
Terada yang melihat langsung pertarungan Risiya merasakan bahwa hawa keberadaan sosok misterius di tubuh Risiya semakin terasa. Hal itu membuat dirinya sedikit khawatir jika Risiya lepas kendali dan malah membuat kekuatan jahat itu terlepas ke dunia ini.
"Swiiing !! Tingg !! Wooosh" Pertarungan Risiya dengan Half elf itu terus berlanjut. Serangan demi serangan terus mereka lancarkan antara satu sama lain.
Mode buas Risiya dengan mudah mengungguli mode iblis half elf tersebut. Serang kaki Risiya berhasil menghantam wajah gadis itu hingga membuatnya terpental cukup jauh.
"Khuaaaaakhh !! Siaaaaal... bagaimana mungkin aku yang hebat ini bisa di permainkan oleh binatang kotor seperti dirinya !!" teriak gadis itu dengan sangat kesal. Tubuhnya sudah sangat kotor karena berguling di tanah dengan luka sayatan dari cakar Risiya yang menembus armor iblisnya.
"Jika bukan karena armor ini, tubuhku pasti sudah terpotong-potong olehnya !!" Gumamnya menyentuh dadanya yang terluka dengan nafas yang terengah-engah karela kelelahan.
Namun Risiya tak memperdulikan kondisi gadis itu dan tanpa ragu trus berlari menyerang gadis itu dengan kemampuannya. "Akan aku akhiri ini !" Risiya melesat sangat cepat "Beast Art !! Non-stop claws !!" Risiya mencakar tubuh gadis itu tanpa henti sambil terus menghindari serangan sihirnya.
"Sial ! Sial ! Sialaaaaan !!" Half elf itu terus menyerang Risiya dengan sihir dan pedang iblisnya namun tak ada satupun serangannya yang berhasil mengenai Risiya. Hal itu membuatnya semakin panik dan ketakutan.
Lalu Risiya merendahkan tubuhnya untuk menggunakan skill untuk menuntaskan pertarungannya. "Execution Claw !!" Risiya dengan sangat cepat menerjang tubuh gadis itu dengan skillnya.
"Kuuhhhh" Mata gadis itu melotot setelah menerima serangan akhir dari Risiya. "Sruuusss !!" Darah bercucuran dari tubuhnya hingga membasahi tempat ia berdiri. Armor di tubuhnya luntur hingga menyisakan tubuh elfnya yang akhirnya juga tumbang.
"Heeeeeh ??!!" Salah satu gadis elf yang bersamanya terlihat sangat ketakutan. Namun dia tidak berani lari ataupun melawan Risiya yang telah menghabisi nyawa rekannya.
Risiya menatap tajam ke arah gadis yang ketakutan tersebut. "Bagaimana denganmu ?! Apakah kau juga ingin mencobanya ?!"
"Ti..tidak aku tidak akan pernah melakukan hal itu !! Ak..aku mohon jangan bunuh aku !?" Gadis itu menangis ketakutan.
"Tidak usah takut ! jika kau tidak menyerang, kau akan baik-baik saja !" ucap Risiya yang membuat gadis itu tenang kembali.
Lalu Risiya mendekat ke arah Terada.
"Bagaimana keadaanmu raja naga badai Terada ?" Risiya tersenyum ke arah Terada.
"Yah.. aku baik-baik saja, pertarungan yang luar biasa Risiya . Aku kagum melihat kemampuanmu" Terada memuji kemampuan Risiya.
"Terima kasih, tapi aku tidak ada apa-apanya di bandingkan dirimu yang mulia" Risiya sedikit merendah di hadapan Terada.
"Kau terlalu formal Risiya, kau adalah orang yang dekat dengan tuanku jadi aku ingin kau memanggilku dengan namaku saja !" Terada mencoba untuk sedikit lebih akrab dengan Risiya.
"Kalau kau tidak keberatan, maka baiklah" ucap Risiya dengan senyuman manisnya kepada Terada.
"Bagaimana mungkin, makhluk dengan rasa haus darah dan kekejaman bisa ada di tubuh gadis sepolos dirinya !? Takdir memang terkadang sangat kejam !" Terada merasa sangat kasihan kepada Risiya.
Namun tiba-tiba "Boooommm !?" Bunyi ledakan yang sangat kuat dari arah barat kini terdengar lagi.
"Kalau begitu, aku pergi dulu Risiya ! Sebaiknya kau menjauh dari medan pertempuran sebelum situasinya bertambah parah !!" Terada memperingati gadis itu demi kesalamatannya.
"Terima kasih atas perhatianmu Terada, namun aku tidak akan pernah pergi dari sisi Rui !!" Jawab Risiya dengan tersenyum ke arah Terada.
Terada tersenyum dengan ucapan gadis itu, lalu dia segera pergi ke tempat pertempuran naga kegelapan dan cahaya melawan raksasa api tersebut.
Sesampainya di sana, alangkah terkejutnya ketika melihat naga hitam tersebut sudah tidak bernyawa dengan leher patah dan perut penyok seperti bekas hantaman sesuatu yang keras. Sedangkan sayap naga cahaya kini tinggal sebelah dan dengan tubuh yang sudah di penuhi luka.
Walau begitu, dirinya masih bertahan hidup di tengah kondisinya yang begitu menghawatirkan.
Lalu ketika monster itu melayangkan pukulan api panas ke tubuh naga cahaya, Terada langsung menyerang monster itu untuk menyelamatkan naga cahaya.
"Storm dragon power ! Mega tornado !!" Badai angin hitam di selimuti petir langsung menghantam tubuh monster itu hingga membuatnya terpental ke belakang.
Terada langsung mendekati tubuh naga cahaya dan memastikan keadaannya. Terada melihat sekitarnya, begitu banyak bangkai naga dan beberapa naga yang terluka cukup parah karena pertarungan antara sesama naga di kedua kubu.
"Lightnes.. Bagaimana keadaanmu ?!" Terada terlihat cukup panik melihat keadaan naga tersebut. Tidak ia sangka bahwa akan ada saat di mana raja naga yang saling membenci bisa menghawatirkan satu sama lain seperti itu.
"Te..terada ?! Maaf, kami berdua lengah dan menyebabkan hal ini terjadi !" Lightnes kembali sadar karena kedatangan Terada. Lalu dia mencoba berdiri kembali di tengah rasa sakit di seluruh tubuhnya karena mendapat serangan-serangan dari monster api raksasa yang di lawannya.
"Rooooooaaarrrrr !!" Monster itu kembali berdiri dan bersiap menyerang kembali dengan amarah yang semakin memuncak.
"Sebaiknya kau berhati-hati Terada ! Kami sudah sangat yakin bahwa kami sudah membunuh monster itu namun ketika kami berpaling sesaat, tubuh kami langsung seperti ini !!" Lightnes memperingati Terada.
Mendengar hal itu, Terada terbang dengan kedua sayapnya dan mengeluarkan lingkaran energi di sekitar tubuhnya. Langit yang awalnya cerah kini menjadi sangat gelap karena terpengaruh oleh energi milik Terada.
"Jangan khawatirkan tentang itu !! Aku adalah naga yang paling waspada di antara semua naga karena aku di juluki si raja pengecut !!" Ucap Terada dengan menatap tajam ke arah monster yang kini mendekat.
Melihat Aura energi yang berasal dari tubuh Terada, wajah Lightnes membeku seketika saking terkejutnya melihat kekuatan penuh dari Terada. "Energi sebesar itu, bukankah itu sudah melebihi naga tingkat legenda ?! Jadi saat menaklukan kami, dia tidak mengeluarkan seluruh kemampuannya ?!" Lightnes terpana dan kagum melihat kekuatan Terada yang di luar akal sehatnya.
...Bersambung...!!!...