
Frey yang sedang di landa keputusasaan kehilangan kesabarannya dan kini hanya memikirkan bagaimana cara untuk menghabisi musuh-musuhnya.
Frey dengn sangat cepat bergerak ke arah Mizuki dan langsung melesatkan tombaknya ke arah perut mizuki "Sriiing" bunyi benturan tombaknya dengan belati di tangan Mizuki. Namun karena serangan Frey yang terlampau kuat untuk di tahan olehnya, Mizuki terpental sangat jauh bersamaan dengan belati dan baju zirahnya yang hancur "Khuuuakkk" mulut Mizuki bersimbah darah.
Yuji yang melihat itu menjadi murka dan langsung melesat ke arah Frey dengan kecepatan tertingginya. Namun kali ini mata Frey berhasil mengikuti semua gerakan Yuji dan langsung menyerang Yuji ketika memasuki jangkauan tombaknya.
"Wooosss !!" Tombak yang di selimuti angin menerjang ke arah Yuji dengan sigap Yuji melompat ke atas, namun Frey sudah menebak gerakannya dan langsung melayangkan pukulan tepat ke perut Yuji.
"Bruuuk" Suara tulang rusuk Yuji yang patah bersamaan dengan tubuhnya yang terlempar. "Yujiii !!" Hidara langsung berlari ke arah Yuji yang terkapar bersimbah darah.
"Haaaaa !!" Kongi berlari ke arah Frey dan langsung melayangkan hantaman tangan Gorilanya. Namun serangan tersebut tidak bisa menembus pusaran angin yang menyelimuti tubuh Frey dan malah tangannya terhisap oleh pusaran angin itu hingga dirinya tidak bisa menarik kembali tangannya.
Dengan tatapan kosong, Frey dengan mudah menyerang tubuh Kongi yang sudah tidak bisa bergerak di depannya, lalu "Wuzzz...sruuukkk !!" Tombak Frey pun menembus tubuh Kongi hingga Kongi pun tewas.
"Ti..tidaaaaaaak !!" Hidara dan Mizuki berteriak histeris melihat tubuh Kongi tergeletak tidak bernyawa di depan Frey. Frey menginjak tubuh Kongi hingga sepatu armornya berlumuran darah.
"Bajingaaaan !! Beraninya kauuuu !!" teriak Mizuki dan Hidara bergerak dari samping kiri dan kanan untuk menyerang Frey. Namun ketika mereka mendekati tubuh Frey untuk melancarkan serangan, Frey mengeluarkan skill "Energi Release !!" yang mengakibatkan pusaran angin yang menyelubungi tubuhnya meledak dan menghempaskan tubuh Mizuki dan Hidara.
"Khuuaaaak" tubuh Hidara menabrak sebuah batu besar hingga dirinya tidak dapat bergerak kembali.
Sedangkan Mizuki terpental jauh hingga ke samping Yuji yang kini sedang berusaha bangkit kembali.
"Mi..mizuki !" Yuji terlihat sangat menderita melihat Kongo yang mati, Mizuki yang tergeletak hampir pingsan dan Hidara yang kini tidak sadarkan diri.
Dengan tatapan penuh ketakutan melihat Frey yang menghampiri Mizuki yang sudah tak sadarkan diri. Yuji berteriak sekuat tenaganya "Be..Berhentiiiii !!" Yuji begitu ketakutan melihat Hidara yang adik kandungnya di hampiri oleh malaikat kematiannya.
"Cukup Frey !! Lepaskan adikku !! Bunuh aku sebagai gantinya !! Kami terpaksa melak...'Khuaaaaaaakk' !!" Kalung yang di leher Yuji mengencang dan mengeluarkan sambaran listrik hingga membuatnya berhenti untuk berbicara.
"Semua keluarga'Akhhhhh' kami, di sandra 'Akkhhhhh' !!" Kini kalung yang di pakai Yuji sudah melilit lehernya hingga membuat dirinya tidak bisa bersuara dan bernafas.
Frey dengan tombaknya tetap berjalan perlahan ke arah Hidara yang tak sadarkan diri tanpa memperdulikan ucapan Yuji.
Dari kejauhan, Half elf bernama Delra tertawa melihat kebodohan dan keputusasaan Yuji.
"Aaaaaah... dasar makhluk bodoh ! Padahal aku sudah memperingatinya agar tutup mulut dan tidak melawan perintahku !!" ucap Delra yang memegang cambuk apinya.
"Hoooh jadi kau biang masalahnya !!" ucap Terada yang sudah berdiri di belakang Delra. Entah dari mana datangnya perasaan takut dan mencekam yang ia rasakan ketika mendengar suara Terada.
Dalam sekejab kalung yang di leher para warbeast terlepas. Begitu pula dengan kalung yang melilit leher Yuji yang membuat Yuji berhasil selamat "Kuhhhh.. uhuk uhuk" Yuji mengambil napas kembali karena jeratan dari kalung tersebut.
Para warbeast langsung menjatuhkan senjata mereka dan mengangkat tangan untuk memberikan tanda bahwa mereka telah menyerah. "Berhentiiiii !!" Teriak wizard knight menghentikan pertarungan para prajurit.
"Hyaaaaaaaa !!" Sorakan kemenangan dari para prajurit terdengar kembali ketika melihat para warbeast sudah menyerah dan tidak memilki niat bertarung lagi.
Namun Frey tetap berjalan dengan senjatanya menuju Mizuki dan tanpa ampun menghunuskan tombaknya ke arah Mizuki.
"Bruuuuk !!" Tubuh Frey di tubruk hingga terpental oleh Mosel salah satu pilar elf "Kau sudah gila !?" Mosel dan Karl berdiri di depan Mizuki dan berniat melindunginya.
Frey langsung berdiri kembali dan melesat ke arah Yuji yang masih tergeletak lemas. "Ah sial kita lengah !!" ucap Mosel yang berlari untik menghentikan Frey.
Ketika tombak milik Frey akan menembus tubuh Yuji, Hidara dengan sisa tenagangnya berhasil menahan laju tombak milik Frey. "Kuuuuhhhh !!" Hidara sangat kesakitan karena tombak milik Frey membuat tangannya berlumuran darah, namun dia tetap menahan tombak itu di kala rasa menahan sakit di tangannya.
"Bruuuk !!" Frey menendang wajah Hidara hingga membuatnya terpental cukup jauh. Lalu ia kembali melesatkan tombaknya ke arah Yuji, namun lagi-lagi tubuhnya di tahan oleh Mosel dan Karl.
"Hidara.. Yuji !! Cepat bawa Mizuki pergi dari sini sebelum lukanya benar-benar semakin parah !!" Terial Mosel kepada Warbeast itu.
"Huaaaaaaaaaaa !!" Frey mengamuk hingga sihir angin yang sangat kuat keluar dari tubuhnya, hingga membuat Mosel dan Karl terlempar. Frey masih menatap Yuji yang telah membunuh Horn dengan tatapan kebencian.
"Ma..ti !!" Frey menghunuskan kembali tombaknya namun tiba-tiba tubuhnya terpental sangat jauh oleh serangan seseorang.
"Huuuh ?!" Semua orang terkejut melihat Frey yang terpental sangat jauh.
"Sebaiknya dinginkan dulu kepalamu bodoh !!" Ucap Risiya yang datang membantu mereka.
"Wa..warbeast ??" Yuji sangat terkejut melihat manusia setengah binatang di depannya. Dia sama sekali belum pernah meliht sosok Risiya dengan sekuatan sebesar itu.
"Haaaah... sebaiknya kau pergi dari sini secepatnya, sebelum tempat ini menjadi lebih buruk lagi !!" Risiya memperingati Yuji. Lalu ke dua sosok Half Elf itu kembali mengejar Risiya.
"Mau lari kemana kau, makhluk kotor ?!!" Kau tidak akan aku biarkan selamat setelah berbuat seperti itu padaku !! teriaknya yang sangat kesal karena terus di permainkan oleh Risiya.
"Kalau begitu,, MAJULAH !!" Risiya memasuki mode tempurnya.
...Bersambung...!!!...