Cinta Harusnya Menyatu

Cinta Harusnya Menyatu
Bab 06


Hari -hari pun berlalu ....


"Assalamualaikum"


" Waalaikum sallam, kak apa kabar sekeluarga sehat-sehat disana kak? keponakan-keponakan ul sehatkan?". Ul sedang menelepon kak firman.


" Iya Alhamdulillah sehat ul, keluarga disana sehat semua ul? ibu mana ul?."


" Tunggu kak ul panggil ibu, ibu dibelakang.


Buuuuuuu .........ada telpon dari kak firman."


teriak ul dari dalam rumah, sang ibu pun bergegas kedalam meninggalkan pekerjaan nya yang sedang menyirami bunga.


" Assalamualaikum"


"Waalaikum sallam..."


" Bagaimana Firman disana sehat semua?" Tanya ibu


" Alhamdulillah bu semua sehat, ul gimana ga ada rencana mau balik kesini lagi?"


"Emm ul bantu-bantu ibu, biar dia disini ajalah Fir, dia anak perempuan satu-satunya." ibu merasa berat jika Aulia harus pergi lagi


" Iya juga sich Bu, disini sebenarnya bukannya dia gak dapet kerja cuma firman takut pernah kejadian dia dihadang beberapa pemuda sepulang kerja untungnya Firman jemput, semenjak itu Firman khawatir setiap dia keterima kerja akhirnya Firman minta ul untuk bantuin Inggit jaga toko kami."


" Syukurlah ga sampe terjadi hal-hal yang tidak diinginkan". Jawab ibu penuh syukur yang baru mengetahui kejadian itu.


" Ia Bu, ya sudah dulu ya Bu di toko lagi rame pembeli."


" Ia nak moga laris manis.....". ucap ibu menyemangati anaknya.


" Amiin....makasih bu assalamualaikum"


" Waalaikum sallam".


***


Beberapa bulan berlalu ul dan Tara sudah mulai berkirim pesan lewat hp mereka mulai dekat.


Pada malam Minggu Tara bermain kerumah ul.


" Assalamualaikum"


" Waalaikum sallam"


"Bu aulianya ada?" Tanya Tara yang dihampiri ibu Aulia


" Oh ada nak Tara! Tunggu sebentar ibu panggilkan."


" Eh kak Tara ,duduk kak."


"Aulia lagi ngapain?" Tanya Tara to the poin


"Nggak ada cuma lagi nonton tv kak."


" Kita jalan yuk! kan ada pasar malam didekat sini ,kakak pamitin ke ibu ya?. ucap Tara semangat.


" Eh Aulia kan belum bilang iya". Jawab Aulia kaget dengan ajakan dadakan Tara.


" Hehe mau kak.....jangan pasang wajah sedih".


Setelah berpamitan mereka menuju kepasar malam.


" Rame ya ul?"


"Namanya juga pasar malam kak."


" Jangan jauh-jauh ul nanti hilang."


" Kalo hilang langsung pulang kak, kan rumah ul Deket."


ih ul ga bisa diromantisin pikir Tara.


Setelah berkeliling membeli beberapa barang dan makanan mereka memutuskan untuk pulang, diperjalanan pulang ul bertemu dengan temannya .


" Eh ul sama siapa?" tanya sang teman


" Sama temen kak Bian, kenalin kak temen-temen ul"


Mereka pun bersalaman dan saling menyebutkan nama.


" Temen apa temen...?. Nanti pacarnya! Tiba-tiba kami dapet undangan."


" Maunya kearah sana" celetuk Tara sambil melihat kearah lain. Aulia hanya bengong sambil melihat Tara.


" Tuh kan ul ....yaudah dulu nanti kami ganggu lagi."


Setelah beberapa beberapa teman ul pergi


" Kakak koq ngomong gitu? Nanti mereka salah faham."


" Kenapa kalo salah faham? Memangnya disalah satu temen kamu tadi ada gebetan kamu??"tanya Tara cemburu


" Ih kakak ngomong apa sih. Akunya yang gak enak sama kakak, ntar pacar atau pendekatan kakak tau gimana?"


" Nggak ada cewek yang Deket sama kakak itu selain kamu..."


Wajah ul yang putih pun bersemu merah malu-malu untung cahaya menuju pulang sedikit redup kalo gak ul bakal malu.


***


Setelah acara pasar malam itu ul dan Tara semakin dekat mereka sering bertemu dirumah kak bian maupun di rumahnya Aulia.


Saat berkumpul dirumah kak bian


" Eh si Dzaky mana? sudah lama ga kumpul sama kalian?" tanya kak Bian.


" Dia pulang kerumahnya ngambil cuti kak". jelas Doni


" Oh...udah berapa hari? ada acara apa kok pulang?."


" Sudah 3 hari pulangnya cutinya 2 Minggu kak, katanya kangen mamanya maklum anak mama".


" Hahaha mereka tertawa"


Sementara Budi sibuk memakan buah durian dan Tara sibuk ngobrol dengan Aulia didekat kolam.