
Diana, Tony, Hadhif, dan beberapa staf IMO yang lain hanya menatap Arli dan Rativa yang kabur. Mereka tidak bertindak karena ketua mereka tidak memberi perintah.
“Kenapa tidak beri kode peringatan, agar Anggota IMO yang lain bisa mengerjar mereka?” tanya Tony.
“Aku masih menghormati dia sebagai istri Tuan muda, membiarkan mereka kabur bukan berarti melepaskan. Aku ingin minta pendapat pada Tuan muda dulu sebelum bertidak,” sahut Diana.
“Terus, kita harus bagaimana, Ketua?” tanya Tonny.
“Ya panggil teknisi yang bertanggung jawab, dan bereskan sisa kekacauan ini.”
Diana meninggalkan ruangan itu, dia menuju ruangannya yang sangat lama dia tinggalkan, setelah kembali duduk di singgasana tertinggi IMO. Diana menyadarkan punggungnya di sandaran kursi, sambil membuka dunia maya. Kedua mata Diana langsung disambut berita tuduhan perselingkuhan dirinya dan gurunya, di sana Arli dengan bangganya menyalahkan Diana atas perceraiannya dengan Archer.
Diana langsung menelepon Archer, dan menceritakan apa yang terjadi di markas IMO dan apa yang terjadi di dunia maya.
“Arli sangat keterlaluan! Aku serahkan keputusan padamu, Diana. Andai kamu ingin membunuhnya, aku tidak peduli, bahkan kalau kamu butuh bantuanku untuk menghabisinya, aku siap.”
“Baik Tuan, maafkan aku karena aku akan menyakiti istrimu.”
“Bukan istri, sebentar lagi dia hanya akan menyandang status mantan istriku.”
Setelah menutup sambungan teleponnya, Diana segera membuka komputernya, dan memasukan data diri Arli. Diana menawarkan Bounty 1 Miliar bagi siapa saja yang memberitahu keberadaan Arli, dan 5 Miliar bagi siapa saja yang bisa menangkap Arli dan mengantarkan ke hadapannya.
Diana mengunggah beberapa bukti pengkhiantan Arli pada IMO, sebab itu dia memberikan Bounty yang lumayan untuk pencarian Arli.
***
Selama perjalanan mereka, Arli membuka handphonenya, mencari tahu kabar terkini, hingga dia menemukan berita hangat, tawaran hadiah 5 Miliar bagi yang menemukan sosok yang dicari. Arli terkejut melihat info dirinya dan wajahnya di dalam berita itu.
"Diana bangsattt! Dia memberikan bounty untuk pencarianku!" teriak Arli.
"Bagaimana ini tante?" tanya Rativa.
"Fokus, untuk saat ini kita ke hutan dulu. Kita atur rencana persembunyian kita di sana."
***
Mendengar hal itu, Archer tersenyum puas. "Mau lari kemana kamu, Arli? Sekarang kamu tidak bisa keluar dari negara ini."
Archer meraih handphonenya, dan menelepon sekretarisnya.
"Iya, Tuan."
"Kacaukan perusahaan Ayah Arli, ini sebagai hukuman dariku karena dia berani mengusik permata indah yang selama ini aku lindungi."
"Baik, Tuan. Aku akan segera laksanakan."
***
Sesampai di pondok yang ada di hutan, Arli dan Rativa merehatkan badan mereka yang lelah.
"Rativa, kamu sudah persiapkan keberangkatan kita ke luar negri?"
"Sudah bi, penerbangan jam 2 malam nanti."
***
Di desa lain.
Ivan, Yudha, dan Dillah melakukan transaksi berlian di salah satu tempat yang ada di desa itu. Mereka sengaja tidak membawa Anton saat transaksi berlangsung.
Pembeli terlihat ragu, karena harga yang Ivan tawarkan sangat murah. Berulang kali dia memastikan berlian itu, namun memang asli. Walau masih di selimuti keraguan, dia tetap membayar berlian itu.
Saat keluar dari tempat transaksi, dia langsung memberi kabar pada rekan yang lain, kalau berlian yang ditawarkan Agung Jaya sangat murah.