukanlah makhluk yang bisa dikalahkan manusia biasa " Ucap regia menahan rasa kesalnya.


Namun Ririna berhenti menangis karna terkejut melihatku masih bertarung dengan Naga itu.


Aku menancapkan belati sihir ke tubuh frost dragon dan berpindah ke lehernya.


" Kau memang menakjubkan dan memilki kemampuan yang mengerikan, aku bisa mati membeku jika mencoba menahannya dengan kemampuanku yang sekarang, tapi sebesar apapun kekuatanmu tidak akan berguna jika tidak kena kan " Ucapku sambil mengelus leher Frost Dragon.


Hal itu membuatnya sangat terkejut lalu mencoba berguling untuk menjatuhkanku.


" Kurang ajar, beraninya kau menaiki punggungku , cepat turun kau dari tubuhku sialan " Ucap Frost Dragon yang mencoba menggapaiku tapi kakinya tidak sampai.


" Hahahah, kau memilki tubuh yang cukup bagus untuk tumpangan " Ucapku meledeknya.


Lalu kedua naga di belakangku menyemburkan apinya ke arahku.


Namun aku berpindah ke belakang mereka dan menepas sayap kedua naga tersebut. Seketika mereka jatuh dan tidak bisa berdiri.


Lalu aku kembali ke prost dragon dan berdiri di kepalanya. Seketika dia meronta ronta untuk menjatuhkanku.


" Hei bodoh, sekuat apapun kau mencoba menjatuhkanku, aku pasti akan kembali ke padamu " Ucapku sambil tertawa.


" Dasar Parasit sialan , menjauhlah dariku "


" Hahaha, matilah hama kurang ajar " Frost dragon melesat ingin melahapku.


Namun aku berpindah ke lokasi naga yang pertama aku bunuh.


" Brengseeeeek, bisakah kau diam saja dan menerima kematianmu " Teriak naga itu kesal.


Naga itu beralih terbang ke Ririna dan Regia. Melihat itu aku langsung berpindah lagi ke lehernya tempat belatiku masih tertancap.


" Kau benar - benar menjengkelkan " Ucapku dengan mengeluarkan seluruh kemampuanku memperbesar belati yang sudah menancap di lehernya hingga menembus tenggorokannya.


Naga itu meraung kesakitan.


Dari awal aku tidak berniat membunuhnya karena aku ingin menaklukannya. Namun karna membuatku jengkel aku mengurungkan niatku dan berniat menghabisinya.


" Ampun, aku menyerah, tolong ampuni aku, kumohon " Ucap Frost Dragon padaku.


" Dasar bodoh, kenapa kau menyerah sekarang, bukannya tidak akan menjadi menyenangkan " Ucapku kesal.


" Aku mohon, aku akan menuruti seluruh perintahmu, aku mohon ampuni aku " Ucapnya menahan sakit karena lukanya.


Lalu aku menghilangkan belatiku yang hampir menembus tenggorokannya. Lalu aku menyuruhnya turun ke tanah.


Setelah itu Ririna berlari ke arahku dan langsung memelukku.


" Rui, syukurlah kau tidak apa - apa, aku benar - benar sangat khawatir dan takut kau kenapa - kenapa " Ucapnya menangis.


" Yah seperti yang kau lihat aku tidak apa - apa " Ucapku menenangkannya.


Lalu dia kembali terkejut melihat frost dragon yang kembali dengan dua naga lainnya.


" Rui, sebaiknya kita pergi sekarang " Ucapnya dengan suara gemetar sambil mencoba menarik tanganku.


" Tidak apa - apa Ririna, kau tidak perlu khawatir "


" Aku kembali Tuanku, kami Naga gunung es akan bersumpah untuk setia melayanimu " Ucapnya sambil bersujud di depanku yang membuat Ririna kaget.


" Tapi bagaimana denganmu, bukannya lukamu cukup buruk " Tanyaku sambil menunjuk ke luka luka di tubuhnya.


" Tidak perlu khawatir tuan, kami akan pulih dalam waktu 7 hari, Kami tidak akan mati jika tidak langung dibunuh karna tubuh kami bisa beregenerasi sendiri " Ucapnya.


Lalu aku menanyainya seluruh pertanyaan yang ada di kepalaku tentang Raja Iblis.


Seperti jawabannya. Raja iblis akan bangkit pada saat Gerhana matahari 4 tahun lagi , jadi para monster kuat akan mempersembahkan kehancuran untuk di akui oleh Raja Iblis dan bisa menggantikan posisi Jendral Raja Iblis yang dulu gugur.


" Bukannya kau tadi berkata kalau kau adalah salah satu Jendralnya " Tanyaku pada frost dragon.


" Ahhh, maafkan saya itu hanya tujuanku dan belum resmi menjadi salah satunya "Jawabnya sambil tertawa.


Lalu aku menanyai dimana Ayah Ririna dan salah satu pelayan naga itu mengatakan kalau dia tadi melawan Penyihir di dekat balai desa.


Setelah kami kesana rupanya Ayah Ririna masih hidup dengan luka yang tidak terlalu parah. Aku menyuruh 3 naga itu kembali ke gunung es untuk saat ini dan merekapun kembali untuk menyembuhkan diri.


Namun sebelum pergi, aku mengikat kontrak darah dengannya agar suatu saat jika dia mencoba menghianatiku ataupun menyerang lagi maka aku bisa membunuhnya. Kontrak darah bersifat mutlak, jika budaknya di perintahkan mati, maka dia akan langsung menuruti perintah dan mati.


Membunuh Naga Es buatku hanyalah suatu hal yang sia - sia, karna mereka memilki sihir yang sebanding atau bahkan lebih tinggi dari penyihir tingkat legenda yang sihir dasarnya berevolusi menjadi es, kegelapan , petir dan cahaya.


Sebenarnya Ririna menolak keras kalau aku mengampuni dan menjadikan Naga sebagai bawahanku . Juga karna keluarga dan warganya disakiti olehnya, namun aku meyakinkannya, kalau memang Raja Iblis akan bangkit, mempunyai Naga sebagai pasukan pasti akan menjadi kekuatan tempur yang sangat berguna.


Lalu setelah berfikir lama, akhirnya Ririna mendukung segala keputusanku. Aku juga berencana agar kakakku dan Ririna bisa di ajari sihir es oleh Frost Dragon, demi mengembangkan kemampuannya agar bisa melindungi dirinya ketika Malapetaka tiba.


Aku juga berfikir kalau aktifitas monster akhir - akhir ini mulai agak agresif. Monster berbeda dengan Iblis, monster hanya makhluk yang mengikuti insting seperti binatang, tapi iblis bahkan tingkat kecerdasan dan kemampuan sihirnya di atas rata - rata manusia biasa.


Dalam Invasi Raja Iblis dahulu, monster seperti Goblin, Orc, Lizard man dan berbagai ras monster di taklukkan iblis dan diperbudak untuk ikut bertempur di bawah komando Ras Iblis.


Ras Naga termasuk makhluk kuno yang menjadi Penjaga Alam, ikut menjadi Jendral Besar Raja Iblis . Namun bukan karna mereka di taklukkan tetapi mereka sendiri yang mengajukan diri sebagai bawahan Raja Iblis karna muak dengan manusia yang selalu melakukan kerusakan pada alam dan memperbudak ras lain seperti Elf dan ras setengah manusia lain.


Setelah mendengar seluruh cerita dari Frost Dragon, aku merubah tujuanku yang dulunya hanya mengembalikan nama baikku dan reputasi keluargaku . Kini tujuanku menjadi penguasa yang akan menghapuskan seluruh perbedaaan ras dan membuat hukum kesetaraan antara manusia dan setengah manusia lainnya.


Lalu kami berempat kembali ke kediaman Ririna dan ternyata kakakku sudah sampai disana dan sedang di rawat oleh Ibunya Ririna.


...The end...