
Monster api raksasa yang berwujud magma bernama Margonia mengeluarkan energi yang berbentuk cairan lava panas dari mulutnya yang melebar dan dengan cukup cepat mengarah langsung ke Terada.
Spontan Terada membalas serangan itu dengan badai angin untuk menahan serangan energi dari Margonia.
"Buszzzzz !!" Kedua energi saling bertabrakan dan membuat daerah sekitarnya hancur lebur. Percikan magma dan serta arus angin yang sangat kuat membuat pohon-pohon terbakar dan bertebrangan, sebuah pemandangan yang penuh dengan kekacauan.
Begitulah yang terjadi jika makhluk penjaga alam saling bertarung. Tinggi rata-rata dari para naga adalah 9 meter namun berbeda dengan raja naga yang pertumbuhan tubuhnya bisa berubah oleh energi sihirnya menyebabkan mereka bisa tumbuh hingga mencapai 13 meter.
Sedangkan tinggi Monster raksasa yang sedang di hadapi oleh Terada adalah 16 meter dengan lebar 5 meter. Punggung Margonia yang di penuhi oleh gundukan batu yang runcing persis seperti duri membuat dirinya semakin menyeramkan.
Sedangkan wujud terada yang kini dalam mode manusia naganya berukuran sama persis dengan ukuran manusia dewasa. Namun dengan tanduk, sayap dan ekor yang indah sebagai perbedaan dirinya dengan manusia biasa.
Namun dalam hal kemampuan dan energi, serangan dari Terada jauh lebih unggul dari Margona. Serangan terada membuat serangan Margona terdorong mundur hingga serangan energi milik Terada berhasil mencapai tubuh Margonia yang membuat setengah tubuh makhluk itu hancur menerima serangan dari Terada.
"Boooom !!" Setengah tubuh Margona hancur dan Lava yang menetes dari sela-sela tubuhnya terlihat seperti darah yang keluar dari sobekan sebuah luka. "Roooaarrrrr !!" Margona mengerang sangat keras hingga membuat tanah di sekitarnya bergetar.
Namun secara perlahan reruntuhan tubuh monster itu kembali menyatu dengan tubuh utama Margona hingga membuat dirinya kembali seperti sedia kala. Terada tampak biasa saja seolah-olah sudah memprediksi hal tersebut.
"Sepertinya memang ada inti yang mempertahankan monster itu tetap utuh !" Gumam Terada yang melihat monster itu kembali pulih.
Terada bersiap dengan serangannya selanjutnya. Monster yang sudah pulih tersebut langsung berlari ke arah Terada yang langsung menghantamkan pukulan tangannya yang di selimuti energi lava panas ke arah Terada. "Wuuurrr !!" Serangan dahsyat yang langsung membinasakan naga kegelapan dalam sekali serang kini mengarah ke tubuh Terada.
Walaupun serangan tersebut lambat, namun pancaran energi dan tekanan udara yang di akibatkan oleh serangan itu membuat tubuh targetnya terasa berat dan susah bergerak.
Namun hal itu tidak berlaku bagi raja naga dengan gelar penguasa angin tersebut. Sesaat sebelum serangan itu mengenai tubuhnya, Terada melesat dengan sangat cepat ke arah punggung monster itu.
Serangan monster itu terhempas ke tanah dan meledakkan area sekitarnya. "Duaaaaar !!" Serangan itu membuat tanah yang sebelumnya datar kini menjadi lekukan besar.
Terada yang sudah di belakang punggung monster tersebut langsung menggunakan skillnya "Storm Drill" yang membuat tubuh monster itu tertembus oleh putaran angin kencang yang membentuk bor.
Namun sama seperti sebelumnya Margonia langsung berbalik dan melayangkan pukulannya kembali ke arah Terada, seolah-olah kerusakan pada tubuhnya tidak berbengaruh sama sekali pada dirinya.
Namun tetap saja serangan monster tersebut masih saja tidak ada apa-apanya di hadapan kecepatan Terada.
"Aku sama sekali tidak bisa melihat di mana inti monster ini !?" Terada masih belum bisa memastikan letak kelemahan monster itu.
Dari tempat yang tidak jauh dari pertarungan Terada, Indra masih saling menyerang satu sama lain dengan Firos si raja naga api.
"Fire rage !!" Serangan api dengan skala yang sangat besar melesat ke arah Indra, serangan itu di balas oleh "Frozen breath" milik Indra yang membuat serangan tersebut berhasil di tahan olehnya.
"Grrrrr... kemampuanmu sepertinya sudah cukup meningkat !!" Firos terlihat memuji kekuatan Indra yang kini mampu menahan serangannya. Namun dalam hatinya Firos merasa sangat kesal karena Frost dragon yang dulunya tidak akan sanggup menahan serangannya kini bisa menahannya dengan sangat mudah padahal kekuatan Firos saat ini sudah di jauh meningkat setelah dirinya mendapatkan kekuatan dari raja iblis.
Hal itu membuat Firos sangat kesal karena merasa dirinya kini di remehkan oleh naga yang dulunya paling lemah di antara semua raja naga.
"Grrrr... jangan sombong dulu bajingan !! Kau yang dulunya tidak pantas bersanding sejajar dengan para raja naga jangan besar kepala hanya karena mampu menahan satu serangan dariku !!" Firos melesat ke arah Indra dengan beberapa serangan sihirnya.
Indra berhasil menghalau serangan itu dengan sihirnya namun hal itu hanyalah pengalihan dari Firos karena tujuan utamanya adalah menghancurkan sayap indra dengan gigitannya.
"Raaaooor !!" Firos yang sudah berada di balik punggung Indra dengan ganas mencoba menggigit kedua sayap milik Indra, namun indra dengan cepat menggenggam leher Firos dan melepaskan energi petir dari mulutnya dan mengenai leher Firos.
Firos yang kepalanya terpental membuat tubuhnya kini tidak terbang dengan benar. Hal itu langsung di manfaatkan oleh Indra yang langsung mencengkram ekor Firos dan membantingnya ke tanah.
Sebuah pertarungan monster raksasa yang membuat seluruh makhluk hidup lain tidak berani mendekat ke area itu.
"Kuaahhhh !!" Firos merasakan sakit di seluruh tubuhnya karena menghantam tanah sangat keras.
Indra melesat kembali dengan rahang terbuka dan kini menargetkan leher Firos. Firos dengan cepat mengelurkan "Dragon blast !" dari mulutnya namun Indra dengan cepat menahan serangan tersebut dengan serangan "Dragon Breath Counter" yang membuat serangan Firos tersebut kembali ke arah dirinya dan membuat tubuhnya terkena ledakan serangannya sendiri.
"Boooom !!" Serangan sihir itu meledak di tubuh Firos.
"Aaaakhhhh !!" Firos kesakitan karena serangannya sendiri.
Indra dengan cepat menginjak leher milik Firos yang sedang kesakitan. Lalu menggunakan "Dragon blastnya" kepada Firos yang kini tidak bisa bergerak. "Bummmm!!" Kepala Firos terkena serangan langsung dari Indra yang membuat tanduknya patah dengan luka terbakar di sebelah wajahnya.
Hal itu membuat Firos mengamuk dan meronta sekuat tenaganya hingga membuat Indra mengambil jarak dari dirinya.
"Be... Beraninya kauu !!" Firos semakin murka karena merasa harga dirinya sebagai salah satu raja naga terkuat di injak-injak dan di permalukan oleh raja naga yang dirinya anggap paling lemah.
"Kali ini, Aku benar-benar akan membinasakanmu !!" "Rooooooaaarrrr !?" Firos meraung sangat keras di ikuti oleh raungan dari Margona yang membuat semua elf, warbeast serta beberapa naga biasa yang tengah terluka membeku ketakutan.
Raungan itu di ikuti oleh perubah pada energi dan tubuh Firos dan Margonia. Kedua makhluk itu sedang dalam tahap evolusi ke bentuk setengah iblisnya. Tubuh Firos yang dulu tertutupi sisik merah, kini berubah menghitam seperti sebuah besi baja yang kokoh dengan tanduknya membesar dan memanjang yang awalnya hanya putih kini menghitam dengan ruas yang lebih banyak serta lebih tajam. Pola-pola rune aneh melapisi tubuhnya dengan garis-garis merah menyala seperti darah yang terbakar.
Sebuah perwujudan dari monster ganas yang menjadi mimpi buruk bagi siapapun yang melihatnya. Dengan tatapan angkuh dan arogannya dia mendesis mengintimidasi kepada sosok naga yang sangat di benci olehnya.
"Kali ini, aku pastikan kau binasa !!" Ucap Firos dengan hembusan nafas api hitam yang keluar dari sela-sela mulutnya.
Sedangkan batu-batu yang menutupi tubuh Margonia luntur menyisakan gumpalan energi dengan 3 bola kristal yang menjadi inti kehidupan raksasa itu. Tubuhnya berangsur-angsur mengecil menjadi seukuran manusia biasa namun dengan energi yang tidak bisa di prediksi bahkan oleh Terada sendiri. Ketika Margonia membuka matanya, dalam sekejab tubuh terada merinding di buatnya.
Namun bukannya merasa ketakutan, malah hal itu membuat Terada lebih bersemangat untuk bertarung melawan monter tersebut.
...Bersambung...!!!...